Gaya Hidup Sehat

Kamis, 02 Mei 2019

Hipertensi Penyebab Serangan Jantung yang Sering Terabaikan

Sebagian dari penderita hipertensi mengalaminya tanpa merasakan gejala yang mengganggu. Itulah sebabnya penyakit berbahaya ini disebut silent killer, karena proses hipertensi itu sendiri dapat mempengaruhi atau merusak seluruh organ tubuh.

Pada umumnya, penderita tidak tahu kalau ia menderita hipertensi karena tidak pernah periksa tekanan darahnya. Nilai normal tekanan darah seseorang dengan ukuran tinggi badan, berat badan, dan tingkat aktifitas normal adalah 120/80 mmHg. Dalam aktivitas sehari-hari, tekanan daerah relatif stabil dan tetap berada dalam kisaran angka normal. Tetapi secara umum, angka pemeriksaan tekanan darah menurun saat tidur dan meningkat waktu beraktifitas atau berolahraga.

Hipertensi Primer Maupun Sekunder Sama Bahayanya

Penyakit darah tinggi atau hipertensi, itu umumnya dikenal dengan dua tipe klasifikasi, yaitu: hipertensi primer dan hipertensi sekunder.

Hipertensi primer, adalah suatu kondisi dimana terjadinya tekanan darah tinggi sebagai akibat dampak dari gaya hidup seseorang, dan faktor lingkungan. Seseorang yang pola makannya tidak terkontrol dan mengakibatkan kelebihan berat badan atau bahkan obesitas, merupakan pencetus awal untuk terkena penyakit tekanan darah tinggi. Begitu pula seseorang yang berada dalam lingkungan atau kondisi stres tinggi sangat mungkin terkena penyakit tekanan darah tinggi, termasuk orang-orang yang kurang olahraga pun bisa mengalami tekanan darah tinggi.

Hipertensi sekunder, adalah suatu kondisi dimana terjadinya peningkatan tekanan darah tinggi sebagai akibat penyakit lain yang diderita seseorang, seperti gagal jantung, gagal ginjal, atau kerusakan sistem hormon tubuh. Sedangkan pada ibu hamil, tekanan darah secara umum meningkat saat kehamilan berusia 20 minggu. Terutama pada wanita yang berat badannya di atas normal, atau gemuk.

Hipertensi primer adalah yang paling banyak dialami. Penyakit hipertensi primer maupun sekunder ini bahayanya hampir sama, semunaya menyebabkan kerusakan organ, mempercepat terjadinya aterosclerosis (penyumbatan pembuluh darah).

Peningkatan tekanan darah bisa disebabkan karena penggunaan obat-obatan, misalnya golongan kortikosteroid (kortison), hormon, atau antiradang (anti-inflammasi) secara terus-menerus, atau sering. Selain itu, merokok juga meningkatkan tekanan darah karena zat nikotin yang dikandung tembakau tersebut. Minuman yang mengandung alkohol juga termasuk salah satu faktor yang dapat menimbulkan terjadinya tekanan darah tinggi.

Siapa pun Sebaiknya Waspada

Yang lebih berbahaya dari hipertensi ini, adalah komplikasinya. Hipertensi menyebabkan terjadinya percepatan aterosclerosis yang menyebabkan pembuluh darahnya cepat tersumbat, yang bila terjadi di otak menjadi stroke, di ginjal menjadi gagal ginjal, dan di jantung menjadi serangan jantung atau penyakit jantung koroner.

Agar hipertensi tidak berlanjut ke komplikasi gagal ginjal, kena stroke, serangan jantung atau disfungsi ereksi dianjurkan penderita hipertensi untuk rajin berolahraga dan melakukan perubahan gaya hidup. Harus pula disadari, agar tensi penderita hipertensi tadi diusahakan menjadi mendekati normal, atau serendah mungkin.

Dalam rangka memperingati Bulan Ramadhan dan Hari Hipertensi Dunia, Prodia memberikan keringanan biaya sebesar 20% untuk Paket ProHealthy Ramadhan dan Panel Hipertensi selama bulan Mei 2019. Untuk informasi lebih lanjut, klik disini.

781 Dilihat