PANEL PEMERIKSAAN

Panel Risiko PJK/Stroke

Manfaat Pemeriksaan:

Memberikan gambaran profil lemak dalam darah, dan menilai berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung koroner dan/atau stroke

Jenis Pemeriksaan

Cholesterol Total

Deskripsi:

Pemeriksaan kolesterol total merupakan pemeriksaan darah yang mengukur konsentrasi kolesterol total yang dibawa dalam darah oleh lipoprotein. Konsentrasi kolesterol yang tinggi dalam darah akan menyebabkan kolesterol menempel di dinding bagian dalam pembuluh darah arteri dan membentuk ateroma atau plak, sehingga pembuluh darah menyempit dan akhirnya menimbulkan serangan jantung jika menghambat pembuluh darah menuju jantung atau strokte jika menghambat pembuluh darah arteri yang menuju otak.

Manfaat Pemeriksaan:

Mendeteksi gangguan metabolisme lemak; menentukan faktor risiko penyakit jantung koroner; memantau efektivitas terapi penurun lipid.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :
  • 7 hari pada 15 – 25°C
  • 7 hari pada 2 – 8°C
  • 3 bulan pada (-15) – (-25)°C
Persiapan Pasien :

Puasa (tidak diperbolehkan makan dan minum, kecuali minum air putih) selama 12 jam sebelum pengambilan darah.
 

Hari Kerja :
Metode :

Homogeneous

Nilai Rujukan :

-

Tempat Rujukan :
Catatan :

Cholesterol HDL

Deskripsi:

Pemeriksaan kolesterol HDL merupakan pemeriksaan darah yang mengukur konsentrasi kolesterol HDL dalam darah. High density lipoprotein (HDL) seringkali disebut sebagai "kolesterol baik" karena bertugas untuk membawa kelebihan kolesterol yang tertinggal di pembuluh darah lalu membawanya ke hati untuk diproses lebih lanjut. Konsentrasi HDL yang tinggi dipercaya dapat melindungi individu terhadap kejadian penyakit jantung.

Manfaat Pemeriksaan:

Menilai profil lemak dan menentukan risiko penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah).

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :

7 hari pada 2 - 8°C
3 bulan pada (-20)°C

Persiapan Pasien :

Puasa (tidak diperbolehkan makan dan minum, kecuali minum air putih) selama 12 jam sebelum pengambilan darah.

Hari Kerja :
Metode :

Homogeneous

Nilai Rujukan :

>=40 mg/dL

Tempat Rujukan :
Catatan :

Cholesterol LDL Direk

Deskripsi:

Pemeriksaan kolesterol LDL direk merupakan pemeriksaan darah yang megukur konsentrasi kolesterol LDL dalam darah menggunakan metode langsung (direk). Low density lipoprotein (LDL) seringkali disebut "kolesterol jahat" karena dapat menempel di dinding pembuluh darah dan mempersempit rongga pembuluh darah. Mengonsumsi makanan kaya lemak jenuh berlebihan dapat meningkatkan konsentrasi LDL. Konsentrasi LDL yang tinggi meningkatkan risiko individu terhadap kejadian penyakit jantung.

Manfaat Pemeriksaan:

Menilai profil lemak dan menentukan risiko penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah); memantau efektivitas terapi penurun lipid.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :

 

7 hari pada 2 – 8°C
3 bulan pada (-20)°C

 

Persiapan Pasien :

Puasa (tidak diperbolehkan makan dan minum, kecuali minum air putih) selama 12 jam sebelum pengambilan darah.

