PANEL PEMERIKSAAN

Panel Pemantauan Prediabetes

Manfaat Pemeriksaan:

Memantau dan megevaluasi kondisi individu penyandang prediabetes, serta mendeteksi risiko berkembangnya prediabetes menjadi diabetes tipe 2.

Jenis Pemeriksaan

HbA1C

Deskripsi:

Hemoglobin terglikasi (HbA1c) merupakan gugus heterogen yang terbentuk dari reaksi kimia antara glukosa dan hemoglobin. HbA1c dapat menggambarkan konsentrasi glukosa darah rata-rata selama periode 2-4 bulan. Kecepatan pembentukan HbA1c proporsional dengan konsentrasi glukosa darah. Pemeriksaan HbA1c perlu dilakukan pada awal terdiagnosa DM, kondisi DM tergantung insulin (minimal 3 kali setahun), dan kondisi DM tidak tergantung insulin (4 kali setahun atau sesuai kebutuhan). Pemeriksaan ini juga sangat diperlukan dalam upaya manajemen DM yang optimal untuk memperkecil risiko komplikasi diabetes.

Manfaat Pemeriksaan:

Menilai kualitas pengendalian kadar glukosa darah dalam waktu 2-4 bulan, menilai efektivitas terapi, direkomendasikan (American Diabetes Association) untuk diagnosis DM tipe-2 dan menilai resiko tinggi diabetes (prediabetes), serta digunakan untuk menghitung rata-rata kadar glukosa darah (eAG).

Persyaratan & Jenis Sampel : Whole Blood
Stabilitas Sampel : 1 hari pada suhu 15 - 30°C
7 hari pada suhu 2 - 8°C
Persiapan Pasien : -
Hari Kerja :
Metode : Ion Exchange HPLC
Nilai Rujukan : mmol/mol
Tempat Rujukan :
Catatan :

Glukosa Puasa

Deskripsi:

Pemeriksaan glukosa darah berguna untuk mengukur jumlah glukosa dalam darah saat sampel diperiksa. Glukosa darah digunakan untuk mendeteksi hiperglikemik maupun hipoglikemik untuk membantu menegakkan diagnosis diabetes dan memantau kadar glukosa pada penyandang diabetes. Glukosa puasa diukur saat keadaan puasa (± 8-10 jam). Berdasarkan konsensus Pengelolaan dan Pencegahan DM 2006, berikut kriteria pengendalian DM berdasarkan level glukosa puasa : Baik (80-100 mg/dL), Sedang (100-125 mg/dL), Buruk (≥126 mg/dL). Glukosa puasa juga dapat menegakkan kriteria prediabetes bila memiliki kadar glukosa puasa 100-125 mg/dL (5,6-6,9 mmol/L).
Beberapa penyebab konsentrasi gula yang tinggi selain diabetes antara lain: spesimen tidak puasa, infus intravena glukosa yang baru dilakukan, kondisi stress, cushing disease, akromegali, pheochromocytoma, glukagonoma, penyakit hati yang parah, pankreatitis, dan obat-obat tertentu seperti diuretik, glukortikoid, β-blocker, asam nikotinat, obat yang mengandung estrogen, dll).

Manfaat Pemeriksaan:

Pemeriksaan glukosa puasa dapat digunakan untuk skrining, diagnosis DM. Penentuan konsentrasi glukosa puasa juga dapat digunakan dalam diagnosis dan penanganan beberapa gangguan metabolik tertentu seperti asidosis, ketosis, dehidrasi, dan koma.

Persyaratan & Jenis Sampel : -
Stabilitas Sampel : -
Persiapan Pasien : -
Hari Kerja :
Metode : -
Nilai Rujukan : -
Tempat Rujukan :
Catatan :

Glukosa 2 Jam PP

Deskripsi:

Pemeriksaan ini ditujukan untuk diagnosis DM. Pengambilan spesimen dilakukan 2 jam setelah pembebanan glukosa setara dengan 75 gram glukosa. Berdasarkan konsensus Pengelolaan dan Pencegahan DM 2006, berikut kriteria pengendalian DM berdasarkan level glukosa darah 2 jam :

  • Baik : 80-144 mg/dL
  • Sedang : 145-179 mg/dL
  • Buruk : ≥180 mg/dL

Manfaat Pemeriksaan:

-

Persyaratan & Jenis Sampel : Serum atau plasma
Stabilitas Sampel :

Plasma:

  • 8 jam pada suhu 15-25°C
  • 3 hari pada suhu 2-8°C

Plasma Fluorida :

  • 24 jam pada suhu 15-25°C

 

Persiapan Pasien : Puasa 2 jam setelah makan
Hari Kerja :
Metode : Heksokinase, GOD-PAP
Nilai Rujukan : < 140 mg/dL
Tempat Rujukan :
Catatan :

TTGO

Deskripsi:

-

Manfaat Pemeriksaan:

-

Persyaratan & Jenis Sampel : -
Stabilitas Sampel : -
Persiapan Pasien : -
Hari Kerja :
Metode : -
Nilai Rujukan : -
Tempat Rujukan :
Catatan :

Cholesterol HDL

Deskripsi:

Pemeriksaan kolesterol HDL merupakan pemeriksaan darah yang mengukur konsentrasi kolesterol HDL dalam darah. High density lipoprotein (HDL) seringkali disebut sebagai "kolesterol baik" karena bertugas untuk membawa kelebihan kolesterol yang tertinggal di pembuluh darah lalu membawanya ke hati untuk diproses lebih lanjut. Konsentrasi HDL yang tinggi dipercaya dapat melindungi individu terhadap kejadian penyakit jantung.

