PANEL PEMERIKSAAN

Panel Risiko Trombosis

Manfaat Pemeriksaan:

Mendeteksi risiko trombosis, yaitu proses koagulasi (penggumpalan darah) dalam pembuluh darah yang berlebihan sehingga menghambat aliran darah, atau bahkan menghentikan aliran tersebut.

Jenis Pemeriksaan

ACA IgG

Deskripsi:

Antibodi Cardiolipin (ACA) merupakan autoantibodi yang dihasilkan oleh sistem kekebalan tubuh yang keliru menyerang cardiolipin, yakni zat yang ditemukan pada lapisan terluar dari sel (membran sel) dan trombosit. Autoantibodi ini dapat mempengaruhi kemampuan tubuh dalam mengatur pembekuan darah. Pemeriksaan ACA mendeteksi adanya ACA dalam darah yang umumnya dilakukan pada seseorang yang mengalami satu atau lebih pembekuan darah vena atau arteri (thrombotic episodes) yang tidak dapat dijelaskan; ketika seorang wanita mengalami keguguran berulang, terutama pada trimester kedua dan ketika; ketika seseorang mengalami gejala penyakit autoimun yang konsisten. Terdapat tiga kelas ACA yang mungkin ada dalam darah, yakni IgG, IgM, dan/atau IgA. Dua kelas ACA yang paling umum diperiksa adalah IgG dan IgM. Jika hasil pemeriksaan ACA IgG dan IgM negatif namun masih ada kecurigaan klinis, maka akan dilanjutkan ke pemeriksaan ACA IgA. Pemeriksaan ACA IgG, IgM, dan/atau IgA membutuhkan sampel berupa darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Manfaat Pemeriksaan:

Tes untuk antibodi kardiolipin sering digunakan untuk membantu menentukan penyebab: 1. Penggumpalan darah yang tidak diketahui (episode trombotik) 2. Evaluasi untuk sindrom antiphospolipid atau penyakit autoimun lainnya 3. Evaluasi keguguran berulang

Persyaratan & Jenis Sampel : Serum
Stabilitas Sampel : * 2-8C : 14 hari,
-20C : >14 hari (maksimal penyimpanan 1 bulan)
Persiapan Pasien : tidak ada persiapan
Hari Kerja :
Metode : ELISA
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

ACA IgM

Deskripsi:

Antibodi Cardiolipin (ACA) merupakan autoantibodi yang dihasilkan oleh sistem kekebalan tubuh yang keliru menyerang cardiolipin, yakni zat yang ditemukan pada lapisan terluar dari sel (membran sel) dan trombosit. Autoantibodi ini dapat mempengaruhi kemampuan tubuh dalam mengatur pembekuan darah. Pemeriksaan ACA mendeteksi adanya ACA dalam darah yang umumnya dilakukan pada seseorang yang mengalami satu atau lebih pembekuan darah vena atau arteri (thrombotic episodes) yang tidak dapat dijelaskan; ketika seorang wanita mengalami keguguran berulang, terutama pada trimester kedua dan ketika; ketika seseorang mengalami gejala penyakit autoimun yang konsisten. Terdapat tiga kelas ACA yang mungkin ada dalam darah, yakni IgG, IgM, dan/atau IgA. Dua kelas ACA yang paling umum diperiksa adalah IgG dan IgM. Jika hasil pemeriksaan ACA IgG dan IgM negatif namun masih ada kecurigaan klinis, maka akan dilanjutkan ke pemeriksaan ACA IgA. Pemeriksaan ACA IgG, IgM, dan/atau IgA membutuhkan sampel berupa darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Manfaat Pemeriksaan:

Tes untuk antibodi kardiolipin sering digunakan untuk membantu menentukan penyebab: 1. Penggumpalan darah yang tidak diketahui (episode trombotik) 2. Evaluasi untuk sindrom antiphospolipid atau penyakit autoimun lainnya 3. Evaluasi keguguran berulang

Persyaratan & Jenis Sampel : Serum
Stabilitas Sampel : * 2-8C :14 hari,
-20C : >14 hari (maksimal penyimpanan 1 bulan)
Persiapan Pasien : tidak ada persiapan
Hari Kerja :
Metode : ELISA
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

Agregasi Trombosit

Deskripsi:

Trombosit atau platetlet adalah salah satu sel darah yang harus ada dalam jumlah yang memadai dan memiliki fungsi untuk membantu hemostasis atau pembekuan darah ketika terjadi luka.

Manfaat Pemeriksaan:

Pemeriksaan untuk evaluasi fungsi platelet; membantu diagnosis penyakit Von Willbrand's, penyakit Glanzmann's, sindrom Bernard-Soulier, sindrom gray platelet dan fenomena Raynaud's.

Persyaratan & Jenis Sampel :
Stabilitas Sampel :
Persiapan Pasien : -Pasien sebaiknya puasa minimal 8 jam sebelum diambil darah Oasien harus bebas dari konsumsi segala jenis obat - obatan yang dapat mempengaruhi fungsi trombosit sekurang - kurangnya 10 hari sebelum tes, kecuali atas permintaan dokter
Hari Kerja :
Metode :
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

Cholesterol HDL

Deskripsi:

Pemeriksaan kolesterol HDL merupakan pemeriksaan darah yang mengukur konsentrasi kolesterol HDL dalam darah. High density lipoprotein (HDL) seringkali disebut sebagai "kolesterol baik" karena bertugas untuk membawa kelebihan kolesterol yang tertinggal di pembuluh darah lalu membawanya ke hati untuk diproses lebih lanjut. Konsentrasi HDL yang tinggi dipercaya dapat melindungi individu terhadap kejadian penyakit jantung.

Manfaat Pemeriksaan:

Memprediksi terjadinya aterosklerosis dan risiko penyakit jantung koroner.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stabilitas Sampel : * 7 hari pada suhu 2-8C,
3 bulan pada suhu (-20C)
* 7 hari pada suhu 2-8C,
3 bulan pada suhu (-20C)
Persiapan Pasien : Tidak ada persiapan
Hari Kerja :
Metode : Homogeneous
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

Cholesterol LDL Direk

Deskripsi:

Pemeriksaan kolesterol LDL direk merupakan pemeriksaan darah yang megukur konsentrasi kolesterol LDL dalam darah menggunakan metode langsung (direk). Low density lipoprotein (LDL) seringkali disebut "kolesterol jahat" karena dapat menempel di dinding pembuluh darah dan mempersempit rongga pembuluh darah. Mengonsumsi makanan kaya lemak jenuh berlebihan dapat meningkatkan konsentrasi LDL. Konsentrasi LDL yang tinggi meningkatkan risiko individu terhadap kejadian penyakit jantung.

Manfaat Pemeriksaan:

Mendeteksi gangguan metabolisme lemak, menentukan faktor risiko penyakit jantung koroner, dan memantau terapi penurun lipid.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stabilitas Sampel : * 5 hari pada suhu 2-8C,
3 bulan pada suhu -20C
* 5 hari pada suhu 2-8C,
3 bulan pada suhu -20C
Persiapan Pasien : Tidak ada persiapan
Hari Kerja :
Metode : Homogeneous
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

Cholesterol Total

Deskripsi:

Pemeriksaan kolesterol total merupakan pemeriksaan darah yang mengukur konsentrasi kolesterol total yang dibawa dalam darah oleh lipoprotein. Konsentrasi kolesterol yang tinggi dalam darah akan menyebabkan kolesterol menempel di dinding bagian dalam pembuluh darah arteri dan membentuk ateroma atau plak, sehingga pembuluh darah menyempit dan akhirnya menimbulkan serangan jantung jika menghambat pembuluh darah menuju jantung atau strokte jika menghambat pembuluh darah arteri yang menuju otak.

Manfaat Pemeriksaan:

Mendeteksi gangguan metabolisme lemak, dan menentukan faktor risiko penyakit jantung koroner.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stabilitas Sampel : * 15-25C :7 hari
2-8C : 7 hari
(-15)-(-25)C : 3 bulan
* 15-25C :7 hari
2-8C : 7 hari
(-15)-(-25)C : 3 bulan
Persiapan Pasien : Tidak ada persiapan
Hari Kerja :
Metode : CHOD PAP
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

Fibrinogen

Deskripsi:

Fibrinogen (bahasa Inggris: fibrinogen, factor I) adalah salah satu protein yang disintesis oleh hati yang merupakan reaktan fase akut berbentuk globulin beta. Protein ini berguna untuk membantu proses hemostasis dengan menstimulasi pembentukan trombus.

Manfaat Pemeriksaan:

Identifikasi afibrinogenemia congenital, Disseminated Intravaskular Coagulation (DIC) dan aktivitas fibrinolitik

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma Sitrat, Whole Blood
Stabilitas Sampel : * Prodia
18-25C 4 jam,
-20C 2 minggu

RSUI Harapan Anda Tegal
2 jam
* Prodia
18-25C 4 jam,
-20C 2 minggu


Persiapan Pasien : Tidak ada persiapan pasien tertentu diperlukan. Minta informasi, apakah pasien mengkonsumsi obat-obatan, terutama obat-obatan pengencer darah. Catatlah informasi tersebut.
Hari Kerja :
Metode : Foto optical, Mekanik, Unknown
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

Homocysteine

Deskripsi:

Homosistein adalah asam amino (bagian terkecil dari protein) yang merupakan produk antara dalam siklus metionin menjadi sistein. Proses perubahan bentuk homosistein menjadi sistein melibatkan vitamin B6, sementara homosistein dapat diubah kembali menjadi metionin dengan melibatkan vitamin B12 dan asam folat. Peningkatan konsentrasi homosistein dapat mengakibatkan peradangan kronis pada pembuluh darah yang memicu terbentuknya plak aterosklerosis hingga menyebabkan penyumbatan aliran darah vena.

Manfaat Pemeriksaan:

untuk menentukan apakah seseorang memiliki kekurangan vitamin B12 atau folat. Konsentrasi homocysteine ??dapat meningkat sebelum terjadi hasil pemeriksaan vitamin B12 dan asam folat abnormal. dalam hal ini pemeriksaan homocystein dibutuhkan oleh orang-orang yang mempunyai risiko kekurangan vitamin b12 yaitu pada orang tua, orang dengan gangguan penyerapan vitamin B12, orang-orang dengan gizi buruk, seperti pecandu narkoba atau alkohol. Homdar homocositein digunakan untuk skrining pada orang yang berisiko tinggi terhadap serangan jantung atau stroke. Ini mungkin berguna pada seseorang yang memiliki riwayat keluarga penyakit arteri koroner tetapi tidak ada faktor risiko lain yang diketahui, seperti merokok, tekanan darah tinggi, atau obesitas. Kadar Homosistein yang tinggi juga berkaitan dengan risiko demensia atau kepikunan dan gangguan sistem syaraf.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stabilitas Sampel : * 2-8C : 48 jam
<= (- 20)C : >13 minggu

Architech (Abbott) :
Sampel dalam wadah ice : ≤ 6 jam, 2 - 8° C : ≤ 14 hari, < - 20° C : ≤ 1 tahun
* 2-8C : 48 jam
<= (- 20)C : >13 minggu

Architech (Abbott) :
Sampel dalam wadah ice : ≤ 6 jam, 2 - 8° C : ≤ 14 hari, < - 20° C : ≤ 1 tahun
Persiapan Pasien : Pasien puasa 10-12 jam
Hari Kerja :
Metode : CMIA (Chemiluminescent Microparticle Immunoassay), Chemiluminescent
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

Homocysteine

Deskripsi:

Homosistein adalah asam amino (bagian terkecil dari protein) yang merupakan produk antara dalam siklus metionin menjadi sistein. Proses perubahan bentuk homosistein menjadi sistein melibatkan vitamin B6, sementara homosistein dapat diubah kembali menjadi metionin dengan melibatkan vitamin B12 dan asam folat. Peningkatan konsentrasi homosistein dapat mengakibatkan peradangan kronis pada pembuluh darah yang memicu terbentuknya plak aterosklerosis hingga menyebabkan penyumbatan aliran darah vena.

Manfaat Pemeriksaan:

untuk menentukan apakah seseorang memiliki kekurangan vitamin B12 atau folat. Konsentrasi homocysteine ??dapat meningkat sebelum terjadi hasil pemeriksaan vitamin B12 dan asam folat abnormal. dalam hal ini pemeriksaan homocystein dibutuhkan oleh orang-orang yang mempunyai risiko kekurangan vitamin b12 yaitu pada orang tua, orang dengan gangguan penyerapan vitamin B12, orang-orang dengan gizi buruk, seperti pecandu narkoba atau alkohol. Homdar homocositein digunakan untuk skrining pada orang yang berisiko tinggi terhadap serangan jantung atau stroke. Ini mungkin berguna pada seseorang yang memiliki riwayat keluarga penyakit arteri koroner tetapi tidak ada faktor risiko lain yang diketahui, seperti merokok, tekanan darah tinggi, atau obesitas. Kadar Homosistein yang tinggi juga berkaitan dengan risiko demensia atau kepikunan dan gangguan sistem syaraf.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stabilitas Sampel : * 2-8C : 48 jam
<= (- 20)C : >13 minggu

Architech (Abbott) :
Sampel dalam wadah ice : ≤ 6 jam, 2 - 8° C : ≤ 14 hari, < - 20° C : ≤ 1 tahun
* 2-8C : 48 jam
<= (- 20)C : >13 minggu

Architech (Abbott) :
Sampel dalam wadah ice : ≤ 6 jam, 2 - 8° C : ≤ 14 hari, < - 20° C : ≤ 1 tahun
Persiapan Pasien : Pasien puasa 10-12 jam
Hari Kerja :
Metode : CMIA (Chemiluminescent Microparticle Immunoassay), Chemiluminescent
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

Lp(a)

Deskripsi:

Lp(a) atau lipoprotein a merupakan pemeriksaan untuk mengetahui konsentrasi Lp(a) di dalam darah. Lp(a) adalah suatu lipoprotein unik yang muncul sebagai faktor risiko independent untuk perkembangan penyakit vaskular. Konsentrasi Lp(a) sangat bervariasi dan di bawah kontrol genetik yang kuat , terutama oleh gen apo (a). Hasil pemeriksaan ini sebaiknya diberikan bersama dengan informasi etnis, jenis kelamin, dan nilai referensi masing-masing populasi.

Manfaat Pemeriksaan:

Tidak direkomendasikan sebagai uji skrining umum, melainkan diperuntukkan bagi pasien dengan riwayat penyakit jantung koroner (PJK), stroke, atau peningkatan konsentrasi lipid.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stabilitas Sampel : * Untuk Sekisui : < 2 minggu pada 2-10C, >2 minggu pada (-20)C
| Untuk Roche : 8 jam pada 2-8C, >8 jam pada (-70)C
| Untuk Architect : 8 hari pada 2-8 C, > 2 minggu pada (-20) 0C.
* Untuk Sekisui : < 2 minggu pada 2-10C, >2 minggu pada (-20)C
| Untuk Roche : 8 jam pada 2-8C, >8 jam pada (-70)C
| Untuk Architect : 8 hari pada 2-8 C, > 2 minggu pada (-20) 0C.
Persiapan Pasien : Tidak ada persiapan
Hari Kerja :
Metode : Imunoturbidimetri
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

Trigliserida

Deskripsi:

Pemeriksaan trigliserida merupakan pemeriksaan darah yang mengukur konsentrasi trigliserida di dalam darah. Trigliserida adalah salah satu jenis lemak yang ditemukan dalam darah. Saat kita makan, tubuh mengubah kalori yang tidak digunakan dalam bentuk trigliserida yang kemudian disimpan dalam sel lemak. Trigliserida dilepaskan untuk menghasilkan energi saat tubuh membutuhkannya. Jika kalori yang dikonsumsi lebih banyak dibanding kalori yang digunakan (misalnya untuk beraktivitas), maka konsentrasi trigliserida akan meningkat. Peningkatan konsentrasi trigliserida dalam darah dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan menjadi tanda adanya sindrom metabolik.

Manfaat Pemeriksaan:

Menentukan faktor risiko penyakit jantung koroner; mendeteksi sindrom metabolik; memantau efektivitas terapi penurun lipid.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stabilitas Sampel : * 2 hari pada suhu 20 - 25C (kecuali Randox),
7 hari pada suhu 4-8C,
3 bulan pada suhu (-20)C
* 2 hari pada suhu 20 - 25C (kecuali Randox),
7 hari pada suhu 4-8C,
3 bulan pada suhu (-20)C
Persiapan Pasien : Puasa 12 - 14 jam
Hari Kerja :
Metode : GPO-PAP
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

AT III

Deskripsi:

Antitrombin (AT, Antitrombin III, ATIII) adalah glikoprotein kecil yang diproduksi oleh hati yang menonaktifkan beberapa enzim dari sistem koagulasi.

Manfaat Pemeriksaan:

Diagnosis defisiensi antitrombin III (ATIII) adalah defisiensi antitrombin III. Kekurangan ini mungkin diwariskan atau diperoleh. Ini adalah kelainan herediter yang jarang yang muncul ketika seorang pasien menderita trombosis vena berulang dan emboli paru, dan kematian janin intrauterin berulang .

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma Sitrat
Stabilitas Sampel : * Dharmais
15-25C < 4 jam,
-20C : > 4 jam - 1 bulan (dicairkan pada suhu 37C sebelum diperiksa)
Persiapan Pasien :
Hari Kerja :
Metode : Unknown
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

AT III

Deskripsi:

Antitrombin (AT, Antitrombin III, ATIII) adalah glikoprotein kecil yang diproduksi oleh hati yang menonaktifkan beberapa enzim dari sistem koagulasi.

Manfaat Pemeriksaan:

Diagnosis defisiensi antitrombin III (ATIII) adalah defisiensi antitrombin III. Kekurangan ini mungkin diwariskan atau diperoleh. Ini adalah kelainan herediter yang jarang yang muncul ketika seorang pasien menderita trombosis vena berulang dan emboli paru, dan kematian janin intrauterin berulang .

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma Sitrat
Stabilitas Sampel : * Dharmais
15-25C < 4 jam,
-20C : > 4 jam - 1 bulan (dicairkan pada suhu 37C sebelum diperiksa)
Persiapan Pasien :
Hari Kerja :
Metode : Unknown
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

Protein C

Deskripsi:

Defisiensi protein C adalah kondisi ketika tubuh kekurangan protein C. Protein C merupakan pengencer darah alami dalam tubuh. Bersama dengan protein lain di dalam darah, protein C akan mengatur keseimbangan pembekuan darah, sehingga proses pembekuan darah dapat terkontrol dengan baik dan tidak terbentuk gumpalan darah. Selain itu, protein C juga diduga memiliki fungsi untuk mencegah peradangan dan melindungi sel dari kerusakan (sitoprotektif). Protein C biasanya terdapat di dalam darah dalam keadaan tidak aktif, dan hanya aktif ketika diperlukan.

Manfaat Pemeriksaan:

Pemeriksaan untuk mengetahui kadar Protein C dalam tubuh yang berperan dalam proses pembekuan darah. Protein C berperan untuk mencegah pembentukan trombus dan juga berperan dalam proses fibrinolisis.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma Sitrat
Stabilitas Sampel : * 8 jam 18-25C;
1 bulan (-20C).
Gunakan freezer dengan manual defrosting tidak automatic defrost, karena akan terjadi proses thawing berulang.il APTT.
Persiapan Pasien : Tidak ada persiapan pasien tertentu diperlukan. Namun, karena lipemik dapat mengganggu pada pengukuran dengan metode foto-elektrik maka sangat dianjurkan tidak mengambil darah pada pasien yang baru selesai makan. Pada pasien yang menerima suntikan heparin intermiten, darah untuk analis harus diperoleh satu jam sebelum dosis heparin berikutnya dijadwalkan. Spesimen tidak boleh diambil dari lengan yang terpasang kateter berheparin atau heparin lock. Minta informasi apakah pasien mengkonsumsi obat-obatan terutama obat-obatan pengencer darah. Catatlah informasi tersebut.
Hari Kerja :
Metode : Clott Detection
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

Protein C

Deskripsi:

Defisiensi protein C adalah kondisi ketika tubuh kekurangan protein C. Protein C merupakan pengencer darah alami dalam tubuh. Bersama dengan protein lain di dalam darah, protein C akan mengatur keseimbangan pembekuan darah, sehingga proses pembekuan darah dapat terkontrol dengan baik dan tidak terbentuk gumpalan darah. Selain itu, protein C juga diduga memiliki fungsi untuk mencegah peradangan dan melindungi sel dari kerusakan (sitoprotektif). Protein C biasanya terdapat di dalam darah dalam keadaan tidak aktif, dan hanya aktif ketika diperlukan.

Manfaat Pemeriksaan:

Pemeriksaan untuk mengetahui kadar Protein C dalam tubuh yang berperan dalam proses pembekuan darah. Protein C berperan untuk mencegah pembentukan trombus dan juga berperan dalam proses fibrinolisis.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma Sitrat
Stabilitas Sampel : * 8 jam 18-25C;
1 bulan (-20C).
Gunakan freezer dengan manual defrosting tidak automatic defrost, karena akan terjadi proses thawing berulang.il APTT.
Persiapan Pasien : Tidak ada persiapan pasien tertentu diperlukan. Namun, karena lipemik dapat mengganggu pada pengukuran dengan metode foto-elektrik maka sangat dianjurkan tidak mengambil darah pada pasien yang baru selesai makan. Pada pasien yang menerima suntikan heparin intermiten, darah untuk analis harus diperoleh satu jam sebelum dosis heparin berikutnya dijadwalkan. Spesimen tidak boleh diambil dari lengan yang terpasang kateter berheparin atau heparin lock. Minta informasi apakah pasien mengkonsumsi obat-obatan terutama obat-obatan pengencer darah. Catatlah informasi tersebut.
Hari Kerja :
Metode : Clott Detection
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

Protein S

Deskripsi:

Dalam sirkulasi darah, protein S akan membentuk senyawa kompleks dengan C4b, dan berfungsi sebagai kofaktor dari sejenis protease anti-koagulan yang disebut APC untuk menghambat koagulasi darah.

Manfaat Pemeriksaan:

Protein S berperan mengaktivasi Protein C dalam proses fibrinolisis. Pemeriksaan fungsional ditunjukkan terlebih dahulu, karena semua subtipe defisiensi protein S akan terdeteksi. Pemeriksaan antigen bebas diperlukan jika pemeriksaan fungsional menurun, dan pemeriksaan antigen total diperlukan jika antigen bebas menurun, digunakan untuk menentukan subtipe defisiensi. Jika pemeriksaan antigen dilakukan tanpa pemeriksaan fungsional, pasien dengan subtipe tertentu tidak dapat terdeteksi.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma Sitrat
Stabilitas Sampel : * 4 jam 15 - 25C;
1 bulan (-20C).
Gunakan freezer dengan manual defrosting tidak automatic defrost, karena akan terjadi proses thawing berulang.
Persiapan Pasien : tidak ada persiapan
Hari Kerja :
Metode : Clott Detection
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :

Protein S

Deskripsi:

Dalam sirkulasi darah, protein S akan membentuk senyawa kompleks dengan C4b, dan berfungsi sebagai kofaktor dari sejenis protease anti-koagulan yang disebut APC untuk menghambat koagulasi darah.

Manfaat Pemeriksaan:

Protein S berperan mengaktivasi Protein C dalam proses fibrinolisis. Pemeriksaan fungsional ditunjukkan terlebih dahulu, karena semua subtipe defisiensi protein S akan terdeteksi. Pemeriksaan antigen bebas diperlukan jika pemeriksaan fungsional menurun, dan pemeriksaan antigen total diperlukan jika antigen bebas menurun, digunakan untuk menentukan subtipe defisiensi. Jika pemeriksaan antigen dilakukan tanpa pemeriksaan fungsional, pasien dengan subtipe tertentu tidak dapat terdeteksi.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma Sitrat
Stabilitas Sampel : * 4 jam 15 - 25C;
1 bulan (-20C).
Gunakan freezer dengan manual defrosting tidak automatic defrost, karena akan terjadi proses thawing berulang.
Persiapan Pasien : tidak ada persiapan
Hari Kerja :
Metode : Clott Detection
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :