ARTIKEL KESEHATAN

Rabu, 11 Juli 2018

Waspadai Gangguan Haid Berlebihan Bisa Jadi Prakanker

artikel arlt

"Gangguan penebalan dinding rahim atau dalam istilah medisnya disebut hiperplasia endometrium, terjadi karena adanya penebalan pada dinding rahim karena efek dari hormon estrogen yang tidak ada hormon progesteron yang menjadi lawannya. Kejadian ini biasanya terjadi pada pasien-pasien yang tidak berovulasi, tidak menghasilkan telur" kata Dr. dr. Budi Wiweko SpOG(K), Manajer Riset dan Pengabdian Masyarakat, dokter spesialis obstetrik dan ginekologi FKUI/RSCM.

Seperti diketahui, dalam siklus haid seorang wanita hormon estrogen akan menebalkan dinding rahim, yang tujuannya untuk menyiapkan tempat menempelnya embrio bila terjadi pembuahan. Biasanya, setelah terekspos oleh estrogen, kalau sel telur sampai besar dan terjadi ovulasi, keluarlah hormon progesteron yang akan mempengaruhi dinding rahim untuk mengerem pertumbuhannya agar tidak menjadi berlebihan yang menyebabkan embrio sulit menempel.

Pada kasus-kasus hiperplasia endometrium, pertumbuhan dinding rahim menjadi tidak terkontrol oleh karena tidak ada hormon progesteron yang dihasilkan oleh sel telur pasca ovulasi tersebut.

Ada beberapa gangguan rahim yang berbeda antara penebalan dinding rahim dengan kista, dan mioma uteri (miom). "Semuanya itu gejalanya lain-lain. Kista itu tumor jinak di indung telur, dan mioma adalah tumor jinak di rahim. Jadi berbeda. Sedangkan hiperplasia itu adalah penebalan selaput dalam dari dinding rahim. Jadi, hal yang sangat berbeda tentunya.

Keluhan kista itu terutama adalah nyeri haid. Sedangkan gejala mioma mungkin bisa juga berupa pendarahan, keluarnya darah haid yang banyak. Dan terkadang mioma ini juga, terutama yang terletak di dalam lapisan dalam rahim, bisa menyebabkan hiperplasia endometrium" jelas Dr. Budi.

Kelainan-kelainan tersebut bisa menyebabkan gangguan haid. Namun, semuanya masuk dalam kategori terjadinya gangguan yang sifatnya jinak, dan amat sangat jarang membawa kematian, sehingga diklasifikasikan sebagai gangguan yang tidak berbahaya.

"Khusus untuk penebalan dinding rahim akibat efek hormon erstrogen yang berlebihan, bisa menjadi suatu keganasan. Suatu risiko menjadi kanker dinding rahim. Nah, ini terjadi kalau tidak ada hormon progesteron yang bisa menghentikan proses penebalan dinding rahim yang berlebihan itu, yang disebut dengan kelainan prakanker berupa lesi-lesi di daerah rahim" kata Dr. Budi menegaskan.

"Karena itu, penebalan dinding rahim ini bisa berisiko menyebabkan terjadinya kanker endometrium, terutama dijumpai pada wanita yang berusia di atas 40 tahun. Kemudian, mereka yang sering mengalami gangguan ovulasi, obesitas, ada keluhan hipertensi, ada riwayat diabetes mellitus. Dan ini menyebabkan terjadinya keganasan prakanker dinding rahim" lanjutnya.

336 Dilihat
publik
dokter
perusahaan
Top Brands 2016   Best Brand Gold

PT Prodia Utama

innodia Prodia th CRO Prodia accupational health institue ProSTEM ProLine