PANEL PEMERIKSAAN

Panel Nutrisi, Serum

Zinc (Zn), serum

Deskripsi:

Pemeriksaan Zinc (Zn) mengukur jumlah Zinc dalam darah. Zinc merupakan salah satu jenis trace element (mineral) yang dibutuhkan tubuh manusia dalam jumlah sangat kecil untuk pertumbuhan, perkembangan, dan fisiologis normal; namun tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh. Defisiensi Zinc dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti gangguan pertumbuhan, impotensi, gangguan haid, infertilitas, gangguan pembekuan (penutupan luka), kehilangan indra perasa dan penciuman, keguguran; sedangkan kelebihan Zinc dalam jumlah sangat besar dapat menyebabkan toksisitas yang menimbulkan mual, muntah, nyeri perut, diare, pusing, dan lain-lain. Pemeriksaan Zinc membutuhkan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Manfaat Pemeriksaan:

Sebagai evaluasi awal kondisi malnutrisi atau malabsorbsi; memantau suplementasi trace element untuk mencegah kelebihan trace element; menunjang diagnosis dugaan defisiensi trace element.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :
  • Beku : 30 hari
  • 2 - 8°C : 10 hari
  • Suhu kamar : 5 hari
Persiapan Pasien :

Mohon menghubungi petugas laboratorium.

Hari Kerja :
Metode :

ICP/MS

Nilai Rujukan :

26 - 141 ug/dL

Tempat Rujukan :
Catatan :

Selenium (Se), serum

Deskripsi:

Pemeriksaan Selenium (Se) mengukur jumlah Selenium dalam darah. Selenium merupakan salah satu jenis trace element (mineral) yang dibutuhkan tubuh manusia dalam jumlah sangat kecil untuk pertumbuhan, perkembangan, dan fisiologis normal; namun tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh. Defisiensi Selenium dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti asma, eksim, gangguan sendi, penyakit jantung, infeksi, mudah terpapar logam berat, kanker, penurunan kesuburan, penurunan glutation peroxidase (GPx), hipotiroid, dan peningkatan degenerasi; sedangkan kelebihan Selenium  dalam jumlah sangat besar dapat menyebabkan toksisitas yang menimbulkan rambut rontok, gigi tanggal, kuku rapuh dan bergelombang, gangguan kulit, gangguan gastrointestinal, bau nafas, dan keletihan. Pemeriksaan Selenium membutuhkan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Manfaat Pemeriksaan:

Sebagai evaluasi awal kondisi malnutrisi atau malabsorbsi; memantau suplementasi trace element untuk mencegah kelebihan trace element; menunjang diagnosis dugaan defisiensi trace element.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum

Stabilitas Sampel :
  • 2 hari pada 15 – 25°C
  • 14 hari pada 2 – 8°C
  • 14 pada (-15) – (-20)°C
Persiapan Pasien :

Mohon menghubungi petugas laboratorium.

Hari Kerja :
Metode :

ICP/MS

Nilai Rujukan :

23 - 190 ug/L

Tempat Rujukan :
Catatan :

Manganese (Mn) serum

Deskripsi:

Pemeriksaan Manganese (Mn) mengukur jumlah Manganese dalam darah. Manganese merupakan salah satu jenis trace element (mineral) yang dibutuhkan tubuh manusia dalam jumlah sangat kecil untuk pertumbuhan, perkembangan, dan fisiologis normal; namun tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh. Defisiensi Manganese dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti konvulsi, diabetes, tulang lemah, pendengaran berkurang, intoleransi glukosa, keluhan neurologis, dan kemandulan; sedangkan kelebihan Manganese dalam jumlah sangat besar dapat menyebabkan toksisitas yang menimbulkan anoreksia, gangguan psikologis dan motorik. Pemeriksaan Manganese membutuhkan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Manfaat Pemeriksaan:

Sebagai evaluasi awal kondisi malnutrisi atau malabsorbsi; memantau suplementasi trace element untuk mencegah kelebihan trace element; menunjang diagnosis dugaan defisiensi trace element.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum

Stabilitas Sampel :

2 hari pada 15 – 25 °C
7 hari pada 2 – 8 °C
7 pada (-15) – (-20) °C

Persiapan Pasien :

Mohon menghubungi petugas laboratorium.

Hari Kerja :
Metode :

ICP/MS

Nilai Rujukan :

<= 1,1 ug/L

Tempat Rujukan :
Catatan :

Tembaga (Cu)

Deskripsi:

-

Manfaat Pemeriksaan:

-

Persyaratan & Jenis Sampel : Darah
Stabilitas Sampel : 4°C : 3 hari
Persiapan Pasien : -
Hari Kerja :
Metode : ICP/MS
Nilai Rujukan : -
Tempat Rujukan :
Catatan :

Iron (Fe) serum

Deskripsi:

-

Manfaat Pemeriksaan:

-

Persyaratan & Jenis Sampel : Serum
Stabilitas Sampel : 2 hari pada 15-25°C
7 hari pada 2-8°C.
28 hari pada (-15)-(-20)°C
Persiapan Pasien : Pasien yang mendapatkan bahan kontras yang mengandung galolinium, iodine atau barium tidak boleh diambil darahnya dalam 96 jam, karena ketiganya mengganggu pemeriksaan logam.
Konsumsi suplemen yang mengandung besi dihindari 24 jam sebelum pengambilan darah.
Hari Kerja :
Metode : ICP/MS
Nilai Rujukan : 50 - 150 ug/dL
Tempat Rujukan :
Catatan :

