Marathon Fit Panel

Marathon Fit Panel : how to finish marathon in healthy way 

Marathon bukanlah tentang menang atau kalah. Sampai di garis finish tanpa adanya hilang kesadaran, jantung yang terhenti, dehidrasi dan cedera otot merupakan hal yang penting. 

Mulai tahun 2015 hingga sekarang olah raga ini terus menjadi tren, dan semakin banyak penggemarnya. Mulai dari anak sekolah hingga pekerja, bahkan artis dan pengusaha banyak menggilai olahraga ini. Perlombaan marathon makin marak diselenggarakan, sebutlah Bali marathon, Jakarta marathon, tidak hanya di Indonesia, penggemarnya rela merogoh kocek sendiri demi mengikuti perlombaan yang juga tren di luar negeri seperti Berlin marathon, London marathon. 

Ketahanan fisik yang baik sangat diperlukan untuk lari marathon. Tidak heran di setiap kota bermunculan club-club lari, yang di dalamnya berbagi informasi tentang marathon. 

Manfaat lari marathon

Lari marathon memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh kita. Berbagai manfaat dapat diraih dari melakukan lari, antara lain:

  • Membuat bugar
  • Mengurangi berat badan
  • Memperbaiki kadar gula darah
  • Membantu memaksimalkan kekuatan otot jantung
  • Menumbuhkan rasa senang bagi para pelari
  • Mencegah kepikunan
  • Memperpanjang usia 

Tahukah Anda Jeanne Calment yang tutup usia pada 122 tahun 164 hari? Jeanne Calment masih aktif berlari dan bersepeda hingga usia 100 tahun. 

Marathon Fit Panel

Berlari marathon tanpa latihan, persiapan dan kondisi tubuh yang prima dapat menyebabkan luka berat pada tubuh. Agar dapat melakukan lari marathon, pelari dapat memeriksakan kesehatannya terlebih dahulu. 

Layanan kesehatan di Prodia Health Care membantu para pelari untuk dapat mempersiapkan kondisi tubuh yang sehat menjelang dilakukannya marathon. Panel khusus yang disediakan untuk para pelari yaitu Marathon Fit Panel. 

Pada panel ini, selain menyediakan serangkaian pemeriksaan laboratorium, disediakan pula konsultasi dengan dokter spesialis olahraga dan gizi klinik agar pelari dapat lebih mempersiapkan kesehatan yang optimal menjelang marathon. 

  • General Body Check

Pelari marathon memerlukan Hb dan sel darah merah yan normal untuk mengangkut oksigen yang dibutuhkan sel karena pelari marathon memiliki kebutuhan oksigen yang tinggi

  • Metabolic Check

Menilai metabolisme jantung dan glukosa. Sel-sel membutuhkan glukosa untuk sumber energinya, kecukupan glukosa di sel ini didukung oleh kecukupan glukosa dalam sirkulasi. Pastikan glukosa dalam sirkulasi yang cukup, tidak ada diabetes, sebab pada kondisi diabetes maka ada masalah dalam memasukkan glukosa ke dalam sel.

  • Bone Health Check

Kondisi kesehatan tulang mempengaruhi risiko cedera maupun menilai pemulihaan jika mengalami cedera.

  • Kidney Health Check

Fungsi ginjal pelari marathon perlu dipastikan dalam keadaan normal karena sistem keseimbangan cairan tekanan darah memerlukan ginjal yang normal.

  • Liver Health Check

Fungsi hati harus dipastikan dalam keadaan baik, untuk menunjang proses detoksifikasi yang sempurna selama lari marathon.

  • Electrolite

Pelari marathon memerlukan keseimbangan elektrolit yang baik agar risiko kelelahan otot atau kram dapat dikelola dengan baik.

  • Thyroid Check

Kecepatan metabolisme dalam tubuhdiatur oleh hormon tiroid, untuk lari marathon yang optimal maka hormon tiroid harus dalam keadaaan normal, bukan hipo maupun hiper.

  • Physical Examination
  1. Pemeriksaan Fisik Jantung, Paru, Muskuloskeletal
  2. Vital Sign (Tekanan Darah, Frekuensi Nadi, Pernafasan, Suhu Tubuh) dan Body Composition Analysis Fitness Step
  • Doctor Consultation
  1. Konsultasi Dokter Spesialis Olahraga
  2. Konsultasi Dokter Spesialis Gizi Klinik 

Anjuran Pemeriksaan:

  • Full Marathon

2-4 bulan sebelum mengikuti perlombaan 

  • Half Marathon

1-2 bulan sebelum mengikuti perlombaan