PRESS RELEASE

Selasa, 13 Maret 2018

Prodia Raih Gold Champion Kategori Lab Klinik di Indonesia WOW Brand Award 2018

Program Manager Officer PT Prodia Widyahusada Tbk Hery Kurniawan berfoto bersama Founder and Chairman Markplus.Inc. Hermawan Kertajaya dan penerima award lainnya usai penyerahan Indonesia WOW Brand 2018.

JAKARTA, 09 Maret 2018 - Prodia kembali meraih Indonesia WOW Brand Award 2018. Ini merupakan ketiga kalinya bagi Prodia sejak tahun 2016 lalu dipercaya menerima Indonesia WOW Brand Award. Penghargaan ini diterima langsung oleh Program Management Officer Hery Kurniawan di Raffles Hotel, Jakarta (08/08).

Pihak penyelenggara Indonesia WOW Brand, Markplus.inc sebelumnya telah melakukan riset terhadap 5.800 responden di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Medan hingga Makassar. Parameter pengukuran Indonesia WOW Brand 2018, yaitu berdasarkan BAR (Brand Advocacy Ratio).

BAR digunakan untuk mengukur seberapa mampu perusahaan mengubah brand awareness menjadi brand advocacy, untuk mengukur seberapa banyak orang yang mengetahui tentang sebuah produk atau merek dan pada akhirnya merekomendasikannya kepada orang lain. Dari hasil survei BAR tersebut, Prodia meraih nilai tertinggi dalam reputasi brand di benak pelanggan dan juga menjadi brand yang pada akhirnya banyak direkomendasikan kembali oleh pelanggannya.

Hery Kurniawan mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh pelanggan setia Prodia yang telah memercayakan pemeriksaan kesehatannya di Prodia. "Atas nama Prodia saya mengucapkan terima kasih kepada para pelanggan kami, karena telah memercayakan pemeriksaan kesehatannya di Prodia. Kami menerima penghargaan ini, sebagai bukti kesetiaan pelanggan terhadap Prodia. Kami juga akan terus memberikan inovasi-inovasi yang dapat memenuhi kebutuhan pelanggan akan pemeriksaan kesehatan yang lebih lengkap dan akurat." tuturnya.

Pada tahun 2017 lalu, Prodia telah meluncurkan inovasi terbarunya, yaitu e-Prodia. Di mana melalu e-Prodia, Prodia memberikan kemudahan kepada para pelanggan dalam melakukan pemesanan , pembayaran, dan juga mendapatkan hasil pemeriksaan secara online. Selain e-Prodia, inovasi layanan lainnya yang tengah dikembangkan Prodia adalah layanan Contact Centre Prodia, yang nantinya diharapkan dapat memudahkan pelanggan dalam mendapatkan informasi lengkap terkait layanan Prodia di seluruh Indonesia dan melayani permintaan dan keberatan dari pelanggan

Prodia tidak hanya meluncurkan inovasi dalam hal layanan tetapi juga produk pemeriksaan. Sejak 2017 Prodia telah meluncurkan produk pemeriksan berbasis personalized medicine, yaitu Warfarin IndivTest, EGFR ctDNA untuk pemeriksaan kanker paru, BCR-ABL untuk diagnosis pasien chronic myeloid leukemia (CML), mutasi JAK2 V617F untuk pasien kanker darah jenis myeloproliferative neoplasms.

Hermawan Kertajaya mengatakan bahwa saat ini merupakan era 4.0 yang mana dunia diwarnai dengan aneka paradoks, seperti online dan offline, style dan substance, machine-to-machine dan human-to-human. "Pada era ini brand is human. Di mana tindakan moral seseorang banyak dipengaruhi emosional. Pesan yang emosional lebih mampu memengaruhi pelanggan dan membuat mereka action." tutur Hermawan.

"Di Prodia kami berusaha menyelaraskan layanan online dan offline. Oleh karena itu, kami juga mulai mengembangkan aplikasi digital, seperti e-Prodia yang kami miliki. Melalui inovasi layanan baik online maupun offline ini, kami ingin menciptakan experience bagi pelanggan dalam melakukan pemeriksaan lab di Prodia." tutup Hery.

*****

Tentang PT Prodia Widyahusada Tbk.

Laboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Dr. Andi Widjaja, MBA beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati.

Sebagai pemimpin pasar, sejak 2012 Prodia merupakan satu-satunya laboratorium dan klinik di Indonesia dengan akreditasi College of American Pathologists (CAP). Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional.

Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham "PRDA" . Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp1,22 triliun.

Hingga saat ini, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 284 outlet, termasuk 137 laboratorium klinik di 33 provinsi dan 119 kota di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care (PHC) yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children' s Health Centre (PCHC), Prodia Women' s Health Centre (PWHC) dan Prodia Senior Health Centre (PSHC).

Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi www.prodia.co.id atau menghubungi:

Reskia Dwi Lestari

Marketing Communications Manager

PT Prodia Widyahusada Tbk.

Ph. +62-21 3144182 ext 3768

E-mail marcomm@prodia.co.id

Jumat, 22 Juni 2018

PRESS RELEASE Pertahankan Kinerja, Prodia Pindah ke Papan Pencatatan Utama di Bursa Efek Indonesia

JAKARTA, 22 Juni 2018 - PT Prodia Widyahusada Tbk (Kode saham: PRDA), Next Generation Healthcare Provider dengan jejaring layanan pemeriksaan kesehatan terbesar di Indonesia, mengalami perpindahan papan pencatatan dari Papan Pengembangan ke Papan Utama di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mulai berlaku sejak tanggal 31 Mei 2018.

Selengkapnya

Rabu, 06 Juni 2018

PRESS RELEASE Metode ultrasensitif dalam pendeteksian DNA sel tumor dalam darah (ctDNA) pada pasien kanker paru memberi harapan untuk pengobatan yang lebih tepat

Saat ini, harapan hidup pasien kanker meningkat dengan terus ditemukannya obat-obat baru yang diberikan berdasarkan mutasi gen yang terjadi.

Selengkapnya

Jumat, 18 Mei 2018

PRESS RELEASE Prodia Tantang Anak Muda Jakarta untuk Check Up

JAKARTA, 12 Mei 2018 - Prodia Healthy Fun Festival (HFF) hadir kembali di kota Jakarta. Sama seperti tahun lalu, Prodia HFF 2018 menyasar para anak muda berusia 20-35 tahun.

Selengkapnya
publik
dokter
perusahaan
Top Brands 2016   Best Brand Gold

PT Prodia Utama

innodia Prodia th CRO Prodia accupational health institue ProSTEM ProLine