Selasa, 28 Januari 2020

Waspada 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV), Wuhan, China

Pada tanggal 31 Desember 2019, World Health Organization (WHO) mendapatkan informasi mengenai kasus pneumonia yang terjadi di kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina. Kemudian tanggal 7 Januari 2020, otoritas Cina mengkonfirmasi bahwa mereka telah mengidentifikasi virus baru, yaitu coronavirus, yang merupakan famili virus flu, seperti virus SARS dan MERS. Virus baru ini untuk sementara bernama "2019-nCoV", di mana dilaporkan lebih dari 2.000 infeksi 2019-nCoV terjadi di Cina, termasuk di luar Provinsi Hubei. (1,2)

Infeksi 2019-nCoV juga dilaporkan telah terjadi di semakin banyak negara di dunia, termasuk Amerika Serikat, di mana 5 kasus terjadi setelah perjalanan dari Wuhan, telah dikonfirmasi di 4 negara (Arizona, California, Illinois, Washington) pada 26 Januari 2020. Infeksi 2019-nCoV juga ditemukan di Asia, dan pada tanggal 26 Januari 2020 dikonfirmasi 2 kasus yang terjadi di Perancis, yang merupakan kasus pertama yang terjadi di Eropa. (1,2)

Gambar 1. Penyebaran infeksi 2019-nCoV (3)

Definisi

Coronavirus (CoV) merupakan famili virus yang menyebabkan penyakit mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih berat seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV). Novel coronavirus (2019-nCoV) merupakan varian baru coronavirus yang menyerang manusia. Notasi 'n' di depan coronavirus, maknanya ialah 'novel' atau 'baru'. Artinya, 2019-nCoV ialah virus yang baru muncul, yang menyerang manusia. (1,2)

Penyebab dan Penularan

Coronavirus merupakan zoonosis, yaitu penyakit atau infeksi yang ditularkan secara alamiah dari hewan vertebrata kepada manusia yang disebabkan oleh patogen seperti bakteri, virus, fungi, serta parasit seperti protozoa dan cacing. Penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa coronavirus yang pernah terjadi, seperti SARS-CoV ditularkan dari musang ke manusia dan MERS-CoV dari unta dromedaris ke manusia. Masa inkubasi belum diketahui dengan pasti, namun CDC menunjukkan saat ini gejala infeksi 2019-nCoV terlihat 2-14 hari setelah terpapar virus. Hal ini berdasarkan periode inkubasi yang ditunjukkan sebelumnya pada virus MERS. Coronavirus dapat ditularkan dari manusia ke manusia lainnya, umumnya setelah kontak dengan pasien yang terinfeksi, seperti orang yang tinggal 1 rumah atau di pusat kesehatan. (1,2)

Gejala

Tanda-tanda umum infeksi termasuk gejala penyakit pernapasan, seperti demam, batuk, kesulitan bernafas dan sesak nafas, flu, sakit kepala, sakit tenggorokan, perasaan tidak sehat secara umum. Pada kasus yang lebih berat, infeksi dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian. (1,2)

Diagnosis

Pasien suspek 2019-nCoV harus diskrining dengan metode PCR dengan sampel usap nasofaring /orofaring dan dahak (jika diproduksi) dan / atau aspirasi endotrakeal atau lavage bronchoalveolar pada pasien dengan penyakit pernapasan yang lebih berat. Pemeriksaan skrining lainnya yang umum dilakukan pada kasus penyakit pernapasan juga dapat dilakukan. Jika pemeriksaan tidak tersedia di lokasi ditemukan suspek infeksi 2019-nCoV, maka disarankan untuk mengirim pasien ke Pusat kesehatan regional untuk dilakukan pemeriksaan. (1,2,4)

Standar oprasional prosedur (SOP), staf yang terlatih untuk pengumpulan, penyimpanan spesimen, pengemasan, dan transportasi harus sesuai. Informasi yang ada mengenai risiko yang ditimbulkan oleh jenis coronavirus ini masih terbatas, namun sampel untuk pemeriksaan molekuler ditangani seperti halnya sampel yang diduga influenza manusia. Upaya membiakkan virus dapat memerlukan biosafety control yang lebih tinggi. (2,4)

Nucleic Acid Amplification Test (NAAT) untuk 2019-nCoV

Pemeriksaan dengan metode PCR menggunakan sampel usap nasofaring dan orofaring atau sputum (jika diproduksi) dan / atau aspirasi endotrakeal atau lavage bronchoalveolar pada pasien dengan penyakit pernapasan yang lebih berat.

Laboratorium dapat menggunakan pemeriksaan pan-coronavirus untuk amplifikasi diikuti dengan sekuensing amplikon dari non-conserved region untuk karakterisasi dan konfirmasi. Konfirmasi penting dilakukan pada hasil pengujian dengan primer pan-coronavirus dikarenakan 4 coronavirus manusia (HcoVs) endemik secara global: HCoV-229E, HCoV-NL63, HCoV-HKU1 serta HCoV-OC43, 2 yang terakhir adalah betacoronavirus. Dua betacoronavirus lain menyebabkan infeksi zoonosis pada manusia adalah MERS-CoV, diperoleh melalui kontak dengan unta dromedaris dan SARS yang timbul dari musang dan kelelawar tapal kuda yang tinggal di gua. Amplifikasi dan deteksi 2019-nCoV sekuensing spesifik dapat mendiagnostik tanpa memerlukan sekuensing selanjutnya. (2,4)

Setelah NAAT spesifik dikembangkan dan divalidasi, konfirmasi kasus-kasus infeksi virus baru akan didasarkan pada deteksi sekuens spesifik asam nukleat virus dengan reverse-transcriptase polymerase chain reaction (RT-PCR). Mikroskop elektron menunjukkan virus dengan morfologi yang khas: coronavirus. (2,4)

Data urutan genom virus yang lengkap telah diinformasikan secara resmi oleh WHO pada platform GISAID (https://www.gisaid.org/) dan menginformasikan pengembangan tes diagnostik spesifik untuk coronavirus ini. Diharapkan tes PCR yang tervalidasi akan segera tersedia. Sampai saat itu, tujuan pemeriksaan diagnostik adalah untuk mendeteksi penyebab pneumonia konvensional awal, untuk mendukung pengendalian penyakit, dan untuk laboratorium rujukan yang dapat melakukan deteksi pan coronavirus dan sekuencing yang tepat. (4)

Pemeriksaan Serologi

Pemeriksaan serologi dengan sampel serum dapat berguna untuk konfirmasi respon imunologik terhadap patogen dari kelompok virus spesifik, seperti coronavirus. Hasil pemeriksaan serologi terbaik memerlukan sepasang sampel serum (pada fase akut dan konvalesen). (4)

Pencegahan

Coronavirus (2019-nCoV) merupakan virus yang baru ditemukan, sehingga membutuhkan waktu beberapa tahun mengembangkan vaksin untuk mencegah virus berkembang. (1,2)

Rekomendasi pencegahan penyebaran infeksi : (1,2)

  • Menjaga kebersihan secara rutin, termasuk mencuci tangan dengan air dan sabun selama 20 detik/ alcohol 70-80% pada seluruh permukaan tangan, terutama setelah memegang benda di fasilitas umum
  • Menutupi mulut dan hidung ketika batuk dan bersin dengan menggunakan tissue atau siku tertekuk - segera buang tissue dan cuci tangan dengan bersih
  • Hindari konsumsi produk dari hewan yang masih mentah atau belum matang, daging mentah, susu atau bagian tubuh hewan diolah dengan hati-hati, untuk menghindari kontaminasi
  • Memasak daging dan telur dengan saksama.
  • Hindari kontak dekat dengan siapa pun yang menunjukkan gejala penyakit pernapasan seperti batuk dan bersin.
  • Menggunakan masker di tempat umum
  • Ketika merasakan gejala penyakit pernafasan seperti demam, batuk atau kesulitan bernafas segera berobat ke fasilitas kesehatan dan beritahukan informasi perjalanan yang telah dilakukan
  • Ketika mengunjungi pasar di mana terdapat kasus novel coronavirus, hindari kontak dengan hewan dan permukaan yangbersentuhan dengan hewan

Perawatan yang dapat dilakukan bagi pasien yang terinfeksi corona virus (1,2)

Saat ini belum ada pengobatan khusus untuk pasien yang terinfeksi coronavirus. Namun gejalanya dapat diterapi berdasarkan kondisi klinis pasien. Selain itu perawatan suportif bagi pasien yang terinfeksi penting untuk dilakukan.

Situasi Infeksi 2019-nCoV di indonesia

Pada tanggal 7 Januari 2020, Kementerian Kesehatan mengaktifkan kembali 100 rumah sakit rujukan Flu Burung sesuai SK Menkes nomor 414 tahun 2007, melalui surat dari Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan, untuk mengupdate kemampuan, logistik, Standar Operasional Prosedur yang ada dalam upaya mengantisipasi hal-hal yang berkaitan dengan kasus nCoV. (5)

Daftar Rujukan Rumah Sakit untuk Infeksi 2019-nCoV : (5)

  1. RSU Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh
  2. RSU Cut Meutia Lhokseumawe
  3. RSU H. Adam Malik Medan
  4. RSU Kabanjahe
  5. RSU Pematang Siantar
  6. RSU Tarutung
  7. RSU Padang Sidempuan
  8. RSU Dr. M. Jamil Padang
  9. RSU Dr. Achmad Mochtar
  10. RSU Arifin Ahmad Pekan Baru
  11. RSU Kab. Karimun
  12. RSU Tanjung Pinang
  13. RSU Puri Husada Yogyakarta
  14. RS Otorita Batam
  15. RSU Raden Mattaher Jambi
  16. RSU Dumai
  17. RSU Dr. M. Hoesin Palembang
  18. RSU Lubuk Linggau
  19. RSU Kayu Agung, Sumatera Selatan
  20. RSD Kab. Lahat
  21. RSU Tanjung Pandan
  22. RSU Pangkal Pinang
  23. RSU Dr.M. Yunus Bengkulu
  24. RSU Arga Makmur Bengkulu Utara
  25. RSU Manna bengkulu Selatan
  26. RSU Abdul Moeloek Lampung
  27. RSU Kalianda Lampung
  28. RSU Mayjend HM Ryacudu Lampung
  29. RSU Ahmad Yani Lampung
  30. RSPI Dr. Sulianti Saroso Jakarta
  31. RSU Persahabatan Jakarta
  32. RSPAD Gatot Sobroto Jakarta
  33. RSU Dr. Hasan Sadikin Bandung
  34. RSU Dr. Slamet Garut
  35. RSU Gunung Jati Cirebon
  36. RSTP Dr. H.A. Rotinsulu Bandung
  37. RSU R.Syamsudin, SH Sukabumi
  38. RSU Indramayu
  39. RSU Subang
  40. RSU Serang
  41. RSU Tangerang
  42. RSU Dr. Kariadi Semarang
  43. RSU Dr. H. Soewondo Kendal
  44. RSU Dr. Moewardi Surakarta
  45. RSU Banyumas
  46. RSU Kudus
  47. RSU Dr. H RM Soeselo W, Tegal
  48. RSU Pekalongan
  49. RSU Tidar Magelang
  50. RSU Prof. Dr. Margono Soekarji Banyumas
  51. RSU Dr Suraji Tirtonegoro Klaten
  52. RSU Dr. Sardjito Yogyakarta
  53. RSU Panembahan Senopati Bantul
  54. RSU Dr. Soetomo Surabaya
  55. RSU Dr. Saiful Anwar Malang
  56. RSU Dr. Soebandi Jember
  57. RS Dr R Koesma Tuban
  58. RS Dr S Djatikoesoemo Bojonegoro
  59. RS Pare 
  60. RS Blambangan Banyuwangi
  61. RS Dr Soedono Madiun
  62. RSU Sanglah Bali
  63. RSU Tabanan
  64. RSU Sanjiwani Gianyar
  65. RSU Mataram
  66. RSU Raba Bima
  67. RSU Dr R Sudjono Lombok
  68. RSU Praya Lombok Tengah
  69. RSU Prof. Dr. WZ Johanes Kupang
  70. RSU Dr TC Hillers Maumere
  71. RSU Dr. Sudarso Pontianak
  72. RSU Dr Abdul Aziz Singkawang
  73. RSU Sintang, Kalbar
  74. RSU Dr. Doris Sylvanus, Palangkaraya
  75. RSU Dr Murjani Sampit
  76. RSU Ulin Banjarmasin
  77. RSU H Boejasin Pelaihari
  78. RSU Tarakan
  79. RSU Dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan
  80. RSU H A Wahab Sjahranie Samarinda
  81. RSU Kota Bontang
  82. RSU Panglima Sebaya, Paser
  83. RSU Tanjung Selor
  84. RSU Prof.DR. RD Kandou Manado
  85. RSU Dr Sam Ratulangi Manado
  86. RSU Prof.Dr.H.Aloei Saboe Gorontalo
  87. RSU Undata Palu
  88. RSU Luwuk banggai
  89. RS MokopidoToli-Toli
  90. RSU Kolonedale Morowali
  91. RSU Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar
  92. RSU Andi Makassar Parepare
  93. RSU Lakipadada Tana Toraja
  94. RS Islam Faisal Makassar
  95. RS Akademis Jaury Makassar
  96. RSU Sinjai
  97. RSU Dr. M Haulussy Ambon
  98. RSU Kendari
  99. RSU Chasan Basoeri Ternate
  100. RSU Jayapura

Selain itu, Kemenkes melalui Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat bersama Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat menyediakan media komunikasi baik secara substantif gejala atau tanda yang perlu diketahui oleh masyarakat. (5)

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline  Kementerian Kesehatan : Halo Kemkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (5)

 

Daftar Pustaka

  1. Coronavirus [Internet]. Who.int. 2020 [cited 28 January 2020]. Available from: https://www.who.int/health-topics/coronavirus
  2. Coronavirus | Home | CDC [Internet]. Cdc.gov. 2020 [cited 28 January 2020]. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus
  3. [Internet]. 2020 [cited 28 January 2020]. Available from: https://www.washingtonpost.com/world/2020/01/22/mapping-spread-new-coronavirus/?arc404=true
  4. Laboratory testing for 2019 novel coronavirus (2019-nCoV) in suspected human cases. World Health Organization; 2020 p. WHO/2019-nCoV/laboratory/2020.3.
  5. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia [Internet]. Kemkes.go.id. 2020 [cited 28 January 2020]. Available from: https://www.kemkes.go.id/article/view/20012200002/virus-corona-dari-cina-diduga-menular-antar-manusia.html
452 Dilihat