PANEL PEMERIKSAAN

Panel Hipertensi

Manfaat Pemeriksaan:

Menilai pola hidup dan mengidentifikasikan penyebab hipertensi, meramalkan prognosis hipertensi, mendeteksi  faktor risiko komplikasi dan kerusakan organ terget akibat hipertensi serta penyakit lain yang menyertainya; memantau keberhasilan terapi hipertensi dan mendeteksi efek samping pengobatan.

Jenis Pemeriksaan

Hematologi Rutin (CBC)

Deskripsi:

Hematologi rutin atau complete blood count (CBC) merupakan penilaian dasar terhadap komponen sel darah, yaitu dengan menentukan jumlah, variasi, prosentase, konsentrasi, dan kualitas dari seluruh komponen sel darah. Pemeriksaan ini dapat memberikan informasi mengenai kondisi hematologik dan sistem tubuh yang lain sebagai diagnosis, prognosis, respon terapi, dan masa pemulihan. Hematologi rutin terdiri dari pemeriksaan hemoglobin, leukosit, trombosit, eritrosit, hematokrit, dan nilai-nilai MC.

Manfaat Pemeriksaan:

Evaluasi anemia, leukemia, reaksi inflamasi dan infeksi, penanda peripheral blood cellular, tingkat hidrasi dan dehidrasi, polisitemia, penyakit hemolitik pada bayi baru lahir; penentuan terapi kemoterapi.

Persyaratan & Jenis Sampel : Darah
Stabilitas Sampel :
  • <4 jam pada 18 – 25°C
  • 24 jam pada 2 – 8°C
Persiapan Pasien : -
Hari Kerja :
Metode : Semua Method
Nilai Rujukan : Hemoglobin: -
Leukosit: -
Trombosit: -
Eritrosit: -
Hematokrit: -
MCV: -
MCH: -
MCHC: -
Red Cell Distribution Width (RDW): -
Tempat Rujukan :
Catatan :

Urine Rutin

Deskripsi:

Pemeriksaan urin rutin meliputi pemeriksaan fisik, kimia, dan mikroskopis untuk mendeteksi dan/atau mengukur beberapa zat dalam urin seperti produk sampingan dari metabolisme yang normal dan abnormal, sel, fragmen sel, dan bakteri. Pemeriksaan urin rutin seringkali menjadi bagian dari pemeriksaan kesehatan berkala (medical check-up), dan direkomendasikan dokter ketika seseorang memiliki gejala seperti sakit perut, nyeri punggung, sering buang air kecil disertai rasa nyeri saat buang air kecil. Pemeriksaan urin rutin membutuhkan sampel berupa urin.

Manfaat Pemeriksaan:

Menyaring, membantu diagnosis, dan/atau memantau beberapa penyakit dan kondisi seperti kelainan ginjal/saluran kemih, gangguan infeksi saluran kemih (ISK), dan penyakit metabolik atau sistemik.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Urine

Stabilitas Sampel :

Sampel harus segera dikerjakan kurang dari 2 jam setelah penampungan dengan penyimpanan di tempat gelap untuk menghindari kerusakan bilirubin dan urobilinogen. Jika tidak segera dikerjakan simpan pada suhu 2-8°C stabil selama 8 jam dan biarkan kembali pada suhu kamar sebelum dilakukan pemeriksaan

Persiapan Pasien :

Tidak dalam kondisi menstruasi; informasikan kepada petugas laboratorium bila mengonsumsi obat atau suplemen tertentu; bila belum bisa berkemih, dianjurkan untuk menunggu dan tidak dianjurkan untuk minum.

Hari Kerja :
Metode :

Manual

Nilai Rujukan :

Urobilinogen : -
Bilirubin Urine: -
Berat Jenis: -
pH Urine: -
Leukosit Esterase: -
Nitrit: -
Albumin Urine: -
Glukosa Urine: -
Keton: -
Darah: -

Tempat Rujukan :
Catatan :

Glukosa Puasa

Deskripsi:

