PANEL PEMERIKSAAN

Panel Check-Up Pra Karyawan

Tes Kehamilan

Deskripsi:

Pemeriksaan dilakukan dengan mendeteksi ada tidaknya hormon human chorionic gonadotropin (hCG) di dalam darah yang dapat menunjukkan ada tidaknya kehamilan. Hormon hCG diproduksi oleh plasenta selama masa kehamilan, dan dapat terdeteksi di dalam darah pada masa kehamilan paling awal, bahkan sebelum periode menstruasi berhenti.

Manfaat Pemeriksaan:

Mengetahui ada tidaknya kehamilan dan pemantauan selama masa kehamilan.

Persyaratan & Jenis Sampel : Urine
Stabilitas Sampel :
  • Sampai 48 jam pada temperatur 2 - 8°C                  
  • 15 - 25°C sampai 4 jam sejak urin dikeluarkan      
  • < -20° C penyimpanan lebih lama
Persiapan Pasien : Waktu pengambilan smapel sebaiknya pagi hari karena urine pagi yang pertama mengandung HCG dengan konsentrasi paling tinggi
Hari Kerja :
Metode : Immunochromatography
Nilai Rujukan : -
Tempat Rujukan :
Catatan :

Hematologi Rutin (CBC)

Deskripsi:

Hematologi rutin atau complete blood count (CBC) merupakan penilaian dasar terhadap komponen sel darah, yaitu dengan menentukan jumlah, variasi, prosentase, konsentrasi, dan kualitas dari seluruh komponen sel darah. Pemeriksaan ini dapat memberikan informasi mengenai kondisi hematologik dan sistem tubuh yang lain sebagai diagnosis, prognosis, respon terapi, dan masa pemulihan. Hematologi rutin terdiri dari pemeriksaan hemoglobin, leukosit, trombosit, eritrosit, hematokrit, dan nilai-nilai MC.

Manfaat Pemeriksaan:

Evaluasi anemia, leukemia, reaksi inflamasi dan infeksi, penanda peripheral blood cellular, tingkat hidrasi dan dehidrasi, polisitemia, penyakit hemolitik pada bayi baru lahir; penentuan terapi kemoterapi.

Persyaratan & Jenis Sampel : Darah
Stabilitas Sampel :
  • <4 jam pada 18 – 25°C
  • 24 jam pada 2 – 8°C
Persiapan Pasien : -
Hari Kerja :
Metode : Semua Method
Nilai Rujukan : Hemoglobin: -
Leukosit: -
Trombosit: -
Eritrosit: -
Hematokrit: -
MCV: -
MCH: -
MCHC: -
Red Cell Distribution Width (RDW): -
Tempat Rujukan :
Catatan :

Faeces Rutin

Deskripsi:

-

Manfaat Pemeriksaan:

Untuk uji saring organisme bakteri patogenik pada feses, diagnosa demam tifoid, demam enterik, disentri basil dan infeksi salmonella

Persyaratan & Jenis Sampel : Faeces
Stabilitas Sampel : Sampel tidak perlu disimpan, jika pemeriksaan telah selesai dikerjakan dan hasil akhir telah divalidasi maka sampel dapat dibuang.
Persiapan Pasien : Selama 1-2 hari sebelum pemeriksaan feses , disarankan untuk tidak mengkonsumsi obat-obatan seperti antasida, antidiare, antiparasit, antibiotik, laksan, vitamin C, zat besi dan lain-lain
Hari Kerja :
Metode : Semua Method
Nilai Rujukan : Warna Faeces: -
Konsistensi Faeces: -
Lendir : -
Darah Faeces: -
Sisa Pencernaan: -
Leukosit Faeces: -
Eritrosit Faeces: -
Parasit: -
Telur Cacing: -
Jamur: -
Tempat Rujukan :
Catatan :

Urine Rutin

Deskripsi:

Pemeriksaan urin rutin meliputi pemeriksaan fisik, kimia, dan mikroskopis untuk mendeteksi dan/atau mengukur beberapa zat dalam urin seperti produk sampingan dari metabolisme yang normal dan abnormal, sel, fragmen sel, dan bakteri. Pemeriksaan urin rutin seringkali menjadi bagian dari pemeriksaan kesehatan berkala (medical check-up), dan direkomendasikan dokter ketika seseorang memiliki gejala seperti sakit perut, nyeri punggung, sering buang air kecil disertai rasa nyeri saat buang air kecil. Pemeriksaan urin rutin membutuhkan sampel berupa urin.

