LABORATORY TEST

Select examination by alphabet

Analisa Kromosom

Description:

Pemeriksaan analisa kromosom atau yang dikenal dengan karyotiping untuk mengetahui jumlah, struktur dan morfologi kromosom. - dapat dengan Jaringan dari keguguran atau lahir mati, untuk membantu menentukan apakah penyebabnya adalah karena kelainan kromosom pada janin. Sampel yang digunakan dapat berupa darah, jaringan dari plasenta atau jaringan sisa kuretase.

Benefit Investigation

1. Membantu mendiagnosis kelainan kromosom 2. Untuk mendeteksi kelainan kromosom, untuk mendiagnosis penyakit genetik, beberapa cacat lahir, dan gangguan tertentu pada darah atau sistem limfatik. 3. Dapat dilakukan untuk: a. Janin, menggunakan cairan ketuban atau vilus korionik (jaringan dari plasenta): - jika pada wanita hamil melakukan analisis cairan ketuban karena dia dianggap berisiko lebih tinggi untuk memiliki bayi dengan cacat lahir. - jika pada wanita hamil yang diduga ada kelainan struktural dan / atau perkembangan janin yang terdeteksi selama kehamilan seperti dari USG selama hamil - jika ada kelainan kromosom yang diketahui pada garis keluarga. b. Seorang wanita atau pasangan, sebelum kehamilan, untuk mengevaluasi kromosomnya, terutama jika seorang wanita pernah mengalami keguguran atau infertilitas sebelumnya. c. Seseorang dengan infertilitas atau orang yang menunjukkan tanda-tanda kelainan genetik.

Persyaratan & Jenis Sampel :
Stability Samples : * Eijkman : 2-8 C 24 jam
* Eijkman : 2-8 C 24 jam
* Eijkman : 2-8 C 24 jam
Patient Preparation :
Working Days :
Method : Unknown
Reference Values :
Reference Points :
Record :