PANEL PEMERIKSAAN

Panel Risiko Trombosis

Manfaat Pemeriksaan:

Mendeteksi risiko trombosis, yaitu proses koagulasi (penggumpalan darah) dalam pembuluh darah yang berlebihan sehingga menghambat aliran darah, atau bahkan menghentikan aliran tersebut.

Jenis Pemeriksaan

Protein C

Deskripsi:

-

Manfaat Pemeriksaan:

Pemeriksaan untuk mengetahui kadar Protein C dalam tubuh yang berperan dalam proses pembekuan darah. Protein C berperan untuk mencegah pembentukan trombus dan juga berperan dalam proses fibrinolisis.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma
Stabilitas Sampel :
  • 2 - 8°C : 4 jam
  • Beku : <8 jam
Persiapan Pasien : -
Hari Kerja :
Metode : Optik
Nilai Rujukan : -
Tempat Rujukan :
Catatan :

AT III

Deskripsi:

Pemeriksaan antithrombin III (AT III) mengukur aktivitas (fungsi) dan konsentrasi AT III dalam darah. untuk mengevaluasi seseorang yang mengalami pembekuan darah yang berlebihan. AT III merupakan protein yang diproduksi oleh hati untuk membantu pembekuan darah. Pemeriksaan AT III membutuhkan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Manfaat Pemeriksaan:

Membantu identifikasi penyebab pembekuan darah yang berulang; membantu diagnosis defisiensi antithrombin.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Plasma

Stabilitas Sampel :

< 4 jam : 2 - 8°C, lama dibekukan

Persiapan Pasien :

Tidak terdapat persiapan pemeriksaan yang dibutuhkan.

Hari Kerja :
Metode :

-

Nilai Rujukan :

-

Tempat Rujukan :
Catatan :

Fibrinogen

Deskripsi:

-

Manfaat Pemeriksaan:

Identifikasi afibrinogenemia congenital, Disseminated Intravaskular Coagulation (DIC) dan aktivitas fibrinolitik.

Persyaratan & Jenis Sampel : Darah
Stabilitas Sampel :
  • 4 jam pada 18-25oC
  • dibekukan –20°C stabil 2 minggu

Tidak direkomendasikan menyimpan sampel plasma pada suhu 2 - 8 oC karena kondisi dingin dapat menurunkan aktivitas faktor VIII. Untuk sampel plasma yang dibekukan pengiriman ke tempat rujukan harus dipacking  khusus dengan dry ice.

Persiapan Pasien : Sampel yang digunakan dapat berasal dari darah vena dengan antikoagulan Na-sitrat atau dengan menggunakan Plasma sitrat rendah trombosit

Tidak ada persiapan
pasien tertentu diperlukan. Minta informasi apakah pasien mengkonsumsi obat-obatan  terutamaobat-obatan pengencer darah. Catat informasi ini pada kolom NOTE pada CONDITION pada menu REGISTRATION Program SISPro
Hari Kerja :
Metode : Foto Optikal
Nilai Rujukan : -
Tempat Rujukan :
Catatan :

Homocysteine

Deskripsi:

Homosistein adalah asam amino (bagian terkecil dari protein) yang merupakan produk antara dalam siklus metionin menjadi sistein. Proses perubahan bentuk homosistein menjadi sistein melibatkan vitamin B6, sementara homosistein dapat diubah kembali menjadi metionin dengan melibatkan vitamin B12 dan asam folat. Peningkatan konsentrasi homosistein dapat mengakibatkan peradangan kronis pada pembuluh darah yang memicu terbentuknya plak aterosklerosis hingga menyebabkan penyumbatan aliran darah vena.

Manfaat Pemeriksaan:

Mendeteksi adanya gangguan/kelainan genetik pada gen MTHFR (Methylenetetrahydrofolate Reductase), defisiensi asam folat atau vitamin B6 dan vitamin B12, penyakit ginjal, dan hipotiroidisme; menentukan risiko kardiovaskular (penyakit jantung koroner dan stroke) dan pre-eklampsia pada kehamilan, serta perkembangan kondisi pikun/demensia dan penyakit Alzheimer.

Persyaratan & Jenis Sampel : Serum atau plasma
Stabilitas Sampel :
  • 2 - 8° C : 48 jam
  • < -20° C : >13 minggu
Persiapan Pasien : Pasien puasa 10 – 12 jam
Hari Kerja :
Metode : Chemiluminescent
Nilai Rujukan : 5 - 15 µmol/L
Tempat Rujukan :
Catatan :

Lp (a)

Deskripsi:

Lp(a) atau lipoprotein a merupakan pemeriksaan untuk mengetahui konsentrasi Lp(a) di dalam darah. Lp(a) adalah suatu lipoprotein unik yang muncul sebagai faktor risiko independent untuk perkembangan penyakit vaskular. Konsentrasi Lp(a) sangat bervariasi dan di bawah kontrol genetik yang kuat , terutama oleh gen apo (a). Hasil pemeriksaan ini sebaiknya diberikan bersama dengan informasi etnis, jenis kelamin, dan nilai referensi masing-masing populasi.

