Selasa, 14 Januari 2020

Penyakit Tiroid Kerap Disalahartikan dan Diabaikan

Diperkirakan 17 juta orang di Indonesia mengalami penyakit tiroid yang seringkali disalahhartikan dan diabaikan.

Tiroid adalah kelenjar berbentuk kupu-kupu yang terletak di bagian depan bawah leher. Fungsi utamanya menghasilkan dua hormon penting, yaitu triiodothyronine (T3) dan thyroxine (T4). Kedua hormon tersebut disekresikan ke dalam tubuh, kemudian dibawa ke setiap jaringan dalam tubuh untuk membantu mengatur metabolisme, menjaga otak, jantung, otot, pencernaan dan organ lain bekerja sebagaimana mestinya, serta menjaga keseimbangan energi dan mood.

Kerja tiroid dalam menghasilkan hormon dikendalikan oleh kelenjar pituitari (hipofisis) yang menghasilkan, menyimpan dan melepaskan Thyroid Stimulating Hormone (TSH) untuk menjaga keseimbangan hormon tiroid dalam tubuh. Ketika TSH dilepaskan, tugasnya merangsang tiroid untuk menghasilkan lebih banyak hormon. Ketika kadar TSH yang dilepaskan menurun, maka akan memberikan pesan kepada tiroid untuk memperlambat produksi hormon.

Penyakit tiroid terjadi ketika terdapat gangguan pada tiroid dalam menghasilkan hormon yang ditandai dengan adanya ketidakseimbangan hormon tiroid dalam tubuh karena dihasilkan terlalu berlebihan atau tidak mencukupi. Dua jenis penyakit tiroid yang paling umum adalah hipotiroid dan hipertiroid. Hipotiroid merujuk pada kondisi tubuh tidak memiliki cukup hormon tiroid, sedangkan hipertiroid mengacu pada kondisi tiroid menghasilkan hormon secara berlebihan.

Penyakit tiroid kerap sulit dikenali karena gejalanya bervariasi tergantung faktor penyebab dan jenis penyakit serta tidak spesifik, sehingga sangat sering disalahartikan dan diabaikan. Misalnya pada kondisi hipotiroid dan hipertiroid, kedua jenis penyakit tiroid yang paling umum tersebut dapat mempengaruhi sistem atau bagian tubuh yang sama namun dengan cara berbeda sehingga menimbulkan gejala yang berlawanan. Kendati demikan, penyakit tiroid secara umum dapat menimbulkan gejala diantaranya perubahan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, sensitivitas terhadap suhu, merasa kelelahan dan mengalami gangguan tidur, gangguan pencernaan, pembengkakan atau pembesaran di leher, dan pada wanita dapat menimbulkan ketidakaturan menstruasi serta masalah kesuburan.

Penyakit tiroid dapat disebabkan dan dipicu oleh beberapa kondisi, antara lain kekurangan yodium, peradangan pada kelenjar tiroid (tiroiditis), faktor genetik, pasca-melahirkan, autoimun, dan gangguan pada kelenjar pituitari. Selain itu, beberapa faktor risiko dapat meningkatkan terjadinya penyakit tiroid seperti jenis kelamin wanita, usia di atas 60 tahun, memiliki keluarga dengan riwayat penyakit tiroid, memiliki riwayat penyakit kronis seperti diabetes atau autoimun, pernah menjalani operasi tiroid atau pembedahan pada area leher, kebiasaan merokok, dan kondisi stres.

Masalah kesehatan yang lebih serius dan menurunkan kualitas hidup dapat terjadi jika penyakit tiroid tidak segera diketahui dan memperoleh perawatan atau pengobatan yang tepat. Di sinilah pentingnya kesadaran masyarakat terhadap gejala penyakit tiroid dan melakukan pemeriksaan agar dapat didiagnosis lebih awal. Diperlukan beberapa tahap pemeriksaan untuk mendiagnosis penyakit tiroid yang biasanya mencakup pemeriksaan klinis oleh dokter dan pemeriksaan darah, serta (jika diperlukan) pemeriksaan radiologi dan biopsi.

 

Sumber:

570 Dilihat