PANEL PEMERIKSAAN

Panel Demensia Pada Usia Lanjut (Usila)

Manfaat Pemeriksaan:

Mengelola pasien usila dalam kondisi demensia, agar perkembangan penyakit dapat dihambat. Sebagian besar pemeriksaan dalam panel ini juga dapat memperkirakan risiko penyakit kardiovaskular/jantung. Panel ini sebaiknya diperiksa pada individu berusia > 55 tahun dan telah didiagnosis secara klinis mengalami demensia (meski masih dalam tahap paling ringan sekalipun).

Jenis Pemeriksaan

Cholesterol Total

Deskripsi:

Pemeriksaan kolesterol total merupakan pemeriksaan darah yang mengukur konsentrasi kolesterol total yang dibawa dalam darah oleh lipoprotein. Konsentrasi kolesterol yang tinggi dalam darah akan menyebabkan kolesterol menempel di dinding bagian dalam pembuluh darah arteri dan membentuk ateroma atau plak, sehingga pembuluh darah menyempit dan akhirnya menimbulkan serangan jantung jika menghambat pembuluh darah menuju jantung atau strokte jika menghambat pembuluh darah arteri yang menuju otak.

Manfaat Pemeriksaan:

Mendeteksi gangguan metabolisme lemak; menentukan faktor risiko penyakit jantung koroner; memantau efektivitas terapi penurun lipid.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :
  • 7 hari pada 15 – 25°C
  • 7 hari pada 2 – 8°C
  • 3 bulan pada (-15) – (-25)°C
Persiapan Pasien :

Puasa (tidak diperbolehkan makan dan minum, kecuali minum air putih) selama 12 jam sebelum pengambilan darah.
 

Hari Kerja :
Metode :

Homogeneous

Nilai Rujukan :

-

Tempat Rujukan :
Catatan :

Cholesterol LDL Direk

Deskripsi:

Pemeriksaan kolesterol LDL direk merupakan pemeriksaan darah yang megukur konsentrasi kolesterol LDL dalam darah menggunakan metode langsung (direk). Low density lipoprotein (LDL) seringkali disebut "kolesterol jahat" karena dapat menempel di dinding pembuluh darah dan mempersempit rongga pembuluh darah. Mengonsumsi makanan kaya lemak jenuh berlebihan dapat meningkatkan konsentrasi LDL. Konsentrasi LDL yang tinggi meningkatkan risiko individu terhadap kejadian penyakit jantung.

Manfaat Pemeriksaan:

Menilai profil lemak dan menentukan risiko penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah); memantau efektivitas terapi penurun lipid.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :

 

7 hari pada 2 – 8°C
3 bulan pada (-20)°C

 

Persiapan Pasien :

Puasa (tidak diperbolehkan makan dan minum, kecuali minum air putih) selama 12 jam sebelum pengambilan darah.

Hari Kerja :
Metode :

Homogeneous

Nilai Rujukan :

< 100 mg/dL

Tempat Rujukan :
Catatan :

Cholesterol HDL

Deskripsi:

Pemeriksaan kolesterol HDL merupakan pemeriksaan darah yang mengukur konsentrasi kolesterol HDL dalam darah. High density lipoprotein (HDL) seringkali disebut sebagai "kolesterol baik" karena bertugas untuk membawa kelebihan kolesterol yang tertinggal di pembuluh darah lalu membawanya ke hati untuk diproses lebih lanjut. Konsentrasi HDL yang tinggi dipercaya dapat melindungi individu terhadap kejadian penyakit jantung.

Manfaat Pemeriksaan:

Menilai profil lemak dan menentukan risiko penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah).

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :

7 hari pada 2 - 8°C
3 bulan pada (-20)°C

Persiapan Pasien :

Puasa (tidak diperbolehkan makan dan minum, kecuali minum air putih) selama 12 jam sebelum pengambilan darah.

