PANEL PEMERIKSAAN

Panel Anti Aging, Serum & Whole Blood

Cobalt (Co), serum

Deskripsi:

Pemeriksaan Cobalt (Co) mengukur jumlah Cobalt dalam darah. Cobalt merupakan salah satu jenis trace element (mineral) yang dibutuhkan tubuh manusia dalam jumlah sangat kecil untuk pertumbuhan, perkembangan, dan fisiologis normal; namun tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh. Defisiensi Cobalt dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti anemia pernisiosa dan pertumbuhan lambat; sedangkan kelebihan Cobalt dalam jumlah sangat besar dapat menyebabkan toksisitas yang menimbulkan mual, muntah, gangguan kulit, kelainan tiroid, dan lain-lain. Pemeriksaan Cobalt membutuhkan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Manfaat Pemeriksaan:

Sebagai evaluasi awal kondisi malnutrisi atau malabsorbsi; memantau suplementasi trace element untuk mencegah kelebihan trace element; menunjang diagnosis dugaan defisiensi trace element.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum

Stabilitas Sampel :

2 hari pada 15-25°C
7 hari pada 2-8°C
7 pada (-15)-(-25)°C

Persiapan Pasien :

Mohon menghubungi petugas laboratorium.

Hari Kerja :
Metode :

ICP/MS

Nilai Rujukan :

< 1,0 ug/L

Tempat Rujukan :
Catatan :

Zinc (Zn), serum

Deskripsi:

Pemeriksaan Zinc (Zn) mengukur jumlah Zinc dalam darah. Zinc merupakan salah satu jenis trace element (mineral) yang dibutuhkan tubuh manusia dalam jumlah sangat kecil untuk pertumbuhan, perkembangan, dan fisiologis normal; namun tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh. Defisiensi Zinc dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti gangguan pertumbuhan, impotensi, gangguan haid, infertilitas, gangguan pembekuan (penutupan luka), kehilangan indra perasa dan penciuman, keguguran; sedangkan kelebihan Zinc dalam jumlah sangat besar dapat menyebabkan toksisitas yang menimbulkan mual, muntah, nyeri perut, diare, pusing, dan lain-lain. Pemeriksaan Zinc membutuhkan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Manfaat Pemeriksaan:

Sebagai evaluasi awal kondisi malnutrisi atau malabsorbsi; memantau suplementasi trace element untuk mencegah kelebihan trace element; menunjang diagnosis dugaan defisiensi trace element.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :
  • Beku : 30 hari
  • 2 - 8°C : 10 hari
  • Suhu kamar : 5 hari
Persiapan Pasien :

Mohon menghubungi petugas laboratorium.

Hari Kerja :
Metode :

ICP/MS

Nilai Rujukan :

26 - 141 ug/dL

Tempat Rujukan :
Catatan :

Iron (Fe) serum

Deskripsi:

-

Manfaat Pemeriksaan:

-

Persyaratan & Jenis Sampel : Serum
Stabilitas Sampel : 2 hari pada 15-25°C
7 hari pada 2-8°C.
28 hari pada (-15)-(-20)°C
Persiapan Pasien : Pasien yang mendapatkan bahan kontras yang mengandung galolinium, iodine atau barium tidak boleh diambil darahnya dalam 96 jam, karena ketiganya mengganggu pemeriksaan logam.
Konsumsi suplemen yang mengandung besi dihindari 24 jam sebelum pengambilan darah.
Hari Kerja :
Metode : ICP/MS
Nilai Rujukan : 50 - 150 ug/dL
Tempat Rujukan :
Catatan :

Raksa (Hg) darah

Deskripsi:

-

Manfaat Pemeriksaan:

-

Persyaratan & Jenis Sampel : Whole Blood
Stabilitas Sampel :
  • 2 hari pada 15 – 25 °C
  • 21 hari pada 2 – 8 °C
  • 21 hari pada  (-15) – (-20) °C

Peningkatan kadar Hg pada specimen yang menggunakan tabung non-trace element kemungkinan disebabkan kontaminasi. Untuk itu harus dilakukan pengulangan sampel.

Persiapan Pasien :

Pasien yang mendapatkan bahan kontras yang mengandung galolinium, iodine atau barium tidak boleh diambil darahnya dalam 96 jam, karena ketiganya mengganggu pemeriksaan logam.
Pasien tidak mengkonsumsi vitamin/mineral / suplemen / obat-obatan yang mengandung Hg sesuai dengan rekomendasi dokter.
Pasien tidak mengkonsumsi kerang dan seafood minimal 48 jam  sebelum pengambilan darah. Tidak boleh menggunakan betadin (iodin) sebagai antiseptik saat pengambilan darah.