Cobalt (Co), serum

Deskripsi:

Pemeriksaan Cobalt (Co) mengukur jumlah Cobalt dalam darah. Cobalt merupakan salah satu jenis trace element (mineral) yang dibutuhkan tubuh manusia dalam jumlah sangat kecil untuk pertumbuhan, perkembangan, dan fisiologis normal; namun tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh. Defisiensi Cobalt dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti anemia pernisiosa dan pertumbuhan lambat; sedangkan kelebihan Cobalt dalam jumlah sangat besar dapat menyebabkan toksisitas yang menimbulkan mual, muntah, gangguan kulit, kelainan tiroid, dan lain-lain. Pemeriksaan Cobalt membutuhkan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Manfaat Pemeriksaan:

Sebagai evaluasi awal kondisi malnutrisi atau malabsorbsi; memantau suplementasi trace element untuk mencegah kelebihan trace element; menunjang diagnosis dugaan defisiensi trace element.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum

Stabilitas Sampel :

2 hari pada 15-25°C
7 hari pada 2-8°C
7 pada (-15)-(-25)°C

Persiapan Pasien :

Mohon menghubungi petugas laboratorium.

Hari Kerja :
Metode :

ICP/MS

Nilai Rujukan :

< 1,0 ug/L

Tempat Rujukan :
Catatan :

Vanadium (V)

Deskripsi:

Pemeriksaan Vanadium (V) mengukur jumlah Vanadium dalam darah. Vanadium merupakan salah satu jenis trace element (mineral) yang dibutuhkan tubuh manusia dalam jumlah sangat kecil untuk pertumbuhan, perkembangan, dan fisiologis normal; namun tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh. Defisiensi Vanadium dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti peningkatan kolesterol, penyakit kardiovaskular, intoleransi glukosa, hipoglikemia, dan gangguan pertumbuhan; sedangkan kelebihan Vanadium dalam jumlah sangat besar dapat menyebabkan toksisitas yang menimbulkan batuk, iritasi THT (telinga, hidung, dan tenggorokan), pusing, dan lain-lain. Pemeriksaan Vanadium membutuhkan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Manfaat Pemeriksaan:

Sebagai evaluasi awal kondisi malnutrisi atau malabsorbsi; memantau suplementasi trace element untuk mencegah kelebihan trace element; menunjang diagnosis dugaan defisiensi trace element.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum

Stabilitas Sampel :

2 hari pada 15 – 25 °C
7 hari pada 2 – 8 °C
7 pada (-15) – (-20) °C

 

Persiapan Pasien :

Mohon menghubungi petugas laboratorium.

Hari Kerja :
Metode :

ICP/MS

Nilai Rujukan :

< 1,0 ug/L

Tempat Rujukan :
Catatan :

Chromium (Cr), Serum

Deskripsi:

Pemeriksaan Chromium (Cr) mengukur jumlah Chromium dalam darah. Chromium merupakan salah satu jenis trace element (mineral) yang dibutuhkan tubuh manusia dalam jumlah sangat kecil untuk pertumbuhan, perkembangan, dan fisiologis normal; namun tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh. Defisiensi Chromium dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti aterosklerosis, intoleransi glukosa atau hipoglikemia, dan gangguan kehamilan; sedangkan kelebihan Chromium dapat menyebabkan toksisitas yang menimbulkan masalah pada kulit. Pemeriksaan Chromium membutuhkan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Manfaat Pemeriksaan:

Sebagai evaluasi awal kondisi malnutrisi atau malabsorbsi; memantau suplementasi trace element untuk mencegah kelebihan trace element; menunjang diagnosis dugaan defisiensi trace element.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum

Stabilitas Sampel :

2 hari pada 15-25°C
10 hari pada 2-8°C
21 hari pada (-15)-(-20)ºC

Persiapan Pasien :

Mohon menghubungi petugas laboratorium.

Hari Kerja :
Metode :

ICP/MS

Nilai Rujukan :

-

Tempat Rujukan :
Catatan :

Molybdenum (Mo)

Deskripsi:

Pemeriksaan Molybdenum (Mo) mengukur jumlah Molybdenum dalam darah. Molybdenum merupakan salah satu jenis trace element (mineral) yang dibutuhkan tubuh manusia dalam jumlah sangat kecil untuk pertumbuhan, perkembangan, dan fisiologis normal; namun tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh. Defisiensi Molybdenum dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti malfungsi hati termasuk jaundice, mual, kelelahan, sakit kepala, takikardia, muntah, gangguan neurologis, abnormalitas metabolit urin, dan dislokasi lensa okular; sedangkan kelebihan Molybdenum dapat menyebabkan toksisitas yang menimbulkan defisiensi Copper, diare, anemia, dan hilangnya pigmen warna rambut. Pemeriksaan Molybdenum membutuhkan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Manfaat Pemeriksaan:

Sebagai evaluasi awal kondisi malnutrisi atau malabsorbsi; memantau suplementasi trace element untuk mencegah kelebihan trace element; menunjang diagnosis dugaan defisiensi trace element.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum

Stabilitas Sampel :

2 hari pada 15 – 25 °C
14 hari pada 2 – 8 °C
14 pada (-15) – (-20) °C

 

Persiapan Pasien :

Mohon menghubungi petugas laboratorium.

Hari Kerja :
Metode :

ICP/MS

Nilai Rujukan :

0,3 - 2,0 ug/L

Tempat Rujukan :
Catatan :