PANEL PEMERIKSAAN

Panel Baby Sitter 2

Manfaat Pemeriksaan:

Baby sitter, pengasuh atau asisten rumah tangga (ART) otomatis sering berinteraksi dengan anak, mulai dari bermain, memandikan, mengganti pakaian, menyuapi makanan, bahkan tidur bersama. Interaksi dan kontak fisik antara baby sitter/ART dan si kecil berpeluang menularkan penyakit kepada anak, jika kesehatan baby sitter/ART tidak dalam kondisi prima.

Jenis Pemeriksaan

Hematologi Rutin (CBC)

Deskripsi:

Hematologi rutin atau complete blood count (CBC) merupakan penilaian dasar terhadap komponen sel darah, yaitu dengan menentukan jumlah, variasi, prosentase, konsentrasi, dan kualitas dari seluruh komponen sel darah. Pemeriksaan ini dapat memberikan informasi mengenai kondisi hematologik dan sistem tubuh yang lain sebagai diagnosis, prognosis, respon terapi, dan masa pemulihan. Hematologi rutin terdiri dari pemeriksaan hemoglobin, leukosit, trombosit, eritrosit, hematokrit, dan nilai-nilai MC.

Manfaat Pemeriksaan:

Evaluasi anemia, leukemia, reaksi inflamasi dan infeksi, penanda peripheral blood cellular, tingkat hidrasi dan dehidrasi, polisitemia, penyakit hemolitik pada bayi baru lahir; penentuan terapi kemoterapi.

Persyaratan & Jenis Sampel : Darah
Stabilitas Sampel :
  • <4 jam pada 18 – 25°C
  • 24 jam pada 2 – 8°C
Persiapan Pasien : -
Hari Kerja :
Metode : Semua Method
Nilai Rujukan : Hemoglobin: -
Leukosit: -
Trombosit: -
Eritrosit: -
Hematokrit: -
MCV: -
MCH: -
MCHC: -
Red Cell Distribution Width (RDW): -
Tempat Rujukan :
Catatan :

BTA (Mikroskopik)

Deskripsi:

BTA (+)  : Dinding sel bakteri mengandung lipid (wax) yang tebal sehingga bakteri yang telah menyerap zat warna utama (carbol fuchsin) tidak dapat dilunturkan oleh pelarut yang bersifat kuat (asam alkohol). Bakteri tidak menyerap pewarna methylene blue sehingga bakteri berwarna merah.

BTA (-)   : Dinding bakteri tidak mengandung lipid tebal, sehingga pewarna carbol fuchsin yang telah menyerap zat warna mudah dilunturkan oleh asam alkohol kuat. Bakteri akan menyerap pewarna methylene blue sehingga bakteri berwarna biru.

Manfaat Pemeriksaan:

Menentukan ada/tidaknya bakteri tahan asam dalam sampel

Persyaratan & Jenis Sampel : Sputum, cairan tubuh steril, bilasan bronkus, jaringan, urine, feces, sel kultur (padat & cair)
Stabilitas Sampel : Spesimen harus segera dikerjakan dalam waktu 1 jam. Jika tidak memungkinkan simpan spesimen pada 2 – 8°C stabil selama 24 jam
Persiapan Pasien : Untuk sampel Sputum:

-  Sebelum proses penampungan sputum, kumur dengan air (jangan menggunakan sabun atau odol atau obat kumur)

-    Bila menggunakan gigi palsu, lepaskan sebelum berkumur

Bila sputum sulit dikeluarkan dapat dilakukan hal-hal sebagai berikut:

-    Lakukan olahraga ringan kemudian menarik nafas dalam beberapa kali. Bila terasa akan batuk, nafas ditahan selama mungkin lalu disuruh batuk

-    Gelitik bagian anak lidah/batang tenggorokan dengan kapas lidi.

-    Masukkan saline dingin sebanyak 5 –10 mL atau air steril ke dalam batang tenggorokan sedikit demi sedikit

-    Pasien berjemur di bawah matahari dengan posisi telungkup dengan kedua tangan jatuh bebas dan batukkan dengan kuat kalau dada terasa panas

-    Malam hari sebelum tidur, banyak minum air atau atau minum 1 gelas teh manis atau menelan 1 tablet glyceryl guaiacolate 200 mg

Tata cara penampungan sampel sputum dapat mengacu pada dokumen terkait (PN-OPR-PST-PRE-001)

Hari Kerja :
Metode : Pewarnaan BTA
Nilai Rujukan : -
Tempat Rujukan :
Catatan :

Rontgen Thorax

Deskripsi:

Rontgen thorax (rontgen dada) merupakan salah satu pemeriksaan pencitraan menggunakan sinar-X yang sering dilakukan untuk menunjang diagnosis. Rontgen thorax digunakan untuk mendiagnosis banyak kondisi yang melibatkan dinding thorax/dada, tulang dada, dan struktur yang berada di dalam rongga dada termasuk paru-paru, jantung, dan lainnya.