Hari Kerja :
Metode : ICP/MS
Nilai Rujukan : <= 9 ug/L
Tempat Rujukan :
Catatan :

Alumunium (Al), Serum

Deskripsi:

Dalam kondisi fisiologi yang normal, setiap harinya sejumlah asupan alumunium (5-10 mg) akan diekskresikan dari darah oleh ginjal. Pada pasien gagal ginjal, kemampuan untuk menyaring alumunium dari darah akan terganggu sehingga alumunium akan terakumulasi dalam darah dan berpotensi menyebabkan terjadinya toksisitas alumunium yang dapat mempengaruhi otak dan tulang. Pemeriksaan alumunium, serum mengukur konsentrasi alumunium dalam darah dengan menggunakan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Manfaat Pemeriksaan:

Sebagai uji saring rutin alumunium; memantau toksisitas alumunium pada pasien yang menjalani dialisis; dan memantau metallic prosthetic implant wear.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum

Stabilitas Sampel :

2 hari pada 15 – 25 °C
7 hari pada 2 – 8 °C
7 pada (-15) – (-20) °C

Persiapan Pasien :

Pada pasien yang mendapatkan bahan kontras mengandung gadolinium, iodine, atau barium tidak diperkenankan diambil sampel darahnya selama 96 jam.

Tidak mengkonsumsi vitamin/mineral/suplemen/obat yang mengandung alumunium sesuai rekomendasi dokter.

Hari Kerja :
Metode :

ICP/MS

Nilai Rujukan :

-

Tempat Rujukan :
Catatan :

Timbal (Pb) - tidak digunakan

Deskripsi:

-

Manfaat Pemeriksaan:

-

Persyaratan & Jenis Sampel : -
Stabilitas Sampel : -
Persiapan Pasien : -
Hari Kerja :
Metode : -
Nilai Rujukan : -
Tempat Rujukan :
Catatan :

Cd, Whole Blood

Deskripsi:

Pemeriksaan cadmium (Cd) mengukur konsentrasi logam berat Cd dalam darah  yang bersifat toksik bagi manusia. Pemeriksaan Cd membutuhkan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Manfaat Pemeriksaan:

Menyaring, mendeteksi, dan memantau paparan cadmium (Cd) yang berlebihan.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Whole Blood

Stabilitas Sampel :

2 hari pada 15 – 25 °C
14 hari pada 2 – 8 °C

Persiapan Pasien :

- Pengambilan sampel darah dilakukan setelah 96 jam, jika Anda sedang mendapatkan bahan kontras yang mengandung gadolinium, iodine, atau barium.

- Tidak mengonsumsi vitamin, mineral, suplemen, atau obat yang mengandung cadmium (Cd) sesuai rekomendasi dokter.

- Tidak mengonsumsi makanan laut (seafood) selama 48 jam sebelum pengambilan sampel darah.

Hari Kerja :
Metode :

ICP/MS

Nilai Rujukan :

< 4,9 ug/L

Tempat Rujukan :
Catatan :

Arsenic (As)

Deskripsi:

Arsenic (As) merupakan salah satu jenis logam berat yang berbahaya dan berpotensi menjadi racun bagi manusia. Keracunan arsenic akut dapat menimbulkan tanda dan gejala seperti sakit kepala, mual, muntah, diare, sakit perut, hipotensi, demam, hemolisis, kejang, dan perubahan status mental. Sementara keracunan arsenic kronis yang disebut arseniasisdapat menimbulkan gejala yang lebih berbahaya dan tidak spesifik. Gejala keracunan arsenic akut biasanya berkaitan dengan saluran gastrointestinal, kulit, dan sistem saraf pusat seperti mual, nyeri epigastrium, kolik (sakit perut), diare, dan parestesia tangan serta kaki.

Pemeriksaan arsenic(As) mengukur jumlah arsenic dalam darah. Pemeriksaan arsenic (As) membutuhkan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Manfaat Pemeriksaan:

Mendeteksi paparan arsenicakut atau baru saja terjadi.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Darah

Stabilitas Sampel :
  • Suhu ruang : 10 hari
  • 2 - 8 : 10 hari
Persiapan Pasien :

Pada pasien yang mendapatkan bahan kontras mengandung gadolinium, iodine, atau barium tidak diperkenankan diambil sampel darahnya selama 96 jam.

