PRESS RELEASE

Selasa, 20 Maret 2018

Prodia Healthy Fun Festival 2018, Hidup Sehat Harus Dimulai Sejak Dini

Indriyanti Rafi Sukmawati selaku Direktur Bisnis dan Marketing PT Prodia Widyahusada Tbk didampingi Dokter Spesialis Kesehatan Olahraga dr. Rachmat Wishnu Hidayat, SpKO secara simbolis memberikan donasi kepada Yayasan Lupus Indonesia yang diwakili oleh Nur Husna.

JAKARTA, 16 Maret 2018 - Berhasil dengan penyelenggaraan Prodia Healthy Fun Festival 2017, Prodia kembali gelar event Prodia Healthy Fun Festival 2018 (HFF). Prodia HFF akan digelar di lima kota besar di antaranya Jakarta, Medan, Surabaya, Yogyakarta, dan Bandung. Pembukaan Prodia Healthy Fun Festival secara resmi dilakukan oleh Indriyanti Rafi Sukmawati selaku Direktur Bisnis dan Marketing PT Prodia Widyahusada Tbk dalam press conference yang digelar pada 16 Maret 2018 di Jakarta.

Selain dibukanya Prodia HFF 2018, Prodia juga memberikan hasil donasi para peserta yang bergabung dalam program #Letscheckup yang diadakan sebagai rangkaian pre-event Prodia HFF pada 2017 lalu. Prodia HFF 2017 telah mengumpulkan 795 kawula muda yang melakukan pemeriksaan kesehatan dan berhasil memberikan donasi mereka. Donasi ini diserahkan langsung secara simbolis oleh Indriyanti kepada Yayasan Lupus Indonesia yang diwakili oleh Nur Husna.

Indriyanti menyatakan bahwa pemberian donasi Prodia HFF 2017 kepada Yayasan Lupus Indonesia ini dikarenakan Prodia menyadari bahwa lupus yang dikenal sebagai penyakit 1000 wajah merupakan salah satu dari penyakit autoimun yang ditandai dengan adanya produksi antibodi terhadap tubuh secara berlebih sehingga menyebabkan peradangan dan kerusakan jaringan tubuh. Dimana gejala umum lupus tidak spesifik sehingga perlu edukasi bagi masyarakat. Oleh karena itu, donasi ini diberikan sebagai dukungan dari Laboratorium Klinik Prodia kepada Yayasan Lupus Indonesia yang telah mengedukasi masyarakat luas akan pentingnya menyadari gejala umum lupus dan peranannya dalam membantu pengelolaan gaya hidup Odapus (Orang Dengan Lupus).

"Bukan nilai yang ingin kami berikan kepada mereka yang berada di Yayasan Lupus Indonesia, tetapi perhatian kami kepada mereka. Semoga dukungan ini membawa kebaikan bagi kita semua. Bersama-sama kita terus mengajak masyarakat Indonesia untuk hidup sehat." tutup Indriyanti.

Nur Husna dari Yayasan Lupus Indonesia mengapresiasi apa yang berikan Prodia kepada mereka. "Kami berterima kasih atas perhatian yang diberikan Prodia kepada kami. Semoga dana ini dapat bermanfaat bagi odapus (orang dengan lupus) yang ada di Yayasan Lupus Indonesia." tuturnya.

Di Indonesia, populasi anak muda menurut data Kemenkes pada 2016 mencapai 62.977.392 atau sekitar 24,3% dari total penduduk. Namun, dari jumlah tersebut seberapakah dari mereka yang memiliki gaya hidup sehat, hal ini masih menjadi pertanyaan. Sebuah perusahaan kesehatan di Inggris menemukan bawah lebih dari 60.000 prosedur medis pada 2015 yang secara tradisional diberikan kepada lansia justru semakin dicari oleh orang muda berusia 25-45 tahun. Berdasarkan latar belakang tersebut, sejak tahun 2010 Prodia telah menyelenggarakan event yang menyasar para anak muda untuk memberikan edukasi dan meningkatkan kesadaran mereka akan pentingnya menjaga kesehatan, salah satunya adalah Prodia Healthy Fun Festival (HFF).

