PANEL PEMERIKSAAN

Panel Kesuburan Pria

Manfaat Pemeriksaan:

Memastikan penyebab infertilitas (ketidaksuburan) pada pria, dengan demikian memudahkan penanganan selanjutnya.

Jenis Pemeriksaan

LH

Deskripsi:

Pemeriksaan luteinizing hormone (LH) merupakan pemeriksaan menggunakan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan untuk mengukur konsentrasi LH dalam darah.

Luteinizing hormone (LH) adalah hormon yang berkaitan dengan reproduksi dan stimulasi pelepasan telur dari ovarium (ovulasi) pada wanita dan produksi testosteron pada pria.

Manfaat Pemeriksaan:

Evaluasi fertilitas (kesuburan), fungsi organ reproduksi (ovarium atau testis), atau mendeteksi pelepasan telur dari ovarium (ovulasi); evaluasi fungsi hipofisis. Pada anak-anak, untuk evaluasi kematangan seksual (pubertas) dini atau lambat.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum

Stabilitas Sampel :
  • 8 jam pada temperatur ruang
  • 48 jam pada 2 - 8°C
  • >48 jam pada -20°C
Persiapan Pasien :

Mohon hubungi petugas laboratorium.

Hari Kerja :
Metode :

Chemiluminescent

Nilai Rujukan :

3,1 - 34,6 mIU/mL

Tempat Rujukan :
Catatan :

FSH

Deskripsi:

Pemeriksaan follicle-stimulating hormone (FSH) merupakan pemeriksaan menggunakan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan untuk mengukur konsentrasi FSH dalam darah.

Follicle-stimulating homone (FSH) adalah hormon yang berkaitan dengan reproduksi dan perkembangan telur pada wanita dan sperma pada pria.

Manfaat Pemeriksaan:

Evaluasi fertilitas (kesuburan), fungsi organ reproduksi (ovarium atau testis), atau fungsi hipofisis. Pada anak-anak, untuk evaluasi kematangan seksual (pubertas) dini atau lambat.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum

Stabilitas Sampel :
  • 8 jam pada temperatur ruang
  • 48 jam pada 2 - 8°C                
  • >48 jam pada ≤-20°C
Persiapan Pasien :

Mohon hubungi petugas laboratorium.

Hari Kerja :
Metode :

Chemiluminescent

Nilai Rujukan :

1,4 - 18,1 mIU/mL

Tempat Rujukan :
Catatan :

Prolactin

Deskripsi:

Pemeriksaan prolactin merupakan pemeriksaan menggunakan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan untuk mengukur konsentrasi prolactin dalam darah.

Prolactin adalah hormon yang diproduksi oleh bagian anterior dari kelenjar pituitari, dan biasanya ditemukan dalam konsentrasi yang rendah dalam darah pada pria dan wanita yang tidak hamil. Peran u

Manfaat Pemeriksaan:

Evaluasi kondisi galaktorea (keluarnya cairan ASI dari puting yang tidak berkaitan dengan produksi ASI secara normal atau bukan pada masa menyusui), tidak adanya periode menstruasi dan/atau infertilitas pada wanita; membantu diagnosis penyebab libido menurun dan/atau disfungsi ereksi pada pria; mendeteksi dan memantau prolactin-producing pituitary tumor (prolactinoma).

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum

Stabilitas Sampel :
  • Suhu ruang : 8 jam
  • 2 – 8°C : 48 jam
  • -20°C atau lebih dingin : >48 jam
Persiapan Pasien :

Mohon hubungi petugas laboratorium.

Hari Kerja :
Metode :

Chemiluminescent

Nilai Rujukan :

2,1 - 17,7 ng/mL

Tempat Rujukan :
Catatan :

Analisa Sperma

Deskripsi:

Analisa sperma mengevaluasi jumlah, kualitas gerakan, dan bentuk sperma yang sering digunakan dalam evaluasi infertilitas pria. Analisa sperma membutuhkan sampel berupa sperma yang harus diperiksa dalam waktu 60 menit setelah ditampung untuk menjaga kualitas sperma.

Manfaat Pemeriksaan:

Sebagai studi infertilitas; menentukan keberhasilan vasektomi; membantu diagnosis azoospermia dan oligospermia.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Sperma

Stabilitas Sampel :

< 1 jam dari sejak penampungan

Persiapan Pasien :

Tidak melakukan aktivitas seksual selama 2-7 hari sebelum pengambilan sampel sperma, dan silahkan menghubungi petugas laboratorium tentang cara pengambilan sampel sperma.