Hari Kerja :
Metode :

Homogeneous

Nilai Rujukan :

>=40 mg/dL

Tempat Rujukan :
Catatan :

Trigliserida

Deskripsi:

Pemeriksaan trigliserida merupakan pemeriksaan darah yang mengukur konsentrasi trigliserida di dalam darah. Trigliserida adalah salah satu jenis lemak yang ditemukan dalam darah. Saat kita makan, tubuh mengubah kalori  yang tidak digunakan dalam bentuk trigliserida yang kemudian disimpan dalam sel lemak. Trigliserida dilepaskan untuk menghasilkan energi saat tubuh membutuhkannya. Jika kalori yang dikonsumsi lebih banyak dibanding kalori yang digunakan (misalnya untuk beraktivitas), maka konsentrasi trigliserida akan meningkat. Peningkatan konsentrasi trigliserida dalam darah dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan menjadi tanda adanya sindrom metabolik.

Manfaat Pemeriksaan:

Menentukan faktor risiko penyakit jantung koroner; mendeteksi sindrom metabolik; memantau efektivitas terapi penurun lipid.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :
  • 7 hari pada 2 – 8°C
  • 3 bulan pada (-15) – (-25)°C
  • 1 tahun pada (-60) - (-80)°C
Persiapan Pasien :

Puasa (tidak diperbolehkan makan dan minum, kecuali minum air putih) selama 12 jam sebelum pengambilan darah.
 

Hari Kerja :
Metode :

GPO-PAP

Nilai Rujukan :

< 150 mg/dL

Tempat Rujukan :
Catatan :

Apo B

Deskripsi:

Apolipoprotein B (apo B) merupakan apoprotein yang terdapat dalam molekul-molekul lipoprotein yang potensial menyebabkan terjadinya penyakit jantung koroner (PJK), seperti very low density lipoprotein (VLDL), intermediate density lipoprotein (IDL), dan low density lipoprotein (LDL). Lebih dari 90% konsentrasi serum apo B berasal dari molekul LDL, dan satu molekul LDL hanya mengandung satu molekul apo B. Dengan demikian, penentuan konsentrasi apo B dalam darah dapat mencerminkan jumlah partikel LDL yang terdapat dalam darah.

Pemeriksaan apo B mengukur konsentrasi apo B dalam darah yang dianjurkan bagi seseorang yang memiliki riwayat kesehatan atau keluarga terkena PJK dan/atau kadar kolesterol dan trigliserida tinggi; secara berkala bagi seseorang yang sedang mendapatkan pengobatan kolesterol tinggi; bagi seseorang yang diduga mengalami defisiensi apo B yang diturunkan. Pemeriksaan apo B membutuhkan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Manfaat Pemeriksaan:

Menentukan risiko penyakit jantung koroner (PJK); memantau dan menilai keberhasilan terapi obat penurun kolesterol tinggi (untuk golongan obat statin); membantu diagnosis abetalipoproteinemia, hipobetalipoproteinemia dan hiperbetalipoproteinemia.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :

2 – 10°C disimpan selama 2 minggu

Pastikan pembentukan clot sudah sempurna sebelum dilakukan sentrifugasi.
Spesimen yang disimpan harus diperiksa ada/tidaknya partikulat. Jika terdapat partikulat, maka homogenkan dan sentrifugasi spesimen untuk memisahkan partikulat sebelum pemeriksaan dilakukan.

Persiapan Pasien :

Puasa (tidak diperbolehkan makan dan minum, kecuali air putih) selama 12 jam sebelum pengambilan darah.

Hari Kerja :
Metode :

Imunoturbidimetri

Nilai Rujukan :

66 - 101 mg/dL

Tempat Rujukan :
Catatan :

Lp (a)

Deskripsi:

Lp(a) atau lipoprotein a merupakan pemeriksaan untuk mengetahui konsentrasi Lp(a) di dalam darah. Lp(a) adalah suatu lipoprotein unik yang muncul sebagai faktor risiko independent untuk perkembangan penyakit vaskular. Konsentrasi Lp(a) sangat bervariasi dan di bawah kontrol genetik yang kuat , terutama oleh gen apo (a). Hasil pemeriksaan ini sebaiknya diberikan bersama dengan informasi etnis, jenis kelamin, dan nilai referensi masing-masing populasi.

Manfaat Pemeriksaan:

Tidak direkomendasikan sebagai uji skrining umum, melainkan diperuntukkan bagi pasien dengan riwayat penyakit jantung koroner (PJK), stroke, atau peningkatan konsentrasi lipid.