Manfaat Pemeriksaan:

Tidak direkomendasikan sebagai uji skrining umum, melainkan diperuntukkan bagi pasien dengan riwayat penyakit jantung koroner (PJK), stroke, atau peningkatan konsentrasi lipid.

Persyaratan & Jenis Sampel : Serum
Stabilitas Sampel :
  • 2 – 10°C : < 2 minggu
  • -20°C  : > 2 minggu
Persiapan Pasien : -
Hari Kerja :
Metode : Imunoturbidimetri
Nilai Rujukan : < 20 mg/dL
Tempat Rujukan :
Catatan :

ACA IgG

Deskripsi:

Antibodi Cardiolipin (ACA) merupakan autoantibodi yang dihasilkan oleh sistem kekebalan tubuh yang keliru menyerang cardiolipin, yakni zat yang ditemukan pada lapisan terluar dari sel (membran sel) dan trombosit. Autoantibodi ini dapat mempengaruhi kemampuan tubuh dalam mengatur pembekuan darah.

Pemeriksaan ACA mendeteksi adanya ACA dalam darah yang umumnya dilakukan pada seseorang yang mengalami satu atau lebih pembekuan darah vena atau arteri (thrombotic episodes) yang tidak dapat dijelaskan; ketika seorang wanita mengalami keguguran berulang, terutama pada trimester kedua dan ketika; ketika seseorang mengalami gejala penyakit autoimun yang konsisten. Terdapat tiga kelas ACA yang mungkin ada dalam darah, yakni IgG, IgM, dan/atau IgA. Dua kelas ACA yang paling umum diperiksa adalah IgG dan IgM. Jika hasil pemeriksaan ACA IgG dan IgM negatif namun masih ada kecurigaan klinis, maka akan dilanjutkan ke pemeriksaan ACA IgA.

Pemeriksaan ACA IgG, IgM, dan/atau IgA membutuhkan sampel berupa darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Manfaat Pemeriksaan:

Mendeteksi terjadinya keguguran berulang, trombositopenia, dan trombosis vena serta arteri.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :

• 2 - 8°C : 14 hari
-20°C : >48 jam

Persiapan Pasien :

Tidak terdapat persiapan pemeriksaan yang dibutuhkan, namun mungkin petugas laboratorium akan menanyakan riwayat kehamilan seperti berikut: (1) apakah pernah mengalami satu atau lebih keguguran pada usia kehamilan lebih dari 10 minggu, (2) apakah pernah mengalami keguguran spontan lebih dari tiga kali pada usia kehamilan lebih dari 10 minggu, dan (3) apakah pernah melahirkan bayi prematur (usia kehamilan lebih dari 34 minggu).

Hari Kerja :
Metode :

ELISA

Nilai Rujukan :

-

Tempat Rujukan :
Catatan :

ACA IgM

Deskripsi:

Antibodi Cardiolipin (ACA) merupakan autoantibodi yang dihasilkan oleh sistem kekebalan tubuh yang keliru menyerang cardiolipin, yakni zat yang ditemukan pada lapisan terluar dari sel (membran sel) dan trombosit. Autoantibodi ini dapat mempengaruhi kemampuan tubuh dalam mengatur pembekuan darah.

Pemeriksaan ACA mendeteksi adanya ACA dalam darah yang umumnya dilakukan pada seseorang yang mengalami satu atau lebih pembekuan darah vena atau arteri (thrombotic episodes) yang tidak dapat dijelaskan; ketika seorang wanita mengalami keguguran berulang, terutama pada trimester kedua dan ketika; ketika seseorang mengalami gejala penyakit autoimun yang konsisten. Terdapat tiga kelas ACA yang mungkin ada dalam darah, yakni IgG, IgM, dan/atau IgA. Dua kelas ACA yang paling umum diperiksa adalah IgG dan IgM. Jika hasil pemeriksaan ACA IgG dan IgM negatif namun masih ada kecurigaan klinis, maka akan dilanjutkan ke pemeriksaan ACA IgA.