Hari Kerja :
Metode :

Homogeneous

Nilai Rujukan :

< 100 mg/dL

Tempat Rujukan :
Catatan :

Trigliserida

Deskripsi:

Pemeriksaan trigliserida merupakan pemeriksaan darah yang mengukur konsentrasi trigliserida di dalam darah. Trigliserida adalah salah satu jenis lemak yang ditemukan dalam darah. Saat kita makan, tubuh mengubah kalori  yang tidak digunakan dalam bentuk trigliserida yang kemudian disimpan dalam sel lemak. Trigliserida dilepaskan untuk menghasilkan energi saat tubuh membutuhkannya. Jika kalori yang dikonsumsi lebih banyak dibanding kalori yang digunakan (misalnya untuk beraktivitas), maka konsentrasi trigliserida akan meningkat. Peningkatan konsentrasi trigliserida dalam darah dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan menjadi tanda adanya sindrom metabolik.

Manfaat Pemeriksaan:

Menentukan faktor risiko penyakit jantung koroner; mendeteksi sindrom metabolik; memantau efektivitas terapi penurun lipid.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :
  • 7 hari pada 2 – 8°C
  • 3 bulan pada (-15) – (-25)°C
  • 1 tahun pada (-60) - (-80)°C
Persiapan Pasien :

Puasa (tidak diperbolehkan makan dan minum, kecuali minum air putih) selama 12 jam sebelum pengambilan darah.
 

Hari Kerja :
Metode :

GPO-PAP

Nilai Rujukan :

< 150 mg/dL

Tempat Rujukan :
Catatan :

Apo B

Deskripsi:

Apolipoprotein B (apo B) merupakan apoprotein yang terdapat dalam molekul-molekul lipoprotein yang potensial menyebabkan terjadinya penyakit jantung koroner (PJK), seperti very low density lipoprotein (VLDL), intermediate density lipoprotein (IDL), dan low density lipoprotein (LDL). Lebih dari 90% konsentrasi serum apo B berasal dari molekul LDL, dan satu molekul LDL hanya mengandung satu molekul apo B. Dengan demikian, penentuan konsentrasi apo B dalam darah dapat mencerminkan jumlah partikel LDL yang terdapat dalam darah.

Pemeriksaan apo B mengukur konsentrasi apo B dalam darah yang dianjurkan bagi seseorang yang memiliki riwayat kesehatan atau keluarga terkena PJK dan/atau kadar kolesterol dan trigliserida tinggi; secara berkala bagi seseorang yang sedang mendapatkan pengobatan kolesterol tinggi; bagi seseorang yang diduga mengalami defisiensi apo B yang diturunkan. Pemeriksaan apo B membutuhkan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Manfaat Pemeriksaan:

Menentukan risiko penyakit jantung koroner (PJK); memantau dan menilai keberhasilan terapi obat penurun kolesterol tinggi (untuk golongan obat statin); membantu diagnosis abetalipoproteinemia, hipobetalipoproteinemia dan hiperbetalipoproteinemia.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :

2 – 10°C disimpan selama 2 minggu

Pastikan pembentukan clot sudah sempurna sebelum dilakukan sentrifugasi.
Spesimen yang disimpan harus diperiksa ada/tidaknya partikulat. Jika terdapat partikulat, maka homogenkan dan sentrifugasi spesimen untuk memisahkan partikulat sebelum pemeriksaan dilakukan.

Persiapan Pasien :

Puasa (tidak diperbolehkan makan dan minum, kecuali air putih) selama 12 jam sebelum pengambilan darah.

Hari Kerja :
Metode :

Imunoturbidimetri

Nilai Rujukan :

66 - 101 mg/dL

Tempat Rujukan :
Catatan :

Lp (a)

Deskripsi:

Lp(a) atau lipoprotein a merupakan pemeriksaan untuk mengetahui konsentrasi Lp(a) di dalam darah. Lp(a) adalah suatu lipoprotein unik yang muncul sebagai faktor risiko independent untuk perkembangan penyakit vaskular. Konsentrasi Lp(a) sangat bervariasi dan di bawah kontrol genetik yang kuat , terutama oleh gen apo (a). Hasil pemeriksaan ini sebaiknya diberikan bersama dengan informasi etnis, jenis kelamin, dan nilai referensi masing-masing populasi.

