PANEL PEMERIKSAAN

Panel Risiko PJK/Stroke

Manfaat Pemeriksaan:

Memberikan gambaran profil lemak dalam darah, dan menilai berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung koroner dan/atau stroke

Jenis Pemeriksaan

ACA IgG

Deskripsi:

Antibodi Cardiolipin (ACA) merupakan autoantibodi yang dihasilkan oleh sistem kekebalan tubuh yang keliru menyerang cardiolipin, yakni zat yang ditemukan pada lapisan terluar dari sel (membran sel) dan trombosit. Autoantibodi ini dapat mempengaruhi kemampuan tubuh dalam mengatur pembekuan darah. Pemeriksaan ACA mendeteksi adanya ACA dalam darah yang umumnya dilakukan pada seseorang yang mengalami satu atau lebih pembekuan darah vena atau arteri (thrombotic episodes) yang tidak dapat dijelaskan; ketika seorang wanita mengalami keguguran berulang, terutama pada trimester kedua dan ketika; ketika seseorang mengalami gejala penyakit autoimun yang konsisten. Terdapat tiga kelas ACA yang mungkin ada dalam darah, yakni IgG, IgM, dan/atau IgA. Dua kelas ACA yang paling umum diperiksa adalah IgG dan IgM. Jika hasil pemeriksaan ACA IgG dan IgM negatif namun masih ada kecurigaan klinis, maka akan dilanjutkan ke pemeriksaan ACA IgA. Pemeriksaan ACA IgG, IgM, dan/atau IgA membutuhkan sampel berupa darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Manfaat Pemeriksaan:

Tes untuk antibodi kardiolipin sering digunakan untuk membantu menentukan penyebab: 1. Penggumpalan darah yang tidak diketahui (episode trombotik) 2. Evaluasi untuk sindrom antiphospolipid atau penyakit autoimun lainnya 3. Evaluasi keguguran berulang

Persyaratan & Jenis Sampel : Serum
Stabilitas Sampel : * 2-8C : 14 hari,
-20C : >14 hari (maksimal penyimpanan 1 bulan)
Persiapan Pasien : tidak ada persiapan
Hari Kerja :
Metode : ELISA
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

ACA IgM

Deskripsi:

Antibodi Cardiolipin (ACA) merupakan autoantibodi yang dihasilkan oleh sistem kekebalan tubuh yang keliru menyerang cardiolipin, yakni zat yang ditemukan pada lapisan terluar dari sel (membran sel) dan trombosit. Autoantibodi ini dapat mempengaruhi kemampuan tubuh dalam mengatur pembekuan darah. Pemeriksaan ACA mendeteksi adanya ACA dalam darah yang umumnya dilakukan pada seseorang yang mengalami satu atau lebih pembekuan darah vena atau arteri (thrombotic episodes) yang tidak dapat dijelaskan; ketika seorang wanita mengalami keguguran berulang, terutama pada trimester kedua dan ketika; ketika seseorang mengalami gejala penyakit autoimun yang konsisten. Terdapat tiga kelas ACA yang mungkin ada dalam darah, yakni IgG, IgM, dan/atau IgA. Dua kelas ACA yang paling umum diperiksa adalah IgG dan IgM. Jika hasil pemeriksaan ACA IgG dan IgM negatif namun masih ada kecurigaan klinis, maka akan dilanjutkan ke pemeriksaan ACA IgA. Pemeriksaan ACA IgG, IgM, dan/atau IgA membutuhkan sampel berupa darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Manfaat Pemeriksaan:

Tes untuk antibodi kardiolipin sering digunakan untuk membantu menentukan penyebab: 1. Penggumpalan darah yang tidak diketahui (episode trombotik) 2. Evaluasi untuk sindrom antiphospolipid atau penyakit autoimun lainnya 3. Evaluasi keguguran berulang

Persyaratan & Jenis Sampel : Serum
Stabilitas Sampel : * 2-8C :14 hari,
-20C : >14 hari (maksimal penyimpanan 1 bulan)
Persiapan Pasien : tidak ada persiapan
Hari Kerja :
Metode : ELISA
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

Adiponektin

Deskripsi:

merupakan suatu protein yang spesifik disekresikan oleh adiposit dengan peran pada homeostasis glukosa dan lemak.