Pemeriksaan glukosa darah berguna untuk mengukur jumlah glukosa dalam darah saat sampel diperiksa. Glukosa darah digunakan untuk mendeteksi hiperglikemik maupun hipoglikemik untuk membantu menegakkan diagnosis diabetes dan memantau kadar glukosa pada penyandang diabetes. Glukosa puasa diukur saat keadaan puasa (± 8-10 jam). Berdasarkan konsensus Pengelolaan dan Pencegahan DM 2006, berikut kriteria pengendalian DM berdasarkan level glukosa puasa : Baik (80-100 mg/dL), Sedang (100-125 mg/dL), Buruk (≥126 mg/dL). Glukosa puasa juga dapat menegakkan kriteria prediabetes bila memiliki kadar glukosa puasa 100-125 mg/dL (5,6-6,9 mmol/L).
Beberapa penyebab konsentrasi gula yang tinggi selain diabetes antara lain: spesimen tidak puasa, infus intravena glukosa yang baru dilakukan, kondisi stress, cushing disease, akromegali, pheochromocytoma, glukagonoma, penyakit hati yang parah, pankreatitis, dan obat-obat tertentu seperti diuretik, glukortikoid, β-blocker, asam nikotinat, obat yang mengandung estrogen, dll).

Manfaat Pemeriksaan:

Pemeriksaan glukosa puasa dapat digunakan untuk skrining, diagnosis DM. Penentuan konsentrasi glukosa puasa juga dapat digunakan dalam diagnosis dan penanganan beberapa gangguan metabolik tertentu seperti asidosis, ketosis, dehidrasi, dan koma.

Persyaratan & Jenis Sampel : -
Stabilitas Sampel : -
Persiapan Pasien : -
Hari Kerja :
Metode : -
Nilai Rujukan : -
Tempat Rujukan :
Catatan :

HbA1C

Deskripsi:

Hemoglobin terglikasi (HbA1c) merupakan gugus heterogen yang terbentuk dari reaksi kimia antara glukosa dan hemoglobin. HbA1c dapat menggambarkan konsentrasi glukosa darah rata-rata selama periode 2-4 bulan. Kecepatan pembentukan HbA1c proporsional dengan konsentrasi glukosa darah. Pemeriksaan HbA1c perlu dilakukan pada awal terdiagnosa DM, kondisi DM tergantung insulin (minimal 3 kali setahun), dan kondisi DM tidak tergantung insulin (4 kali setahun atau sesuai kebutuhan). Pemeriksaan ini juga sangat diperlukan dalam upaya manajemen DM yang optimal untuk memperkecil risiko komplikasi diabetes.

Manfaat Pemeriksaan:

Menilai kualitas pengendalian kadar glukosa darah dalam waktu 2-4 bulan, menilai efektivitas terapi, direkomendasikan (American Diabetes Association) untuk diagnosis DM tipe-2 dan menilai resiko tinggi diabetes (prediabetes), serta digunakan untuk menghitung rata-rata kadar glukosa darah (eAG).

Persyaratan & Jenis Sampel : Whole Blood
Stabilitas Sampel : 1 hari pada suhu 15 - 30°C
7 hari pada suhu 2 - 8°C
Persiapan Pasien : -
Hari Kerja :
Metode : Ion Exchange HPLC
Nilai Rujukan : mmol/mol
Tempat Rujukan :
Catatan :

Cholesterol HDL

Deskripsi:

Pemeriksaan kolesterol HDL merupakan pemeriksaan darah yang mengukur konsentrasi kolesterol HDL dalam darah. High density lipoprotein (HDL) seringkali disebut sebagai "kolesterol baik" karena bertugas untuk membawa kelebihan kolesterol yang tertinggal di pembuluh darah lalu membawanya ke hati untuk diproses lebih lanjut. Konsentrasi HDL yang tinggi dipercaya dapat melindungi individu terhadap kejadian penyakit jantung.

Manfaat Pemeriksaan:

Menilai profil lemak dan menentukan risiko penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah).

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :

7 hari pada 2 - 8°C
3 bulan pada (-20)°C

Persiapan Pasien :

Puasa (tidak diperbolehkan makan dan minum, kecuali minum air putih) selama 12 jam sebelum pengambilan darah.

Hari Kerja :
Metode :

Homogeneous

Nilai Rujukan :

>=40 mg/dL

Tempat Rujukan :
Catatan :

Cholesterol LDL Direk

Deskripsi:

Pemeriksaan kolesterol LDL direk merupakan pemeriksaan darah yang megukur konsentrasi kolesterol LDL dalam darah menggunakan metode langsung (direk). Low density lipoprotein (LDL) seringkali disebut "kolesterol jahat" karena dapat menempel di dinding pembuluh darah dan mempersempit rongga pembuluh darah. Mengonsumsi makanan kaya lemak jenuh berlebihan dapat meningkatkan konsentrasi LDL. Konsentrasi LDL yang tinggi meningkatkan risiko individu terhadap kejadian penyakit jantung.