Persyaratan & Jenis Sampel : Serum
Stabilitas Sampel :
  • 2 – 10°C : < 2 minggu
  • -20°C  : > 2 minggu
Persiapan Pasien : -
Hari Kerja :
Metode : Imunoturbidimetri
Nilai Rujukan : < 20 mg/dL
Tempat Rujukan :
Catatan :

hs-CRP

Deskripsi:

C-Reactive Protein (CRP) adalah suatu protein yang dikeluarkan oleh hati serta dihasilkan dalam jumlah besar saat terjadi infeksi. Sebaliknya, pada peradangan yang terjadi dalam proses perkembangan aterosklerosis, peningkatan konsentrasi CRP jauh lebih kecil. Meskipun demikian, peningkatannya cukup bermakna bila dibandingkan dengan kondisi normal. Pemeriksaan high sensitivity CRP (hs-CRP) dapat digunakan untuk mendeteksi konsentrasi CRP yang sangat kecil tersebut.

Manfaat Pemeriksaan:

Menilai risiko terkena penyakit kardiovaskular.
 

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :
  • 4°C : <3 hari
  • -20°C : 6 bulan
Persiapan Pasien :

Tidak ada persiapan pemeriksaan yang dibutuhkan.

Hari Kerja :
Metode :

Semua Method

Nilai Rujukan :

-

Tempat Rujukan :
Catatan :

Homocysteine

Deskripsi:

Homosistein adalah asam amino (bagian terkecil dari protein) yang merupakan produk antara dalam siklus metionin menjadi sistein. Proses perubahan bentuk homosistein menjadi sistein melibatkan vitamin B6, sementara homosistein dapat diubah kembali menjadi metionin dengan melibatkan vitamin B12 dan asam folat. Peningkatan konsentrasi homosistein dapat mengakibatkan peradangan kronis pada pembuluh darah yang memicu terbentuknya plak aterosklerosis hingga menyebabkan penyumbatan aliran darah vena.

Manfaat Pemeriksaan:

Mendeteksi adanya gangguan/kelainan genetik pada gen MTHFR (Methylenetetrahydrofolate Reductase), defisiensi asam folat atau vitamin B6 dan vitamin B12, penyakit ginjal, dan hipotiroidisme; menentukan risiko kardiovaskular (penyakit jantung koroner dan stroke) dan pre-eklampsia pada kehamilan, serta perkembangan kondisi pikun/demensia dan penyakit Alzheimer.

Persyaratan & Jenis Sampel : Serum atau plasma
Stabilitas Sampel :
  • 2 - 8° C : 48 jam
  • < -20° C : >13 minggu
Persiapan Pasien : Pasien puasa 10 – 12 jam
Hari Kerja :
Metode : Chemiluminescent
Nilai Rujukan : 5 - 15 µmol/L
Tempat Rujukan :
Catatan :

NT-proBNP

Deskripsi:

Jika NT-proBNP < 300 pg/mL menyingkirkan kemungkinanan kondisi akut, Jika NT-proBNP < 125 pg/mL menyingkirkan kemungkinanan kondisi akut maupun kronis

Manfaat Pemeriksaan:

-

Persyaratan & Jenis Sampel : Serum atau plasma
Stabilitas Sampel :
  • 20 - 25°C : 3 hari
  • 2 - 8°C : 6 hari
  • -20°C : 24 bulan
Persiapan Pasien : -
Hari Kerja :
Metode : ECLIA
Nilai Rujukan : pg/mL
Tempat Rujukan :
Catatan :

Waktu Protrombin

Deskripsi:

-

Manfaat Pemeriksaan:

Pemeriksaan untuk evaluasi sistem koagulasi ekstrinsik, membantu skrining defisiensi kongenital faktor II, V, VII, X; defisiensi prothrombin, disfibrinogenemia, afibrinogenemia (complete); efek heparin, kumarin atau efek warfarin, kerusakan hati; Dissemianated Intravascular Coagulastion (DIC) dan uji saring untuk defisiensi vitamin K.