Manfaat Pemeriksaan:

Menyaring, membantu diagnosis, dan/atau memantau beberapa penyakit dan kondisi seperti kelainan ginjal/saluran kemih, gangguan infeksi saluran kemih (ISK), dan penyakit metabolik atau sistemik.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Urine

Stabilitas Sampel :

Sampel harus segera dikerjakan kurang dari 2 jam setelah penampungan dengan penyimpanan di tempat gelap untuk menghindari kerusakan bilirubin dan urobilinogen. Jika tidak segera dikerjakan simpan pada suhu 2-8°C stabil selama 8 jam dan biarkan kembali pada suhu kamar sebelum dilakukan pemeriksaan

Persiapan Pasien :

Tidak dalam kondisi menstruasi; informasikan kepada petugas laboratorium bila mengonsumsi obat atau suplemen tertentu; bila belum bisa berkemih, dianjurkan untuk menunggu dan tidak dianjurkan untuk minum.

Hari Kerja :
Metode :

Manual

Nilai Rujukan :

Urobilinogen : -
Bilirubin Urine: -
Berat Jenis: -
pH Urine: -
Leukosit Esterase: -
Nitrit: -
Albumin Urine: -
Glukosa Urine: -
Keton: -
Darah: -

Tempat Rujukan :
Catatan :

Cholesterol Total

Deskripsi:

Pemeriksaan kolesterol total merupakan pemeriksaan darah yang mengukur konsentrasi kolesterol total yang dibawa dalam darah oleh lipoprotein. Konsentrasi kolesterol yang tinggi dalam darah akan menyebabkan kolesterol menempel di dinding bagian dalam pembuluh darah arteri dan membentuk ateroma atau plak, sehingga pembuluh darah menyempit dan akhirnya menimbulkan serangan jantung jika menghambat pembuluh darah menuju jantung atau strokte jika menghambat pembuluh darah arteri yang menuju otak.

Manfaat Pemeriksaan:

Mendeteksi gangguan metabolisme lemak; menentukan faktor risiko penyakit jantung koroner; memantau efektivitas terapi penurun lipid.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :
  • 7 hari pada 15 – 25°C
  • 7 hari pada 2 – 8°C
  • 3 bulan pada (-15) – (-25)°C
Persiapan Pasien :

Puasa (tidak diperbolehkan makan dan minum, kecuali minum air putih) selama 12 jam sebelum pengambilan darah.
 

Hari Kerja :
Metode :

Homogeneous

Nilai Rujukan :

-

Tempat Rujukan :
Catatan :

Trigliserida

Deskripsi:

Pemeriksaan trigliserida merupakan pemeriksaan darah yang mengukur konsentrasi trigliserida di dalam darah. Trigliserida adalah salah satu jenis lemak yang ditemukan dalam darah. Saat kita makan, tubuh mengubah kalori  yang tidak digunakan dalam bentuk trigliserida yang kemudian disimpan dalam sel lemak. Trigliserida dilepaskan untuk menghasilkan energi saat tubuh membutuhkannya. Jika kalori yang dikonsumsi lebih banyak dibanding kalori yang digunakan (misalnya untuk beraktivitas), maka konsentrasi trigliserida akan meningkat. Peningkatan konsentrasi trigliserida dalam darah dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan menjadi tanda adanya sindrom metabolik.

Manfaat Pemeriksaan:

Menentukan faktor risiko penyakit jantung koroner; mendeteksi sindrom metabolik; memantau efektivitas terapi penurun lipid.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :
  • 7 hari pada 2 – 8°C
  • 3 bulan pada (-15) – (-25)°C
  • 1 tahun pada (-60) - (-80)°C
Persiapan Pasien :

Puasa (tidak diperbolehkan makan dan minum, kecuali minum air putih) selama 12 jam sebelum pengambilan darah.
 

Hari Kerja :
Metode :

GPO-PAP

Nilai Rujukan :

< 150 mg/dL

Tempat Rujukan :
Catatan :

GOT

Deskripsi:

Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase (GOT) atau Aspartate Aminotransferase (AST) merupakan suatu enzim yang banyak ditemukan dalam oragn jantung dan hati, serta sel otot lainnya. Ketika organ hati atau sel otot mengalami luka, AST akan dikeluarkan ke dalam aliran darah.

Manfaat Pemeriksaan:

Konsentrasi serum GOT yang meningkat dapat digunakan untuk mendeteksi keabnormalan fungsi hati seperti pada kondisi hepatitis dan sirosis, serta alkoholik kronis; sementara konsentrasi serum GOT akan menurun pada kondisi uremia dan defisiensi vitamin B6. Pemeriksaan serum GPT dan GOT digunakan untuk skrining hepatitis A, B, dan C yang harus dikonfirmasi lagi dengan pemeriksaan serologis hepatitis A,B, dan C.