Manfaat Pemeriksaan:

Menilai profil lemak dan menentukan risiko penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah); memantau efektivitas terapi penurun lipid.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :

 

7 hari pada 2 – 8°C
3 bulan pada (-20)°C

 

Persiapan Pasien :

Puasa (tidak diperbolehkan makan dan minum, kecuali minum air putih) selama 12 jam sebelum pengambilan darah.

Hari Kerja :
Metode :

Homogeneous

Nilai Rujukan :

< 100 mg/dL

Tempat Rujukan :
Catatan :

Cholesterol Total

Deskripsi:

Pemeriksaan kolesterol total merupakan pemeriksaan darah yang mengukur konsentrasi kolesterol total yang dibawa dalam darah oleh lipoprotein. Konsentrasi kolesterol yang tinggi dalam darah akan menyebabkan kolesterol menempel di dinding bagian dalam pembuluh darah arteri dan membentuk ateroma atau plak, sehingga pembuluh darah menyempit dan akhirnya menimbulkan serangan jantung jika menghambat pembuluh darah menuju jantung atau strokte jika menghambat pembuluh darah arteri yang menuju otak.

Manfaat Pemeriksaan:

Mendeteksi gangguan metabolisme lemak; menentukan faktor risiko penyakit jantung koroner; memantau efektivitas terapi penurun lipid.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :
  • 7 hari pada 15 – 25°C
  • 7 hari pada 2 – 8°C
  • 3 bulan pada (-15) – (-25)°C
Persiapan Pasien :

Puasa (tidak diperbolehkan makan dan minum, kecuali minum air putih) selama 12 jam sebelum pengambilan darah.
 

Hari Kerja :
Metode :

Homogeneous

Nilai Rujukan :

-

Tempat Rujukan :
Catatan :

Trigliserida

Deskripsi:

Pemeriksaan trigliserida merupakan pemeriksaan darah yang mengukur konsentrasi trigliserida di dalam darah. Trigliserida adalah salah satu jenis lemak yang ditemukan dalam darah. Saat kita makan, tubuh mengubah kalori  yang tidak digunakan dalam bentuk trigliserida yang kemudian disimpan dalam sel lemak. Trigliserida dilepaskan untuk menghasilkan energi saat tubuh membutuhkannya. Jika kalori yang dikonsumsi lebih banyak dibanding kalori yang digunakan (misalnya untuk beraktivitas), maka konsentrasi trigliserida akan meningkat. Peningkatan konsentrasi trigliserida dalam darah dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan menjadi tanda adanya sindrom metabolik.

Manfaat Pemeriksaan:

Menentukan faktor risiko penyakit jantung koroner; mendeteksi sindrom metabolik; memantau efektivitas terapi penurun lipid.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :
  • 7 hari pada 2 – 8°C
  • 3 bulan pada (-15) – (-25)°C
  • 1 tahun pada (-60) - (-80)°C
Persiapan Pasien :

Puasa (tidak diperbolehkan makan dan minum, kecuali minum air putih) selama 12 jam sebelum pengambilan darah.
 

Hari Kerja :
Metode :

GPO-PAP

Nilai Rujukan :

< 150 mg/dL

Tempat Rujukan :
Catatan :

Apo B

Deskripsi:

Apolipoprotein B (apo B) merupakan apoprotein yang terdapat dalam molekul-molekul lipoprotein yang potensial menyebabkan terjadinya penyakit jantung koroner (PJK), seperti very low density lipoprotein (VLDL), intermediate density lipoprotein (IDL), dan low density lipoprotein (LDL). Lebih dari 90% konsentrasi serum apo B berasal dari molekul LDL, dan satu molekul LDL hanya mengandung satu molekul apo B. Dengan demikian, penentuan konsentrasi apo B dalam darah dapat mencerminkan jumlah partikel LDL yang terdapat dalam darah.

