Rabu, 11 Desember 2019

Prodia Healthy Fun Festival Ajak Millenial Terapkan Gaya Hidup Sehat

CILEGON, 7 Desember 2019 – Prodia kembali menggelar Prodia Healthy Fun Festival (HFF) 2019 di Cilegon setelah sebelumnya sukses menggelar di 5 kota besar di Indonesia, yaitu Yogyakarta, Bandung, Surabaya, Medan dan Jakarta. Prodia HFF 2019 kota Cilegon diadakan di Cilegon Center Mall pada hari Sabtu, 7 Desember 2019. Mengusung tema “Back to 90’s” dalam acara ini millenial dapat berpartisipasi dan menyaksikan SKJ Competition, F&B Bazaar, berkesempatan mendapatkan doorprize menarik serta dihibur oleh penampilan spesial bintang tamu Nidji.

Prodia mengajak millenial usia 25-35 tahun untuk mulai menerapkan gaya hidup sehat dan memerhatikan kesehatan sejak dini, salah satunya dengan rutin melakukan check-up. Kehidupan generasi millenial yang sangat dinamis dengan segudang aktivitas tak jarang membuat mereka mengabaikan satu hal penting, yaitu kesehatan. Gaya hidup sehat diterapkan oleh millenial dalam beberapa jenis kegiatan kesehatan seperti olahraga yang cukup, work life balance, menjaga pola makan dan mencukupi kebutuhan air putih di dalam tubuh. Akan tetapi yang rutin melakukan check-up mayoritas memang sudah memiliki riwayat penyakit tertentu.

Melalui gerakan #LetsCheckUp, Prodia HFF 2019 memberikan 1750 check-up gratis dan menantang millenial di masing-masing kota untuk membuktikan bahwa mereka benar-benar sehat. Check-up yang diberikan di antaranya adalah pemeriksaan glukosa sewaktu, kolesterol total dan pemeriksaan fungsi hati. Check-up secara cuma-cuma ini dapat diperoleh dengan mendaftarkan diri di microsite healthyfunfest.prodia.co.id.

Branch Manager Prodia Serang, Ide Febrianto bersama Regional Marketing Manager Greater Jakarta Prodia, Popy Agustina memberikan edukasi pentingnya melakukan check-up kepada salah satu pengunjung Prodia Healthy Fun Festival 2019 di Cilegon Center Mall Sabtu, 7 Desember 2019

“Banyak anak muda yang melakukan check-up rutin 6 bulan sekali dikarenakan ingin mengetahui kondisi fisik dan riwayat kesehatan dirinya. Akan tetapi ada juga yang mengatakan tidak perlu rutin, tergantung kebutuhan karena merasa baik-baik saja dan takut akan hasil, terlebih tidak ingin mengganti kebiasaan selama ini,” jelas Reskia Dwi Lestari Marketing Communications Manager Prodia.

Reskia menambahkan, tidak hanya mensupport millenial dengan edukasi, Prodia juga menyediakan fasilitas yang dibutuhkan anak muda. "Kami menyediakan layanan e-Prodia yang memudahkan millenial yang hidup di era digital untuk bisa dengan mudah mengakses layanan kami, mulai dari registrasi, pembayaran, sampai melihat hasil pemeriksaan. e-Prodia dapat diakses melalui mobile apps (Prodia Mobile), website, dan chatbot,” jelas Reskia.

Tidak hanya itu, dengan ikut dalam gerakan #LetsCheckUp, peserta telah memberikan donasi sebesar Rp 5.000,-/orang. Kemudian jika diperoleh hasil check-up yang baik (normal), maka donasi yang diberikan secara langsung bertambah Rp 50.000,-. Seluruh donasi tersebut dipersembahkan oleh Prodia dan akan disalurkan bagi komunitas maupun organisasi yang membutuhkan.

Regional Marketing Manager Greater Jakarta Prodia, Popy Agustina berharap acara ini dapat membuat anak muda Jakarta menyadari pentingnya hidup sehat sejak dini. "Kami mengemas semenarik mungkin acara ini dengan harapan Prodia HFF dapat menjadi kegiatan yang menimbulkan kesadaran para anak muda Jakarta untuk mulai melakukan gaya hidup sehat. Paling tidak mulai berolahraga rutin sebagai langkah awal dan menumbuhkan kesadaran untuk melakukan check-up yang melengkapi gaya hidup sehat mereka,” tuturnya.

***

Tentang PT Prodia Widyahusada Tbk

Laboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Bapak Andi Widjaja beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati.

Sebagai pemimpin pasar, sejak 2012 Prodia merupakan satu-satunya laboratorium dan klinik di Indonesia dengan akreditasi College of American Pathologists (CAP). Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional.

Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham “PRDA”. Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp1,22 triliun.

Hingga saat ini, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 283 outlet, di 34 provinsi dan 125 kota di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care (PHC) yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children’s Health Centre (PCHC), Prodia Women’s Health Centre (PWHC) dan Prodia Senior Health Centre (PSHC).

Sejalan dengan aspirasi Prodia untuk membangun kapabilitas di bidang solusi kesehatan personal melalui teknologi generasi terbaru, Prodia terus berinovasi dengan mengembangkan tes-tes pemeriksaan esoterik yaitu pemeriksaan khusus untuk menganalisis penyakit tertentu dengan menggunakan peralatan yang canggih dan metode modern serta membutuhkan personel khusus untuk menjalankan tes dan analisanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat. Agility to Create Values menjadi kekuatan Prodia dalam mengukuhkan posisinya sebagai Next Generation Healthcare Provider dengan jejaring layanan terbesar di Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi:

Reskia Dwi Lestari                                                                        
Marketing Communications Manager
PT Prodia Widyahusada Tbk.
Ph. +62-21 3144182 ext 3768
E-mail marcomm@prodia.co.id

667 Dilihat