Jumat, 15 November 2019

Benarkah Brown Sugar Milk Lebih Sehat Dari Bubble Tea Yang Lain?

Akhir-akhir ini, banyak orang tengah menggandrungi brown sugar milk tea. Minuman kekinian ini memang seringkali disajikan dengan tambahan topping boba atau pearl yang juga lezat.

Para boba lovers pun rela mengantre berjam-jam untuk mendapatkan milk tea dengan boba favoritnya. Tak hanya nikmat, selama ini teh juga dikenal memberi banyak manfaat untuk kesehatan karena kandungan antioksidannya yang tinggi.

Akan tetapi, jika dicampur dengan bahan lainnya, seperti susu dan gula, apakah teh masih memberikan manfaat yang sama?

Beberapa studi menemukan bahwa susu yang dicampur ke dalam teh (milk tea) dapat mengurangi kandungan antioksidan teh atau keefektifannya dalam mencegah oksidasi tubuh. Namun, hingga saat ini pendapat tersebut masih diperdebatkan.

Untuk menyanggah hal ini, terdapat penelitian lain yang menyatakan bahwa susu yang dicampur ke dalam teh tidak akan menghambat fungsi antioksidan teh. Akan tetapi, diduga ini tergantung pada faktor-faktor tertentu, seperti jenis teh dan susu, kadar susu yang ditambahkan, cara menyeduh, dan lainnya.

Berbagai kandungan dalam segelas boba milk tea

Boba milk tea merupakan minuman yang pada umumnya terdiri dari teh yang sudah diseduh atau terbuat dari konsentrat, susu, topping boba, dan berbagai tambahan lainnya, seperti krim atau pemanis buatan. Hampir di semua tempat, komposisi dari boba milk tea ini sama.

Minuman manis ini tidak berkarbonasi, bersoda, ataupun beralkohol. Jenis teh yang paling banyak digunakan dalam pembuatan bubble tea, yaitu teh melati, teh hitam, dan teh hijau. Selain teh-teh klasik tersebut, teh rasa buah seperti mangga, strawberry, kiwi, markisa, dan melon juga banyak disenangi.

Jumlah kalori dalam satu gelas milk tea tergantung pada bagaimana minuman ini disesuaikan dengan keinginan Anda. Berikut beberapa komposisi yang dapat memengaruhi jumlah kalori dan gula dari segelas milk tea:

  • Susu

Sebagian besar penjual bubble tea menggunakan produk susu yang banyak dijual di pasaran, umumnya susu sapi untuk membuat rasa yang creamy. Bahkan ada pula yang hanya menggunakan kental manis.

Ini tentu saja dapat menambah kalori yang cukup besar dalam tubuh Anda. Penggunaan susu gandum organik atau susu almond dapat menjadi alternatif untuk mendapat kalori yang lebih rendah. Namun, penjual boba milk tea yang menggunakannya sangat jarang dan hampir tidak ada.

  • Gula

Selain kalori, kandungan gula juga penting untuk diperhatikan. Segelas boba milk tea yang berukuran 500 ml dengan takaran normal kira-kira mengandung gula sebanyak 8 sdt.

Takaran tersebut sangatlah besar, bahkan telah memenuhi batas kadar gula orang dewasa yang hanya boleh mengonsumsi 8-11 sdt gula dalam sehari, serta melebihi batas kadar gula bagi anak-anak dan remaja yang memiliki batasan konsumsi gula sebanyak 5 sdt per hari.

Jika Anda mengonsumsi boba milk tea dengan ukuran yang lebih besar, tentu saja kandungan gulanya pun jauh lebih besar.

  • Perasa buah-buahan

Para penjual juga seringkali menambahkan perasa buah pada minuman milk tea. Perasa buah dari sirup mengandung lebih banyak kalori. selain itu, dibandingkan dengan sari buah alami tentu kurang menyehatkan.

  • Topping

Minum milk tea tanpa topping, mungkin membuatnya terasa kurang lengkap dan tak menarik. Padahal beragam topping tersebut dapat menambah kalori dalam tubuh Anda.

Milk foam menjadi topping dengan kalori tertinggi yang mengandung sekitar 203 kalori. Selanjutnya, ada cheese foam dan boba (bola-bola tapioka) yang masing-masing mengandung sekitar 180 kalori dan 156 kalori.

Boba yang begitu digemari juga ternyata tinggi karbohidrat. Mungkin sulit bagi Anda jika membeli milk tea tanpa topping. Namun, Anda dapat memilih topping yang rendah kalori, seperti lidah buaya atau kacang merah. Dibanding dengan topping yang lain, keduanya memiliki kalori yang sangat rendah.

Lebih baik brown sugar atau gula biasa?

Selama ini, banyak yang mengira bahwa brown sugar merupakan gula merah. Namun, hal ini ternyata keliru.

Sama seperti gula pasir berwarna putih, brown sugar juga berasal dari tebu. Namun, warna coklat yang didapat berasal dari tambahan molase atau produk sampingan dari proses pengolahan tebu (gula tetes tebu).

Terdapat anggapan yang berkembang bahwa brown sugar lebih sehat daripada gula biasa. Brown sugar memang mengandung mineral sedikit lebih banyak dan kalori yang lebih sedikit rendah daripada gula putih.

Namun, perlu Anda ketahui bahwa perbedaannya tidaklah signifikan.

Ternyata kadar gula brown sugar milk tea yang paling tinggi!

Saat ini, para penjual milk tea ramai-ramai membuat minumannya menggunakan brown sugar. Mengganti gula biasa dengan brown sugar membuat para boba lovers pun beranggapan minuman ini menjadi lebih sehat. Padahal brown sugar milk tea dinobatkan menjadi varian milk tea yang paling tidak menyehatkan.

Di lansir dari situs Mount Alvernia Hospital di Singapura, segelas brown sugar milk tea dengan tambahan boba memiliki kadar gula yang paling tinggi bahkan mencapai 18,5 sdt. Tentu saja kadar gula tersebut jauh dengan batas maksimal konsumsi harian gula. Jika dikonsumsi dalam jangka panjang, maka akan berbahaya bagi kesehatan Anda.

Tips aman minum milk tea

Jika Anda sudah terlanjur menjadikan milk tea sebagai minuman favorit dan tak bisa berhenti mengonsumsinya, ikuti tips aman mengonsumsi milk tea berikut ini:

  • Belilah milk tea dengan gelas berukuran kecil.
  • Minta agar kandungan gula dikurangi menjadi 30 persen lebih rendah atau tidak memakai gula sama sekali.
  • Tidak menambahkan topping atau pilih topping yang rendah kalori saja.
  • Pilih susu yang rendah lemak atau susu skim.
  • Jangan terlalu sering mengosumsi milk tea, sebaiknya batasi satu atau dua gelas dalam seminggu.
  • Rutin cek kadar gula darah untuk memastikannya tidak melonjak naik.

Sebenarnya boleh-boleh saja jika Anda ingin minum milk tea, namun jangan terlalu sering mengonsumsinya. Pertimbangkan pula kadar gula maupun toppingnya untuk menjaga tubuh tetap sehat.

Artikel ini adalah kerjasama dengan SehatQ .

2308 Dilihat