PANEL PEMERIKSAAN

Panel Pemeriksaan Hormon untuk Anti Aging

Manfaat Pemeriksaan:

Menentukan status hormon anti aging, dan mengevaluasi keberhasilan terapi anti aging.

Jenis Pemeriksaan

TSHs

Deskripsi:

Pemeriksaan TSHs merupakan pemeriksaan menggunakan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan untuk mengukur konsentrasi thyroid-stimulating hormone (TSH) dalam darah.

Thyroid-stimulating hormone (TSH) adalah hormon yang berfungsi merangsang kelenjar tiroid untuk memproduksi hormon thyroxine (T4) dan triiodothyronine (T3). Fungsi TSH dipengaruhi oleh thyrotropin releasing hormone (TRH) yang dihasilkan oleh hipotalamus untuk mempertahankan konsentrasi yang stabil dari hormon tiroid dalam darah.

Manfaat Pemeriksaan:

Sebagai uji saring dan membantu diagnosis gangguan tiroid; memantau pengobatan hipotiroidisme dan hipertiroidisme.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :

- Serum dan plasma EDTA :     

  • 18 - 24°C : 24 jam
  •  2 - 8°C : 48 jam
  • ≤ -20°C : 30 hari

- Plasma heparin :

  • 18 - 24°C : 24 jam
  • 2 - 8°C : 48 jam
  • ≤ -20°C : 14 hari
Persiapan Pasien :

Tidak ada persiapan pemeriksaan yang dibutuhkan.

Hari Kerja :
Metode :

Chemiluminescent

Nilai Rujukan :

0,640 - 6,270 µIU/mL

Tempat Rujukan :
Catatan :

FT4

Deskripsi:

Pemeriksaan free T4 (FT4) merupakan pemeriksaan menggunakan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan untuk mengukur konsentrasi thyroxine (T4) dalam bentuk bebas (tidak terikat dengan protein) dalam darah.

Thyroxine (T4) adalah salah satu dari dua hormon utama yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid. Hormon tiroid utama lainnya disebut triiodothyronine (T3). T4 dan T3 secara bersama-sama mempunyai fungsi untuk mengatur metabolisme tubuh. Hampir sebagian besar T4 ditemukan dalam bentuk terikat dengan protein di dalam darah. Sisanya dalam jumlah kecil tidak terikat dengan protein yang disebut sebagai free T4, dan merupakan bentuk aktif biologis dari hormon.

Manfaat Pemeriksaan:

Membantu evaluasi fungsi kelenjar tiroid; membantu diagnosis gangguan tiroid; sebagai uji saring hipotiroidisme pada bayi baru lahir; memantau efektivitas pengobatan gangguan tiroid.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :
  • 2 - 8°C : 8 hari
  • -25 ± 6°C : 6 bulan (serum) / 4 bulan (heparin)
Persiapan Pasien :

Tidak ada persiapan pemeriksaan yang dibutuhkan.

Hari Kerja :
Metode :

ELFA

Nilai Rujukan :

0,7 - 1,55 ng/dL

Tempat Rujukan :
Catatan :

IGF-1 (Insulin-Like Growth Factor-1)

Deskripsi:

Insulin-like growth factor-1 (IGF-1) merupakan hormon yang diproduksi oleh hati dan otot rangka serta jaringan lainnya sebagai respon terhadap stimulasi growth hormone (GH). Bersama dengan GH, IGF-1 membantu mempromosikan perkembangan dan pertumbuhan tulang serta jaringan lain yang normal. Pemeriksaan IGF-1 mengukur jumlah IGF-1 dalam darah yang biasanya direkomendasikan oleh dokter ketika seorang anak memiliki tanda dan gejala pertumbuhan yang lambat, perawakan pendek, dan perkembangan yang tertunda, atau orang dewasa yang mengalami penurunan kepadatan tulang, kekuatan otot berkurang, dan peningkatan lipid; ketika seorang anak atau orang dewasa memiliki tanda dan gejala gigantisme atau akromegali; selama dan setelah pengobatan untuk kelainan GH; ketika diduga ada gangguan hipofisis.

Pemeriksaan IGF-1 membutuhkan sampel berupa darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Manfaat Pemeriksaan:

Menunjang diagnosis penyebab gangguan pertumbuhan; mengevaluasi fungsi pituitari, diagnosis hipopituitari jika dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan Adrenocorticotropic Hormone (ACTH); memantau efektivitas pengobatan dengan growth hormone (GH) pada pasien defisiensi GH; memberikan informasi yang berhubungan dengan insensivitas GH, jika IGF-1 normal maka dugaan kekurangan GH dapat disingkirkan dan pemeriksaan definitif tidak diperlukan lagi; mendeteksi tumor yang memproduksi GH (tumor di anterior pituitary), jika disertai pemeriksaan GH supression test; memantau efektivitas operasi pasca pengangkatan tumor pituitari, serta memantau kekambuhan.
 

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :
  • 2 - 8°C : 24 jam
  • -25°C : 12 bulan
Persiapan Pasien :

Tidak terdapat persiapan pemeriksaan yang dibutuhkan.

Hari Kerja :
Metode :

Immunochemiluminescent

Nilai Rujukan :

<= 26 ng/mL

Tempat Rujukan :
Catatan :

Cortisol

Deskripsi:

-

Manfaat Pemeriksaan:

Pemeriksaan cortisol bermanfaat untuk menunjang diagnosis Cushing's syndrome atau Addison's disease.

Persyaratan & Jenis Sampel : Serum
Stabilitas Sampel :
  • 8 jam pada 18 – 25°C
  • 48 jam pada 2 - 8°C
  • >48 jam pada ≤-20°C       
Persiapan Pasien : -
Hari Kerja :
Metode : Chemiluminescent
Nilai Rujukan : 4,30 - 22,40 µg/dL
Tempat Rujukan :
Catatan :

DHEA-S

Deskripsi:

-

Manfaat Pemeriksaan:

Pada wanita dengan infertilitas, amenorea atau hirsutisme digunakan untuk mengidentifikasi penyebab kelebihan androgen. Membantu evaluasi hiper androgen, termasuk sindrom Stein -Leventhal dan penyakit adrenokortikal, kongenital adrenal hiperplasia dan tumor adrenal

Persyaratan & Jenis Sampel : Serum atau plasma
Stabilitas Sampel :
  • 2 – 8°C : 2 hari
  • -20°C atau lebih dingin : 2 bulan
Persiapan Pasien : -
Hari Kerja :
Metode : ECLIA
Nilai Rujukan : 33,9 - 280 µg/dL
Tempat Rujukan :
Catatan :

Testosteron

Deskripsi:

Pemeriksaan testosterone merupakan pemeriksaan menggunakan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan untuk mengukur konsentrasi testosterone dalam darah.

Testosterone adalah hormon seks utama (androgen) pada pria yang bertanggung jawab terhadap karakteristik fisik pria. Meskipun dianggap sebagai hormon seks pria, namun hormon ini ditemukan dalam darah pria dan wanita.

Manfaat Pemeriksaan:

Membantu diagnosis penyebab disfungsi ereksi atau ketidakmampuan pasangan untuk hamil (infertilitas) pada pria; membantu diagnosis penyebab fisik maskulin (virilization), infertilitas, atau polycystic ovary syndrome (PCOS) pada wanita; membantu menentukan penyebab alat kelamin yang tidak jelas (ambigu alat kelamin) atau pubertas dini atau lamat pada anak-anak.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :
  • 1 minggu pada suhu 2 – 8 °C
  • 6 bulan pada suhu (-20) °C
Persiapan Pasien :

Mohon hubungi petugas laboratorium.

Hari Kerja :
Metode :

ECLIA

Nilai Rujukan :

8,4 - 48,1 ng/dL

Tempat Rujukan :
Catatan :

Estradiol

Deskripsi:

Pemeriksaan estradiol merupakan pemeriksaan menggunakan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan untuk mengukur konsentrasi estradiol dalam darah.

Estradiol terutama diproduksi di ovarium pada wanita pra-menopause dan di testis pada pria. Estradiol dikonversi dari estrone pada wanita pasca-menopause. Estradiol ditemukan dalam konsentrasi tertinggi pada wanita yang tidak hamil dan pra-menopause. Konsentrasi estradiol bervariasi pada wanita tergantung pada usia dan status reproduksi.
 

Manfaat Pemeriksaan:

Evaluasi fungsi ovarium; membantu diagnosis early-onset puberty atau pubertas lambat; evaluasi gangguan menstruasi; memantau terapi penggantian hormon; mendeteksi estrogen-producing tumors dan memantau anti-estrogen, seperti pada kanker payudara; membantu diagnosis penyebab payudara membesar (gynecomastia) atau tanda-tanda lain dari feminisasi pada pria; mendeteksi kelebihan estrogen relatif yang disebabkan oleh testosterone atau kekurangan androgen.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :
  • 20 jam pada 18 – 25°C (temperatur ruang)
  • 20 – 48 jam pada 2 – 8°C
  • 48 jam s/d 6 bulan pada -20°C atau lebih dingin
Persiapan Pasien :

Mohon hubungi petugas laboratorium.

Hari Kerja :
Metode :

Chemiluminescent

Nilai Rujukan :

<= 39,8 pg/mL

Tempat Rujukan :
Catatan :

Progesteron

Deskripsi:

Pemeriksaan progesterone merupakan pemeriksaan menggunakan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan untuk mengukur konsentrasi progesterone dalam darah.

Progesterone adalah hormon steroid yang berperan utama dalam mempersiapkan tubuh wanita untuk hamil dengan bekerja sama dengan beberapa hormon wanita lainnya.

Manfaat Pemeriksaan:

Membantu menentukan penyebab infertilitas (ketidaksuburan), mendeteksi ovulasi, membantu diagnosis kehamilan ektopik atau kegagalan hamil, memantau kesehatan kehamilan, memantau terapi pengganti progesterone, atau membantu diagnosis penyebab perdarahan uterus abnormal.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum

Stabilitas Sampel :
  • 8 jam pada temperatur ruang
  • 48 jam pada 2 - 8°C
  • >48 jam pada ≤ -20°C
Persiapan Pasien :

Mohon hubungi petugas laboratorium.

Hari Kerja :
Metode :

Chemiluminescent

Nilai Rujukan :

0,28 - 1,22 ng/mL

Tempat Rujukan :
Catatan :

SHBG

Deskripsi:

Pemeriksaan sex hormone binding globulin (SHBG) merupakan pemeriksaan menggunakan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan untuk mengukur konsentrasi SHBG dalam darah dan paling sering digunakan untuk membantu evaluasi kekurangan atau kelebihan testosterone.

Sex hormone binding globulin (SHBG) adalah protein yang diproduksi oleh hati dan terikat erat dengan hormon testosterone, dihydrotestosterone (DHT), dan estradiol.Dalam keadaan terikat ini, SHBG mengangkut hormon-hormon tersebut dalam darah sebagai bentuk biologis aktif.

Manfaat Pemeriksaan:

Evaluasi kondisi defisiensi androgen (konsentrasi testosterone rendah) pada pria: evaluasi tanda-tanda dan gejala kelebihan hormon pria (androgen) pada wanita.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :
  • 2 - 8°C : 3 hari
  • -20°C / lebih dingin : 1 bulan
Persiapan Pasien :

Mohon hubungi petugas laboratorium.

Hari Kerja :
Metode :

ECLIA

Nilai Rujukan :

14,5 - 48,4 nmol/L

Tempat Rujukan :
Catatan :