PRESS RELEASE

Rabu, 07 Desember 2016

Resmi Melantai di Bursa Efek Indonesia, Prodia Bakal Menggenapi Jejaring di Seluruh Propinsi di Indonesia

(Dari Kiri ke Kanan) Dr. Indriyanti Rafi Sukmawati, MSi Direktur Pemasaran /Corporate Secretary PT Prodia Widyahusada Tbk Dr. Andi Wijaya, MBA Komisaris Utama PT Prodia Widyahusada Tbk Dr. Dewi Muliaty, MSi, Direktur Utama PT Prodia Widyahusada Tbk Samsul Hidayat, Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia Drs. Gunawan P. Soeharto, Komisaris PT Prodia Widyahusada Tbk.

JAKARTA, 7 Desember 2016 - PT Prodia Widyahusada Tbk. (kode saham: PRDA), pelopor sekaligus pemimpin pasar laboratorium klinik di Indonesia, hari ini mencatatkan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan menjadi emiten ke-15 tahun ini atau ke-538 dari total emiten.

Prodia melantai di bursa setelah menetapkan harga sebesar Rp 6.500 persaham dan telah melalui proses penawaran umum pada 30 November - 2 Desember 2016. Jumlah saham yang dilepas sebesar 187,5 juta saham atau setara 20% dari total saham perusahaan. Sehingga melalui IPO, Prodia berhasil memperoleh dana sebesar Rp 1,22 triliun.

Direktur Utama Prodia, Dewi Muliaty mengatakan, IPO merupakan langkah strategis bagi Prodia dalam upaya untuk memperluas jejaring dan memberikan layanan terbaik kepada lebih banyak masyarakat di seluruh propinsi di Indonesia. Oleh karena itu, mayoritas dana hasil IPO ini akan digunakan Prodia untuk membiayai pembukaan jejaring dan investasi di peralatan teknologi diagnostik generasi terbaru serta peralatan untuk pemeriksaan non-laboratorium.

"Kami berterimakasih atas dukungan dan kepercayaan semua pihak yang memungkinkan IPO Prodia terwujud dan dapat terlaksana dengan baik pada hari ini. Prodia bangga menjadi perusahaan laboratorium klinik pertama di Indonesia yang tercatat di bursa dan sahamnya dapat dimiliki publik," ujar Dewi Muliaty dalam konferensi pers usai pencatatan perdana saham di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (7/12).

Dewi menambahkan, Prodia menargetkan dapat membuka sebanyak-banyaknya 33 laboratorium klinik baru selama 4 tahun ke depan. Melalui penambahan jejaring ini, kehadiran Prodia diharapkan dapat dirasakan di seluruh 34 propinsi di Indonesia. Dengan semakin luasnya jejaring Prodia, masyarakat Indonesia diharapkan bisa mendapatkan solusi terbaik terhadap kebutuhan diagnostik kesehatan yang terus meningkat dewasa ini.

"Sebagai perusahaan dengan rekam jejak lebih dari 43 tahun, Prodia ingin menjadi bagian dari solusi kesehatan di Indonesia dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Kami berkomitmen untuk selalu memberikan layanan terbaik dengan hasil diagnostik yang akurat dan optimal berstandar internasional," tambah Dewi.

(Dari Kiri ke Kanan) Samsul Hidayat, Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia Dr. Andi Wijaya, MBA Komisaris Utama PT Prodia Widyahusada Tbk Dr. Dewi Muliaty, MSi, Direktur Utama PT Prodia Widyahusada Tbk

Saham Untuk Manajemen dan Karyawan

Direktur Pemasaran sekaligus Corporate Secretary Prodia, Indriyanti R. Sukmawati mengatakan bersamaan dengan IPO ini, Prodia juga mengadakan Program Alokasi Saham Karyawan (Employee Stock Allocation/ESA) dengan mengalokasikan sebanyak-banyak sebesar 3.750.000 lembar saham atau 2% dari jumlah saham yang ditawarkan perusahaan serta Program Opsi Kepemilikan Saham kepada Manajemen dan Karyawan (Management and Employee Stock Option Plan/MESOP) sebesar 14.062.500 atau 1,5% dari modal yang disetor perusahaan.

"Program ESA dan MESOP adalah upaya perusahaan untuk memberikan penghargaan kepada manajemen dan karyawan atas kontribusinya dalam membangun dan membesarkan Prodia. Kami berkeyakinan kebijakan ini akan semakin meningkatkan rasa memiliki manajemen dan karyawan, sehingga diharapkan dapat meningkatkan value perusahaan," ujarnya.

