ARTIKEL KESEHATAN

Kamis, 09 Juni 2016

Belum Hamil Juga?

artikel arlt

Kondisi ketidakmampuan wanita menikah untuk hamil setelah melakukan hubungan seksual secara teratur selama 1 tahun, atau 6 bulan pada wanita berusia > 35 tahun disebut sebagai infertilitas (ketidaksuburan). Wanita menikah yang telah hamil, namun kehamilannya tidak bisa bertahan, juga bisa dikatakan infertil (tidak subur).

Infertilitas Pada Wanita

Kehamilan dapat terjadi jika terjadi proses berikut: tubuh wanita melepaskan sel telur dari salah satu indung telur (ovulasi), sel telur tersebut akan berjalan melewati tuba falopi menuju uterus (rahim), selama perjalanan tersebut harus ada sperma dari pria yang akan bergabung (membuahi) dengan sel telur, dan sel telur yang telah dibuahi akan menempel ke bagian dalam uterus (implatansi). Adanya gangguan/masalah di salah satu proses tersebut dapat menyebabkan infertilitas.

Risiko Infertilitas pada Wanita

Kebanyakan kasus infertilitas pada wanita disebabkan oleh adanya gangguan/masalah pada proses ovulasi. Tanpa ovulasi, tidak ada sel telur untuk dibuahi. Proses ovulasi yang tidak normal seringkali ditandai dengan siklus menstruasi yang tidak teratur atau tidak menstruasi (amenorrhea). Gangguan/masalah pada proses ovulasi tersebut sering disebabkan oleh polycystic ovarian syndrome (PCOS), yaitu kondisi ketidakseimbangan hormon. Selain itu, juga dapat disebabkan oleh primary ovarian insufficiency (POI) yang terjadi ketika indung telur tidak berfungsi sebelum berusia 40 tahun. POI tidak sama dengan menopause dini. Penyebab lainnya, antara lain: tuba falopi tersumbat akibat penyakit radang panggul (pelvik), endometriosis, atau operasi pada kehamilan ektopik; kelainan pada uterus dan adanya benjolan jinak yang berisi gumpalan jaringan atau otot pada dinding uterus (uterine fibroid).

Risiko infertilitas pada wanita juga dapat meningkat karena beberapa faktor berikut: usia, kebiasaan merokok dan minum alkohol, stres, kurang gizi, teralu berat beraktivitas, berat badan terlalu rendah atau overweight, penyakit menular seksual.

Pemeriksaan Infertilitas Pada Wanita
Pada wanita, pemeriksaan untuk mengetahui infertilitas diawali dengan pemeriksaan riwayat medis dan fisik oleh dokter. Dari pemeriksaan ini, terkadang dokter dapat mencurigai penyebab infertilitas, namun perlu dipastikan dengan pemeriksaan lain misalnya pemeriksaan darah dan ultrasound.

Pemeriksaan darah biasanya digunakan untuk mengevaluasi proses ovulasi, yaitu meliputi :

Thyroid-stimulating Hormone (TSH) untuk mengetahui fungsi kelenjar tiroid, Prolaktin untuk mengetahui indikasi hiperprolaktinemia yang dapat menggangu siklus menstruasi, Luteinizing Hormone (LH), Folicle-stimulating Hormone (FSH) untuk menunjukkan kondisi gagal ovarium, dan Progesteron untuk mengetahui terjadinya defisiensi estrogen.

Sementara pemeriksaan ultrasound yang dilakukan, antara lain :

Hysterosalpingography (HSG) untuk melihat kondisi uterus dan tuba falopi menggunakan sinar X dan Laparoscopy untuk memeriksa indung telur, tuba falopi dan uterus terkait masalah penyakit dan fisik seperti jaringan parut dan endometriosis.

Menemukan penyebab infertilitas pada wanita dapat menjadi proses yang panjang dan mungkin akan melelahkan secara emosional. Butuh waktu yang panjang untuk melakukan semua pemeriksaan yang dibutuhkan dan menemukan penyebab pastinya. Jadi, jangan khawatir jika tidak segera ditemukan masalah.

2261 Dilihat
publik
dokter
perusahaan
Top Brands 2016 Frost & Sullivan Best Brand Gold

PT Prodia Utama

innodia Prodia th CRO Prodia accupational health institue ProSTEM ProLine