PANEL PEMERIKSAAN

Panel Demam

Manfaat Pemeriksaan:

Mengetahui penyebab demam apakah demam tifoid, demam dengue, malaria, infeksi hati, infeksi saluran kemih, chikungunya

Jenis Pemeriksaan

Anti-Chikungunya IgM

Deskripsi:

Virus Chikungunya merupakan alphavirus yang ditularkan oleh nyamuk dan terkait dengan penyakit demam, disertai dengan gejala seperti arthralgia (nyeri sendi) parah, ruam, dan sakit kepala. Anti-Chikungunya IgM mendeteksi antibodi IgM terhadap virus Chikungunya, dan merupakan indikator yang dapat diandalkan karena dapat menunjukkan infeksi virus Chikungunya dalam waktu 3 bulan sebelumnya. Pemeriksaan Anti-Chikungunya IgM membutuhkan sampel berupa darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Manfaat Pemeriksaan:

Membedakan infeksi Chikungunya dari infeksi virus Dengue.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stabilitas Sampel : * < 1 minggu pada suhu 2-8 C;
> 1 minggu pada suhu -20C
* < 1 minggu pada suhu 2-8 C;
> 1 minggu pada suhu -20C
Persiapan Pasien : Tidak ada persiapan
Hari Kerja :
Metode : Immunokromatografi
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

Anti-Chikungunya IgM

Deskripsi:

Virus Chikungunya merupakan alphavirus yang ditularkan oleh nyamuk dan terkait dengan penyakit demam, disertai dengan gejala seperti arthralgia (nyeri sendi) parah, ruam, dan sakit kepala. Anti-Chikungunya IgM mendeteksi antibodi IgM terhadap virus Chikungunya, dan merupakan indikator yang dapat diandalkan karena dapat menunjukkan infeksi virus Chikungunya dalam waktu 3 bulan sebelumnya. Pemeriksaan Anti-Chikungunya IgM membutuhkan sampel berupa darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Manfaat Pemeriksaan:

Membedakan infeksi Chikungunya dari infeksi virus Dengue.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stabilitas Sampel : * < 1 minggu pada suhu 2-8 C;
> 1 minggu pada suhu -20C
* < 1 minggu pada suhu 2-8 C;
> 1 minggu pada suhu -20C
Persiapan Pasien : Tidak ada persiapan
Hari Kerja :
Metode : Immunokromatografi
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

Anti-Dengue IgG & IgM

Deskripsi:

Demam dengue merupakan penyakit yang disebabkan virus dengue yang masuk ke tubuh manusis melalui gigitan nyamuk Aedes yang terinfeksi, terutama Aedes aegypti. Demam dengue merupakan demam virus akut yang umumnya disertai sakit kepala; nyeri otot, sendi, atau tulang; ruam; gejala penurunan jumlah sel darah putih (leukopenia). Pemeriksaan Anti-Dengue IgG dan IgM mendeteksi antibodi IgG dan IgM terhadap virus dengue dalam darah yang baru dapat terdeteksi setelah hari ketiga gejala demam muncul. Pemeriksaan Anti-Dengue IgG dan IgM membutuhkan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Manfaat Pemeriksaan:

Mendeteksi awal adanya infeksi virus dengue yang dapat menyebabkan demam berdarah dengue dan dengue shock syndrome.

Persyaratan & Jenis Sampel :
Stabilitas Sampel :
Persiapan Pasien : Tidak ada persiapan
Hari Kerja :
Metode :
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

Anti-Salmonella typhi IgM

Deskripsi:

Demam tifoid terjadi karena infeksi oleh bakteri Salmonella typhi, terutama menyerang bagian saluran pencernaan. Penularannya dapat terjadi melalui kontak antar manusia atau jika makanan dan minuman yang dikonsumsi terkontaminasi bakteri Salmonella typhi karena penanganan yang tidak bersih. Jarak waktu seseorang terinfeksi demam tifoid dan permulaan sakit (masa inkubasi) umumnya berkisar antara 8-14 hari. Pemeriksaan Anti-Salmonella typhi IgM mendeteksi antibodi IgM terhadap Salmonella typhi yang muncul setelah 3-4 hari terjadinya demam. Pemeriksaan Anti-Salmonella thypi IgM membutuhkan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan

Manfaat Pemeriksaan:

Mendeteksi penyebab demam akibat infeksi bakteri Salmonella typhi.

