Pemantapan Mutu

Jumat, 28 Desember 2018

Laboratorium Patologi Anatomik Prodia

Seiring dengan meningkatnya jumlah penderita kanker di Indonesia serta adanya kemajuan dalam pengobatan terapi target bagi penderita kanker, Prodia terus berinovasi untuk melengkapi layanannya dengan mendirikan Laboratorium Patologi Anatomik dengan no ijin operasional No.HK.02.02/I/4146/2017 per tanggal 29 September 2017.

Pemeriksaan Patologi Anatomik merupakan baku emas dalam diagnosis penyakit. Dokter spesialis Patologi Anatomik akan menegakkan diagnosis melalui penilaian perubahan pada jaringan atau makroskopik, serta menilai perubahan struktur jaringan melalui pemeriksaan mikroskopik.

Layanan Pemeriksaan

Laboratorium Patologi Anatomik Prodia saat ini adalah:
- Histopatologi
- Sitopatologi
- Imunohistokimia
- Patologi Molekular

Histopatologi

Merupakan pemeriksaan yang dilakukan terhadap sampel jaringan menggunakan pengecatan rutin Hematoksilin & Eosin (HE).

Ada 2 tipe spesimen yang umumnya di terima laboratorium Patologi Anatomik:

1) Spesimen besar berupa organ atau sebagian dari organ yang diambil dengan cara operasi, misalnya uterus setelah dilakukan histerektomi atau tonsil setelah dilakukan tonsilektomi.
2) Spesimen dalam bentuk potongan jaringan yang diambil dengan cara biopsi. Misalnya eksisi kulit pada benjolan yang dicurigai atau biopsi core dengan menggunakan jarum khusus.

Sitopatologi

Merupakan pemeriksaan yang dilakukan terhadap perubahan sel yang diperoleh dari pasien dengan cara-cara tertentu, misalnya pap smear untuk pemeriksaan sitologi serviks.

Pemeriksaan sitopatologi dapat digunakan sebagai skrining untuk mencari kemungkinan penyakit dan untuk menentukan apakah perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan atau tidak.

Contoh lain sitopatologi yaitu pemeriksaan benjolan pada payudara, melalui tindakan biopsi aspirasi jarum halus.

Pemeriksaan ini dikombinasikan dengan radiologi/imaging untuk menilai apakah ada kecurigaan kanker atau hanya sel jinak.

Imunohistokimia

Merupakan metode pemeriksaan yang mengkombinasi histologi, imunologi dan biokimia.

Pada pemeriksaan ini yang akan dinilai adalah ekspresi protein tertentu dengan cara penambahan antibodi primer yang akan berikatan dengan antigen target dan dideteksi oleh antibodi sekunder berlabel.

Patologi Molekular

Dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pemeriksaan Patologi Anatomik dapat dilakukan hingga ke tingkat molekular, yaitu DNA dan RNA.

Jaringan atau sel dalam bentuk Formalin Fixed Paraffin Embedded (FPPE), cell block ataupun smear/apusan dapat digunakan untuk mendeteksi adanya mutasi pada gen-gen tertentu dengan metode Real Time Polymerase Chain Reaction (PCR) ataupun Digital Droplet PCR (DDPCR).

Saat ini pemeriksaan patologi anatomik tidak hanya terbatas pada spesimen dari jaringan ataupun cairan efusi, perkembangan terbaru adalah penggunaan spesimen wholeblood untuk melengkapi pemeriksaan dari jaringan atau cairan efusi.

Teknik ini dikenal sebagai “Liquid Biopsy” dan digunakan sebagai komplementer jika pengambilan jaringan atau cairan efusi tidak adekuat atau tidak bisa dilakukan.

Saat ini, pemeriksaan IHK dan Patologi Molekular yang tersedia di Laboratorium Patologi Anatomik Prodia, untuk indentifikasi mutasi dan membantu terapi kanker, yaitu :

- ER (Estrogen Receptor)
- PR (Progesteron Receptor)
- HER2-neu
- Ki67
- Mutasi EGFR (jaringan/sitologi)
- Mutasi EGFR ctDNA (circulating tumor DNA)

6764 Dilihat