Persyaratan & Jenis Sampel : Serum atau plasma
Stabilitas Sampel :
  • 4 hari pada 15 - 25°C
  • 7 hari pada 2 – 8°C
  • 3 bulan pada (-15) - (-25)°C
Persiapan Pasien : -
Hari Kerja :
Metode : IFCC, Modified IFCC
Nilai Rujukan : < 122 U/L
Tempat Rujukan :
Catatan :

GPT

Deskripsi:

Serum Glutamic Pyruvic Transaminase (GPT) atau Alanine Aminotransferase (ALT) merupakan suatu enzim yang banyak ditemukan dalam organ hati. Selain itu, dalam jumlah yang kecil juga ditemukan pada organ ginjal, jantung, dan sel otot. Pada kondisi normal, konsentrasi serum ALT dalam darah rendah. Namun, ketika terjadi kerusakan pada organ hati, ALT akan dilepaskan ke dalam aliran darah sebelum gejala kerusakan hati nampak seperti jaundice (mata dan kulit berwarna kuning). ALT lebih spesifik dari AST dalam mendeteksi adanya kerusakan hati. Jumlah sel hati yang mati tidak berkaitan dengan peningkatan konsentrasi serum ALT sehingga pada kerusakan hati yang parah, konsentrasi serum ALT bisa saja normal atau menurun.

Manfaat Pemeriksaan:

Konsentrasi serum GPT meningkat pada kondisi hepatitis B dan C kronik, steatosis dan NASH, hepatik fibrosis, sirosis, autoimun hepatitis, hemochromatosis, Wilson disease, defisiensi alpha-trypsin 1, serta penyalahgunaan alkohol dan obat. Pemeriksaan serum GPT dan GOT digunakan untuk skrining hepatitis A, B, dan C yang harus dikonfirmasi lagi dengan pemeriksaan serologis hepatitis A,B, dan C.

Persyaratan & Jenis Sampel : Serum atau plasma
Stabilitas Sampel :
  • 3 hari pada 15 – 25°C
  • 7 hari pada 2 – 8°C
  • 7 hari pada -20°C
Persiapan Pasien : -
Hari Kerja :
Metode : IFCC, Modified IFCC
Nilai Rujukan : < 31 U/L
Tempat Rujukan :
Catatan :

Kreatinin

Deskripsi:

Kreatinin merupakan produk sampah dari pemecahan sel-sel otot selama beraktivitas. Ginjal yang sehat akan membuang kreatinin dari sirkulasi melalui urine. Kerusakan ginjal akan menyebabkan peningkatan kreatinin dalam darah. Namun peningkatan kreatinin dalam darah belum tentu menunjukkan adanya kerusakan ginjal karena kreatinin tinggi dapat dipengaruhi oleh massa otot, makanan, ras, jenis kelamin, usia dan obat-obatan yang mempengaruhi sekresi kreatinin. Penggunaan kreatinin serum untuk deteksi dini penurunan fungsi ginjal kurang tepat karena  serum kreatinin baru menunjukkan abnormalitas setelah fungsi ginjal turun lebih dari 50%. Pernefri (Perhimpunan Nefrologi Indonesia) menyarankan untuk setiap pemeriksaan kreatinin serrum agar disertai hasil perhitungan perkiraan laju filtrasi glomerulus (eLFG). Rumus eLFG ini menyertakan hasil pemeriksaan serum kreatinin dalam perhitungannya. Rumus yang digunakan oleh Prodia adalah rumus MDRD yang sudah disesuaikan dengan kreatinin yang tertelusur terhadap IDMS yaitu :
eLFG=175x(standardized Scr)-1.154x(age)-0.203x(0.742 if female)x(1.210 if African American).
Estimasi LFG berguna untuk mengetahui fungsi ginjal seseorang , apabila LFG ,60 mL/min/1.72 m2 menetap lebih dari 3 bulan maka seseorang dikataka mengalami penyakit ginjal kronik. (Informasi detil tentang eLFG dapat dibaca pada buku kumpulan FAQ bab FAQ e-LFG).