Manfaat Pemeriksaan:

Tidak direkomendasikan sebagai uji skrining umum, melainkan diperuntukkan bagi pasien dengan riwayat penyakit jantung koroner (PJK), stroke, atau peningkatan konsentrasi lipid.

Persyaratan & Jenis Sampel : Serum
Stabilitas Sampel :
  • 2 – 10°C : < 2 minggu
  • -20°C  : > 2 minggu
Persiapan Pasien : -
Hari Kerja :
Metode : Imunoturbidimetri
Nilai Rujukan : < 20 mg/dL
Tempat Rujukan :
Catatan :

Insulin

Deskripsi:

Insulin merupakan hormon yang diproduksi dan disimpan dalam sel-sel beta pankreas. Insulin sangat penting untuk transportasi dan penyimpanan glukosa, yaitu sumber utama eneregi tubuh. Insulin membantu mengangkut glukosa dari darah ke dalam sel, mengatur kadar glukosa darah, dan berperan dalam metabolisme lipid. Pemeriksaan insulin mengukur jumlah insulin dalam darah yang direkomendasikan oleh dokter bila seseorang memiliki kadar glukosa darah yang rendah disertai gejala seperti berkeringat, jantung berdebar, pusing, dan pingsan; ketika seseorang memiliki diabetes dan dokter ingin memantau produksi insulin; terkadang ketika seseorang diduga memiliki resistensi insulin.

Pemeriksaan insulin membutuhkan sampel berupa darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Manfaat Pemeriksaan:

Membantu evaluasi produksi insulin oleh sel beta di pankreas; membantu diagnosis tumor penghasil insulin di sel-sel islet pankreas (insulinoma); membantu menentukan penyebab glukosa darah rendah (hipoglikemia); membantu mengidentifikasi resistensi insulin, atau membantu menentukan kapan pasien diabetes tipe 2 memerlukan terapi insulin.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :
  • 2 - 8°C : 7 hari
  • -20°C : 3 bulan
Persiapan Pasien :

Puasa (tidak diperbolehkan makan dan minum, kecuali air putih) selama 8 jam sebelum pengambilan darah.

Hari Kerja :
Metode :

Immunochemiluminescent

Nilai Rujukan :

3,2 - 28,5 µIU/mL

Tempat Rujukan :
Catatan :

Glukosa Puasa

Deskripsi:

Pemeriksaan glukosa darah berguna untuk mengukur jumlah glukosa dalam darah saat sampel diperiksa. Glukosa darah digunakan untuk mendeteksi hiperglikemik maupun hipoglikemik untuk membantu menegakkan diagnosis diabetes dan memantau kadar glukosa pada penyandang diabetes. Glukosa puasa diukur saat keadaan puasa (± 8-10 jam). Berdasarkan konsensus Pengelolaan dan Pencegahan DM 2006, berikut kriteria pengendalian DM berdasarkan level glukosa puasa : Baik (80-100 mg/dL), Sedang (100-125 mg/dL), Buruk (≥126 mg/dL). Glukosa puasa juga dapat menegakkan kriteria prediabetes bila memiliki kadar glukosa puasa 100-125 mg/dL (5,6-6,9 mmol/L).
Beberapa penyebab konsentrasi gula yang tinggi selain diabetes antara lain: spesimen tidak puasa, infus intravena glukosa yang baru dilakukan, kondisi stress, cushing disease, akromegali, pheochromocytoma, glukagonoma, penyakit hati yang parah, pankreatitis, dan obat-obat tertentu seperti diuretik, glukortikoid, β-blocker, asam nikotinat, obat yang mengandung estrogen, dll).

Manfaat Pemeriksaan:

Pemeriksaan glukosa puasa dapat digunakan untuk skrining, diagnosis DM. Penentuan konsentrasi glukosa puasa juga dapat digunakan dalam diagnosis dan penanganan beberapa gangguan metabolik tertentu seperti asidosis, ketosis, dehidrasi, dan koma.

Persyaratan & Jenis Sampel : -
Stabilitas Sampel : -
Persiapan Pasien : -
Hari Kerja :
Metode : -
Nilai Rujukan : -
Tempat Rujukan :
Catatan :

Status Antioksidan Total

Deskripsi:

Status Antioksidan Total (SAT) merupakan pemeriksaan untuk mengukur kapasitas dan aktivitas total antioksidan yang terdapat di dalam tubuh. Antioksidan adalah substansi yang berfungsi untuk menghambat terjadinya kerusakan molekul target akibat oksidan.

Manfaat Pemeriksaan:

Menilai daya tahan tubuh atau perlindungan tubuh terhadap serangan radikal bebas, dan skrining awal serta monitoring pemberian obat atau suplemen antioksidan.

Persyaratan & Jenis Sampel : Serum atau plasma
Stabilitas Sampel :
  • 36 jam pada 2 - 8°C
  • 14 hari pada (-15) - (-20)°C
Persiapan Pasien : -
Hari Kerja :
Metode : Kolorimetri
Nilai Rujukan : 1,23 - 2,00 mmol/L
Tempat Rujukan :
Catatan :

Fibrinogen

Deskripsi:

-

Manfaat Pemeriksaan:

Identifikasi afibrinogenemia congenital, Disseminated Intravaskular Coagulation (DIC) dan aktivitas fibrinolitik.

Persyaratan & Jenis Sampel : Darah
Stabilitas Sampel :
  • 4 jam pada 18-25oC
  • dibekukan –20°C stabil 2 minggu

Tidak direkomendasikan menyimpan sampel plasma pada suhu 2 - 8 oC karena kondisi dingin dapat menurunkan aktivitas faktor VIII. Untuk sampel plasma yang dibekukan pengiriman ke tempat rujukan harus dipacking  khusus dengan dry ice.

Persiapan Pasien : Sampel yang digunakan dapat berasal dari darah vena dengan antikoagulan Na-sitrat atau dengan menggunakan Plasma sitrat rendah trombosit

Tidak ada persiapan
pasien tertentu diperlukan. Minta informasi apakah pasien mengkonsumsi obat-obatan  terutamaobat-obatan pengencer darah. Catat informasi ini pada kolom NOTE pada CONDITION pada menu REGISTRATION Program SISPro
Hari Kerja :
Metode : Foto Optikal
Nilai Rujukan : -
Tempat Rujukan :
Catatan :

Adiponektin

Deskripsi:

Adiponektin merupakan hormon yang disekresikan oleh jaringan adiposa (lemak tubuh) dan berperan sebagai antidiabetik serta antiaterogenik, sehingga menjadi target sasaran dalam pengobatan diabetes dan sindrom metabolik. Pemeriksaan adiponektin mengukur kadar adiponektin dalam darah, di mana penurunan kadar adiponektin dalam darah berkaitan erat dengan terjadinya obesitas dan resistensi insulin, serta perkembangan risiko penyakit kardiovaskular. Pemeriksaan adiponektin membutuhkan sampel berupa darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Manfaat Pemeriksaan:

Sebagai indikator potensial dari penyakit akibat komplikasi metabolik, seperti penyakit jantung koroner dan stroke, serta diabetes tipe 2.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum

Stabilitas Sampel :
  • 36 jam pada suhu 2 – 8°C
  • 1 tahun pada suhu -20°C
Persiapan Pasien :

Tidak ada persiapan pemeriksaan yang dibutuhkan.

Hari Kerja :
Metode :

ELISA

Nilai Rujukan :

2,54 - 6,06 ug/mL

Tempat Rujukan :
Catatan :

ACA IgG

Deskripsi:

Antibodi Cardiolipin (ACA) merupakan autoantibodi yang dihasilkan oleh sistem kekebalan tubuh yang keliru menyerang cardiolipin, yakni zat yang ditemukan pada lapisan terluar dari sel (membran sel) dan trombosit. Autoantibodi ini dapat mempengaruhi kemampuan tubuh dalam mengatur pembekuan darah.

