Jumat, 01 November 2019

Memahami Diabetes Mulai Dari Sini

Apakah Anda atau orang terdekat Anda baru saja didiagnosis mengidap diabetes dan saat ini sedang berjuang untuk beradaptasi dengan kondisi tersebut? Ulasan di bawah ini dapat menjadi awal untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai diabetes dan bagaimana menjalani kehidupan yang lebih sehat.

Memahami Diabetes Tipe 1

Pada diabetes tipe 1, tubuh kurang atau sama sekali tidak memproduksi insulin. Akibatnya, pengidap diabetes tipe 1 memerlukan tambahan insulin dari luar. Normalnya, kadar gula darah dalam darah dikontrol oleh insulin yang dihasilkan pankreas. Ketika makanan yang masuk ke tubuh dicerna dan masuk ke aliran darah, insulin akan mengikat gula dalam darah dan membawanya masuk ke sel-sel tubuh untuk diubah menjadi energi. Dengan adanya kondisi produksi insulin yang tidak mencukupi atau sama sekali tidak ada, gula dalam darah tidak dapat masuk ke sel-sel tubuh dan menjadikan gula menumpuk dalam darah.

Secara genetik, diabetes tipe 1 dapat diwariskan oleh keluarga yang memiliki riwayat mengidap penyakit tersebut. Oleh karena itu, pengidap diabetes tipe 1 umumnya adalah anak-anak hingga remaja dan jarang terjadi pada usia lebih dari 40 tahun.

Pengidap diabetes tipe 1 dapat menjalani hidup normal dan melakukan semua yang diinginkan dengan bantuan terapi insulin, serta perawatan lain yaitu dengan menjaga asupan makanan, berolahraga dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan untuk mengontrol kadar gula darah agar tidak terjadi komplikasi yang menambah parah kondisi diabetes tipe 1.

Memahami Diabetes Tipe 2

Diabetes tipe 2 adalah kondisi di mana kadar gula darah melebihi nilai normal yang terjadi akibat adanya resistensi insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara normal. Insulin adalah hormon yang membantu gula dalam darah masuk ke sel-sel tubuh untuk diubah menjadi energi. Diabetes tipe 2 merupakan jenis diabetes yang paling umum terjadi dan erat hubungannya dengan gaya hidup tidak sehat seperti konsumsi makan yang tidak terkontrol, kurangnya aktivitas fisik, dan berat badan yang berlebih (obesitas).

Gejala diabetes tipe 2 seringkali membutuhkan waktu yang lama untuk dapat muncul dan dirasakan oleh pengidapnya, bahkan tidak disadari hingga terjadi komplikasi yang membuat parah kondisi diabetes tipe 2. Di sinilah pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan terutama untuk mengetahui kadar gula darah secara berkala.

Bagaimana dengan seseorang yang telah didiagnosis mengidap diabetes tipe 2? Kunci dari pengelolaan diabetes tipe 2 adalah dengan menjaga pola makan yang sehat dan kebugaran, serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan.

Memahami Diabetes Gestasional

Pada saat hamil, tubuh wanita mengalami perubahan hormon yang dapat memblokir fungsi insulin sehingga terjadi kondisi resistensi insulin. Akibatnya, gula darah yang seharusnya dikontrol oleh insulin untuk dapat masuk ke sel-sel tubuh menumpuk di aliran darah dan menyebabkan kadar gula darah meningkat atau dikenal sebagai diabetes gestasional. Diabetes gestasional biasanya tidak bergejala, karena itu setiap wanita hamil perlu melakukan pemeriksaan gula darah pada usia kehamilan antara 24-28 minggu.

Diabetes gestasional dapat menjadi diagnosis yang menakutkan, namun seperti jenis diabetes lainnya dapat diatasi dengan segera mendapatkan perawatan yang tepat. Mengidap diabetes gestasional bukan berarti Anda mengidap diabetes sebelum hamil atau bahwa Anda akan mengidap diabetes setelah melahirkan. Dengan segera mendapatkan perawatan yang tepat seperti perubahan pola makan, olahraga serta rutin melakukan pemeriksaan kehamilan, Anda dapat memiliki kehamilan yang sehat dan bayi yang sehat.

Memahami Prediabetes

Istilah prediabetes digunakan untuk menggambarkan kondisi kadar gula darah yang lebih tinggi dari normal tetapi masih belum cukup tinggi untuk didiagnosis sebagai diabetes. Prediabetes seringkali tidak menimbulkan gejala yang jelas sehingga mungkin Anda mengidapnya tetapi tidak mengetahuinya. Dalam perkembangan selanjutnya, ada tiga kemungkinan kondisi yang akan dialami penderita prediabetes; sekitar sepertiganya tetap menjadi prediabetes, sepertiganya menjadi diabetes tipe 2 dan sepertiga lainnya dapat kembali menjadi normal kadar gula darahnya.

Prediabetes meningkatkan risiko diabetes sebesar 2-10 kali lipat, bahkan pada beberapa populasi peningkatan risiko tersebut dapat lebih tinggi lagi. Risiko terjadinya penyakit kardiovaskular (penyakit jantung dan pembuluh darah) pada prediabetes pun sama besarnya dengan diabetes. Karena itu, salah satu tindakan pencegahan dini diabetes adalah melalui penanganan prediabetes. Identifikasi dan penatalaksanaan awal bagi penderita prediabetes dapat menurunkan insiden diabetes serta komplikasinya.

Mengetahui bahwa Anda atau orang terdekat Anda mengidap diabetes mungkin akan sangat mengejutkan, namun ketahuilah bahwa ada banyak hal yang dapat Anda lakukan untuk membantu mengelola penyakit tersebut dan kembali menjalani kehidupan serta aktivitas keseharian dengan normal.


Sumber:

295 Dilihat