Manfaat Pemeriksaan:

Menilai profil lemak dan menentukan risiko penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah).

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :

7 hari pada 2 - 8°C
3 bulan pada (-20)°C

Persiapan Pasien :

Puasa (tidak diperbolehkan makan dan minum, kecuali minum air putih) selama 12 jam sebelum pengambilan darah.

Hari Kerja :
Metode :

Homogeneous

Nilai Rujukan :

>=40 mg/dL

Tempat Rujukan :
Catatan :

Cholesterol LDL Direk

Deskripsi:

Pemeriksaan kolesterol LDL direk merupakan pemeriksaan darah yang megukur konsentrasi kolesterol LDL dalam darah menggunakan metode langsung (direk). Low density lipoprotein (LDL) seringkali disebut "kolesterol jahat" karena dapat menempel di dinding pembuluh darah dan mempersempit rongga pembuluh darah. Mengonsumsi makanan kaya lemak jenuh berlebihan dapat meningkatkan konsentrasi LDL. Konsentrasi LDL yang tinggi meningkatkan risiko individu terhadap kejadian penyakit jantung.

Manfaat Pemeriksaan:

Menilai profil lemak dan menentukan risiko penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah); memantau efektivitas terapi penurun lipid.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :

 

7 hari pada 2 – 8°C
3 bulan pada (-20)°C

 

Persiapan Pasien :

Puasa (tidak diperbolehkan makan dan minum, kecuali minum air putih) selama 12 jam sebelum pengambilan darah.

Hari Kerja :
Metode :

Homogeneous

Nilai Rujukan :

< 100 mg/dL

Tempat Rujukan :
Catatan :

Trigliserida

Deskripsi:

Pemeriksaan trigliserida merupakan pemeriksaan darah yang mengukur konsentrasi trigliserida di dalam darah. Trigliserida adalah salah satu jenis lemak yang ditemukan dalam darah. Saat kita makan, tubuh mengubah kalori  yang tidak digunakan dalam bentuk trigliserida yang kemudian disimpan dalam sel lemak. Trigliserida dilepaskan untuk menghasilkan energi saat tubuh membutuhkannya. Jika kalori yang dikonsumsi lebih banyak dibanding kalori yang digunakan (misalnya untuk beraktivitas), maka konsentrasi trigliserida akan meningkat. Peningkatan konsentrasi trigliserida dalam darah dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan menjadi tanda adanya sindrom metabolik.

Manfaat Pemeriksaan:

Menentukan faktor risiko penyakit jantung koroner; mendeteksi sindrom metabolik; memantau efektivitas terapi penurun lipid.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :
  • 7 hari pada 2 – 8°C
  • 3 bulan pada (-15) – (-25)°C
  • 1 tahun pada (-60) - (-80)°C
Persiapan Pasien :

Puasa (tidak diperbolehkan makan dan minum, kecuali minum air putih) selama 12 jam sebelum pengambilan darah.
 

Hari Kerja :
Metode :

GPO-PAP

Nilai Rujukan :

< 150 mg/dL

Tempat Rujukan :
Catatan :

Albumin Urin Kuantitatif

Deskripsi:

Albumin adalah protein plasma yang terdapat di dalam darah dengan konsentrasi tinggi, dan ketika ginjal berfungsi dengan baik, hampir tidak ada albumin yang ada di dalam urin. Pemeriksaan albumin urin kuantitatif mengukur kadar albumin dalam sampel urin sewaktu ataupun urin yang dikumpulkan dalam waktu tertentu sebagai penanda kerusakan ginjal. Pemeriksaan albumin urin kuantitatif membutuhkan sampel urin sewaktu, urin yang ditampung dalam waktu tertentu atau 24 jam. Jika menggunakan urin sewaktu, diperlukan pemeriksaan kreatinin untuk koreksi.
 

Manfaat Pemeriksaan:

Mendeteksi dini penyakit ginjal pada penyandang diabetes atau seseorang dengan faktor risiko lain seperti hipertensi (tekanan darah tinggi).

Persyaratan & Jenis Sampel :

Urine

Stabilitas Sampel :
  • 15 – 25°C : 7 hari
  • 2 – 8°C    : 1 bulan
  • (-15) – (-20)°C :  6 bulan
Persiapan Pasien :

Tidak melakukan aktivitas fisik yang berlebihan atau olahraga sebelum penampungan urin.

Hari Kerja :
Metode :

PEG enhanced immunoturbidimetric

Nilai Rujukan :

-

Tempat Rujukan :
Catatan :