Manfaat Pemeriksaan:

Membantu diagnosis kelainan jantung bawaan, gagal jantung, dan masalah jantung lainnya, infeksi (umumnya tuberkulosis atau TB paru), pneumonia, penyakit paru obstruktif kronik (emfisema, bronkhitis), embolisme pada paru (adanya sumbatan pada pembuluh darah di paru-paru), tumor atau kanker paru; skrining penyakit paru terkait dengan pekerjaan di industri-industri seperti pertambangan di mana para pekerja terpapar oleh debu atau zat kimia yang dapat berpengaruh pada kondisi dada.

Persyaratan & Jenis Sampel :

-

Stabilitas Sampel :

-

Persiapan Pasien :

- Mengenakan pakaian khusus yang disediakan dan menanggalkan perhiasan di seputar dada.
- Menginformasikan ke petugas radiologi bila dalam 3 bulan terakhir pernah melakukan rontgen atau bagi wanita, informasikan kepada petugas radiologi bila ada kemungkinan atau sedang hamil.
 

Hari Kerja :
Metode :

-

Nilai Rujukan :

-

Tempat Rujukan :
Catatan :

Hematologi Lengkap

Deskripsi:

Hematologi lengkap meliputi pemeriksaan hematologi rutin (Complete Blood Count/CBC), laju endap darah (LED), dan hitung jenis leukosit.

Manfaat Pemeriksaan:

Penunjang diagnosa pada berbagai penyakit.

Persyaratan & Jenis Sampel : -
Stabilitas Sampel : -
Persiapan Pasien : -
Hari Kerja :
Metode : -
Nilai Rujukan : -
Tempat Rujukan :
Catatan :

Glukosa Puasa

Deskripsi:

Pemeriksaan glukosa darah berguna untuk mengukur jumlah glukosa dalam darah saat sampel diperiksa. Glukosa darah digunakan untuk mendeteksi hiperglikemik maupun hipoglikemik untuk membantu menegakkan diagnosis diabetes dan memantau kadar glukosa pada penyandang diabetes. Glukosa puasa diukur saat keadaan puasa (± 8-10 jam). Berdasarkan konsensus Pengelolaan dan Pencegahan DM 2006, berikut kriteria pengendalian DM berdasarkan level glukosa puasa : Baik (80-100 mg/dL), Sedang (100-125 mg/dL), Buruk (≥126 mg/dL). Glukosa puasa juga dapat menegakkan kriteria prediabetes bila memiliki kadar glukosa puasa 100-125 mg/dL (5,6-6,9 mmol/L).
Beberapa penyebab konsentrasi gula yang tinggi selain diabetes antara lain: spesimen tidak puasa, infus intravena glukosa yang baru dilakukan, kondisi stress, cushing disease, akromegali, pheochromocytoma, glukagonoma, penyakit hati yang parah, pankreatitis, dan obat-obat tertentu seperti diuretik, glukortikoid, β-blocker, asam nikotinat, obat yang mengandung estrogen, dll).

Manfaat Pemeriksaan:

Pemeriksaan glukosa puasa dapat digunakan untuk skrining, diagnosis DM. Penentuan konsentrasi glukosa puasa juga dapat digunakan dalam diagnosis dan penanganan beberapa gangguan metabolik tertentu seperti asidosis, ketosis, dehidrasi, dan koma.

Persyaratan & Jenis Sampel : -
Stabilitas Sampel : -
Persiapan Pasien : -
Hari Kerja :
Metode : -
Nilai Rujukan : -
Tempat Rujukan :
Catatan :

Faeces Rutin

Deskripsi:

-

Manfaat Pemeriksaan:

Untuk uji saring organisme bakteri patogenik pada feses, diagnosa demam tifoid, demam enterik, disentri basil dan infeksi salmonella

Persyaratan & Jenis Sampel : Faeces
Stabilitas Sampel : Sampel tidak perlu disimpan, jika pemeriksaan telah selesai dikerjakan dan hasil akhir telah divalidasi maka sampel dapat dibuang.
Persiapan Pasien : Selama 1-2 hari sebelum pemeriksaan feses , disarankan untuk tidak mengkonsumsi obat-obatan seperti antasida, antidiare, antiparasit, antibiotik, laksan, vitamin C, zat besi dan lain-lain
Hari Kerja :
Metode : Semua Method
Nilai Rujukan : Warna Faeces: -
Konsistensi Faeces: -
Lendir : -
Darah Faeces: -
Sisa Pencernaan: -
Leukosit Faeces: -
Eritrosit Faeces: -
Parasit: -
Telur Cacing: -
Jamur: -
Tempat Rujukan :
Catatan :