Di tengah gaya hidup yang serba instan, melalui event HFF Prodia ingin mengingatkan para kawula muda untuk menerapkan gaya hidup sehat dan mulai melakukan tindakan preventif. Gaya hidup sehat seperti menjaga pola makan yang sehat, rajin berolah raga, istirahat yang cukup, dan manajemen stress yang baik dapat menjadi langkah agar hidup tetap sehat. Namun, semua itu perlu dilengkapi dengan pemeriksaan kesehatan secara berkala sebagai langkah skrining kemungkinan adanya penyakit.

"Kami berharap melalui event Healthy Fun Festival ini dapat menumbuhkan kesadaran anak muda agar sejak dini menerapkan gaya hidup sehat sehingga dapat terhindar dari penyakit yang dapat menimbulkan risiko buruk dalam tubuh mereka. Pencegahan risiko ini juga dapat mereka lengkapi dengan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin untuk memastikan bahwa risiko terhadap penyakit benar-benar tidak mereka miliki. Generasi muda menjadi sasaran Prodia, karena mereka merupakan generasi masa depan yang akan memimpin bangsa ini. Oleh karena itu, Prodia merasa penting untuk mengedukasi dan mengingatkan para generasi muda untuk mulai menyadari pentingnya check up dan bergaya hidup sehat." jelas Indriyanti Rafi Sukmawati selaku Direktur Bisnis dan Marketing PT Prodia Widyahusada Tbk.

Wujud dukungan kepada generasi muda ini tidak hanya direalisasikan Prodia melalui event yang secara langsung mengajak para kawula muda untuk bergaya hidup sehat. Prodia telah secara khusus membuat panel pemeriksaan yang dirancang khusus untuk para anak muda dengan melihat kebutuhan serta gaya hidup mereka, yaitu panel Young Generations.

Rangkaian Prodia Healthy Fun Festival 2018 akan berlangsung pertama kali di kota Yogyakarta pada 24 Maret 2018 dan akan disusul kota Medan pada 8 April 2018, kemudian kota Surabaya pada 21 April 2018, Bandung pada 28 April 2018 dan terakhir akan ditutup di kota Jakarta pada 5 Mei 2018.

*****

Tentang Prodia Healthy Fun Festival

Prodia Healthy Fun Festival (HFF) merupakan event tahun Prodia yang menyasar para kawula muda berusia 20-35 tahun. Prodia HFF pertama kali diselenggarakan pada 2017 lalu. Event ini bertujuan untuk mengedukasi para kawula muda akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini, melalui pola hidup sehat dan juga pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Sebagai rangkaian event HFF, Prodia menggelar program #Letscheckup untuk menantang para kawula muda apakah sudah benar-benar sehat? Para kawula muda berusia 20-35 tahun dapat mendaftarkan diri di microsite healthyfunfest.prodia.co.id. Mereka yang sudah mendaftarkan diri dan memenuhi syarat berkesempatan untuk melakukan pemeriksaan Glukosa sewaktu, Cholesterol total, dan SGPT, secara cuma-cuma tanpa dipungut biaya.

Dengan mengikuti program #Letscheckup ini, kawula muda yang mendaftar juga secara langsung telah melakukan donasi bagi mereka yang membutuhkan. Mereka yang berhasil mendaftar dan melakukan pemeriksaan secara langsung telah mendonasikan Rp 5000,- dan mereka yang memiliki hasil pemeriksaan baik akan secara langsung mendonasikan Rp 50.000 yang dipersembahkan oleh Prodia.

Tentang PT Prodia Widyahusada Tbk.

Laboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Dr. Andi Widjaja, MBA beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati.

Sebagai pemimpin pasar, sejak 2012 Prodia merupakan satu-satunya laboratorium dan klinik di Indonesia dengan akreditasi College of American Pathologists (CAP). Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional.

Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham "PRDA" . Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp1,22 triliun.

Hingga saat ini, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 284 outlet, termasuk 137 laboratorium klinik di 33 provinsi dan 119 kota di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care (PHC) yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children' s Health Centre (PCHC), Prodia Women' s Health Centre (PWHC) dan Prodia Senior Health Centre (PSHC).

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi:

Reskia Dwi Lestari

Marketing Communications Manager

PT Prodia Widyahusada Tbk.

Ph. +62-21 3144182 ext 3768

E-mail marcomm@prodia.co.id