ARTIKEL KESEHATAN

Rabu, 11 Januari 2017

Sudahkah Anda Sehat Seutuhnya?

artikel arlt

Banyak orang berpikir bahwa mereka sehat karena tidak merasa sakit atau tidak merasa ada gejala yang muncul. Namun, kesehatan fisik saja tidak cukup, kesehatan juga dapat diperoleh dengan hidup dalam harmoni antara kesehatan fisik, mental, sosial, dan spiritual. Ilmuwan dan ahli kesehatan telah mengembangkan dua cara utama untuk menentukan kesehatan, The Medical Model dan The Wellness Model.

The Medical Model

The Medical Model menganggap bahwa Anda dapat dikatakan sehat apabila tidak ada satu atau lebih dari 5 faktor berikut yang terjadi di diri Anda, yaitu &mdash kematian, penyakit, ketidaknyamanan, cacat, dan ketidakpuasan. Dengan kata lain, jika Anda tidak sakit, Cacat, atau depresi klinis, Anda didefinisikan sebagai seorang yang sehat.

The Medical Model hampir secara eksklusif mengandalkan penjelasan biologis tentang penyakit-penyakit yang terjadi dan menafsirkannya dalam hal kerusakan organ, sel-sel dan sistem biologis lainnya (misalnya, kerusakan hati, penyakit jantung, atau osteoporosis). Dalam The Medical Model, Anda dikatakan tidak sehat berdasarkan gejala yang diamati atau diukur. Disaat sakit, pemulihan kesehatan dicapai dengan berhasil apabila mengobati penyebab dari gejala yang mendasari penyakit itu. Jika tidak mungkin, maka tujuannya adalah untuk meringankan gejala.

The Medical Model cenderung berurusan dengan faktor-faktor biologis apa yang mempengaruhi kesehatan. Dalam model ini, kesehatan dipulihkan dengan menyembuhkan penyakit atau mengurangi gejalanya serta mengembalikan fungsi bagian tubuh yang rusak. Selain itu, The Medical Model jarang mempertimbangkan faktor-faktor psikologis dan sosial dalam mendiagnosis penyebab terjadinya penyakit.

Sebagai contoh, kelebihan berat badan atau obesitas yang banyak terjadi di seluruh dunia, disebabkan dalam kebanyakan kasus oleh berlebihan makanan rendah-gizi dan aktivitas fisik yang terlalu sedikit. Daripada mengatasi gaya hidup pribadi dan kondisi sosial pasien tersebut, penanganan The Medical Model dalam kasus ini adalah mengobati pasien dengan obat-obatan, pembedahan, atau keduanya untuk mengubah aspek-aspek biologis yang dapat mengurangi gejala serta menghilangkan obesitas tersebut.

The Wellness Model

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan Kesehatan, sebagai berikut: kesehatan adalah " keadaan lengkap fisik, mental, dan kesejahteraan sosial." dan bukan hanya ketiadaan penyakit dan kelemahan fisik saja. Definisi ini begitu luas dan mencakup begitu banyak aspek yang mempengaruhi kehidupan seseorang, seperti pengaruh lingkungan seperti iklim, ketersediaan makanan bergizi, nyamannya tempat tinggal, kebersihan udara untuk bernafas, air minum untuk dikonsumsi, dan orang lain di sekitar, termasuk keluarga, kekasih, rekan kerja, dan teman-teman.

Kesehatan bukanlah sesuatu yang dicapai secara tiba-tiba. Sebaliknya, kesehatan adalah proses, sebuah cara hidup dalam mengembangkan dan mendorong setiap aspek tubuh, pikiran, dan semangat untuk saling berhubungan secara harmonis sepanjang waktu sebanyak mungkin. Kesehatan berarti (1) menjadi bebas dari gejala penyakit dan rasa sakit sebanyak mungkin, (2) menjadi aktif, mampu melakukan apa yang Anda inginkan dan apa yang Anda harus pada waktu yang tepat, dan (3) berada dalam semangat yang baik dan merasa sehat secara emosional sebagian besar waktu.

The Wellness Model menekankan self-healing, artinya melihat kesehatan juga harus memperhatikan faktor lain seperti psikologis dan sosial seseorang. Misalnya, jika seseorang merasa sakit kepala. Meskipun sakit kepala dapat menjadi hasil dari cedera otak atau gejala penyakit, ternyata sakit kepala lebih sering itu disebabkan oleh stres emosional yang mengencangkan otot-otot di kepala dan leher. Otot-otot yang kontraksi ini meningkatkan tekanan darah di kepala, sehingga menyebabkan rasa sakit sakit kepala.

The Medical Model akan menghilangkan sakit kepala dengan mengambil aspirin atau beberapa obat lainnya yang dapat menghasilkan rasa sakit. Sebaliknya, The Wellness Model akan memperhatikan faktor lain penyebab sakit kepala seperti sumber ketegangan-khawatir, marah, atau frustrasi dan kemudian mencoba untuk mengurangi atau menghilangkannya.

197 Dilihat
publik
dokter
perusahaan

PT Prodia Utama