ARTIKEL KESEHATAN

Jumat, 11 Agustus 2017

Sehat di Usia Lanjut, Mungkinkah?

artikel arlt

Sekitar 80-90% kaum usia lanjut (usila) yang benar-benar sehat ternyata memiliki hasil pemeriksaan laboratorium yang tidak berbeda secara signifikan bila dibandingkan dengan usia produktif. Hal ini dapat terwujud jika sejak dini melakukan pencegahan terhadap penyakit degeneratif.

Ajak orang tua untuk melakukan pemeriksaan Panel Usia Lanjut di Prodia untuk mewujudkan kehidupan yang berkualitas di usia senja mereka.

  1. Panel Usia Lanjut Umum

Panel pemeriksaan ini bermanfaat untuk mendeteksi berbagai gangguan yang sering ditemukan pada usila yaitu kelainan/penyakit darah, gangguan/infeksi saluran pencernaan, gangguan fungsi hati dan sebagainya.

Siapa yang sebaiknya periksa: usia > 55 tahun & belum diketahui adanya gangguan atau penyakit tertentu (terutama penyakit degeneratif) pada waktu sebelumnya.

Panel Usia Lanjut Umum terdiri dari pemeriksaan-pemeriksaan berikut:

- Hematologi Rutin: Untuk mendeteksi kelainan atau gangguan darah.

- Urin Rutin: Untuk mendeteksi dini adanya infeksi atau kelainan pada saluran kencing.

- Faeces Rutin: Untuk mendeteksi dini adanya gangguan pada saluran cerna.

- GOT, GPT: Untuk mengetahui adanya kerusakan sel hati.

- Glukosa Puasa: Untuk menilai risiko terjadinya hiperglikemia/diabetes.

- Asam Urat: Untuk menilai risiko hiperurisemia

- Cystatin C: Untuk menilai fungsi ginjal

- CTx (C-Telopeptide): Untuk menilai risiko terkena osteoporosis dengan menilai/memantau aktivitas pembongkaran (resorpsi) tulang.

- Cholesterol Total, Cholesterol HDL, Cholesterol LDL-Direk, Trigliserida:

Untuk menilai profil lemak dan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.

- Apo B, hs-CRP: Untuk mengetahui risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.

- TSHs: Untuk menilai fungsi tiroid.

- Prealbumin: Untuk menilai status nutrisi.

- Homosistein: Untuk mengetahui faktor risiko demensia (kepikunan) serta penyakit jantung dan pembuluh darah.

- PSA (untuk pria): Uji saring adanya kanker prostat.

- SSBC (untuk wanita): Uji saring adanya kanker leher rahim.

 

  1. Panel Osteoporosis pada Usila

Panel pemeriksaan ini bermanfaat untuk mengetahui kondisi pembentukan dan penguraian tulang dalam tubuh dan memantau keberhasilan terapi osteoporosis.

Siapa yang sebaiknya periksa: usia > 55 tahun & memiliki faktor risiko osteoporosis atau telah didiagnosis osteoporosis.

Panel Osteoporosis pada Usila terdiri dari pemeriksaan-pemeriksaan berikut:

- PTH Intact: Membantu menentukan penyebab gangguan keseimbangan kalsium.

- Calcium: Membantu skrining, diagnosis, dan monitoring yang berkaitan dengan kadar kalsium dalam darah.

- Vitamin D-25 OH Total: Menentukan status vitamin D.

- CTx (C-Telopeptide): Menilai resorpsi/pembongkaran tulang juga untuk menilai respon terhadap obat antiresorpsi.

- N-MID Osteocalcin: Menilai kecepatan pembentukan dan menilai efikasi terapi obat antiresorpsi pada penderita osteoporosis atau hiperkalsemia.

 

  1. Panel Demensia pada Usila

Panel pemeriksaan ini bermanfaat untuk pengelolaan pasien usila dalam kondisi demensia, agar perkembangan penyakit dapat dihambat. Sebagian besar pemeriksaan dalam panel ini juga dapat memperkirakan risiko penyakit kardiovaskular/jantung.

Siapa yang sebaiknya periksa: usia > 55 tahun & telah didiagnosis secara klinis mengalami demensia (meski masih dalam tahap yang paling ringan sekalipun).

Panel Demensia pada Usila terdiri dari pemeriksaan-pemeriksaan berikut:

- Cholesterol Total, Cholesterol HDL, Cholesterol LDL-Direk, Trigliserida: Menilai profil lemak dan risiko penyakit jantung serta pembuluh darah.

- Apo B, hs-CRP, Lp(a): Menilai risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.

- Homosistein: Untuk mengetahui faktor risiko demensia (kepikunan) serta penyakit jantung dan pembuluh darah.

- NT-proBNP: Untuk mendeteksi dini gagal jantung.

- Waktu protrombin (INR), APTT, Fibrinogen, D-Dimer: Untuk mengevaluasi sistem koagulasi (pembekuan darah).

- Agregasi trombosit: Untuk mengevaluasi fungsi keping darah.

- Asam Folat: Menentukan status folat dalam tubuh.

- Vitamin B12: Menentukan status vitamin B12 dalam tubuh (misalnya defisiensi vitamin B12 pada pasien anemia.

- Status Antioksidan Total: Untuk memperkirakan status antioksidan dalam tubuh.

815 Dilihat
publik
dokter
perusahaan
Top Brands 2016   Best Brand Gold

PT Prodia Utama

innodia Prodia th CRO Prodia accupational health institue ProSTEM ProLine