Pemeriksaan ACA mendeteksi adanya ACA dalam darah yang umumnya dilakukan pada seseorang yang mengalami satu atau lebih pembekuan darah vena atau arteri (thrombotic episodes) yang tidak dapat dijelaskan; ketika seorang wanita mengalami keguguran berulang, terutama pada trimester kedua dan ketika; ketika seseorang mengalami gejala penyakit autoimun yang konsisten. Terdapat tiga kelas ACA yang mungkin ada dalam darah, yakni IgG, IgM, dan/atau IgA. Dua kelas ACA yang paling umum diperiksa adalah IgG dan IgM. Jika hasil pemeriksaan ACA IgG dan IgM negatif namun masih ada kecurigaan klinis, maka akan dilanjutkan ke pemeriksaan ACA IgA.

Pemeriksaan ACA IgG, IgM, dan/atau IgA membutuhkan sampel berupa darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Manfaat Pemeriksaan:

Mendeteksi terjadinya keguguran berulang, trombositopenia, dan trombosis vena serta arteri.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :

• 2 - 8°C : 14 hari
-20°C : >48 jam

Persiapan Pasien :

Tidak terdapat persiapan pemeriksaan yang dibutuhkan, namun mungkin petugas laboratorium akan menanyakan riwayat kehamilan seperti berikut: (1) apakah pernah mengalami satu atau lebih keguguran pada usia kehamilan lebih dari 10 minggu, (2) apakah pernah mengalami keguguran spontan lebih dari tiga kali pada usia kehamilan lebih dari 10 minggu, dan (3) apakah pernah melahirkan bayi prematur (usia kehamilan lebih dari 34 minggu).

Hari Kerja :
Metode :

ELISA

Nilai Rujukan :

-

Tempat Rujukan :
Catatan :

ACA IgM

Deskripsi:

Antibodi Cardiolipin (ACA) merupakan autoantibodi yang dihasilkan oleh sistem kekebalan tubuh yang keliru menyerang cardiolipin, yakni zat yang ditemukan pada lapisan terluar dari sel (membran sel) dan trombosit. Autoantibodi ini dapat mempengaruhi kemampuan tubuh dalam mengatur pembekuan darah.

Pemeriksaan ACA mendeteksi adanya ACA dalam darah yang umumnya dilakukan pada seseorang yang mengalami satu atau lebih pembekuan darah vena atau arteri (thrombotic episodes) yang tidak dapat dijelaskan; ketika seorang wanita mengalami keguguran berulang, terutama pada trimester kedua dan ketika; ketika seseorang mengalami gejala penyakit autoimun yang konsisten. Terdapat tiga kelas ACA yang mungkin ada dalam darah, yakni IgG, IgM, dan/atau IgA. Dua kelas ACA yang paling umum diperiksa adalah IgG dan IgM. Jika hasil pemeriksaan ACA IgG dan IgM negatif namun masih ada kecurigaan klinis, maka akan dilanjutkan ke pemeriksaan ACA IgA.

Pemeriksaan ACA IgG, IgM, dan/atau IgA membutuhkan sampel berupa darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Manfaat Pemeriksaan:

Mendeteksi terjadinya keguguran berulang, trombositopenia, dan trombosis vena serta arteri.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :

• 2 - 8°C : 10 hari
• -20°C : >10 hari

Persiapan Pasien :

Tidak terdapat persiapan pemeriksaan yang dibutuhkan, namun mungkin petugas laboratorium akan menanyakan riwayat kehamilan seperti berikut: (1) apakah pernah mengalami satu atau lebih keguguran pada usia kehamilan lebih dari 10 minggu, (2) apakah pernah mengalami keguguran spontan lebih dari tiga kali pada usia kehamilan lebih dari 10 minggu, dan (3) apakah pernah melahirkan bayi prematur (usia kehamilan lebih dari 34 minggu).

Hari Kerja :
Metode :

ELISA

Nilai Rujukan :

-

Tempat Rujukan :
Catatan :

Homocysteine

Deskripsi:

Homosistein adalah asam amino (bagian terkecil dari protein) yang merupakan produk antara dalam siklus metionin menjadi sistein. Proses perubahan bentuk homosistein menjadi sistein melibatkan vitamin B6, sementara homosistein dapat diubah kembali menjadi metionin dengan melibatkan vitamin B12 dan asam folat. Peningkatan konsentrasi homosistein dapat mengakibatkan peradangan kronis pada pembuluh darah yang memicu terbentuknya plak aterosklerosis hingga menyebabkan penyumbatan aliran darah vena.

Manfaat Pemeriksaan:

Mendeteksi adanya gangguan/kelainan genetik pada gen MTHFR (Methylenetetrahydrofolate Reductase), defisiensi asam folat atau vitamin B6 dan vitamin B12, penyakit ginjal, dan hipotiroidisme; menentukan risiko kardiovaskular (penyakit jantung koroner dan stroke) dan pre-eklampsia pada kehamilan, serta perkembangan kondisi pikun/demensia dan penyakit Alzheimer.

Persyaratan & Jenis Sampel : Serum atau plasma
Stabilitas Sampel :
  • 2 - 8° C : 48 jam
  • < -20° C : >13 minggu
Persiapan Pasien : Pasien puasa 10 – 12 jam
Hari Kerja :
Metode : Chemiluminescent
Nilai Rujukan : 5 - 15 µmol/L
Tempat Rujukan :
Catatan :

hs-CRP

Deskripsi:

C-Reactive Protein (CRP) adalah suatu protein yang dikeluarkan oleh hati serta dihasilkan dalam jumlah besar saat terjadi infeksi. Sebaliknya, pada peradangan yang terjadi dalam proses perkembangan aterosklerosis, peningkatan konsentrasi CRP jauh lebih kecil. Meskipun demikian, peningkatannya cukup bermakna bila dibandingkan dengan kondisi normal. Pemeriksaan high sensitivity CRP (hs-CRP) dapat digunakan untuk mendeteksi konsentrasi CRP yang sangat kecil tersebut.

Manfaat Pemeriksaan:

Menilai risiko terkena penyakit kardiovaskular.
 

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :
  • 4°C : <3 hari
  • -20°C : 6 bulan
Persiapan Pasien :

Tidak ada persiapan pemeriksaan yang dibutuhkan.

Hari Kerja :
Metode :

Semua Method

Nilai Rujukan :

-

Tempat Rujukan :
Catatan :

Small Dense LDL

Deskripsi:

Small dense LDL merupakan partikel LDL yang berukuran kecil yaitu < 25,5 nm dan padat sehingga bersifat lebih aterogenik, karena lebih mudah masuk ke lapisan dalam pembuluh darah dan akan bertahan lama di dalam sirkulasi darah sebab sukar dikenali oleh reseptor LDL. Small dense LDL yang terperangkap tersebut mudah teroksidasi oleh radikal bebas dan akan membentuk LDL teroksidasi yang merupakan cikal bakal terjadinya aterosklerosis. Keberadaan small dense LDL ini berkaitan dengan peningkatan konsentrasi trigliserida dan Apo B, serta penurunan konsentrasi HDL; dapat diketahui dengan pengukuran rasio kolesterol LDL direk / Apo B < 1,2.

Manfaat Pemeriksaan:

Memprediksi faktor risiko penyakit jantung koroner dan stroke.

Persyaratan & Jenis Sampel : Serum atau plasma
Stabilitas Sampel :
  • 3 hari pada  2 - 8°C
  • >3 hari pada (-80)°C
Persiapan Pasien : Sampel sebaiknya diambil pada pagi hari karena adanya ritme sirkadian
Hari Kerja :
Metode : Enzimatik
Nilai Rujukan : 5,1 - 60,8 mg/dL
Tempat Rujukan :
Catatan :