ARTIKEL KESEHATAN

Jumat, 10 Agustus 2018

Pengobatan Kanker Payudara

artikel arlt

Saat didiagnosis positif mengidap kanker, diperlukan lagi sejumlah pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui stadium dan tingkat penyebaran kanker. Di antaranya MRI dan CT scan, rontgen dada dan pemeriksaan tulang untuk mengecek apakah kanker sudah menyebar ke tulang dan biopsi kelenjar getah bening (noda limfa) di ketiak.

Jika terjadi penyebaran kanker, kelenjar getah bening pertama yang akan terinfeksi adalah noda limfa sentinel. Lokasinya bervariasi, jadi perlu diidentifikasikan dengan kombinasi isotop redioaktif dan tinta biru.

Pengobatan: kanker payudara dapat diobati dengan kombinasi operasi, kemoterapi dan radioterapi. Beberapa kasus kanker payudara dapat ditangani dengan terapi biologis atau hormon. Selama masa pengobatan dan pemilihan, dukungan dari orang lain (terutama keluarga serta teman dekat) sangatlah penting.

Operasi. Biasanya bervariasi, tergantung jenis kanker payudara yang diderita, yaitu operasi yang hanya mengangkat tumornya saja (lumpektomi) dan operasi yang mengangkat payudara secara menyeluruh (mastektomi). Pada lumpektomi bentuk payudara dibiarkan seutuh mungkin. Operasi ini dianjurkan untuk tumor berukuran kecil dan meliputi pengangkatan tumor beserta sedikit jaringan sehat di sekitarnya. Sedangkan mastektomi adalah proses operasi pengangkatan seluruh jaringan payudara, termasuk puting.

Penderita dapat menjalani mastektomi bersamaan dengan biopsi noda limfa sentinel jika tidak ada indikasi penyebaran kanker pada kelenjar getah bening. Sebaliknya, penderita dianjurkan menjalani proses pengangkatan kelenjar getah bening di ketiak jika kanker sudah menyebar ke bagian itu dan operasi plastik rekonstruksi, proses operasi untuk membuat payudara baru yang semirip mungkin dengan payudara.

Operasi plastik rekonstruksi bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu operasi rekonstruksi langsung bersamaan dengan mastektomi dan operasi rekonstruksi berkala yang dilakukan beberapa waktu setelah mastektomi.

Kemoterapi. Terapi menggunakan obat kimia, biasanya melalui suntikan, untuk membunuh sel kanker dengan cara menghambat reproduksinya. Umumnya ada dua jenis kemoterapi, yaitu setelah operasi untuk menghancurkan sel-sel kanker dan sebelum operasi yang berguna mengecilkan tumor.

Radioterapi. Proses terapi untuk memusnahkan sisa sel kanker dengan dosis radiasi yang terkendali. Diberikan sekitar satu bulan setelah operasi dan kemoterapi agar kondisi tubuh dapat pulih terlebih dulu. Tetapi tidak semua penderita kanker payudara membutuhkannya. Sama seperti kemoterapi, prosedur ini juga memiliki efek samping, yaitu iritasi sehingga kulit payudara perih, merah dan berair, warna kulitnya menjadi lebih gelap, kelelahan berlebihan serta limfedema (kelebihan cairan yang muncul di lengan akibat tersumbatnya kelenjar getah bening di ketiak).

Terapi hormon. Untuk menurunkan tingkatan kanker atau menghambat efek hormon penyebabnya. Umumnya, dilakukan setelah operasi dan kemoterapi, tapi kadang sebelum operasi untuk mengecilkan tumor agar mudah diangkat. Jika kondisi penderitanya kurang sehat, tidak bisa menjalani operasi, kemoterapi, atau radioterapi, terapi hormon ini dapat menjadi alternatif sebagai proses pengobatan tunggal. Efek samping obat menyerupai masa menopause, yaitu perasaan yang emosional, kesulitan tidur dan sensasi panas yang disertai dengan jantung berdebar-debar.

272 Dilihat
publik
dokter
perusahaan
Top Brands 2016   Best Brand Gold

PT Prodia Utama

innodia Prodia th CRO Prodia accupational health institue ProSTEM ProLine