Pemeriksaan ACA IgG, IgM, dan/atau IgA membutuhkan sampel berupa darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Manfaat Pemeriksaan:

Mendeteksi terjadinya keguguran berulang, trombositopenia, dan trombosis vena serta arteri.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :

• 2 - 8°C : 10 hari
• -20°C : >10 hari

Persiapan Pasien :

Tidak terdapat persiapan pemeriksaan yang dibutuhkan, namun mungkin petugas laboratorium akan menanyakan riwayat kehamilan seperti berikut: (1) apakah pernah mengalami satu atau lebih keguguran pada usia kehamilan lebih dari 10 minggu, (2) apakah pernah mengalami keguguran spontan lebih dari tiga kali pada usia kehamilan lebih dari 10 minggu, dan (3) apakah pernah melahirkan bayi prematur (usia kehamilan lebih dari 34 minggu).

Hari Kerja :
Metode :

ELISA

Nilai Rujukan :

-

Tempat Rujukan :
Catatan :

Trigliserida

Deskripsi:

Pemeriksaan trigliserida merupakan pemeriksaan darah yang mengukur konsentrasi trigliserida di dalam darah. Trigliserida adalah salah satu jenis lemak yang ditemukan dalam darah. Saat kita makan, tubuh mengubah kalori  yang tidak digunakan dalam bentuk trigliserida yang kemudian disimpan dalam sel lemak. Trigliserida dilepaskan untuk menghasilkan energi saat tubuh membutuhkannya. Jika kalori yang dikonsumsi lebih banyak dibanding kalori yang digunakan (misalnya untuk beraktivitas), maka konsentrasi trigliserida akan meningkat. Peningkatan konsentrasi trigliserida dalam darah dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan menjadi tanda adanya sindrom metabolik.

Manfaat Pemeriksaan:

Menentukan faktor risiko penyakit jantung koroner; mendeteksi sindrom metabolik; memantau efektivitas terapi penurun lipid.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :
  • 7 hari pada 2 – 8°C
  • 3 bulan pada (-15) – (-25)°C
  • 1 tahun pada (-60) - (-80)°C
Persiapan Pasien :

Puasa (tidak diperbolehkan makan dan minum, kecuali minum air putih) selama 12 jam sebelum pengambilan darah.
 

Hari Kerja :
Metode :

GPO-PAP

Nilai Rujukan :

< 150 mg/dL

Tempat Rujukan :
Catatan :

Cholesterol Total

Deskripsi:

Pemeriksaan kolesterol total merupakan pemeriksaan darah yang mengukur konsentrasi kolesterol total yang dibawa dalam darah oleh lipoprotein. Konsentrasi kolesterol yang tinggi dalam darah akan menyebabkan kolesterol menempel di dinding bagian dalam pembuluh darah arteri dan membentuk ateroma atau plak, sehingga pembuluh darah menyempit dan akhirnya menimbulkan serangan jantung jika menghambat pembuluh darah menuju jantung atau strokte jika menghambat pembuluh darah arteri yang menuju otak.

Manfaat Pemeriksaan:

Mendeteksi gangguan metabolisme lemak; menentukan faktor risiko penyakit jantung koroner; memantau efektivitas terapi penurun lipid.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :
  • 7 hari pada 15 – 25°C
  • 7 hari pada 2 – 8°C
  • 3 bulan pada (-15) – (-25)°C
Persiapan Pasien :

Puasa (tidak diperbolehkan makan dan minum, kecuali minum air putih) selama 12 jam sebelum pengambilan darah.
 

Hari Kerja :
Metode :

Homogeneous

Nilai Rujukan :

-

Tempat Rujukan :
Catatan :

Cholesterol HDL

Deskripsi:

Pemeriksaan kolesterol HDL merupakan pemeriksaan darah yang mengukur konsentrasi kolesterol HDL dalam darah. High density lipoprotein (HDL) seringkali disebut sebagai "kolesterol baik" karena bertugas untuk membawa kelebihan kolesterol yang tertinggal di pembuluh darah lalu membawanya ke hati untuk diproses lebih lanjut. Konsentrasi HDL yang tinggi dipercaya dapat melindungi individu terhadap kejadian penyakit jantung.

Manfaat Pemeriksaan:

Menilai profil lemak dan menentukan risiko penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah).

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :

7 hari pada 2 - 8°C
3 bulan pada (-20)°C

Persiapan Pasien :

Puasa (tidak diperbolehkan makan dan minum, kecuali minum air putih) selama 12 jam sebelum pengambilan darah.

Hari Kerja :
Metode :

Homogeneous

Nilai Rujukan :

>=40 mg/dL

Tempat Rujukan :
Catatan :

Cholesterol LDL Direk

Deskripsi:

Pemeriksaan kolesterol LDL direk merupakan pemeriksaan darah yang megukur konsentrasi kolesterol LDL dalam darah menggunakan metode langsung (direk). Low density lipoprotein (LDL) seringkali disebut "kolesterol jahat" karena dapat menempel di dinding pembuluh darah dan mempersempit rongga pembuluh darah. Mengonsumsi makanan kaya lemak jenuh berlebihan dapat meningkatkan konsentrasi LDL. Konsentrasi LDL yang tinggi meningkatkan risiko individu terhadap kejadian penyakit jantung.

