Jumat, 24 Juli 2020

Prodia Tingkatkan Kapasitas Pemeriksaan SARS-CoV-2 RNA (PCR COVID-19) Lebih Dari 1.000/hari

JAKARTA, 24 Juli 2020 – Jumlah kasus konfirmasi positif SARS-CoV-2-RNA (COVID-19) di Indonesia telah mencapai lebih dari 90.000 kasus dan terus meningkat setiap harinya. Namun, testing rate untuk pemeriksaan PCR COVID-19 masih belum memenuhi standar yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO). Pemerintah telah melakukan beragam upaya untuk menekan laju penyebaran COVID-19, salah satunya dengan menetapkan target volume pemeriksaan COVID-19 dengan metode real time polymerase chain reaction (PCR) hingga 30.000 tes per hari untuk mendeteksi virus COVID-19.

Sebagai upaya mendukung Pemerintah serta menanggapi tingginya kebutuhan dan permintaan atas pemeriksaan RT-PCR COVID-19 ini, PT Prodia Widyahusada Tbk (kode saham: PRDA) menargetkan peningkatan kapasitas jumlah pemeriksaan SARS-CoV-2-RNA (PCR COVID-19) lebih dari 1.000 pemeriksaan per hari dengan menambahkan alat otomatis dari PerkinElmer di Laboratorium Pusat Rujukan Nasional, Jakarta, juga di Laboratorium Rujukan Regional di Surabaya, Makassar, dan Medan. Keunggulan penggunaan PerkinElmer untuk pemeriksaan PCR COVID-19 diantaranya dapat mempercepat hasil tes karena proses prosedur RT-PCR dikerjakan secara otomatis, serta meminimalkan risiko kesalahan kerja dibandingkan prosedur manual.

Direktur Utama Prodia, Dewi Muliaty, menjelaskan, “Kami berkomitmen untuk terus mendukung upaya Pemerintah dalam menangani pencegahan penyebaran COVID-19 di Indonesia. Dengan adanya alat otomatis dari PerkinElmer di Laboratorium Pusat Rujukan Nasional dan Laboratorium Rujukan Regional Prodia, kami menargetkan jumlah pemeriksaan PCR COVID-19 lebih dari 1.000 sampel per hari. Semakin banyak jumlah sampel yang diperiksa, maka diharapkan semakin cepat pula penanganan kasus konfirmasi positif COVID-19,” jelas Dewi di Prodia Tower, Jakarta (24/07).

PerkinElmer sudah digunakan oleh Public Health Wales untuk pemeriksaan COVID-19 secara nasional di Wales, UK. Pemeriksaan sampel COVID-19 dengan PerkinElmer merupakan pemeriksaan yang dilakukan secara  otomatis sehingga mengurangi proses kerja secara manual di laboratorium. Saat ini, Prodia telah menyediakan alat PerkinElmer untuk pemeriksaan PCR COVID-19 di Laboratorium Pusat Rujukan Nasional di Jakarta dan Laboratorium Rujukan Regional Prodia yang berada di Makassar, Surabaya, dan segera menyusul di Medan.

Pemeriksaan sampel COVID-19 secara otomatis ini dapat mempercepat Turn Around Time (TAT) atau Waktu Selesai Hasil Pemeriksaan hingga 20% sehingga pelanggan dapat mengetahui hasil pemeriksaan RT-PCR COVID-19 dalam waktu kurang lebih 1-2 hari setelah spesimen diterima di Laboratorium Rujukan. Hasil pemeriksaan dengan TAT yang lebih cepat akan membantu pengelolaan pasien suspek COVID-19 dengan lebih cepat, kebutuhan penegakan diagnosis untuk proses pemakaman jenazah, penentuan penanganan pasien yang akan dioperasi, dan persyaratan perjalanan misalnya untuk penerbangan.

“Kami telah melakukan rangkaian studi evaluasi yang komprehensif terhadap penggunaan alat otomatis PerkinElmer. Hasil evaluasi tersebut menunjukkan bahwa sensitivitas alat ini sangat baik untuk menegakkan diagnosis COVID-19 pada specimen swab nasofaring/orofaring dan memiliki tingkat akurasi yang tinggi,” tutur Specialty & Research Laboratory Manager Prodia, Miswar Fattah.

 

Pemeriksaan RT-PCR COVID-19 ini merupakan pemeriksaan utama untuk skrining dan sekaligus menegakkan diagnosis seorang pasien terkonfirmasi positif infeksi SARS-CoV-2. Bagi pasien yang berminat melakukan pemeriksaan terkait COVID-19, dapat menghubungi cabang Prodia terdekat atau menghubungi Kontak Prodia di 1500-830 terlebih dahulu untuk informasi lebih lanjut.

******

Tentang PT Prodia Widyahusada Tbk

Laboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Bapak Andi Widjaja beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati.

Sebagai pemimpin pasar, sejak 2012 Prodia merupakan satu-satunya laboratorium dan klinik di Indonesia dengan akreditasi College of American Pathologists (CAP). Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional.

Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham “PRDA”. Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp 1,219 triliun.

Hingga saat ini, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 288 outlet, di 34 provinsi dan 127 kota di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care (PHC) yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children’s Health Centre (PCHC), Prodia Women’s Health Centre (PWHC) dan Prodia Senior Health Centre (PSHC).    

 

Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi www.prodia.co.id atau menghubungi:

Marina Eka Amalia   

Legal Head & Corporate Secretary

PT Prodia Widyahusada Tbk. 

Ph.       +62-21-3144182 ext 3816

Email     corporate.secretary@prodia.co.id                                    

 

1478 Dilihat