Pemeriksaan apo B mengukur konsentrasi apo B dalam darah yang dianjurkan bagi seseorang yang memiliki riwayat kesehatan atau keluarga terkena PJK dan/atau kadar kolesterol dan trigliserida tinggi; secara berkala bagi seseorang yang sedang mendapatkan pengobatan kolesterol tinggi; bagi seseorang yang diduga mengalami defisiensi apo B yang diturunkan. Pemeriksaan apo B membutuhkan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Manfaat Pemeriksaan:

Menentukan risiko penyakit jantung koroner (PJK); memantau dan menilai keberhasilan terapi obat penurun kolesterol tinggi (untuk golongan obat statin); membantu diagnosis abetalipoproteinemia, hipobetalipoproteinemia dan hiperbetalipoproteinemia.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :

2 – 10°C disimpan selama 2 minggu

Pastikan pembentukan clot sudah sempurna sebelum dilakukan sentrifugasi.
Spesimen yang disimpan harus diperiksa ada/tidaknya partikulat. Jika terdapat partikulat, maka homogenkan dan sentrifugasi spesimen untuk memisahkan partikulat sebelum pemeriksaan dilakukan.

Persiapan Pasien :

Puasa (tidak diperbolehkan makan dan minum, kecuali air putih) selama 12 jam sebelum pengambilan darah.

Hari Kerja :
Metode :

Imunoturbidimetri

Nilai Rujukan :

66 - 101 mg/dL

Tempat Rujukan :
Catatan :

Cystatin C

Deskripsi:

Pemeriksaan Cystatin C digunakan untuk mendapatkan nilai estimated Laju Filtrasi Glomerulus (eLFG), yakni berapa banyak darah yang disaring oleh glomerulus. Nilai eLFG akan mencerminkan fungsi ginjal. Ketika konsentrasi Cystatin C meningkat, berarti eLFG turun dan fungsi penyaringan pada glomerulus menurun, begitu juga dengan fungsi ginjal. Pemeriksaan Cystatin C membutuhkan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Manfaat Pemeriksaan:

Menyaring dan memantau disfungsi ginjal pada individu yang didiagnosis atau diduga mengidap penyakit ginjal.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :
  • 1 minggu pada 2 – 8°C
  • 3 bulan pada -20°C, sampel segera dibekukan dalam waktu 24 jam setelah pengambilan darah
Persiapan Pasien :

Tidak terdapat persiapan pemeriksaan yang dibutuhkan.

Hari Kerja :
Metode :

Nephelometry

Nilai Rujukan :

0,50 - 0,96 mg/L

Tempat Rujukan :
Catatan :

Urea N

Deskripsi:

Urea nitrogen merupakan produk akhir dari metabolisme protein yang terbentuk di hati, kemudian oleh hati akan dilepaskan ke dalam darah dan di bawa ke ginjal, di mana ginjal akan menyaring urea nitrogen dalam darah untuk dilepaskan ke dalam urin. Secara normal, nitrogen urea akan tetap ada di dalam darah dengan jumlah yang kecil namun stabil. Pemeriksaan Urea N mengukur jumlah urea nitrogen dalam darah, dan merupakan indikator penting fungsi ginjal. Pemeriksaaan Urea N direkomendasikan dokter ketika seseorang memiliki tanda dan gejala yang mungkin disebabkan penyakit ginjal atau memiliki kondisi yang dapat menyebabkan atau diperburuk oleh disfungsi ginjal; secara berkala bagi pasien yang sedang menjalani perawatan penyakit atau kerusakan ginjal. Pemeriksaan Urea N membutuhkan sampel berupa darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Manfaat Pemeriksaan:

Mengevaluasi kesehatan ginjal seseorang; membantu diagnosis penyakit ginjal; memantau efektivitas dialisis dan perawatan lainnya yang terkait dengan penyakit atau kerusakan ginjal.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :
  • 2 – 8°C : 7 hari
  • 15 – 25°C : 7 hari   
  • (-15) - (-25)°C : 1 tahun
Persiapan Pasien :

Tidak terdapat persiapan pemeriksaan yang dibutuhkan.