Direktur Keuangan Prodia, Liana Kuswandi mengatakan, perolehan dana hasil IPO yang mencapai Rp1,22 triliun,akan digunakan sebanyak 67% untuk mengembangkan dan memperbesar jejaring outlet Prodia di Indonesia, baik di pasar yang ada saat ini maupun di pasar yang baru sebesar 19% akan digunakan untuk memperkuat kemampuan dan kualitas layanan Prodia melalui pembelian (i) peralatan teknologi diagnostik generasi terbaru, yang akan memperkuat layanan Prodia untuk mendukung pengobatan individu yang menjadi tren yang terus tumbuh di industri laboratorium klinik global (ii) peralatan untuk pemeriksaan non-laboratorium, dan (iii) peralatan dan/atau perlengkapan teknologi informasi. Kemudian sisanya sebesar 14% akan digunakan untuk memperkuat modal kerja.

Hingga Semester I 2016, Prodia membukukan pendapatan sebesar Rp 648,6 miliar, meningkat 9,7% dari Rp 591 miliar pada periode yang sama di 2015. Total aset Prodia mencapai sebesar Rp 588 miliar per 30 Juni 2016. EBITDA Prodia sebesar Rp 100 miliar dan EBITDA margin sebesar 15,5%.

Kinerja keuangan yang baik dari Prodia didukung oleh jejaring layanan yang telah menyebar di seluruh Indonesia. Terhitung hingga 30 Juni 2016, Prodia memiliki 251 outlet dimana 128 diantaranya merupakan laboratorium klinik, lebih dari 3.600 karyawan dengan lebih dari 230 dokter sebagai partner kerjasama, yang tersebar di 104 kota di 30 provinsi. Laboratorium klinik Prodia merupakan tempat rujukan bagi sebagian besar rumah sakit dan laboratorium klinik lainnya di seluruh Indonesia, terutama untuk tes laboratorium khusus.

"Kami berharap, kinerja positif Perseroan ini akan memberikan nilai tambah bagi investor dan stakeholders kami. Perseroan akan terus berupaya menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat dan tetap mengacu pada prinsip tata kelola perusahaan yang baik," ujar Liana.

---SELESAI---

Tentang PT Prodia Widyahusada Tbk

Laboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Dr. Andi Widjaja, MBA beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati. Komitmen itulah yang mengantarkan Prodia menjadi laboratorium klinik terbaikdan terbesar di Indonesia seperti sekarang ini, serta menjadi Pusat Rujukan Nasional dengan visi menjadi Centre of Excellence dan layanan kesehatan terpercaya menunjang pengobatan generasi baru.

Mulai tahun 2009, Prodia mengusung tema "Love for Quality" sebagai inspirasi bagi seluruh karyawan Prodia dalam memberikan layanan kepada pelanggan. " Love for Quality" merupakan perwujudan upaya perbaikan tanpa henti yang dilandasi rasa cinta demi mempersembahkan layanan berkualitas, karena Prodia percaya bahwa cinta dan Anda pelanggan setia adalah suatu kesatuan yang tak terpisahkan.

Sebagai pemimpin pasar, sejak 2012 Prodia merupakan satu-satunya laboratorium dan klinik di Indonesia dengan akreditasi College of American Pathologists (CAP). Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi:

Reskia Dwi Lestari, SE, MM

Marketing Communication Manager

PT Prodia Widyahusada Tbk.

Jln. Kramat Raya 150 Jakarta 10430.

Fax. (021) 314 4181, 392 1247

Email: reskia.dwi@prodia.co.id

 

Berliana Elisabeth Simarmata

PT Sembilan Komunikasi Utama (9Comm) untuk PT Prodia Widyahusada Tbk.

Email: berliana@ninecomm.co.id

0812 8217 0549

 

Senin, 09 Oktober 2017

PRESS RELEASE Prodia Resmikan Klinik Prodia Health Care (PHC) dan Regional Referral Lab Pertama di Medan

MEDAN, 07 Oktober 2017 - PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA), pelopor sekaligus pemimpin laboratorium klinik di Indonesia terus memperluas dan meningkatkan kualitas layanannya ke berbagai daerah.

Selengkapnya

Selasa, 15 Agustus 2017

PRESS RELEASE Prodia Ajak Check Up Anak Muda Semarang

Kesadaran hidup sehat tak hanya tumbuh di kalangan tua, generasi muda pun sekarang semakin banyak yang sadar akan pentingnya menjaga pola hidup sehat.

Selengkapnya

Senin, 07 Agustus 2017

PRESS RELEASE Berikan Pelayanan Terbaik, Laboratorium Klinik Prodia Raih Service Quality Award 2017

Laboratorium Klinik Prodia kembali menjadi yang terbaik di kategori Laboratorium Klinik dengan mendapat penghargaan Service Quality Award 2017 dengan predikat Diamond.

Selengkapnya
publik
dokter
perusahaan
Top Brands 2016 Frost & Sullivan Best Brand Gold

PT Prodia Utama

innodia Prodia th CRO Prodia accupational health institue ProSTEM ProLine