ARTIKEL KESEHATAN

Kamis, 18 Mei 2017

Bahan Pembantu Pemeriksaan Tidak Boleh Diabaikan

artikel arlt

Dalam proses pemeriksaan laboratorium, digunakan bermacam-macam bahan yang dapat dikelompokkan menjadi 2, yaitu bahan baku atau bahan utama dan bahan pembantu atau bahan pendukung.

Bahan baku adalah bahan-bahan yang terlibat langsung dalam reaksi dengan sampel. Dari reaksi bahan baku dengan sampel tersebutlah diperoleh hasil pemeriksaan. Contoh bahan baku adalah reagen pemeriksaan. Sedangkan bahan pembantu adalah bahan-bahan yang digunakan dalam proses pemeriksaan tetapi bukan bagian dari bahan baku dan tidak terlibat langsung dalam reaksi dengan sampel, melainkan digunakan untuk mendukung pemeriksaan, seperti sarung tangan, kasa, tabung sampel, dll.

Bahan pembantu tetap menjadi fokus perhatian dan harus melewati proses seleksi dan evaluasi terlebih dahulu sebelum akhirnya digunakan sebagai bahan pendukung proses pemeriksaan di seluruh cabang Laboratorium Klinik Prodia. Meski terkesan sepele, bahan pembantu memiliki peran penting, antara lain mempengaruhi keakuratan atau akurasi hasil pemeriksaan, mempengaruhi kenyamanan pasien dan proses kerja.

Karena berkontribusi terhadap kualitas hasil pemeriksaan, maka bahan pembantu masuk dalam komponen Quality Assurance dalam penerapan Good Laboratory Practice (GLP). Itulah sebabnya, untuk memastikan kualitas hasil pemeriksaan, laboratorium Klinik Prodia melakukan evaluasi mandiri terhadap bahan pembantu sebelum digunakan.

Material atau kandungan dari bahan pembantu harus bersifat "inert" (tidak bereaksi dengan senyawa/analit pada sampel). Apabila material atau kandungan bahan pembantu bereaksi dengan sampel atau melepaskan senyawa tertentu ke dalam sampel, akibatnya dapat mengganggu reaksi antara sampel dengan reagen, dan menyebabkan hasil pemeriksaan tidak akurat.

Beberapa contoh bahan pembantu yang telah dievaluasi

- Tabung darah (blood collection device)

Tabung darah akan berinteraksi langsung dengan sampel darah/serum/plasma, karena itu berpeluang mengubah komposisi darah dan mempengaruhi hasil pemeriksaan laboratorium nantinya.

- Sarung tangan

Sarung tangan digunakan oleh petugas saat mengambil darah pasien, dan harus diganti baru untuk setiap pasien. Faktor yang perlu diperhatikan ketika mengevaluasi sarung tangan adalah material yang digunakan, ketebalan, elastisitas dan kenyamanan. Sarung tangan terbuat dari bahan yang tidak menimbulkan alergi atau menghasilkan serbuk yang bisa mengontaminasi sampel. Ketebalan sarung tangan harus cukup tipis sehingga petugas masih dapat meraba pembuluh darah vena, tetapi tidak mudah robek.

- Kapas alkohol

Kapas alkohol digunakan untuk membersihkan area kulit di sekitar tempat pengambilan darah, agar steril dan tidak menimbulkan kontaminasi pada sampel maupun pasien. Yang diperhatikan saat evaluasi adalah waktu yang dibutuhkan untuk alkohol kering dan steril. Alkohol harus mudah menguap, sehingga tidak membutuhkan jeda waktu yang lama antara mengoleskan alkohol dengan pengambilan darah.

- Kapas/kasa

Kapas atau kasa digunakan untuk menekan bekas luka dan menghentikan pendarahan pada area pengambilan darah. Kasa lebih dipilih dibandingkan kapas, karena serat kapas cenderung menempel pada luka.

Bahan pembantu yang tidak lolos evaluasi tidak akan digunakan di Laboratorium Klinik Prodia. Semua hal ini menjadi perhatian Prodia, sesuai dengan komitmen Prodia untuk memberikan hasil pemeriksaan yang akurat, dapat diandalkan dan demi keselamatan pasien.

326 Dilihat
publik
dokter
perusahaan
Top Brands 2016 Frost & Sullivan Best Brand Gold

PT Prodia Utama

innodia Prodia th CRO Prodia accupational health institue ProSTEM ProLine