Hari Kerja :
Metode :

Manual

Nilai Rujukan :

Volume sperma: -
Bau Sperma: -
Warna Sperma: -
pH Sperma: -
Liquefaksi: -
Viskositas: -
Konsentrasi Sperma: -
Jumlah Sperma: -
Motilitas: -
Aglutinasi Sperma: -
Immature Germ Cell: -
Viabilitas: -
Morfologi Sperma: -
Leukosit Sperma: -
Jam Pengumpulan: -
Jam Penerimaan: -
Jam Pemeriksaan: -
Tertampung: -
Cara Pengeluaran: -
Tempat Sperma: -
Puasa Seksual: -

Tempat Rujukan :
Catatan :

Urine Rutin

Deskripsi:

Pemeriksaan urin rutin meliputi pemeriksaan fisik, kimia, dan mikroskopis untuk mendeteksi dan/atau mengukur beberapa zat dalam urin seperti produk sampingan dari metabolisme yang normal dan abnormal, sel, fragmen sel, dan bakteri. Pemeriksaan urin rutin seringkali menjadi bagian dari pemeriksaan kesehatan berkala (medical check-up), dan direkomendasikan dokter ketika seseorang memiliki gejala seperti sakit perut, nyeri punggung, sering buang air kecil disertai rasa nyeri saat buang air kecil. Pemeriksaan urin rutin membutuhkan sampel berupa urin.

Manfaat Pemeriksaan:

Menyaring, membantu diagnosis, dan/atau memantau beberapa penyakit dan kondisi seperti kelainan ginjal/saluran kemih, gangguan infeksi saluran kemih (ISK), dan penyakit metabolik atau sistemik.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Urine

Stabilitas Sampel :

Sampel harus segera dikerjakan kurang dari 2 jam setelah penampungan dengan penyimpanan di tempat gelap untuk menghindari kerusakan bilirubin dan urobilinogen. Jika tidak segera dikerjakan simpan pada suhu 2-8°C stabil selama 8 jam dan biarkan kembali pada suhu kamar sebelum dilakukan pemeriksaan

Persiapan Pasien :

Tidak dalam kondisi menstruasi; informasikan kepada petugas laboratorium bila mengonsumsi obat atau suplemen tertentu; bila belum bisa berkemih, dianjurkan untuk menunggu dan tidak dianjurkan untuk minum.

Hari Kerja :
Metode :

Manual

Nilai Rujukan :

Urobilinogen : -
Bilirubin Urine: -
Berat Jenis: -
pH Urine: -
Leukosit Esterase: -
Nitrit: -
Albumin Urine: -
Glukosa Urine: -
Keton: -
Darah: -

Tempat Rujukan :
Catatan :

Free Testosteron Index

Deskripsi:

-

Manfaat Pemeriksaan:

Status androgen sangat penting diketahui untuk :

  • Memastikan dugaan defisiensi androgen pada pria, termasuk gangguan pubertas.
  • Memastikan dugaan peningkatan produksi androgen pada wanita.
  • Memantau pengobatan endokrin terhadap kanker prostat.
  • Menunjang diagnosis testicular feminization.
  • Monitoring terapi testosteron (TRT= Testosterone Replacement Therapy) secara rutin (setiap bulan atau sesuai petunjuk dokter)

Persyaratan & Jenis Sampel : -
Stabilitas Sampel : -
Persiapan Pasien : -
Hari Kerja :
Metode : -
Nilai Rujukan : -
Tempat Rujukan :
Catatan :

Antibody Sperma

Deskripsi:

Pemeriksaan antibodi sperma mendeteksi antibodi yang menyerang sperma dalam darah, vagina, atau air mani. Sperma dapat menyebabkan respon sistem kekebalan, baik pada pria maupun wanita. Antibodi sperma dapat merusak atau membunuh sperma, dan jika sejumlah besar antibodi sperma bersentuhan dengan sperma, maka kemungkinan akan sulit bagi sperma untuk membuahi telur pada wanita. Seorang wanita dapat memiliki reaksi alergi terhadap sperma dan membentuk antibodi sperma yang dapat mempengaruhi kehamilan dan tidak jarang menjadi penyebab infertilitas. Pemeriksaan antibodi sperma membutuhkan sampel berupa sperma yang harus diperiksa dalam waktu 60 menit setelah ditampung.

Manfaat Pemeriksaan:

Mengevaluasi kesehatan organ reproduksi pria; menentukan keberhasilan vasektomi.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum

Stabilitas Sampel :
  • Serum : 5 hari (dibekukan)
  • Darah : 1 hari
Persiapan Pasien :

Tidak melakukan aktivitas seksual selama 2-7 hari sebelum pengambilan sampel sperma, dan silahkan menghubungi petugas laboratorium tentang cara pengambilan sampel sperma.
 

Hari Kerja :
Metode :

Manual

Nilai Rujukan :

-

Tempat Rujukan :
Catatan :