Persyaratan & Jenis Sampel : Darah
Stabilitas Sampel :
  • 4 jam pada 18 - 25oC
  • dibekukan –20°C stabil 2 Minggu
Jangan menyimpan plasma pada suhu 2 - 8OC karena pada rentang  suhu sekian  faktor VII mungkin diaktifkan oleh sistem kallikrein. Untuk sampel plasma yang dibekukan pengiriman ke tempat rujukan harus dipacking khusus dengan dry ice
Persiapan Pasien :

Sampel yang digunakan dapat berasal dari darah vena dengan antikoagulan Na-sitrat atau dengan menggunakan Plasma sitrat rendah trombosit

Tidak ada persiapan pasien tertentu diperlukan.
Minta informasi apakah pasien mengkonsumsi obat-obatan  terutamaobat-obatan pengencer darah. Catat informasi ini pada kolom NOTE pada CONDITION pada menu REGISTRATION Program SISPro

Hari Kerja :
Metode : Foto Optikal
Nilai Rujukan : -
Tempat Rujukan :
Catatan :

APTT

Deskripsi:

-

Manfaat Pemeriksaan:

Evaluasi sistem koagulasi intrinsik; pemantauan terapi heparin; membantu skrining hemofilia A dan B klasik; defisiensi kongenital faktor II, V, VIII, IX, X, XI, dan XII; disfibrinogenemia; disseminated intravascular coagulation (DIC); liver failure; hipofibrinogenemia kongenital; defisiensi vitamin K; defisiensi fitzgearald factor kongenital; defisiensi prekallikrein (Fletcher factor) kongenital. Spesimen diperoleh kurang dari 3 jam setelah pemberian dosis heparin

Persyaratan & Jenis Sampel : Darah
Stabilitas Sampel :
  • 4 jam pada 18 - 250C
  • Dibekukan -200C stabil 2 minggu
Tidak direkomendasikan menyimpan sampel plasma pada suhu 2 - 80C karena kondisi dingin dapat menurunkan aktivitas faktor VII sehingga mempengaruhi hasil APTT. Untuk sampel plasma yang dibekukan pengiriman ke tempat rujukan harus dipacking khusus dengan dry ice
Persiapan Pasien :

Sampel yang digunakan dapat berasal dari darah vena dengan antikoagulan Na-sitrat atau dengan menggunakan Plasma sitrat rendah trombosit

Tidak ada persiapan
pasien tertentu diperlukan.

Namun, karena lipemik dapat mengganggu pada pengukuran dengan metode foto-elektrik maka sangat dianjurkan tidak mengambil darah pada pasien yang baru selesai makan. Pada pasien yang menerima suntikan heparin intermiten,  darah untuk
analisa APTT  harus diperoleh satu jam sebelum dosis heparin berikutnya dijadwalkan. Spesimen tidak boleh diambil dari lengan yang terpasang kateter berheparin atau heparin lock.

Minta informasi apakah pasien mengkonsumsi obat-obatan  terutamaobat-obatan pengencer darah. Catat informasi ini pada kolom NOTE pada CONDITION pada menu REGISTRATION Program SISPro

Hari Kerja :
Metode : Mekanik
Nilai Rujukan : -
Tempat Rujukan :
Catatan :

Fibrinogen

Deskripsi:

-

Manfaat Pemeriksaan:

Identifikasi afibrinogenemia congenital, Disseminated Intravaskular Coagulation (DIC) dan aktivitas fibrinolitik.

Persyaratan & Jenis Sampel : Darah
Stabilitas Sampel :
  • 4 jam pada 18-25oC
  • dibekukan –20°C stabil 2 minggu

Tidak direkomendasikan menyimpan sampel plasma pada suhu 2 - 8 oC karena kondisi dingin dapat menurunkan aktivitas faktor VIII. Untuk sampel plasma yang dibekukan pengiriman ke tempat rujukan harus dipacking  khusus dengan dry ice.

Persiapan Pasien : Sampel yang digunakan dapat berasal dari darah vena dengan antikoagulan Na-sitrat atau dengan menggunakan Plasma sitrat rendah trombosit

Tidak ada persiapan
pasien tertentu diperlukan. Minta informasi apakah pasien mengkonsumsi obat-obatan  terutamaobat-obatan pengencer darah. Catat informasi ini pada kolom NOTE pada CONDITION pada menu REGISTRATION Program SISPro
Hari Kerja :
Metode : Foto Optikal
Nilai Rujukan : -
Tempat Rujukan :
Catatan :

D-Dimer

Deskripsi:

