ARTIKEL KESEHATAN

Kamis, 20 April 2017

Pemeriksaan PSA Untuk Deteksi Dini Kanker Prostat

artikel arlt

Kanker prostat yang keganasannya berkembang di prostat (kelenjar seks pria) memiliki gejala yang serupa dengan Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) yaitu penyakit pembesaran prostat jinak yang sering dijumpai pada pria lanjut usia. Karena gejalanya sulit dibedakan, perlu pemeriksaan untuk deteksi dini sekaligus membedakan antara kanker prostat dan BPH.

American Cancer Society menganjurkan kepada pria yang berusia 50 tahun atau lebih untuk melakukan skrining kanker prostat. Bila ada riwayat keluarga yang menderita kanker prostat, skrining dianjurkan sejak usia 40 tahun. Tes yang paling umum untuk mendeteksi kanker prostat adalah:

- Colok dubur (Digital Rectal Examination atau DRE)

Pemeriksaan ini dilakukan oleh dokter yang terlatih dengan cara meraba prostat dengan jari telunjuk yang diberi pelumas melalui dubur. Bila saat perabaan ditemukan adanya benjolan yang bentuknya tidak beraturan atau kekerasan yang dirasakan pada permukaan kelenjar, bisa dicurigai adanya kanker prostat.

- Pemeriksaan Prostate Spesific Antigen (PSA)

Pemeriksaan PSA adalah pemeriksaan darah yang dilakukan dengan cara mengukur kadar PSA total.

PSA adalah suatu protein yang dihasilkan oleh prostat, dan berfungsi sebagai pengencer cairan semen agar sperma mudah bergerak. Pada kondisi normal, hanya sedikit PSA yang masuk ke dalam aliran darah. Bila terjadi peradangan atau kerusakan di jaringan prostat, maka kadar PSA dalam darah meningkat.

Untuk membedakan apakah peningkatan kadar PSA total disebabkan oleh kanker prostat atau bukan, dianjurkan pemeriksaan rasio free-PSA/PSA total, terutama bagi mereka yang kadar PSA totalnya antara 2.6-10 ng/ml.

- Pemeriksaan Trans Rectal Ultrasound (TRUS)

Pemeriksaan DRE dan TSA merupakan uji lini pertama untuk menilai risiko kanker prostat pada seseorang. Bila hasil skrining lini pertama tersebut menunjukkan hasil abnormal maka dokter akan merekomendasikan pemeriksaan TRUS (Trans Rectal Ultrasound atau USG Trans Rectal) yang dilakukan dengan mengambil sampel biopsi prostat, yaitu berupa jaringan prostat yang kemudian akan diperiksa di bawah mikroskop untuk melihat ada tidaknya sel kanker.

Kanker Prostat Perlu Pemantauan

Skrining kanker prostat sebagai deteksi dini kanker prostat sebaiknya dilakukan berkala setiap satu tahun sekali. Bagi mereka yang didiagnosis kanker prostat tetapi kanker berukuran sangat kecil dan terlokalisasi di kelenjar prostat serta tidak menunjukkan gejala, pilihan terapinya adalah watchful waiting, atau tidak diberikan terapi medis apapun tetapi memantau perkembangan kanker karena diharapkan kanker berkembang sangat lambat.

Selain memberikan penanganan yang sesuai bagi penderita kanker prostat, dokter juga akan menganjurkan pemantauan secara ketat seperti rutin melakukan pemeriksaan PSA setiap 3 bulan sampai dengan 1 tahun sekali, CT Scan tulang untuk mengetahui penyebaran kanker, dan gejala lain seperti nyeri semakin hebat, penurunan berat badan, dan sebagainya.

1731 Dilihat
publik
dokter
perusahaan
Top Brands 2016 Frost & Sullivan Best Brand Gold

PT Prodia Utama

innodia Prodia th CRO Prodia accupational health institue ProSTEM ProLine