Jumat, 28 September 2018

3 Jenis Keputihan Patologis yang Perlu Diwaspadai

Candidodis

Disebut sebagai sariawan vagina, atau monilia dan thrush adalah infeksi jamur yang menyerang sel pada saluran vagina dan kulit vulva, dengan gejala gatal-gatal yang paling umum dialami wanita.

Gejala: keluarnya cairan putih dan gatal yang beragam jumlah cairan yang dikeluarkan dan tingkat kegatalannya. Bisa terjadi kelainan berupa benjolan atau luka (seperti sariawan) pada kelamin luar.

Penyebab: infeksi jamur Candidia albican, yang biasa ada di vagina tidak aktif (tidak mengganggu) masuk melalui jalur khusus, atau ditularkan melalui hubungan seksual.

Trichomoniasis

Disebut trichomoniasis, infeksi protozoa yang menginfeksi sekitar 10% wanita, kadang-kadang berlangsung selama bertahun-tahun karena mereka aktif secara seksual.

Gejala: pada umumnya menyebabkan cairan berwarna kuning kehijau-hijauan, berbau, dan kadang-kadang berbusa, disertai dengan gatal-gatal pada vagina dan vulva yang cukup parah.

Penyebab: infeksi protozoa trichomonas. Parasit yang sebesar ujung jarum mempunyai bulu getar (flagela) dan ekor yang kuat, yang masuk ke dalam vagina melalui hubungan seksual dari pasangan yang terinfeksi. Pada umumnya, parasit ini hidup dalam saluran vagina tanpa menimbulkan gejala dan pada penis pria di dalam saluran kemihnya.

Bacterial Vaginosis

Disebut amine vaginosis, karena infeksi oleh bakteri menghasilkan senyawa amina yang berbau amis.

Gejala: umumnya mengeluarkan cairan abu-abu kotor, dengan bau tidak sedap amis yang tajam.

Penyebab: infeksi bakteri chlamydia, atau gonore yang ditularkan dari hubungan seksual atau infeksi gardnerella yang berinteraksi dengan baksil anerobik yang biasanya terdapat di dalam vagina.

5943 Dilihat