Pemeriksaan untuk membantu diagnosis DVT, emboli paru, dan DIC karena pada keadaan tersebut terjadi aktivasi koagulasi. Namun peningkatan kadar D-Dimer tidak spesifik untuk trombosis, karena kadar D-Dimer yang tinggi juga bisa dijumpai pada berbagai keadaan lain seperti : kanker, peradangan/infeksi berat trauma luas, paska operasi, pendarahan baru, stroke, infark miokard, payah jantung, penyakit hati, gagal ginjal, kehamilan, usia lanjut. Oleh karena spesifitasnya yang rendah, maka untuk diagnosis DVT dan emboli paru, pemeriksaan D-Dimer lebih bermakna untuk menyingkirkan diagnosis dibandingkan untuk diagnosis. Artinya pada kasus dugaan DVT atau emboli paru, hasil D-Dimer normal atau negatif dapat menyingkirkan diagnosis.

Manfaat Pemeriksaan:

-

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma
Stabilitas Sampel :
  • 3 hari pada suhu 2 – 8°C
  • 6 bulan pada -25 ± 6 °C (cairkan pada suhu 37°C sebelum diperiksa)
Persiapan Pasien : -
Hari Kerja :
Metode : ELFA
Nilai Rujukan : -
Tempat Rujukan :
Catatan :

Agregasi Trombosit

Deskripsi:

Pemeriksaan untuk evaluasi fungsi platelet; membantu menegakkan diagnosis gangguan hemostasis karena efek fungsi trombosit, baik yang bersifat kongenital maupun akuisita, memantau terapi anti trombosis, memantau secara berkala penderita dengan resiko trombosis, seperti DM dan obesitas, membantu diagnosis penyakit Von Wilbrand's, penyakit Glanzmann's, sindrom Bernard-Soulier, sindrom gray platelet dan fenomena Raynaud's. Agregasi platelet memegang peranan penting dalam patogenesis trombosit akut pada Penyakit Jantung Koroner (PJK), stroke, dan penyakit arteri perifer.

Manfaat Pemeriksaan:

-

Persyaratan & Jenis Sampel : Darah
Stabilitas Sampel : < 3 jam Suhu kamar (15 - 30°C) setelah pengambilan spesimen.
Persiapan Pasien :
  • Pasien sebaiknya puasa minimal 8 jam sebelum diambil darah
  • Pasien harus bebas dari konsumsi segala jenis obat-obatan yang dapat mempengaruhi fungsi trombosit sekurang - kurangnya 10 harisebelum tes, kecuali atas permintaan dokter.

Contoh obat-obatan yang mempengaruhi fungsi trombosit :

  1. Inhibitors : Aspirin, obat-obatan yang mengandung acetylsalicylic acid, Nonsteroidal antiinflammatory drugs (NSAIDs : ibuprofen, Indomethacin, naproxen, mefenamic acid), Celecoxib
  2. Inhibitors of Platelet Receptors : Abciximab, Clopidogrel
  3. RGD Peptomimetics : Eptifibatide, Tirofiban
  4. Phosphodiesterase Inhibitors : Dipyridamole, Cilostazole
  5. Anticoagulants : Heparin, Warfarin, Direct Thrombin Inhibitors (lepirudin, argatroban, bivalirudin)
  6. Cardiovascular Agents : β-adrenergic blockers (propanolol), vasodilators (nitroprusside, nitroglycerin), diuretics (furosemide)
  7. Antimicrobials : β-lactams (penicillins, cephalosporins), amphotericin (antifungal), Hydroxychloroquine (antimalarial), nitrofurantoin
  8. Chemoterapeutic Agents : asparaginase, plicamycin, vincristine
  9. Psychotropics and anesthetics : Tricyclic antidepressants (imipramine), Phenothiazines (chlorpromazine), local and general anesthesia (fluothane)
  10. Miscellaneous Agents : clofibrate, dextrans, guaifenesin (expectorant), radiographic contrast
Hari Kerja :
Metode : Turbidimetri
Nilai Rujukan : Agregasi Trombosit ADP: -
Agregasi Trombosit Collagen: -
Agregasi Trombosit Epinephrine: -
Tempat Rujukan :
Catatan :

Asam Folat

Deskripsi:

Asam folat merupakan bagian dari vitamin B kompleks yang diperlukan untuk pembentukan sel darah merah normal, perbaikan jaringan dan sel-sel, serta sintesis DNA (materi genetik dalam sel). Asam folat tidak diproduksi dalam tubuh sehingga harus diasup dari luar tubuh seperti melalui suplemen.