Hindari konsumsi seafood selama 48 jam sebelum pengambilan sampel darah.

Hari Kerja :
Metode :

ICP/MS

Nilai Rujukan :

<= 12 µg/L

Tempat Rujukan :
Catatan :

Selenium (Se), serum

Deskripsi:

Pemeriksaan Selenium (Se) mengukur jumlah Selenium dalam darah. Selenium merupakan salah satu jenis trace element (mineral) yang dibutuhkan tubuh manusia dalam jumlah sangat kecil untuk pertumbuhan, perkembangan, dan fisiologis normal; namun tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh. Defisiensi Selenium dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti asma, eksim, gangguan sendi, penyakit jantung, infeksi, mudah terpapar logam berat, kanker, penurunan kesuburan, penurunan glutation peroxidase (GPx), hipotiroid, dan peningkatan degenerasi; sedangkan kelebihan Selenium  dalam jumlah sangat besar dapat menyebabkan toksisitas yang menimbulkan rambut rontok, gigi tanggal, kuku rapuh dan bergelombang, gangguan kulit, gangguan gastrointestinal, bau nafas, dan keletihan. Pemeriksaan Selenium membutuhkan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Manfaat Pemeriksaan:

Sebagai evaluasi awal kondisi malnutrisi atau malabsorbsi; memantau suplementasi trace element untuk mencegah kelebihan trace element; menunjang diagnosis dugaan defisiensi trace element.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum

Stabilitas Sampel :
  • 2 hari pada 15 – 25°C
  • 14 hari pada 2 – 8°C
  • 14 pada (-15) – (-20)°C
Persiapan Pasien :

Mohon menghubungi petugas laboratorium.

Hari Kerja :
Metode :

ICP/MS

Nilai Rujukan :

23 - 190 ug/L

Tempat Rujukan :
Catatan :

Mercury (Hg), Whole Blood

Deskripsi:

Pemeriksaan Mercury (Hg) mengukur jumlah Mercury dalam darah. Mercury merupakan salah satu jenis logam berat yang dianggap berbahaya bagi kesehatan bila terakumulasi secara berlebihan di dalam tubuh dan beberapa di antaranya bersifat memicu kanker (karsinogen). Mercury yang terakumulasi secara berlebihan di dalam tubuh dapat menimbulkan toksisitas, di antaranya diare; keluhan neurologis seperti mudah emosi, gangguan mood, dan depresi; gangguan koordinasi, intelektual, penglihatan, dan pendengaran. Pemeriksaan Mercury membutuhkan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Manfaat Pemeriksaan:

Menentukan level paparan dan biological exposure indices (BEI); biomonitoring pada suatu populasi; menunjang diagnosis toksisitas logam berat; menunjang evaluasi pasien autis.

Persyaratan & Jenis Sampel :

-

Stabilitas Sampel :

-

Persiapan Pasien :

Mohon menghubungi petugas laboratorium.

Hari Kerja :
Metode :

-

Nilai Rujukan :

-

Tempat Rujukan :
Catatan :

Lead (Pb), Whole Blood

Deskripsi:

Pemeriksaan Lead (Pb) mengukur jumlah Lead dalam darah. Lead merupakan salah satu jenis logam berat yang dianggap berbahaya bagi kesehatan bila terakumulasi secara berlebihan di dalam tubuh dan beberapa di antaranya bersifat memicu kanker (karsinogen). Lead yang terakumulasi secara berlebihan di dalam tubuh dapat menimbulkan toksisitas, di antaranya sakit perut; hipertensi, gangguan mental seperti depresi, pusing, gangguan konsentrasi, kelelahan, kebingungan dan gangguan memori, nyeri otot, sindrom premenstruasi, penurunan imunitas terhadap infeksi, dan gangguan kehamilan. Pemeriksaan Lead membutuhkan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Manfaat Pemeriksaan:

Menentukan level paparan dan biological exposure indices (BEI); biomonitoring pada suatu populasi; menunjang diagnosis toksisitas logam berat; menunjang evaluasi pasien autis.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Whole Blood

Stabilitas Sampel :

14 hari pada 2 – 8 °C

Persiapan Pasien :

Mohon menghubungi petugas laboratorium.

Hari Kerja :
Metode :

ICP/MS

Nilai Rujukan :

<= 4 ug/dL

Tempat Rujukan :
Catatan :