Manfaat Pemeriksaan:

Kadar adiponektin dalam darah berbanding terbalik dengan risiko terjadinya komplikasi pada orang dengan berat badan berlebih atau obesitas. Kadar Adiponektin yang tinggi berkaitan dengan efek proteksi terhadap kondisi insulin resisten, inflamasi, aterosklerosis, dan metabolisme energi yang baik. Sebaliknya kadar adiponektin yang rendah berhubungan dengan kondisi penyakit-penyakit komplikasi yang terjadi pada obesitas seperti diabetes, penyakit kardiovaskular, penyakit ginjal, dan gangguan pernafasan.

Persyaratan & Jenis Sampel : Serum
Stabilitas Sampel : * 36 Jam pada suhu 2 - 8 °C
1 tahun pada suhu (-20)°C
Persiapan Pasien : Tidak ada persiapan
Hari Kerja :
Metode : ELISA
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

Apo-B

Deskripsi:

Apo B-100 merupakan konstituen dari VLDL, IDL, LDL, dan Lp(a). Apo B-100 disintesa dalam hati dan disekresikan ke dalam plasma sebagai bagian dari partikel VLDL. Apo B-100 berpartisipasi dalam penghantaran kolesterol ke dalam jaringan dan berinteraksi langsung dengan reseptor LDL.

Manfaat Pemeriksaan:

Menentukan risiko kejadian PJK; menilai keberhasilan terapi obat penurun lemak (untuk golongan obat statin); dan mendiagnosis abetalipoproteinemia, hipobetalipoproteinemia dan hiperbetalipoproteinemia.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stabilitas Sampel : * 2-10C : 2 minggu
* 2-10C : 2 minggu
Persiapan Pasien : Tidak ada persiapan
Hari Kerja :
Metode : Imunoturbidimetri
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

Cholesterol HDL

Deskripsi:

Pemeriksaan kolesterol HDL merupakan pemeriksaan darah yang mengukur konsentrasi kolesterol HDL dalam darah. High density lipoprotein (HDL) seringkali disebut sebagai "kolesterol baik" karena bertugas untuk membawa kelebihan kolesterol yang tertinggal di pembuluh darah lalu membawanya ke hati untuk diproses lebih lanjut. Konsentrasi HDL yang tinggi dipercaya dapat melindungi individu terhadap kejadian penyakit jantung.

Manfaat Pemeriksaan:

Memprediksi terjadinya aterosklerosis dan risiko penyakit jantung koroner.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stabilitas Sampel : * 7 hari pada suhu 2-8C,
3 bulan pada suhu (-20C)
* 7 hari pada suhu 2-8C,
3 bulan pada suhu (-20C)
Persiapan Pasien : Tidak ada persiapan
Hari Kerja :
Metode : Homogeneous
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

Cholesterol LDL Direk

Deskripsi:

Pemeriksaan kolesterol LDL direk merupakan pemeriksaan darah yang megukur konsentrasi kolesterol LDL dalam darah menggunakan metode langsung (direk). Low density lipoprotein (LDL) seringkali disebut "kolesterol jahat" karena dapat menempel di dinding pembuluh darah dan mempersempit rongga pembuluh darah. Mengonsumsi makanan kaya lemak jenuh berlebihan dapat meningkatkan konsentrasi LDL. Konsentrasi LDL yang tinggi meningkatkan risiko individu terhadap kejadian penyakit jantung.

Manfaat Pemeriksaan:

Mendeteksi gangguan metabolisme lemak, menentukan faktor risiko penyakit jantung koroner, dan memantau terapi penurun lipid.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stabilitas Sampel : * 5 hari pada suhu 2-8C,
3 bulan pada suhu -20C
* 5 hari pada suhu 2-8C,
3 bulan pada suhu -20C
Persiapan Pasien : Tidak ada persiapan
Hari Kerja :
Metode : Homogeneous
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

Cholesterol Total

Deskripsi:

Pemeriksaan kolesterol total merupakan pemeriksaan darah yang mengukur konsentrasi kolesterol total yang dibawa dalam darah oleh lipoprotein. Konsentrasi kolesterol yang tinggi dalam darah akan menyebabkan kolesterol menempel di dinding bagian dalam pembuluh darah arteri dan membentuk ateroma atau plak, sehingga pembuluh darah menyempit dan akhirnya menimbulkan serangan jantung jika menghambat pembuluh darah menuju jantung atau strokte jika menghambat pembuluh darah arteri yang menuju otak.

Manfaat Pemeriksaan:

Mendeteksi gangguan metabolisme lemak, dan menentukan faktor risiko penyakit jantung koroner.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stabilitas Sampel : * 15-25C :7 hari
2-8C : 7 hari
(-15)-(-25)C : 3 bulan
* 15-25C :7 hari
2-8C : 7 hari
(-15)-(-25)C : 3 bulan
Persiapan Pasien : Tidak ada persiapan
Hari Kerja :
Metode : CHOD PAP
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

Fibrinogen

Deskripsi:

Fibrinogen (bahasa Inggris: fibrinogen, factor I) adalah salah satu protein yang disintesis oleh hati yang merupakan reaktan fase akut berbentuk globulin beta. Protein ini berguna untuk membantu proses hemostasis dengan menstimulasi pembentukan trombus.

Manfaat Pemeriksaan:

Identifikasi afibrinogenemia congenital, Disseminated Intravaskular Coagulation (DIC) dan aktivitas fibrinolitik

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma Sitrat, Whole Blood
Stabilitas Sampel : * Prodia
18-25C 4 jam,
-20C 2 minggu

RSUI Harapan Anda Tegal
2 jam
* Prodia
18-25C 4 jam,
-20C 2 minggu


Persiapan Pasien : Tidak ada persiapan pasien tertentu diperlukan. Minta informasi, apakah pasien mengkonsumsi obat-obatan, terutama obat-obatan pengencer darah. Catatlah informasi tersebut.
Hari Kerja :
Metode : Foto optical, Mekanik, Unknown
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

Homocysteine

Deskripsi:

Homosistein adalah asam amino (bagian terkecil dari protein) yang merupakan produk antara dalam siklus metionin menjadi sistein. Proses perubahan bentuk homosistein menjadi sistein melibatkan vitamin B6, sementara homosistein dapat diubah kembali menjadi metionin dengan melibatkan vitamin B12 dan asam folat. Peningkatan konsentrasi homosistein dapat mengakibatkan peradangan kronis pada pembuluh darah yang memicu terbentuknya plak aterosklerosis hingga menyebabkan penyumbatan aliran darah vena.

Manfaat Pemeriksaan:

untuk menentukan apakah seseorang memiliki kekurangan vitamin B12 atau folat. Konsentrasi homocysteine ??dapat meningkat sebelum terjadi hasil pemeriksaan vitamin B12 dan asam folat abnormal. dalam hal ini pemeriksaan homocystein dibutuhkan oleh orang-orang yang mempunyai risiko kekurangan vitamin b12 yaitu pada orang tua, orang dengan gangguan penyerapan vitamin B12, orang-orang dengan gizi buruk, seperti pecandu narkoba atau alkohol. Homdar homocositein digunakan untuk skrining pada orang yang berisiko tinggi terhadap serangan jantung atau stroke. Ini mungkin berguna pada seseorang yang memiliki riwayat keluarga penyakit arteri koroner tetapi tidak ada faktor risiko lain yang diketahui, seperti merokok, tekanan darah tinggi, atau obesitas. Kadar Homosistein yang tinggi juga berkaitan dengan risiko demensia atau kepikunan dan gangguan sistem syaraf.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stabilitas Sampel : * 2-8C : 48 jam
<= (- 20)C : >13 minggu

Architech (Abbott) :
Sampel dalam wadah ice : ≤ 6 jam, 2 - 8° C : ≤ 14 hari, < - 20° C : ≤ 1 tahun
* 2-8C : 48 jam
<= (- 20)C : >13 minggu

Architech (Abbott) :
Sampel dalam wadah ice : ≤ 6 jam, 2 - 8° C : ≤ 14 hari, < - 20° C : ≤ 1 tahun
Persiapan Pasien : Pasien puasa 10-12 jam
Hari Kerja :
Metode : CMIA (Chemiluminescent Microparticle Immunoassay), Chemiluminescent
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

Homocysteine

Deskripsi:

Homosistein adalah asam amino (bagian terkecil dari protein) yang merupakan produk antara dalam siklus metionin menjadi sistein. Proses perubahan bentuk homosistein menjadi sistein melibatkan vitamin B6, sementara homosistein dapat diubah kembali menjadi metionin dengan melibatkan vitamin B12 dan asam folat. Peningkatan konsentrasi homosistein dapat mengakibatkan peradangan kronis pada pembuluh darah yang memicu terbentuknya plak aterosklerosis hingga menyebabkan penyumbatan aliran darah vena.

Manfaat Pemeriksaan:

untuk menentukan apakah seseorang memiliki kekurangan vitamin B12 atau folat. Konsentrasi homocysteine ??dapat meningkat sebelum terjadi hasil pemeriksaan vitamin B12 dan asam folat abnormal. dalam hal ini pemeriksaan homocystein dibutuhkan oleh orang-orang yang mempunyai risiko kekurangan vitamin b12 yaitu pada orang tua, orang dengan gangguan penyerapan vitamin B12, orang-orang dengan gizi buruk, seperti pecandu narkoba atau alkohol. Homdar homocositein digunakan untuk skrining pada orang yang berisiko tinggi terhadap serangan jantung atau stroke. Ini mungkin berguna pada seseorang yang memiliki riwayat keluarga penyakit arteri koroner tetapi tidak ada faktor risiko lain yang diketahui, seperti merokok, tekanan darah tinggi, atau obesitas. Kadar Homosistein yang tinggi juga berkaitan dengan risiko demensia atau kepikunan dan gangguan sistem syaraf.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stabilitas Sampel : * 2-8C : 48 jam
<= (- 20)C : >13 minggu

Architech (Abbott) :
Sampel dalam wadah ice : ≤ 6 jam, 2 - 8° C : ≤ 14 hari, < - 20° C : ≤ 1 tahun
* 2-8C : 48 jam
<= (- 20)C : >13 minggu

Architech (Abbott) :
Sampel dalam wadah ice : ≤ 6 jam, 2 - 8° C : ≤ 14 hari, < - 20° C : ≤ 1 tahun
Persiapan Pasien : Pasien puasa 10-12 jam
Hari Kerja :
Metode : CMIA (Chemiluminescent Microparticle Immunoassay), Chemiluminescent
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

hs-CRP

Deskripsi:

C-Reactive Protein (CRP) adalah suatu protein yang dikeluarkan oleh hati serta dihasilkan dalam jumlah besar saat terjadi infeksi. Sebaliknya, pada peradangan yang terjadi dalam proses perkembangan aterosklerosis, peningkatan konsentrasi CRP jauh lebih kecil. Meskipun demikian, peningkatannya cukup bermakna bila dibandingkan dengan kondisi normal. Tes CRP mengukur jumlah CRP dalam darah untuk mendeteksi peradangan karena kondisi akut atau untuk memantau tingkat keparahan penyakit dalam kondisi kronis. Pemeriksaan high sensitivity CRP (hs-CRP) dapat mendeteksi konsentrasi CRP yang sangat kecil.

Manfaat Pemeriksaan:

mengidentifikasi adanya peradangan dan memonitor respons terhadap pengobatan peradangan Pada kadar dibawah 10 ng/ml , CRP dapat digunakan untuk menilai risiko terkena penyakit kardiovaskular.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stabilitas Sampel : * Pada suhu 4ºC : <3 hari (6),
Pada suhu (-20)ºC : 6 bulan (6)
* Pada suhu 4ºC : <3 hari (6),
Pada suhu (-20)ºC : 6 bulan (6)
Persiapan Pasien : Tidak ada persiapan
Hari Kerja :
Metode : Imunoturbidimetri
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

hs-CRP

Deskripsi:

C-Reactive Protein (CRP) adalah suatu protein yang dikeluarkan oleh hati serta dihasilkan dalam jumlah besar saat terjadi infeksi. Sebaliknya, pada peradangan yang terjadi dalam proses perkembangan aterosklerosis, peningkatan konsentrasi CRP jauh lebih kecil. Meskipun demikian, peningkatannya cukup bermakna bila dibandingkan dengan kondisi normal. Tes CRP mengukur jumlah CRP dalam darah untuk mendeteksi peradangan karena kondisi akut atau untuk memantau tingkat keparahan penyakit dalam kondisi kronis. Pemeriksaan high sensitivity CRP (hs-CRP) dapat mendeteksi konsentrasi CRP yang sangat kecil.

Manfaat Pemeriksaan:

mengidentifikasi adanya peradangan dan memonitor respons terhadap pengobatan peradangan Pada kadar dibawah 10 ng/ml , CRP dapat digunakan untuk menilai risiko terkena penyakit kardiovaskular.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stabilitas Sampel : * Pada suhu 4ºC : <3 hari (6),
Pada suhu (-20)ºC : 6 bulan (6)
* Pada suhu 4ºC : <3 hari (6),
Pada suhu (-20)ºC : 6 bulan (6)
Persiapan Pasien : Tidak ada persiapan
Hari Kerja :
Metode : Imunoturbidimetri
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

Insulin Puasa

Deskripsi:

Insulin merupakan hormon yang diproduksi dan disimpan dalam sel-sel beta pankreas. Insulin sangat penting untuk transportasi dan penyimpanan glukosa, yaitu sumber utama eneregi tubuh. Insulin membantu mengangkut glukosa dari darah ke dalam sel, mengatur kadar glukosa darah, dan berperan dalam metabolisme lipid. Pemeriksaan insulin mengukur jumlah insulin dalam darah yang direkomendasikan oleh dokter bila seseorang memiliki kadar glukosa darah yang rendah disertai gejala seperti berkeringat, jantung berdebar, pusing, dan pingsan; ketika seseorang memiliki diabetes dan dokter ingin memantau produksi insulin; terkadang ketika seseorang diduga memiliki resistensi insulin. Pemeriksaan insulin membutuhkan sampel berupa darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Manfaat Pemeriksaan:

1. Mendeteksi penyebab gangguan hipoglisemia : gangguan hipoglisemia yang terjadi pada anak-anak, pasien yang tidak ketosis atau asidosis, umumnya diakibatkan oleh hiperinsulinemia dan umumnya dikenal dengan kondisi Persistent Hyperinsulinemic Hypoglycemia of Infancy (PHHI). 2. Untuk mendeteksi hipoglisemia yang diinduksi tumor : insulinoma (tumor sel islet) merupakan tipe tumor sel islet yang umum terjadi dan juga tipe tumor yang dapat menyebabkan hipoglisemia. 90% tumor ini bersifat jinak/benign 3. Untuk mendeteksi adanya sindrom resistensi insulin

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stabilitas Sampel : * 48 jam pada suhu 2-8C, (3)
* <7 hari pada suhu -10C atau lebih dingin
3 bulan pada suhu (-20)C
Persiapan Pasien : Tidak ada persiapan
Hari Kerja :
Metode : CMIA (Chemiluminescent Microparticle Immunoassay), Chemiluminescent, ECLIA, Immunochemiluminescent
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

Lp(a)

Deskripsi:

Lp(a) atau lipoprotein a merupakan pemeriksaan untuk mengetahui konsentrasi Lp(a) di dalam darah. Lp(a) adalah suatu lipoprotein unik yang muncul sebagai faktor risiko independent untuk perkembangan penyakit vaskular. Konsentrasi Lp(a) sangat bervariasi dan di bawah kontrol genetik yang kuat , terutama oleh gen apo (a). Hasil pemeriksaan ini sebaiknya diberikan bersama dengan informasi etnis, jenis kelamin, dan nilai referensi masing-masing populasi.

Manfaat Pemeriksaan:

Tidak direkomendasikan sebagai uji skrining umum, melainkan diperuntukkan bagi pasien dengan riwayat penyakit jantung koroner (PJK), stroke, atau peningkatan konsentrasi lipid.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stabilitas Sampel : * Untuk Sekisui : < 2 minggu pada 2-10C, >2 minggu pada (-20)C
| Untuk Roche : 8 jam pada 2-8C, >8 jam pada (-70)C
| Untuk Architect : 8 hari pada 2-8 C, > 2 minggu pada (-20) 0C.
* Untuk Sekisui : < 2 minggu pada 2-10C, >2 minggu pada (-20)C
| Untuk Roche : 8 jam pada 2-8C, >8 jam pada (-70)C
| Untuk Architect : 8 hari pada 2-8 C, > 2 minggu pada (-20) 0C.
Persiapan Pasien : Tidak ada persiapan
Hari Kerja :
Metode : Imunoturbidimetri
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

Small-Dense-LDL

Deskripsi:

Small dense LDL merupakan partikel LDL yang berukuran kecil yaitu < 25,5 nm dan padat sehingga bersifat lebih aterogenik, karena lebih mudah masuk ke lapisan dalam pembuluh darah dan akan bertahan lama di dalam sirkulasi darah sebab sukar dikenali oleh reseptor LDL. Small dense LDL yang terperangkap tersebut mudah teroksidasi oleh radikal bebas dan akan membentuk LDL teroksidasi yang merupakan cikal bakal terjadinya aterosklerosis. Keberadaan small dense LDL ini berkaitan dengan peningkatan konsentrasi trigliserida dan Apo B, serta penurunan konsentrasi HDL; dapat diketahui dengan pengukuran rasio kolesterol LDL direk / Apo B < 1,2.

Manfaat Pemeriksaan:

Memprediksi faktor risiko penyakit jantung koroner dan stroke.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stabilitas Sampel : * 2-8C : 3 hari
(-80)C : > 3 hari
* 2-8C : 3 hari
(-80)C : > 3 hari
Persiapan Pasien :
Hari Kerja :
Metode : Enzimatik kolorimetri
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

Small-Dense-LDL

Deskripsi:

Small dense LDL merupakan partikel LDL yang berukuran kecil yaitu < 25,5 nm dan padat sehingga bersifat lebih aterogenik, karena lebih mudah masuk ke lapisan dalam pembuluh darah dan akan bertahan lama di dalam sirkulasi darah sebab sukar dikenali oleh reseptor LDL. Small dense LDL yang terperangkap tersebut mudah teroksidasi oleh radikal bebas dan akan membentuk LDL teroksidasi yang merupakan cikal bakal terjadinya aterosklerosis. Keberadaan small dense LDL ini berkaitan dengan peningkatan konsentrasi trigliserida dan Apo B, serta penurunan konsentrasi HDL; dapat diketahui dengan pengukuran rasio kolesterol LDL direk / Apo B < 1,2.

Manfaat Pemeriksaan:

Memprediksi faktor risiko penyakit jantung koroner dan stroke.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stabilitas Sampel : * 2-8C : 3 hari
(-80)C : > 3 hari
* 2-8C : 3 hari
(-80)C : > 3 hari
Persiapan Pasien :
Hari Kerja :
Metode : Enzimatik kolorimetri
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

Status Anti oksidan Total

Deskripsi:

Total antioksidan dalam tubuh

Manfaat Pemeriksaan:

pemeriksaan untuk mengukur kapasitas dan aktivitas total antioksidan yang terdapat dalam tubu

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stabilitas Sampel : * 36 jam pada suhu 2-8C,
14 hari pada suhu (-15)-(-20)C
* 36 jam pada suhu 2-8C,
14 hari pada suhu (-15)-(-20)C
Persiapan Pasien : Tidak ada persiapan
Hari Kerja :
Metode : Kolorimetri
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

Trigliserida

Deskripsi:

Pemeriksaan trigliserida merupakan pemeriksaan darah yang mengukur konsentrasi trigliserida di dalam darah. Trigliserida adalah salah satu jenis lemak yang ditemukan dalam darah. Saat kita makan, tubuh mengubah kalori yang tidak digunakan dalam bentuk trigliserida yang kemudian disimpan dalam sel lemak. Trigliserida dilepaskan untuk menghasilkan energi saat tubuh membutuhkannya. Jika kalori yang dikonsumsi lebih banyak dibanding kalori yang digunakan (misalnya untuk beraktivitas), maka konsentrasi trigliserida akan meningkat. Peningkatan konsentrasi trigliserida dalam darah dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan menjadi tanda adanya sindrom metabolik.

Manfaat Pemeriksaan:

Menentukan faktor risiko penyakit jantung koroner; mendeteksi sindrom metabolik; memantau efektivitas terapi penurun lipid.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stabilitas Sampel : * 2 hari pada suhu 20 - 25C (kecuali Randox),
7 hari pada suhu 4-8C,
3 bulan pada suhu (-20)C
* 2 hari pada suhu 20 - 25C (kecuali Randox),
7 hari pada suhu 4-8C,
3 bulan pada suhu (-20)C
Persiapan Pasien : Puasa 12 - 14 jam
Hari Kerja :
Metode : GPO-PAP
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :