PANEL PEMERIKSAAN

Panel Demam

Hematologi Lengkap

Deskripsi:

Hematologi lengkap meliputi pemeriksaan hematologi rutin (Complete Blood Count/CBC), laju endap darah (LED), dan hitung jenis leukosit.

Manfaat Pemeriksaan:

Penunjang diagnosa pada berbagai penyakit.

Persyaratan & Jenis Sampel : -
Stabilitas Sampel : -
Persiapan Pasien : -
Hari Kerja :
Metode : -
Nilai Rujukan : -
Tempat Rujukan :
Catatan :

Urine Rutin

Deskripsi:

Pemeriksaan urin rutin meliputi pemeriksaan fisik, kimia, dan mikroskopis untuk mendeteksi dan/atau mengukur beberapa zat dalam urin seperti produk sampingan dari metabolisme yang normal dan abnormal, sel, fragmen sel, dan bakteri. Pemeriksaan urin rutin seringkali menjadi bagian dari pemeriksaan kesehatan berkala (medical check-up), dan direkomendasikan dokter ketika seseorang memiliki gejala seperti sakit perut, nyeri punggung, sering buang air kecil disertai rasa nyeri saat buang air kecil. Pemeriksaan urin rutin membutuhkan sampel berupa urin.

Manfaat Pemeriksaan:

Menyaring, membantu diagnosis, dan/atau memantau beberapa penyakit dan kondisi seperti kelainan ginjal/saluran kemih, gangguan infeksi saluran kemih (ISK), dan penyakit metabolik atau sistemik.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Urine

Stabilitas Sampel :

Sampel harus segera dikerjakan kurang dari 2 jam setelah penampungan dengan penyimpanan di tempat gelap untuk menghindari kerusakan bilirubin dan urobilinogen. Jika tidak segera dikerjakan simpan pada suhu 2-8°C stabil selama 8 jam dan biarkan kembali pada suhu kamar sebelum dilakukan pemeriksaan

Persiapan Pasien :

Tidak dalam kondisi menstruasi; informasikan kepada petugas laboratorium bila mengonsumsi obat atau suplemen tertentu; bila belum bisa berkemih, dianjurkan untuk menunggu dan tidak dianjurkan untuk minum.

Hari Kerja :
Metode :

Manual

Nilai Rujukan :

Urobilinogen : -
Bilirubin Urine: -
Berat Jenis: -
pH Urine: -
Leukosit Esterase: -
Nitrit: -
Albumin Urine: -
Glukosa Urine: -
Keton: -
Darah: -

Tempat Rujukan :
Catatan :

Malaria (mikroskopik)

Deskripsi:

Beberap tetes darah dibuat Sediaan darah tebal dan apus, diwarnai dengan Giemsa, kemudian dilihat dibawah mikroskop, maka dapat digunakan untuk menentukan ada tidaknya parasit malaria dan identifikasi jenisnya

Manfaat Pemeriksaan:

Untuk mendiagnosa malaria, gangguan parasitik pada darah, menilai penyakit demam yang belum diketahui penyebabnya.

Persyaratan & Jenis Sampel : Darah
Stabilitas Sampel : Segera dikerjakan
Persiapan Pasien : Sampel darah yang diambil dapat berasal dari darah kapiler langsung atau dari darah vena dengan antikoagulan EDTA.
Catat kondisi pasien pada internal note (Sispro) atau FPP (Prili)
Hari Kerja :
Metode : Mikroskopis
Nilai Rujukan : Tidak ditemukan
Tempat Rujukan :
Catatan :

Anti-Salmonella typhi IgM

Deskripsi:

Demam tifoid terjadi karena infeksi oleh bakteri Salmonella typhi, terutama menyerang bagian saluran pencernaan. Penularannya dapat terjadi melalui kontak antar manusia atau jika makanan dan minuman yang dikonsumsi terkontaminasi bakteri Salmonella typhi karena penanganan yang tidak bersih. Jarak waktu seseorang terinfeksi demam tifoid dan permulaan sakit (masa inkubasi) umumnya berkisar antara 8-14 hari.

Pemeriksaan Anti-Salmonella typhi IgM mendeteksi antibodi IgM terhadap Salmonella typhi yang muncul setelah 3-4 hari terjadinya demam. Pemeriksaan Anti-Salmonella thypi IgM membutuhkan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Manfaat Pemeriksaan:

Mendeteksi penyebab demam akibat infeksi bakteri Salmonella typhi.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :
  • 7 hari pada suhu : 2 - 8°C
  • 1 bulan : ≤ -18°C
Persiapan Pasien :

Tidak terdapat persiapan pemeriksaan yang dibutuhkan, namun petugas laboratorium akan menanyakan riwayat demam yang dialami (demam hari ke berapa ?).
 

Hari Kerja :
Metode :

Inhibition-Magnetic Binding Immunoassay (IMBI)

Nilai Rujukan :

Negatif -

Tempat Rujukan :
Catatan :

Kultur Gal

Deskripsi:

Kultur Gal merupakan diagnosis definitif penyakit tifus dengan isolasi bakteri Salmonella typhi dari spesimen yang berasal dari darah penderita. Pengambilan spesimen darah sebaiknya dilakukan pada minggu pertama timbulnya penyakit, karena kemungkinan untuk positif mencapai 80-90%, khususnya pada pasien yang belum mendapat terapi antibiotik. Pada minggu ke-3 kemungkinan untuk positif menjadi 20-25% dan minggu ke-4 hanya 10-15%.

Manfaat Pemeriksaan:

Mendeteksi penyakit tifus atau demam tifoid.

Persyaratan & Jenis Sampel : -
Stabilitas Sampel : -
Persiapan Pasien : -
Hari Kerja :
Metode : -
Nilai Rujukan : -
Tempat Rujukan :
Catatan :

GOT

Deskripsi:

Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase (GOT) atau Aspartate Aminotransferase (AST) merupakan suatu enzim yang banyak ditemukan dalam oragn jantung dan hati, serta sel otot lainnya. Ketika organ hati atau sel otot mengalami luka, AST akan dikeluarkan ke dalam aliran darah.

Manfaat Pemeriksaan:

Konsentrasi serum GOT yang meningkat dapat digunakan untuk mendeteksi keabnormalan fungsi hati seperti pada kondisi hepatitis dan sirosis, serta alkoholik kronis; sementara konsentrasi serum GOT akan menurun pada kondisi uremia dan defisiensi vitamin B6. Pemeriksaan serum GPT dan GOT digunakan untuk skrining hepatitis A, B, dan C yang harus dikonfirmasi lagi dengan pemeriksaan serologis hepatitis A,B, dan C.

Persyaratan & Jenis Sampel : Serum atau plasma
Stabilitas Sampel :
  • 4 hari pada 15 - 25°C
  • 7 hari pada 2 – 8°C
  • 3 bulan pada (-15) - (-25)°C
Persiapan Pasien : -
Hari Kerja :
Metode : IFCC, Modified IFCC
Nilai Rujukan : < 122 U/L
Tempat Rujukan :
Catatan :

GPT

Deskripsi:

Serum Glutamic Pyruvic Transaminase (GPT) atau Alanine Aminotransferase (ALT) merupakan suatu enzim yang banyak ditemukan dalam organ hati. Selain itu, dalam jumlah yang kecil juga ditemukan pada organ ginjal, jantung, dan sel otot. Pada kondisi normal, konsentrasi serum ALT dalam darah rendah. Namun, ketika terjadi kerusakan pada organ hati, ALT akan dilepaskan ke dalam aliran darah sebelum gejala kerusakan hati nampak seperti jaundice (mata dan kulit berwarna kuning). ALT lebih spesifik dari AST dalam mendeteksi adanya kerusakan hati. Jumlah sel hati yang mati tidak berkaitan dengan peningkatan konsentrasi serum ALT sehingga pada kerusakan hati yang parah, konsentrasi serum ALT bisa saja normal atau menurun.

Manfaat Pemeriksaan:

Konsentrasi serum GPT meningkat pada kondisi hepatitis B dan C kronik, steatosis dan NASH, hepatik fibrosis, sirosis, autoimun hepatitis, hemochromatosis, Wilson disease, defisiensi alpha-trypsin 1, serta penyalahgunaan alkohol dan obat. Pemeriksaan serum GPT dan GOT digunakan untuk skrining hepatitis A, B, dan C yang harus dikonfirmasi lagi dengan pemeriksaan serologis hepatitis A,B, dan C.

Persyaratan & Jenis Sampel : Serum atau plasma
Stabilitas Sampel :
  • 3 hari pada 15 – 25°C
  • 7 hari pada 2 – 8°C
  • 7 hari pada -20°C
Persiapan Pasien : -
Hari Kerja :
Metode : IFCC, Modified IFCC
Nilai Rujukan : < 31 U/L
Tempat Rujukan :
Catatan :

Anti-Dengue IgG & IgM

Deskripsi:

Demam dengue merupakan penyakit yang disebabkan virus dengue yang masuk ke tubuh manusis melalui gigitan nyamuk Aedes yang terinfeksi, terutama Aedes aegypti. Demam dengue merupakan demam virus akut yang umumnya disertai sakit kepala; nyeri otot, sendi, atau tulang; ruam; gejala penurunan jumlah sel darah putih (leukopenia).

Pemeriksaan Anti-Dengue IgG dan IgM mendeteksi antibodi IgG dan IgM terhadap virus dengue dalam darah yang baru dapat terdeteksi setelah hari ketiga gejala demam muncul. Pemeriksaan Anti-Dengue IgG dan IgM membutuhkan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Manfaat Pemeriksaan:

Mendeteksi awal infeksi virus dengue yang dapat menyebabkan demam berdarah dengue dan dengue shock syndrome.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum

Stabilitas Sampel :
  • 2 hari pada 2 – 8°C
  • >2 hari pada -20°C atau lebih dingin
Persiapan Pasien :

Tidak terdapat persiapan pemeriksaan yang dibutuhkan, namun petugas laboratorium akan menanyakan riwayat demam yang dialami (demam hari ke berapa ?).
 

Hari Kerja :
Metode :

Immunochromatography

Nilai Rujukan :

Negatif -

Tempat Rujukan :
Catatan :

hs-CRP

Deskripsi:

C-Reactive Protein (CRP) adalah suatu protein yang dikeluarkan oleh hati serta dihasilkan dalam jumlah besar saat terjadi infeksi. Sebaliknya, pada peradangan yang terjadi dalam proses perkembangan aterosklerosis, peningkatan konsentrasi CRP jauh lebih kecil. Meskipun demikian, peningkatannya cukup bermakna bila dibandingkan dengan kondisi normal. Pemeriksaan high sensitivity CRP (hs-CRP) dapat digunakan untuk mendeteksi konsentrasi CRP yang sangat kecil tersebut.

Manfaat Pemeriksaan:

Menilai risiko terkena penyakit kardiovaskular.
 

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :
  • 4°C : <3 hari
  • -20°C : 6 bulan
Persiapan Pasien :

Tidak ada persiapan pemeriksaan yang dibutuhkan.

Hari Kerja :
Metode :

Semua Method

Nilai Rujukan :

-

Tempat Rujukan :
Catatan :

Anti-Chikungunya IgM

Deskripsi:

Virus Chikungunya merupakan alphavirus yang ditularkan oleh nyamuk dan terkait dengan penyakit demam, disertai dengan gejala seperti arthralgia (nyeri sendi) parah, ruam, dan sakit kepala. Anti-Chikungunya IgM mendeteksi antibodi IgM terhadap virus Chikungunya, dan merupakan indikator yang dapat diandalkan karena dapat menunjukkan infeksi virus Chikungunya dalam waktu 3 bulan sebelumnya. Pemeriksaan Anti-Chikungunya IgM membutuhkan sampel berupa darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Manfaat Pemeriksaan:

Membedakan infeksi Chikungunya dari infeksi virus Dengue.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :
  • <2 minggu pada suhu 2 - 8°C
  • >2 minggu jika beku pada -20°C

 

Persiapan Pasien :

Tidak terdapat persiapan pemeriksaan yang dibutuhkan.

Hari Kerja :
Metode :

Immunochromatography

Nilai Rujukan :

Negatif -

Tempat Rujukan :
Catatan :