Hari Kerja :
Metode :

Enzimatik UV test, Urease / GLDH

Nilai Rujukan :

Urea N Urine: 4-19 mg/dL
Urea N (Urine 24 jam): -
Ureum: 4-19 mg/dL
Ureum (Urine 24 jam): -
Ureum (Urine): 4-19 mg/dL

Tempat Rujukan :
Catatan :

Asam Urat

Deskripsi:


Asan urat diproduksi pada saat terjadi pemecahan purin. Purin merupakan senyawa yang mengandung nitrogen yang ditemukan dalam sel-sel tubuh, termasuk DNA. Ketika sel-sel tubuh tersebut menjadi tua dan mati akan melakukan pemecahan dan melepaskan purin dalam darah. Pada kadar yang rendah, purin mungkin berasal dari pencernaan makanan tertentu, seperti hati, ikan asin, makarel, kacang olahan dan kacang polong, serta minuman beralkohol tertentu, terutama bir. Sebagian besat asam urat dikeluarkan dari tubuh oleh ginjal dan diekskresikan dalam urin, sisanya dieliminasi dalam feses.

Pemeriksaan asam urat mengukur kadar asam urat dalam darah atau urin. Bila terlalu banyak asam urat yang diproduksi atau tidak cukup diekskresikan dapat terakumulasi dalam tubuh, sehingga terjadi peningkatan kadar asam urat dalam darah (hiperurisemia) dan dapat menyebabkan gout. Selain itu asam urat berlebih juga dapat disimpan dalam jaringan seperti ginjal, dan dapat mengakibatkan terjadinya batu ginjal atau gagal ginjal. Peningkatan kadar asam urat juga dapat terjadi ketika ada peningkatan kematian sel seperti pada beberapa terapi kanker. Sementara penurunan eliminasi asam urat sering disebabkan karena fungsi ginjal yang terganggu atau penyakit ginjal.

Pemeriksaan asam urat membutuhkan sampel berupa darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan. Sampel berupa urin 24 jam dibutuhkan untuk pemeriksaan asam urat urin.
 

Manfaat Pemeriksaan:

Mendeteksi kadar asam urat yang tinggi dalam darah sebagai tanda terjadinya gout, atau memantau kadar asam urat saat menjalani kemoterapi atau pengobatan radiasi; mendeteksi kadar asam urat dalam urin untuk membantu diagnosis penyebab batu ginjal dan memantau pasien gout yang berisiko menjadi batu ginjal.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :
  • 5 hari pada 2 – 8°C
  • 6 bulan pada (-15) – (-25)°C
Persiapan Pasien :

Puasa (tidak diperbolehkan makan dan minum, kecuali air putih) selama 12 jam sebelum pengambilan darah.

Hari Kerja :
Metode :

PAP, Enzimatik Kolorimetri

Nilai Rujukan :

< 5,2 mg/dL

Tempat Rujukan :
Catatan :

Natrium (Na)

Deskripsi:

Pemeriksaan natrium (Na) berguna untuk mengetahui konsentrasi Na (elekrolit dan mineral) di dalam darah. Natrium berfungsi untuk menjaga keseimbangan air (sejumlah cairan di dalam maupun di luar sel tubuh) dan elektrolit di dalam tubuh, mengontrol tekanan darah, serta berperan penting dalam fungsi kerja saraf dan otot. Konsentrasi Na banyak terdapat di dalam darah dan cairan limfa. Keabnormalan Na dalam darah mengindikasikan adanya gangguan kesehatan. Biasanya pemeriksaan ini dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan elektrolit darah yang lain seperti kalium (K), klorida (Cl), kalsium (Ca), dan magnesium (Mg).

Manfaat Pemeriksaan:

Menilai keseimbangan elektrolit tubuh dan asam basa, dehidrasi, sindrom nefrotik, gagal jantung kongestif, dan keadaan klinis lainnya.

Persyaratan & Jenis Sampel : Serum atau plasma
Stabilitas Sampel :
  • 2 minggu pada 15 - 25°C
  • 2 minggu pada  2 - 8°C
Persiapan Pasien :

Untuk pemeriksaan elektrolit urin.
Hitung volume urin 24 jam dan catat pada internal note di (SISPRO), jika pemeriksaan dirujuk maka cantumkan volume urin di patient note SISPRO.