Persyaratan & Jenis Sampel : Serum
Stabilitas Sampel : * 2-8C : 7 hari
<= (-18)C : 1 bulan
Persiapan Pasien : Tidak ada persiapan
Hari Kerja :
Metode : IMBI
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

GOT

Deskripsi:

SGOT (Serum glutamic oxaloacetic transaminase) = AST (Aspartate aminotransferase) Aspartate aminotransferase (AST) ditemukan dalam konsentrasi tinggi di dalam hati, jantung, otot skelet dan ginjal. Obat yang dapat meningkatkan konsentrasi AST : Antihipertensi, agen kolinergik, antikoagulan tipe koumarin, digitalis, eritromisin, isoniazid, metildopa, kontrasepsi oral, opiat, salisilat, obat hepatotoksik,statin, dan verapamil

Manfaat Pemeriksaan:

Diagnosis dan pemantauan penyakit hati, terutama penyakit yang mengakibatkan kerusakan sel hati Serum AST seringkali dibandingkan dengan konsentrasi ALT. Rasion AST/ALT biasanya lebih dari 1 pada pasien dengan sirosis karena alkohol, liver congestion atau tumor metastase hati. Rasio <1 dapat ditemukan pada pasien hepatitis akut, hepatitis virus, atau infeksi mononukleosis. Rasio kurang akurat jika konsentrasi AST melebihi 10 kali dari nilai normal. Peningkatan sementara dapat terjadi pada pankreatitis akut, penyakit ginjal akut, muskuloskeletal, atau trauma.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stabilitas Sampel : * 24 jam pada suhu 20-25C (khusus c111 without p5p),
3 hari pada suhu 20-25C,
7 hari pada suhu 4-8C,
3 bulan pada suhu -15-(-25).
* 24 jam pada suhu 20-25C (khusus c111 without p5p),
3 hari pada suhu 20-25C,
7 hari pada suhu 4-8C,
3 bulan pada suhu -15-(-25).
Persiapan Pasien : tidak ada persiapan
Hari Kerja :
Metode : IFCC
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

GPT

Deskripsi:

SGPT (Serum pyruvic transaminase) = ALT (Alanine aminotransferase) Alanine aminotransferase (ALT) dihasilkan terutama oleh sel hati. ALT adalah enzim spesifik hati. Peningkatan ALT jarang ditemukan pada kondisi lain selain penyakit hati. Obat yang dapat meningkatkan konsentrasi ALT : Asetaminofen, allopurinol, asam aminosalisilat, ampisilin, azathioprine, carbamazepine, cephalosporin, chlordiazepoxide, chlorpropamide, clofibrate, cloxacillin, kodein, dicumarol, indometasin, isoniasid, methotrexate, metildopa, nafcilin, asam nalidiksat, nitrofurantoin, kontrasepsi oral, oxacillin, phenothiazine, fenilbutazone, fenitoin, prokainamid, propoxyphene, propranolol, kuinidin, salisilat, tetrasiklin dan verapamil

Manfaat Pemeriksaan:

Diagnosis dan pemantauan penyakit hati yang berkaitan dengan nekrosis hati Peningkatan konsentrasi ALT dapat ditemukan pada : - Hepatitis - Sirosis - Kolestasis - Tumor hati - Keracunan obat - Obstructive jaundice - Cedera otot - Miositis - Pankreatitis - Infark miokardium - Infeksi mononukleosis - Shock

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stabilitas Sampel : * 3 hari pada suhu 20-25C,
7 hari pada suhu 4-8C,
7 hari pada suhu -20C
* 3 hari pada suhu 20-25C,
7 hari pada suhu 4-8C,
7 hari pada suhu -20C
Persiapan Pasien : tidak ada persiapan
Hari Kerja :
Metode : IFCC
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

Hematologi Lengkap

Deskripsi:

Pemeriksaan hematologi lengkap terdiri dari: Hematologi rutin, LED dan hitung jenis leukosit (neutrofil, eosinofil, monosit, basofil, limfosit)

Manfaat Pemeriksaan:

Hematologi lengkap merupakan penilaian dasar komponen eritrosit, leukosit, trombosit. Manfaat pemeriksaan ini untuk evaluasi anemia, leukemia, infeksi bakteri, virus parasit dan kemungkinan alergi, polisitemia, kemungkinan kelainan perdarahan dan risiko inflamasi yang dilihat dari nilai LED

Persyaratan & Jenis Sampel :
Stabilitas Sampel :
Persiapan Pasien : tidak ada persiapan
Hari Kerja :
Metode :
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

hs-CRP

Deskripsi:

C-Reactive Protein (CRP) adalah suatu protein yang dikeluarkan oleh hati serta dihasilkan dalam jumlah besar saat terjadi infeksi. Sebaliknya, pada peradangan yang terjadi dalam proses perkembangan aterosklerosis, peningkatan konsentrasi CRP jauh lebih kecil. Meskipun demikian, peningkatannya cukup bermakna bila dibandingkan dengan kondisi normal. Tes CRP mengukur jumlah CRP dalam darah untuk mendeteksi peradangan karena kondisi akut atau untuk memantau tingkat keparahan penyakit dalam kondisi kronis. Pemeriksaan high sensitivity CRP (hs-CRP) dapat mendeteksi konsentrasi CRP yang sangat kecil.