Manfaat Pemeriksaan:

Pemeriksaan ini untuk mengukur konsentrasi kreatinin dalam darah

Persyaratan & Jenis Sampel : Serum atau plasma
Stabilitas Sampel :
  • 7 hari pada 15 - 25°C
  • 7 hari pada 2 - 8°C
  • 3 bulan pada (-15) - (-25)°C
Persiapan Pasien : Tidak ada persiapan khusus, jika pasien mengkonsumsi antibiotik, maka catat jenis antibiotik yang digunakan pada patient note/internal note
Hari Kerja :
Metode : Jaffe rate - blanko dengan kompensasi, Enzimatik
Nilai Rujukan : Kreatinin Klirens: < 1,20 mg/dL
Rasio Albumin/Kreatinin Urine Sewaktu: < 1,20 mg/dL
Rasio Amylase Pancreatik / Kreatinin Urine Sewaktu: < 1,20 mg/dL
Kreatinin (Urine): < 1,20 mg/dL
Kreatinin (Urine 24 Jam): < 1,20 mg/dL
Tempat Rujukan :
Catatan :

Glukosa 2 Jam PP

Deskripsi:

Pemeriksaan ini ditujukan untuk diagnosis DM. Pengambilan spesimen dilakukan 2 jam setelah pembebanan glukosa setara dengan 75 gram glukosa. Berdasarkan konsensus Pengelolaan dan Pencegahan DM 2006, berikut kriteria pengendalian DM berdasarkan level glukosa darah 2 jam :

  • Baik : 80-144 mg/dL
  • Sedang : 145-179 mg/dL
  • Buruk : ≥180 mg/dL

Manfaat Pemeriksaan:

-

Persyaratan & Jenis Sampel : Serum atau plasma
Stabilitas Sampel :

Plasma:

  • 8 jam pada suhu 15-25°C
  • 3 hari pada suhu 2-8°C

Plasma Fluorida :

  • 24 jam pada suhu 15-25°C

 

Persiapan Pasien : Puasa 2 jam setelah makan
Hari Kerja :
Metode : Heksokinase, GOD-PAP
Nilai Rujukan : < 140 mg/dL
Tempat Rujukan :
Catatan :

Glukosa Puasa

Deskripsi:

Pemeriksaan glukosa darah berguna untuk mengukur jumlah glukosa dalam darah saat sampel diperiksa. Glukosa darah digunakan untuk mendeteksi hiperglikemik maupun hipoglikemik untuk membantu menegakkan diagnosis diabetes dan memantau kadar glukosa pada penyandang diabetes. Glukosa puasa diukur saat keadaan puasa (± 8-10 jam). Berdasarkan konsensus Pengelolaan dan Pencegahan DM 2006, berikut kriteria pengendalian DM berdasarkan level glukosa puasa : Baik (80-100 mg/dL), Sedang (100-125 mg/dL), Buruk (≥126 mg/dL). Glukosa puasa juga dapat menegakkan kriteria prediabetes bila memiliki kadar glukosa puasa 100-125 mg/dL (5,6-6,9 mmol/L).
Beberapa penyebab konsentrasi gula yang tinggi selain diabetes antara lain: spesimen tidak puasa, infus intravena glukosa yang baru dilakukan, kondisi stress, cushing disease, akromegali, pheochromocytoma, glukagonoma, penyakit hati yang parah, pankreatitis, dan obat-obat tertentu seperti diuretik, glukortikoid, β-blocker, asam nikotinat, obat yang mengandung estrogen, dll).

Manfaat Pemeriksaan:

Pemeriksaan glukosa puasa dapat digunakan untuk skrining, diagnosis DM. Penentuan konsentrasi glukosa puasa juga dapat digunakan dalam diagnosis dan penanganan beberapa gangguan metabolik tertentu seperti asidosis, ketosis, dehidrasi, dan koma.

Persyaratan & Jenis Sampel : -
Stabilitas Sampel : -
Persiapan Pasien : -
Hari Kerja :
Metode : -
Nilai Rujukan : -
Tempat Rujukan :
Catatan :

HBsAg

Deskripsi:

HBsAg adalah penanda awal infeksi Hepatitis B. Bila HBsAg menetap dalam darah > 6 bulan, berarti telah terjadi infeksi kronis.

Manfaat Pemeriksaan:

Mendeteksi dan mendiagnosis infeksi HBV; uji skrining donor darah dan pra vaksinasi; dan memantau viral clearance.

Persyaratan & Jenis Sampel : Serum atau plasma
Stabilitas Sampel :
  • Suhu ruang  : 24 jam
  • 2 - 8°C        :  6 hari
  • ≤ (-20)°C    :  > 6 hari (maksimal penyimpanan 1 bulan)2
Persiapan Pasien : -
Hari Kerja :
Metode : CMIA
Nilai Rujukan : Non Reaktif -
Tempat Rujukan :
Catatan :