Hari Kerja :
Metode : ISE
Nilai Rujukan : 132 - 147 mmol/L
Tempat Rujukan :
Catatan :

Kalium

Deskripsi:

Pemeriksaan yang berguna untuk mengetahui konsentrasi kalium (K) di dalam serum atau plasma darah. Kalium merupakan suatu elektrolit dan mineral yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan air (sejumlah cairan di dalam maupun di luar sel tubuh) dan elektrolit di dalam tubuh, serta berperan penting dalam fungsi kerja saraf dan otot. Keabnormalan K dalam serum atau plasma darah dapat mengindikasikan adanya gangguan kesehatan tubuh. Biasanya pemeriksaan ini dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan elektrolit darah yang lain seperti natrium (Na), klorida (Cl), kalsium (Ca), dan magnesium (Mg).

Manfaat Pemeriksaan:

Menilai keseimbangan elekrolit tubuh dan beberapa kondisi seperti hipertensi, penyakit ginjal, aritmia jantung, kelemahan muskular & iritabilitasm, penyakit saluran cerna, penyakit mental, dan leukimia; mendiagnosis dan memantau kelebihan mineral kortikoid.

Persyaratan & Jenis Sampel : Serum atau plasma
Stabilitas Sampel :
  • 1 minggu pada 15-25°C                                             
  • 1 minggu pada 2-8°C
Persiapan Pasien : Hitung volume urin 24 jam dan catat pada internal note di (SISPRO), jika pemeriksaan dirujuk maka cantumkan volume urin di patient note SISPRO.
Hari Kerja :
Metode : ISE
Nilai Rujukan : 3,5 - 5,1 mmol/L
Tempat Rujukan :
Catatan :

hs-CRP

Deskripsi:

C-Reactive Protein (CRP) adalah suatu protein yang dikeluarkan oleh hati serta dihasilkan dalam jumlah besar saat terjadi infeksi. Sebaliknya, pada peradangan yang terjadi dalam proses perkembangan aterosklerosis, peningkatan konsentrasi CRP jauh lebih kecil. Meskipun demikian, peningkatannya cukup bermakna bila dibandingkan dengan kondisi normal. Pemeriksaan high sensitivity CRP (hs-CRP) dapat digunakan untuk mendeteksi konsentrasi CRP yang sangat kecil tersebut.

Manfaat Pemeriksaan:

Menilai risiko terkena penyakit kardiovaskular.
 

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :
  • 4°C : <3 hari
  • -20°C : 6 bulan
Persiapan Pasien :

Tidak ada persiapan pemeriksaan yang dibutuhkan.

Hari Kerja :
Metode :

Semua Method

Nilai Rujukan :

-

Tempat Rujukan :
Catatan :

Albumin Urin Kuantitatif

Deskripsi:

Albumin adalah protein plasma yang terdapat di dalam darah dengan konsentrasi tinggi, dan ketika ginjal berfungsi dengan baik, hampir tidak ada albumin yang ada di dalam urin. Pemeriksaan albumin urin kuantitatif mengukur kadar albumin dalam sampel urin sewaktu ataupun urin yang dikumpulkan dalam waktu tertentu sebagai penanda kerusakan ginjal. Pemeriksaan albumin urin kuantitatif membutuhkan sampel urin sewaktu, urin yang ditampung dalam waktu tertentu atau 24 jam. Jika menggunakan urin sewaktu, diperlukan pemeriksaan kreatinin untuk koreksi.
 

Manfaat Pemeriksaan:

Mendeteksi dini penyakit ginjal pada penyandang diabetes atau seseorang dengan faktor risiko lain seperti hipertensi (tekanan darah tinggi).

Persyaratan & Jenis Sampel :

Urine

Stabilitas Sampel :
  • 15 – 25°C : 7 hari
  • 2 – 8°C    : 1 bulan
  • (-15) – (-20)°C :  6 bulan
Persiapan Pasien :

Tidak melakukan aktivitas fisik yang berlebihan atau olahraga sebelum penampungan urin.

Hari Kerja :
Metode :

PEG enhanced immunoturbidimetric

Nilai Rujukan :

-

Tempat Rujukan :
Catatan :

Hematologi Lengkap

Deskripsi:

Hematologi lengkap meliputi pemeriksaan hematologi rutin (Complete Blood Count/CBC), laju endap darah (LED), dan hitung jenis leukosit.

Manfaat Pemeriksaan:

Penunjang diagnosa pada berbagai penyakit.

Persyaratan & Jenis Sampel : -
Stabilitas Sampel : -
Persiapan Pasien : -
Hari Kerja :
Metode : -
Nilai Rujukan : -
Tempat Rujukan :
Catatan :