Pemeriksaan asam folat mengukur kadar asam folat dalam darah. Pemeriksaan ini dilakukan pada seseorang dengan hasil pemeriksaan complete blood count (CBC) yang abnormal disertai makrositik atau hypersegemented neutrophils; ketika seseorang mengalami gejala anemia (lemah, lesu, kulit pucat) dan/atau neuropati (kesemutan atau gatal, mata berkedut, kehilangan memori, perubahan status mental); pasien yang sedang dalam pengobatan untuk kekurangan asam folat.

Pemeriksaan asam folat membutuhkan sampel berupa darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Manfaat Pemeriksaan:

Membantu mendiagnosis salah satu penyebab anemia atau neuropati; mengevaluasi status gizi; memantau efektivitas pengobatan kekurangan asam folat.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :
  • 8 jam pada suhu 2 - 8°C (direkomendasikan)
  • 24 jam pada suhu 2 - 8°C (Tietz)
  • 6 - 8 minggu pada suhu -20°C
  • Whole blood : -  fresh
Persiapan Pasien :

Puasa (tidak diperbolehkan makan dan minum, kecuali air putih) selama 12 jam sebelum pengambilan darah. Beberapa obat tertentu mungkin perlu dihindari atau dihentikan konsumsinya, kecuali dokter tetap menganjurkan mengonsumsi obat atau kondisi kesehatan tidak memungkinkan (informasikan hal ini kepada petugas laboratorium).

Hari Kerja :
Metode :

Immunochemiluminescent

Nilai Rujukan :

-

Tempat Rujukan :
Catatan :

Vitamin B12

Deskripsi:

Vitamin B12 merupakan bagian dari vitamin B kompleks yang diperlukan dalam pembentukan sel darah merah nomal, perbaikan jaringan dan sel-sel, serta sintesis DNA. Vitamin B12 adalah nutrisi yang tidak dapat diproduksi sendiri dalam tubuh dan harus diasup oleh diet. Pemeriksaan Vitamin B12 mengukur kadar vitamin B12 dalam darah untuk mendeteksi defisiensi (kekurangan) vitamin B12. Pemeriksaan Vitamin B12 direkomendasikan dokter bila seseorang memiliki hasil pemeriksaan hematologi rutin (complete blood count/CBC) abnormal dengan apusan darah yang menunjukkan sel darah merah yang lebih besar dari biasanya (makrositosis) atau neutrofil abnormal (hipersegmentasi); ketika seseorang mengalami gejala anemia (seperti kelemahan, kelelahan, kulit pucat) dan/atau neuropati (kesemutan dan sensasi gatal, mata berkedut, kehilangan memori, perubahan status mental); ketika sedang dalam pengobatan vitamin B12. Pemeriksaan Vitamin B12 membutuhkan sampel berupa darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Manfaat Pemeriksaan:

Membantu diagnosis salah satu penyebab anemia atau neuropati; mengevaluasi status gizi; memantau efektivitas pengobatan defisiensi vitamin B12.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :
  • 8 jam pada temperatur kamar
  • 48 jam pada 2 - 8°C
  • >48 jam pada ≤-20°C      
Persiapan Pasien :

Tidak terdapat persiapan pemeriksaan yang dibutuhkan.

Hari Kerja :
Metode :

Chemiluminescent

Nilai Rujukan :

-

Tempat Rujukan :
Catatan :

Status Antioksidan Total

Deskripsi:

Status Antioksidan Total (SAT) merupakan pemeriksaan untuk mengukur kapasitas dan aktivitas total antioksidan yang terdapat di dalam tubuh. Antioksidan adalah substansi yang berfungsi untuk menghambat terjadinya kerusakan molekul target akibat oksidan.

Manfaat Pemeriksaan:

Menilai daya tahan tubuh atau perlindungan tubuh terhadap serangan radikal bebas, dan skrining awal serta monitoring pemberian obat atau suplemen antioksidan.

Persyaratan & Jenis Sampel : Serum atau plasma
Stabilitas Sampel :
  • 36 jam pada 2 - 8°C
  • 14 hari pada (-15) - (-20)°C
Persiapan Pasien : -
Hari Kerja :
Metode : Kolorimetri
Nilai Rujukan : 1,23 - 2,00 mmol/L
Tempat Rujukan :
Catatan :