ARTIKEL KESEHATAN

Selasa, 31 Oktober 2017

Mendeteksi Menopause Agar Siap Menghadapinya

artikel arlt

"Menopause adalah keadaan berhentinya menstruasi seorang wanita minimal selama 12 bulan berturut-turut setelah menstruasinya yang terakhir. Biasanya wanita mengalami gejala menopause itu pada usia antara 40 hingga 58 tahun," kata Dr. dr. Budi Iman Santoso, SpOG(K), MPH, staf pengajar dan kepala Departemen Obstetri dan Ginekologi, FKUI/RSCM.

Menopause bukanlah penyakit, namun merupakan sebuah peristiwa alami, yaitu akhir dari masa transisi kehidupan yang kedua bagi wanita, di mana kadar hormon estrogen dalam darah mereka menurun sampai menghilang. Sehingga mereka akan menghadapi peningkatan kemunduran fungsi-fungsi organ tubuh yang membuatnya menjadi rentan terhadap berbagai penyakit.

"Beberapa gejala yang dialami seseorang wanita saat akan mengalami menopause ialah menstruasi dengan periode yang mulai tidak teratur, rasa kering pada vagina, rasa gerah, keringat malam, gangguan tidur, gangguan mood, penambahan berat badan, penipisan kulit serta kulit kering dan payudara yang mengecil. Walaupun siklus menstruasi mulai tidak teratur, tidak berarti bahwa wanita tersebut tidak subur. Pada masa seperti itu, seorang wanita masih memiliki kemungkinan untuk dapat hamil," kata Dr. Budi.

Selama menopause, indung telur secara berangsur-angsur berhenti memproduksi estrogen, maka terjadilah berbagai perubahan yang tidak sama pada setiap wanita. Selama dan sesudah menopause, seiring dengan perubahan metabolisme maka distribusi lemak tubuh berubah. Tulang kehilangan massa dan kekuatannya, sehingga terjadi osteoporosis.

Masalahnya, di usia menopause banyak wanita yang sedang di puncak karir, sehingga kondisi menopause tersebut sangat mengganggunya. Karena itu, perlu mengetahui kapan menopause datang dan jangan malu untuk mendapatkan pertolongan medis untuk mengatasi gejalanya untuk mengantisipasi risiko terjadinya serangan jantung, stroke, dan osteoporosis.

"Sebenarnya, gejala dan tanda menopause dari seseorang wanita sudah cukup jelas sehingga dokter biasanya tidak membutuhkan pemeriksaan tambahan lainnya untuk mengenali hal ini. Pada beberapa kondisi, dokter dapat melakukan beberapa pemeriksaan laboratorium yaitu hormon reproduksi wanita (FSH dan estradiol) di mana hasilnya pada awal-awal terjadinya menopause akan terjadi peningkatan FSH, namun tidak diikuti dengan peningkatan estradiol. Selain itu, pemeriksaan lain yang dapat dilakukan ialah tiroid (TSH) karena pada hipotiroid, gejala mirip dengan gejala wanita menopause," kata Dr. Budi

Gejala menopause yang cukup spesifik dan bisa terdeteksi, terjadi pada wanita usia akhir 40-an tahun, atau awal 50-an tahun. Diagnosa dapat ditegakkan dengan pemeriksaan kadar hormon di dalam darah.

Dengan pemeriksaan hormon AMH (anti-Mullerian Hormone), yang selama ini dikenal sebagai biomarker (petunjuk alami) untuk mendeteksi tingkat kesuburan seorang wanita, dapat digunakan untuk memperkirakan kapan datangnya menopause. Hal itu terungkap dari hasil riset yang dilakukan Jeroem van Disseldorp MD bersama rekannya dari University Medical Center Utrect, Belanda (Medicine Net.com). AMH tidak ditemukan pada gadis cilik hingga mencapai usia puber (subur) dan baru akan muncul setelah seorang wanita berusia 30 tahun. Yang menarik, AMH tidak menunjukkan fluktuasi selama siklus haid, sehingga dapat memberitahukan tingkat kesuburan seorang wanita berdasarkan jam biologis masa suburnya sampai menjadi tahap menopause.

152 Dilihat
publik
dokter
perusahaan
Top Brands 2016 Frost & Sullivan Best Brand Gold

PT Prodia Utama

innodia Prodia th CRO Prodia accupational health institue ProSTEM ProLine