Manfaat Pemeriksaan:

mengidentifikasi adanya peradangan dan memonitor respons terhadap pengobatan peradangan Pada kadar dibawah 10 ng/ml , CRP dapat digunakan untuk menilai risiko terkena penyakit kardiovaskular.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stabilitas Sampel : * Pada suhu 4ºC : <3 hari (6),
Pada suhu (-20)ºC : 6 bulan (6)
* Pada suhu 4ºC : <3 hari (6),
Pada suhu (-20)ºC : 6 bulan (6)
Persiapan Pasien : Tidak ada persiapan
Hari Kerja :
Metode : Imunoturbidimetri
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

hs-CRP

Deskripsi:

C-Reactive Protein (CRP) adalah suatu protein yang dikeluarkan oleh hati serta dihasilkan dalam jumlah besar saat terjadi infeksi. Sebaliknya, pada peradangan yang terjadi dalam proses perkembangan aterosklerosis, peningkatan konsentrasi CRP jauh lebih kecil. Meskipun demikian, peningkatannya cukup bermakna bila dibandingkan dengan kondisi normal. Tes CRP mengukur jumlah CRP dalam darah untuk mendeteksi peradangan karena kondisi akut atau untuk memantau tingkat keparahan penyakit dalam kondisi kronis. Pemeriksaan high sensitivity CRP (hs-CRP) dapat mendeteksi konsentrasi CRP yang sangat kecil.

Manfaat Pemeriksaan:

mengidentifikasi adanya peradangan dan memonitor respons terhadap pengobatan peradangan Pada kadar dibawah 10 ng/ml , CRP dapat digunakan untuk menilai risiko terkena penyakit kardiovaskular.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stabilitas Sampel : * Pada suhu 4ºC : <3 hari (6),
Pada suhu (-20)ºC : 6 bulan (6)
* Pada suhu 4ºC : <3 hari (6),
Pada suhu (-20)ºC : 6 bulan (6)
Persiapan Pasien : Tidak ada persiapan
Hari Kerja :
Metode : Imunoturbidimetri
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

Malaria (Mikroskopik)

Deskripsi:

Beberap tetes darah dibuat Sediaan darah tebal dan apus, diwarnai dengan Giemsa, kemudian dilihat dibawah mikroskop, maka dapat digunakan untuk menentukan ada tidaknya parasit malaria dan identifikasi jenisnya

Manfaat Pemeriksaan:

Digunakan untuk mendiagnosis malaria, gangguan parasit pada darah, menilai penyakit demam yang belum diketahui penyebabnya

Persyaratan & Jenis Sampel : Darah Kapiler, Preparat Malaria
Stabilitas Sampel : * Darah Kapiler Segar : Segera dikerjakan
* Segera dikerjakan
Persiapan Pasien : Tidak ada persiapan
Hari Kerja :
Metode : Mikroskopis
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

Urine Rutin

Deskripsi:

Pemeriksaan urin rutin meliputi pemeriksaan fisik, kimia, dan mikroskopis untuk mendeteksi dan/atau mengukur beberapa zat dalam urin seperti produk sampingan dari metabolisme yang normal dan abnormal, sel, fragmen sel, dan bakteri. Pemeriksaan urin rutin seringkali menjadi bagian dari pemeriksaan kesehatan berkala (medical check-up), dan direkomendasikan dokter ketika seseorang memiliki gejala seperti sakit perut, nyeri punggung, sering buang air kecil disertai rasa nyeri saat buang air kecil. Pemeriksaan urin rutin membutuhkan sampel berupa urin.

Manfaat Pemeriksaan:

Menyaring, membantu diagnosis, dan/atau memantau beberapa penyakit dan kondisi seperti kelainan ginjal/saluran kemih, gangguan infeksi saluran kemih (ISK), dan penyakit metabolik atau sistemik.

Persyaratan & Jenis Sampel :
Stabilitas Sampel :
Persiapan Pasien : Tidak dalam keadaan menstruasi
Hari Kerja :
Metode :
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

Kultur Gall

Deskripsi:

Kultur Gal merupakan diagnosis definitif penyakit tifus dengan isolasi bakteri Salmonella typhi dari spesimen yang berasal dari darah penderita.

Manfaat Pemeriksaan:

Pengambilan spesimen darah sebaiknya dilakukan pada minggu pertama timbulnya penyakit, karena kemungkinan untuk positif mencapai 80-90%, khususnya pada pasien yang belum mendapat terapi antibiotik. Pada minggu ke-3 kemungkinan untuk positif menjadi 20-25% dan minggu ke-4 hanya 10-15%.

Persyaratan & Jenis Sampel :
Stabilitas Sampel :
Persiapan Pasien : Tidak ada persiapan
Hari Kerja :
Metode :
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :