ARTIKEL KESEHATAN

Selasa, 14 November 2017

Prediabetes, Awal dari Diabetes

artikel arlt

Prediabetes adalah suatu keadaan dimana kadar glukosa, atau gula darah, di atas kadar normal tapi masih di bawah batasan kadar gula darah untuk diagnosis diabetes. Hasil pemeriksaan kadar gula darah setelah puasa sekitar 8-10 jam antara 100-125 mg/dL, atau kadar glukosa darah 2 jam paska puasa glukosa 75 gram antara 140-199 mg/dL.

Pada prediabetes tubuh menjadi resisten terhadap kerja insulin dan tidak mampu mengambil gula dari aliran darah seperti yang seharusnya. Akibatnya, kadar gula darah menjadi lebih tinggi dari nilai normal dan jika berlangsung lama maka risiko terjadinya penyakit jantung dan stroke meningkat. Selain itu, kondisi prediabetes yang terus berlanjut tanpa penanganan yang memadai, dapat berkembang menjadi diabetes tipe 2.

Prediabetes bukanlah suatu penyakit tetapi berupa gangguan, sehingga tidak ada gejala yang nampak mencurigakan. Prediabetes adalah warning sign. Saat ini masih banyak simpang siur mengenai apa saja faktor risiko yang membuat seseorang menjadi prediabetes. Diantaranya adalah usia di atas 45 tahun, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, terdapat riwayat yang menyandang diabetes, kegemukan, pernah melahirkan bayi dengan berat di atas 4 kg, dan saat hamil memiliki kadar gula yang tinggi.

Diawali dari gaya hidup yang buruk

Gaya hidup tidak sehat diantaranya adalah kurang melakukan aktivitas (olahraga), banyak mengonsumsi makanan kaya lemak (junk food), dan sering mengalami stres. Tanpa disadari hal tersebut akan menyebabkan gangguan keseimbangan pada metabolisme tubuh sehingga memicu terjadinya penimbunan gula yang disimpan dalam bentuk lemak dan menyebabkan individu mengalami obesitas.

Penyandang prediabetes sebaiknya rutin memeriksakan kadar gula darahnya, baik sewaktu puasa atau tidak puasa. Pemantauan yang rutin dilakukan dapat mencegah kenaikan kadar gula darah sekaligus meningkatkan kontrol terhadap pola makan sehingga berat badan tidak berlebihan.

Diagnosis yang diperlukan

Dokter akan menyarankan untuk melakukan pemeriksaan kadar gula darah saat puasa (fasting plasma glucose test), kadar gula saat tidak puasa dan pemeriksaan HbA1c.

Pertama, dilakukan pemeriksaan kadar gula darah puasa (fasting blood sugar test) dengan meminta lebih dahulu agar pasien tidak makan selama 8-10 jam sebelum pengambilan darah.

Kedua, pemeriksaan kadar HbA1c (glycated hemoglobin) menunjukan tingkat kadar gula rata-rata (average blood sugar test) selama 3-4 bulan terakhir. Dokter akan menggunakan data tersebut untuk mendiagnosis kondisinya apakah masih prediabetes atau sudah menjadi diabetes.

57 Dilihat
publik
dokter
perusahaan
Top Brands 2016 Frost & Sullivan Best Brand Gold

PT Prodia Utama

innodia Prodia th CRO Prodia accupational health institue ProSTEM ProLine