PRESS RELEASE

Rabu, 03 Oktober 2018

Prodia Menjadi Laboratorium yang Aktif di Dunia Digital

Marketing Communications Manager Prodia, Reskia Dwi Lestari saat menerima Digital Marketing Award 2018

JAKARTA, 25 September 2018 - Perkembangan dunia digital kini semakin pesat. Hal ini menyebabkan pergeseran tren gaya hidup masyarakat, yang semula dilakukan secara konvesional, kini banyak sekali layanan berbasis online yang memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam melakukan transaksi. Pergeseran tren ini pun akhirnya memaksa pelaku pasar untuk memanfaatkan layanan berbasis digital dalam bisnis yang dijalankan. Hal inilah pula yang mengantarkan Prodia juga memberikan layanan berbasis digital kepada para pelanggan.

Atas nama kemudahan layanan, Prodia menyajikan layanan e-Prodia bagi para pelanggan. Selain itu sumber informasi seputar Prodia juga dapat diperoleh pelanggan melalui platform digital yang dimiliki Prodia seperti website dan social media (facebook, twitter, instagram,youtube, dan linkedin). Kecekatan Prodia menanggapi pesatnya perkembangan digital membawa Prodia berhasil meraih Digital Marketing Award 2018 dengan gelar Great Performing Website dalam bidang Laboratorium. Tidak hanya itu Prodia juga berhasil meraih Great Performing Brand in Social Media dalam bidang Laboratorium. Penghargaan digital marketing ini menjadi kali kedua diperoleh Prodia. Sedangkan penghargaan terkait social media telah menjadi kali ketiga diperoleh Prodia.

Dalam sebuah riset digital pada 2018 dikatakan Indonesia menduduki peringkat keempat dengan durasi rata-rata penggunaan internet sebanyak 8 jam 51 menit setiap harinya. Bahkan Indonesia dapat mengalahkan Amerika Serikat yang rata-rata penggunaan internet hanya mencapai 6 jam 30 menit. Dikatakan bahwa setengah atau lebih dari 50 persen penduduk Indonesia telah mengakses internet. 60 persen dari mereka telah mengakses internet menggunakan perangkat ponsel pintar. Dalam hal pertumbuhan pengguna sosial media sendiri, Indonesia merupakan negara ketiga terbesar dengan tingkat pertumbuhan mencapai 23% atau 24 juta pengguna dalam satu tahun terakhir.

Marketing Communications Manager Prodia, Reskia Dwi Lestari saat menerima Social Media Award 2018

Marketing Communications Manager Prodia Reskia Dwi Lestari mengatakan "Meski berada dalam bisnis yang berbasis layanan laboratorium, kami tidak ingin tertinggal dengan tren digital saat ini. Kami juga berupaya mengembangkan layanan agar dapat diterima masyarakat dan memberikan kemudahan bagi mereka. E-Prodia kami hadirkan kepada pelanggan untuk memudahkan mereka mem-booking jadwal pemeriksaan, melakukan pembayaran secara online dan yang paling penting adalah melihat hasil pemeriksaannya melalui online. Pelanggan tidak perlu menghabiskan waktu kembali lagi ke Prodia untuk sekedar mengambil hasil pemeriksaan. Pelanggan dapat mengunduh aplikasi di Apps Store dan Playstore"

"Kemudahan-kemudahan yang kami berikan, diharapkan dapat meningkatkan keinginan masyarakat untuk mulai melakukan pemeriksaan kesehatan sejak dini. Karena saat ini tren kesehatan bukan lagi kearah kuratif atau pengobatan ketika diagnosis sakit. Tetapi sudah mengarah kepada preventive dan personalized medicine, yaitu pencegahan akan munculnya penyakit dan disesuaikan dengan kondisi masing - masing orang. Bahkan saat ini Prodia tengah mengembangkan sebuah teknologi pemeriksaan, yaitu pemeriksaan genomik. Pemeriksaan gen, yang dapat mengetahui apakah seseorang memiliki risiko penyakit tertentu dan untuk mengetahui dosis maupun penanganan terapi penyakit yang tepat.," jelas Reskia.

Melihat tren penggunaan social media sendiri, menurut Reskia, Prodia juga berupaya seinteraktif mungkin dengan pelanggan di social media yang dimiliki. Mulai dari penyebaran informasi, tanya jawab, kuis, hingga live consultation dengan dokter Prodia pun dijalankan Prodia melalui social media.

"Ini pasti akan bergeser terus, jadi kami pun jangan sampai ketinggalan. Kami terus mencari cara untuk membuat para pelanggan terpenuhi kebutuhannya. Selain kami berikan kemudahan, kami juga perlu memberikan sesuatu yang bernilai dan sesuai dengan kebutuhannya. Ini semua akan kami penuhi melalui platform digital yang kami miliki dan terus kami kembangkan." tutur Reskia.

Tentang PT Prodia Widyahusada Tbk.

Laboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Dr. Andi Widjaja, MBA beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati.

Sebagai pemimpin pasar, sejak 2012 Prodia merupakan satu-satunya laboratorium dan klinik di Indonesia dengan akreditasi College of American Pathologists (CAP). Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional.

Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham "PRDA" . Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp1,22 triliun.

Hingga saat ini, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 289 outlet, termasuk 141 laboratorium klinik, di 33 provinsi dan 121 kota di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care (PHC) yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children' s Health Centre (PCHC), Prodia Women' s Health Centre (PWHC) dan Prodia Senior Health Centre (PSHC).

Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi www.prodia.co.id atau menghubungi:

Reskia Dwi Lestari

Marketing Communications Manager

PT Prodia Widyahusada Tbk.

Ph. +62-21 3144182 ext 3768

E-mail marcomm@prodia.co.id

Jumat, 19 Oktober 2018

PRESS RELEASE Perangi Obesitas, Prodia Luncurkan Fat Loss Panel

JAKARTA, 17 Oktober 2018 - Dalam upaya mendukung fokus Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengenai obesitas, Prodia meluncurkan pemeriksaan kesehatan berupa program pengendalian obesitas, yaitu Fat Loss Panel.

Selengkapnya

Senin, 08 Oktober 2018

PRESS RELEASE Prodia Raih Penghargaan TOP CSR 2018 Sektor Layanan Kesehatan

JAKARTA, 4 Oktober 2018 - Next Generation Healthcare Provider dengan jejaring layanan pemeriksaan kesehatan terbesar di Indonesia, PT Prodia Widyahusada Tbk (kode saham: PRDA) berhasil meraih Top CSR 2018 untuk Sektor Layanan Kesehatan.

Selengkapnya

Rabu, 03 Oktober 2018

PRESS RELEASE Berkembang dalam Dunia Teknologi Informasi dan Komunikasi, Prodia Raih Best eMark Award

JAKARTA, 26 September 2018 - Pada era digital ini, penggunaan teknologi informasi dan komunikasi sangat berhubungan erat dan sangat diperlukan oleh para pelaku usaha.

Selengkapnya
publik
dokter
perusahaan
Top Brands 2016   Best Brand Gold

PT Prodia Utama

innodia Prodia th CRO Prodia accupational health institue ProSTEM ProLine