Manfaat Pemeriksaan:

Menilai profil lemak dan menentukan risiko penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah); memantau efektivitas terapi penurun lipid.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :

 

7 hari pada 2 – 8°C
3 bulan pada (-20)°C

 

Persiapan Pasien :

Puasa (tidak diperbolehkan makan dan minum, kecuali minum air putih) selama 12 jam sebelum pengambilan darah.

Hari Kerja :
Metode :

Homogeneous

Nilai Rujukan :

< 100 mg/dL

Tempat Rujukan :
Catatan :

Agregasi Trombosit

Deskripsi:

Pemeriksaan untuk evaluasi fungsi platelet; membantu menegakkan diagnosis gangguan hemostasis karena efek fungsi trombosit, baik yang bersifat kongenital maupun akuisita, memantau terapi anti trombosis, memantau secara berkala penderita dengan resiko trombosis, seperti DM dan obesitas, membantu diagnosis penyakit Von Wilbrand's, penyakit Glanzmann's, sindrom Bernard-Soulier, sindrom gray platelet dan fenomena Raynaud's. Agregasi platelet memegang peranan penting dalam patogenesis trombosit akut pada Penyakit Jantung Koroner (PJK), stroke, dan penyakit arteri perifer.

Manfaat Pemeriksaan:

-

Persyaratan & Jenis Sampel : Darah
Stabilitas Sampel : < 3 jam Suhu kamar (15 - 30°C) setelah pengambilan spesimen.
Persiapan Pasien :
  • Pasien sebaiknya puasa minimal 8 jam sebelum diambil darah
  • Pasien harus bebas dari konsumsi segala jenis obat-obatan yang dapat mempengaruhi fungsi trombosit sekurang - kurangnya 10 harisebelum tes, kecuali atas permintaan dokter.

Contoh obat-obatan yang mempengaruhi fungsi trombosit :

  1. Inhibitors : Aspirin, obat-obatan yang mengandung acetylsalicylic acid, Nonsteroidal antiinflammatory drugs (NSAIDs : ibuprofen, Indomethacin, naproxen, mefenamic acid), Celecoxib
  2. Inhibitors of Platelet Receptors : Abciximab, Clopidogrel
  3. RGD Peptomimetics : Eptifibatide, Tirofiban
  4. Phosphodiesterase Inhibitors : Dipyridamole, Cilostazole
  5. Anticoagulants : Heparin, Warfarin, Direct Thrombin Inhibitors (lepirudin, argatroban, bivalirudin)
  6. Cardiovascular Agents : β-adrenergic blockers (propanolol), vasodilators (nitroprusside, nitroglycerin), diuretics (furosemide)
  7. Antimicrobials : β-lactams (penicillins, cephalosporins), amphotericin (antifungal), Hydroxychloroquine (antimalarial), nitrofurantoin
  8. Chemoterapeutic Agents : asparaginase, plicamycin, vincristine
  9. Psychotropics and anesthetics : Tricyclic antidepressants (imipramine), Phenothiazines (chlorpromazine), local and general anesthesia (fluothane)
  10. Miscellaneous Agents : clofibrate, dextrans, guaifenesin (expectorant), radiographic contrast
Hari Kerja :
Metode : Turbidimetri
Nilai Rujukan : Agregasi Trombosit ADP: -
Agregasi Trombosit Collagen: -
Agregasi Trombosit Epinephrine: -
Tempat Rujukan :
Catatan :

Protein S

Deskripsi:

-

Manfaat Pemeriksaan:

Protein S berperan mengaktivasi Protein C dalam proses fibrinolisis. Pemeriksaan fungsional ditunjukkan terlebih dahulu, karena semua subtipe defisiensi protein S akan terdeteksi. Pemeriksaan antigen bebas diperlukan jika pemeriksaan fungsional menurun, dan pemeriksaan antigen total diperlukan jika antigen bebas menurun, digunakan untuk menentukan subtipe defisiensi. Jika pemeriksaan antigen dilakukan tanpa pemeriksaan fungsional, pasien dengan subtipe tertentu tidak dapat terdeteksi.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma
Stabilitas Sampel :
  • 2 - 8°C : 4 jam
  • Beku : <8 jam
Persiapan Pasien : -
Hari Kerja :
Metode : Optik
Nilai Rujukan : -
Tempat Rujukan :
Catatan :