PANEL PEMERIKSAAN

Panel Penyakit Menular Seksual

Manfaat Pemeriksaan:

Mendeteksi penyakit yang dapat ditularkan melalui kontak seksual, misalnya sifilis, gonorrhea, chlamydia, herpes, hepatitis B, dan HIV/AIDS.

Jenis Pemeriksaan

VDRL/RPR

Deskripsi:

Penyakit sifilis disebabkan oleh infeksi bakteri Treponema pallidum yang paling sering ditularkan melalui kontak seksual. Pemeriksaan VDRL/RPR merupakan pemeriksaan yang paling umum untuk mendeteksi munculnya antibodi terhadap bakteri Treponema pallidum. Pemeriksaan VDRL/RPR direkomendasikan dokter bila seseorang memiliki gejala penyakit sifilis atau berisiko tinggi terkena penyakit sifilis. Pemeriksaan VDRL/RPR membutuhkan sampel berupa darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Manfaat Pemeriksaan:

Menyaring atau mendiagnosis infeksi bakteri Treponema pallidum yang menyebabkan penyakit sifilis.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :
  • 2 - 8°C : 48 jam
  • (-20)°C :1 tahun
Persiapan Pasien :

Tidak terdapat persiapan pemeriksaan yang dibutuhkan.

Hari Kerja :
Metode :

Flokulasi

Nilai Rujukan :

Non Reaktif -

Tempat Rujukan :
Catatan :

TPHA

Deskripsi:

Treponema Pallidum Hemagglutination (TPHA) merupakan suatu pemeriksaan serologi untuk sipilis dan kurang sensitif bila digunakan sebagai skrining (tahap awal/primer) sipilis.

Manfaat Pemeriksaan:

Pemeriksaan konfirmasi untuk penyakit sipilis dan mendeteksi respon serologis spesifik untuk Treponema pallidum pada tahap lanjut/akhir sipilis.

Persyaratan & Jenis Sampel : Serum
Stabilitas Sampel :
  • 2 - 8° C : 48 jam
  • 20°C     : 1 bulan4 (maksimal penyimpanan 1 tahun)
Persiapan Pasien : -
Hari Kerja :
Metode : Aglutinasi
Nilai Rujukan : Non Reaktif -
Tempat Rujukan :
Catatan :

GO Mikroskopis

Deskripsi:

Gonorrhoe atau sering disebut GO (kencing nanah) termasuk salah satu jenis Penyakit Menular Seksual (PMS) yang sering ditemukan kasusnya di Indonesia. Jika seseorang aktif secara seksual, hamil, memiliki satu atau lebih faktor risiko kemungkinan berkembang menjadi gonorrhea, atau memiliki gejala seperti peningkatan sekret vagina, pendarahan berkaitan dengan intercourse vaginal, atau burning/painful urination (untuk wanita) atau sekret seperti nanah dari penis atau suatu burning sensation selama urination (untuk lelaki)

Manfaat Pemeriksaan:

Berguna untuk:

  • Skrining atau diagnosis infeksi dengan Neisseria gonorrhoeae, yang menyebabkan penyakit menular gonorrhea
  • Membantu mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri Neisseria gonorrhoeae secara mikroskopik

Persyaratan & Jenis Sampel : -
Stabilitas Sampel : -
Persiapan Pasien : -
Hari Kerja :
Metode : -
Nilai Rujukan : -
Tempat Rujukan :
Catatan :

Anti-HSV2 IgM

Deskripsi:

Herpes Simplex Virus tipe 2 (HSV2) atau genital herpes merupakan infeksi herpes yang terjadi pada alat kelamin, biasanya ditularkan melalui kontak seksual. Berbeda dengan infeksi lainnya, HSV2 lebih sering ditularkan dari ibu kepada bayinya saat proses kelahiran berlangsung. Bayi yang terinfeksi HSV2 berisiko mengalami gangguan kesehatan seperti infeksi pada organ mata dan trakea, meningitis, pneumonia, dan encephalitis (radang otak).

Pemeriksaan Anti-HSV2 IgM mendeteksi antibodi IgM terhadap HSV2. Antibodi IgM merupakan antibodi yang pertama kali muncul di dalam darah bila infeksi terjadi dan akan menghilang dalam beberapa bulan. Pemeriksaan ini sangat dianjurkan bagi wanita yang akan hamil atau merencanakan segera hamil; wanita yang baru/sedang hamil, bila hasil sebelumnya negatif atau belum pernah diperiksa, idealnya dipantau setiap 3 bulan sekali; dan bayi baru lahir yang ibunya terinfeksi pada saat hamil. Pemeriksaan ini membutuhkan sampel berupa darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Manfaat Pemeriksaan:


Mendeteksi infeksi Herpes Simplex Virus tipe 2 (HSV2) primer atau yang sedang berlangsung/baru terjadi.

 

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :
  • 2 – 8°C : 14 hari
  • -20°C : >3 hari
Persiapan Pasien :

Tidak terdapat persiapan pemeriksaan yang dibutuhkan.

Hari Kerja :
Metode :

ELISA

Nilai Rujukan :

Negatif -

Tempat Rujukan :
Catatan :

HBsAg

Deskripsi:

HBsAg adalah penanda awal infeksi Hepatitis B. Bila HBsAg menetap dalam darah > 6 bulan, berarti telah terjadi infeksi kronis.

Manfaat Pemeriksaan:

Mendeteksi dan mendiagnosis infeksi HBV; uji skrining donor darah dan pra vaksinasi; dan memantau viral clearance.

Persyaratan & Jenis Sampel : Serum atau plasma
Stabilitas Sampel :
  • Suhu ruang  : 24 jam
  • 2 - 8°C        :  6 hari
  • ≤ (-20)°C    :  > 6 hari (maksimal penyimpanan 1 bulan)2
Persiapan Pasien : -
Hari Kerja :
Metode : CMIA
Nilai Rujukan : Non Reaktif -
Tempat Rujukan :
Catatan :

Anti-HIV

Deskripsi:

Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah sejenis virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan menyebabkan daya tahan tubuh menurun, sehingga mudah terinfeksi oleh berbagai jenis kuman. Infeksi HIV dapat ditularkan melalui cairan tubuh, yaitu darah, sperma, dan cairan vagina lewat hubungan seksual, transfusi darah, alat suntik, transplantasi organ/jaringan tubuh, dan perinatal (ibu hamil kepada janinnya).

Pemeriksaan Anti-HIV mendeteksi antibodi yang dihasilkan oleh sistem kekebalan tubuh untuk melawan HIV. Antibodi HIV umumnya terbentuk sekitar 3-6 minggu setelah terinfeksi, atau pada seseorang dengan pembentukan antibodi yang lambat dapat terbentuk setelah 3-6 bulan terinfeksi. Oleh karena itu, pemeriksaan Anti-HIV sebaiknya dilakukan 3-6 bulan setelah melakukan tindakan berisiko tertular HIV. Pemeriksaan Anti-HIV membutuhkan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Manfaat Pemeriksaan:

Menentukan apakah seseorang terinfeksi HIV.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :
  • 2 – 8°C : 48 jam
  • -25 ± 6°C : >48 jam (Maksimal penyimpanan sampel pada kondisi beku selama 2 bulan)
Persiapan Pasien :

Tidak terdapat persiapan pemeriksaan yang dibutuhkan, namun sebelum dan sesudah melakukan pemeriksaan Anti-HIV sangat dianjurkan melakukan konseling dengan dokter atau konselor yang terlatih.

Hari Kerja :
Metode :

Semua Method

Nilai Rujukan :

Non Reaktif -

Tempat Rujukan :
Catatan :

Anti-Chlamydia Trachomatis IgG

Deskripsi:

Chlamydia merupakan salah satu bakteri penyakit menular seksual yang paling umum terjadi dan dapat menyebabkan komplikasi serius jika tidak tertangani dengan baik. Chlamydia umumnya menyebar melalui kontak seksual (oral, vaginal, atau anal) dengan pasangan yang terinfeksi.

Pemeriksaan Anti-Chlamydia trachomatis IgG mendeteksi antibodi IgG terhadap Chlamydia trachomatis. Antibodi IgG merupakan antibodi yang muncul setelah IgM dan bisa menetap seumur hidup. Pemeriksaan Anti-Chlamydia trachomatis IgG membutuhkan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Manfaat Pemeriksaan:

Mendeteksi infeksi Chlamydia trachomatis pada masa lampau, namun peningkatan Anti-Chlamydia trachomatis IgG yang signifikan dalam interval waktu tertentu dapat mengindikasikan infeksi Chlamydia trachomatis yang aktif atau baru terjadi.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :
  • 2 - 8°C : 14 hari
  • -20°C atau lebih dingin : >48 jam
Persiapan Pasien :

Tidak terdapat persiapan pemeriksaan yang dibutuhkan.

Hari Kerja :
Metode :

ELISA

Nilai Rujukan :

Negatif -

Tempat Rujukan :
Catatan :

Anti-Chlamydia Trachomatis IgM

Deskripsi:

Chlamydia merupakan salah satu bakteri penyakit menular seksual yang paling umum terjadi dan dapat menyebabkan komplikasi serius jika tidak tertangani dengan baik. Chlamydia umumnya menyebar melalui kontak seksual (oral, vaginal, atau anal) dengan pasangan yang terinfeksi.

Pemeriksaan Anti-Chlamydia trachomatis IgM mendeteksi antibodi IgM terhadap Chlamydia trachomatis. Antibodi IgM merupakan antibodi yang pertama kali muncul di dalam darah bila infeksi terjadi dan akan menghilang dalam beberapa bulan. Pemeriksaan Anti-Chlamydia trachomatis IgM membutuhkan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Manfaat Pemeriksaan:

Mendeteksi infeksi Chlamydia trachomatis yang sedang berlangsung/baru terjadi.
 

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :

• 2 – 8°C : 14 hari
• -20°C atau lebih dingin : >48 jam

Persiapan Pasien :

Tidak terdapat persiapan pemeriksaan yang dibutuhkan.

Hari Kerja :
Metode :

ELISA

Nilai Rujukan :

Negatif -

Tempat Rujukan :
Catatan :

Pengecatan Gram

Deskripsi:

Dinding sel bakteri Gram positif yang mengandung lapisan peptidoglycan yang lebih tebal menyusut oleh perlakukan alkohol karena terjadinya dehidrasi, menyebabkan pori-pori dinding sel menutup sehingga mencegah larutnya pewarna Gram A (crystal violet) pada tahapan dekolorisasi. Sedangkan sel-sel bakteri Gram negatif mengandung lapisan peptidoglycan yang lebih tipis larut oleh perlakuan alkohol yang menyebabkan pori-pori dinding sel membesar dan proses pemucatan berlangsung lebih cepat. Bakteri Gram positif dapat memperlihatkan reaksi Gram negatif bila mengalami dekolorisasi yang berlebihan. Faktor-faktor lain yang juga dapat menimbulkan beragamnya dalam reaksi pengecatan Gram adalah pelaksanaan fiksasi panas terhadap olesan preparat, kerapatan sel pada olesan preparat, konsentrasi dan umur larutan pengecatan Gram, konsentrasi dan jumlah larutan dekolorisasi yang digunakan dan umur biakan.

Manfaat Pemeriksaan:

Pengecatan Gram dapat mengidentifikasi bakteri ke dalam 2 kelompok, yaitu bakteri Gram positif dan bakteri Gram negatif (termasuk bakteri Gram negatif diplococcus intra/ekstraselular) serta morfologi dan susunannya. Selain itu juga untuk menentukan ada tidaknya bakteri Gram negatif diplococcus intra/ekstraselular.
Pengecatan Gram ini digunakan untuk menilai kualitas spesimen yang akan diperiksa dan menuntun pengerjaan kultur.

Persyaratan & Jenis Sampel : Sputum, cairan tubuh steril, bilasan bronkus, jaringan, urine, feces, sel kultur (padat & cair)
Stabilitas Sampel : -Suhu penyimpanan sampel: < 2 jam pada suhu ruang
-CSF : segera, tidak boleh disimpan pada suhu 2 – 8 oC
-Untuk sputum, harus segera dikerjakan dalam waktu 1 jam. Jika tidak memungkinkan simpan spesimen pada 2 – 8 °C stabil selama 24 jam
Persiapan Pasien : - Untuk urine sebaiknya urine pagi
- Catat waktu penampungan spesimen di FPP/FPPR dan/atau     wadah/internal note SISPro
Hari Kerja :
Metode : Pewarnaan Gram
Nilai Rujukan : -
Tempat Rujukan :
Catatan :