Rabu, 01 Agustus 2018

Kapan Sebaiknya Skrining Kanker Serviks Dilakukan?

artikel arlt

Semua wanita yang pernah melakukan hubungan seksual sangat dianjurkan untuk melakukan skrining kanker serviks secara rutin.

1. Wanita berusia < 21 tahun: skrining dengan pemeriksaan pap smear dilakukan 3 (tiga) tahun setelah melakukan hubungan seksual pertama. Jika hasilnya normal, selanjutnya dilakukan setahun sekali.

2. Wanita berusia antara 21-30 tahun: skrining dengan pemeriksaan pap smear dilakukan setahun sekali atau sesuai dengan saran dokter jika terdapat hasil yang tidak normal.

3. Wanita berusia > 30 tahun: skrining dengan pemeriksaan pap smear dan HPV-DNA secara berkala. Wanita berusia > 30 tahun yang telah aktif secara seksual berisiko tinggi mengalami infeksi HPV yang menetap dan hal ini berkaitan erat dengan kejadian kanker serviks.

Skrining kanker serviks juga masih diperlukan pada kondisi khusus seperti:

1. Wanita yang telah diangkat rahimnya

  • Jika sebelum rahim diangkat, pasien memiliki hasil pap smear abnormal atau tidak normal, terdapat riwayat lesi pra kanker, atau belum pernah melakukan pap smear perlu dilakukan setahun sekali. Jika selama 3 (tiga) tahun berturut-turutnya hasilnya negatif, maka setelah itu skrining dapat dihentikan.
  • Jika sebelum rahim diangkat tidak memiliki riwayat pemeriksaan pap smear maupun HPV-DNA abnormal atau tidak normal, skrining tidak perlu dilakukan.

2. Wanita yang sudah divaksinasi

Pada kondisi paska vaksinasi, skrining secara rutin tetap diperlukan karena:

  • Vaksin yang tersedia saat ini tidak memberikan perlindungan terhadap semua jenis HPV risiko tinggi (hanya tipe 16 dan 18).

Selama bulan Agustus hingga Desember 2018, Prodia bekerja sama dengan BPJS kesehatan mengadakan program pemeriksaan pap smear tanpa dikenakan biaya. Informasi lebih lanjut, klik disini.

3004 Views