PANEL PEMERIKSAAN

Panel Uji Saring Rematik

Manfaat Pemeriksaan:

Mendeteksi dini dan membantu diagnosis, serta memantau penyakit rematik; mengevaluasi terapi penyakit rematik.

Jenis Pemeriksaan

ASTO

Deskripsi:

Antistreptolysin O adalah antibodi yang dibentuk tubuh untuk melawan streptolysin O, suatu enzim beracun yang dihasilkan oleh kelompok bakteri streptokokus A. Pemeriksaan ASTO mengukur jumlah antistreptolysin O dalam darah yang direkomendasikan oleh dokter bila seseorang mengalami gejala seperti demam, nyeri dada, kelelahan, dan sesak nafas yang mengarah pada terjadinya demam rematik atau gejala seperti edema dan urin berwarna gelap yang berkaitan dengan glomerulonefritis, terutama bila seseorang mungkin baru saja terkena infeksi streptokokus A yang tidak terdiagnosis dan diobati dengan tepat. Pemeriksaan ASTO membutuhkan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Manfaat Pemeriksaan:

Untuk mendeteksi penyakit jaringan sendi, seperti demam rematik akut yang disebabkan oleh infeksi bakteri streptokokus A.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum

Stabilitas Sampel :
  • 2 - 8°C : 48 jam                                           
  • -20°C : 6 minggu
Persiapan Pasien :

Tidak terdapat persiapan pemeriksaan yang dibutuhkan.

Hari Kerja :
Metode :

Aglutinasi

Nilai Rujukan :

< 200 IU/mL

Tempat Rujukan :
Catatan :

CRP Kualitatif

Deskripsi:

C-Reactive Protein atau CRP kualitatif yaitu pemeriksaan terhadap keberadaan suatu reaktan fase akut, yakni CRP di dalam serum. Konsentrasi serum CRP akan meningkat setelah proses inisiasi inflamatori. Pemeriksaan ini memiliki sensitifitas yang baik, namun bukan indikator yang spesifik pada kondisi terjadinya luka akut, infeksi bakteri, atau inflamasi.

Manfaat Pemeriksaan:

Mendeteksi Pelvic Inflammatory Disease (PID), apendidtis akut, dan sepsis (pada pasien kritis); menentukan faktor risiko penyakit vaskular, terutama penyakit jantung koroner (PJK); dan memantau kondisi post-operasi.

Persyaratan & Jenis Sampel : Serum
Stabilitas Sampel :
  • 2 - 8 °C : 48 jam
  • (-20) °C selama 6 minggu
Persiapan Pasien : -
Hari Kerja :
Metode : Aglutinasi
Nilai Rujukan : -
Tempat Rujukan :
Catatan :

RF

Deskripsi:

-

Manfaat Pemeriksaan:

Rheumatoid Factor (RF) merupakan suatu antibodi (umumnya kelas IgM),yang akan berekasi dengan bagian fragmen dari imunoglobulin lainnya (yang paling sering adalah kelompok IgG). Pemeriksaan ini umumnya digunakan untuk :* Diagnosa : Hampir 65-85% pasien dewasa dengan diagnosa klinis rheumatoid artritis (RA) memiliki kejadian serologis yang hampir sama dengan RF dan * Pemantauan aktvitas penyakit : Pengukuran seri RF tidak digunakan dalam pemantauan sumber dari RA

Persyaratan & Jenis Sampel : Serum
Stabilitas Sampel :
  • 2 - 8° C : 48 jam
  • 20° C: 6 minggu, sampel beku yang mencair harus dihomogenkan (sentrifugasi) sebelum dikerjakan
Persiapan Pasien : -
Hari Kerja :
Metode : Aglutinasi
Nilai Rujukan : Negatif -
Tempat Rujukan :
Catatan :

Asam Urat

Deskripsi:


Asan urat diproduksi pada saat terjadi pemecahan purin. Purin merupakan senyawa yang mengandung nitrogen yang ditemukan dalam sel-sel tubuh, termasuk DNA. Ketika sel-sel tubuh tersebut menjadi tua dan mati akan melakukan pemecahan dan melepaskan purin dalam darah. Pada kadar yang rendah, purin mungkin berasal dari pencernaan makanan tertentu, seperti hati, ikan asin, makarel, kacang olahan dan kacang polong, serta minuman beralkohol tertentu, terutama bir. Sebagian besat asam urat dikeluarkan dari tubuh oleh ginjal dan diekskresikan dalam urin, sisanya dieliminasi dalam feses.

Pemeriksaan asam urat mengukur kadar asam urat dalam darah atau urin. Bila terlalu banyak asam urat yang diproduksi atau tidak cukup diekskresikan dapat terakumulasi dalam tubuh, sehingga terjadi peningkatan kadar asam urat dalam darah (hiperurisemia) dan dapat menyebabkan gout. Selain itu asam urat berlebih juga dapat disimpan dalam jaringan seperti ginjal, dan dapat mengakibatkan terjadinya batu ginjal atau gagal ginjal. Peningkatan kadar asam urat juga dapat terjadi ketika ada peningkatan kematian sel seperti pada beberapa terapi kanker. Sementara penurunan eliminasi asam urat sering disebabkan karena fungsi ginjal yang terganggu atau penyakit ginjal.

Pemeriksaan asam urat membutuhkan sampel berupa darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan. Sampel berupa urin 24 jam dibutuhkan untuk pemeriksaan asam urat urin.
 

Manfaat Pemeriksaan:

Mendeteksi kadar asam urat yang tinggi dalam darah sebagai tanda terjadinya gout, atau memantau kadar asam urat saat menjalani kemoterapi atau pengobatan radiasi; mendeteksi kadar asam urat dalam urin untuk membantu diagnosis penyebab batu ginjal dan memantau pasien gout yang berisiko menjadi batu ginjal.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :
  • 5 hari pada 2 – 8°C
  • 6 bulan pada (-15) – (-25)°C
Persiapan Pasien :

Puasa (tidak diperbolehkan makan dan minum, kecuali air putih) selama 12 jam sebelum pengambilan darah.

Hari Kerja :
Metode :

PAP, Enzimatik Kolorimetri

Nilai Rujukan :

< 5,2 mg/dL

Tempat Rujukan :
Catatan :

ANA IF

Deskripsi:

Anti Nuclear Antibody (ANA) adalah sekelompok antibodi yang dapat bereaksi menyerang komponen atau bagian dari inti sel di jaringan tubuh sendiri, sehingga sering disebut sebagai autoantibodi. Pemeriksaan ANA (IF) mendeteksi autoantibodi dalam darah dengan menggunakan metode indirect immunofluorescence (IF). Terdapatnya ANA dapat menjadi penanda dari suatu proses autoimun dan dikaitkan dengan beberapa gangguan autoimun, terutama Systemic Lupus Erythematosus (SLE). Pemeriksaan ANA IF membutuhkan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Manfaat Pemeriksaan:

Gold standard untuk skrining autoantibodi terkait penyakit autoimun; membantu diagnosis penyakit autoimun yang dicurigai dan mengesampingkan kondisi lain dengan tanda dan gejala yang sama. Jika hasil pemeriksaan ANA (IF) positif, perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai dugaan penyakit autoimun yang dimaksud.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :
  • 2 – 8°C : 14 hari
  • -20°C atau lebih dingin : >48 jam
Persiapan Pasien :

Tidak terdapat persiapan pemeriksaan yang dibutuhkan.

Hari Kerja :
Metode :

Imunofluoresensi

Nilai Rujukan :

-

Tempat Rujukan :
Catatan :

C3 Komplemen

Deskripsi:

Pemeriksaan C3 komplemen mengukur kuantitas atau aktivitas dari protein tertentu yang merupakan bagian dari sistem komplemen. Sistem komplemen adalah sekelompok protein darah yang bekerja sama untuk memainkan peran dalam respon kekebalan tubuh dan proses peradangan (inflamasi). Peran utama sistem komplemen tersebut adalah untuk menghancurkan patogen asing seperti bakteri dan virus. Sistem komplemen juga dapat diaktifkan ketika tubuh membuat antibodi terhadap jaringan sendi yang menurutnya asing (autoantibodi) seperti yang terjadi pada penyakit autouimun. Pemeriksaan C3 komplemen membutuhkan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Manfaat Pemeriksaan:

Menentukan kekurangan atau kelainan pada protein sistem komplemen yang berkontribusi dalam peningkatan infeksi atau aktivitas autoimun; memantau aktivitas dan pengobatan penyakit autoimun, serta immune complex-related disease.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum

Stabilitas Sampel :
  • 4 hari pada 20 - 25°C
  • 8 hari pada 2 - 8°C
  • 8 hari pada -20°C
Persiapan Pasien :

Tidak terdapat persiapan pemeriksaan yang dibutuhkan.

Hari Kerja :
Metode :

PEG enhanced immunoturbidimetric

Nilai Rujukan :

58 - 108 mg/dL

Tempat Rujukan :
Catatan :

C4 Komplemen

Deskripsi:

Pemeriksaan C4 komplemen mengukur kuantitas atau aktivitas dari protein tertentu yang merupakan bagian dari sistem komplemen. Sistem komplemen adalah sekelompok protein darah yang bekerja sama untuk memainkan peran dalam respon kekebalan tubuh dan proses peradangan (inflamasi). Peran utama sistem komplemen tersebut adalah untuk menghancurkan patogen asing seperti bakteri dan virus. Sistem komplemen juga dapat diaktifkan ketika tubuh membuat antibodi terhadap jaringan sendi yang menurutnya asing (autoantibodi) seperti yang terjadi pada penyakit autouimun. Pemeriksaan C4 komplemen membutuhkan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Manfaat Pemeriksaan:

Menentukan kekurangan atau kelainan pada protein sistem komplemen yang berkontribusi dalam peningkatan infeksi atau aktivitas autoimun; memantau aktivitas dan pengobatan penyakit autoimun, serta immune complex-related disease.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum

Stabilitas Sampel :
  • 8 hari pada 2 - 8°C
  • 3 bulan pada (-20)°C
Persiapan Pasien :

Tidak terdapat persiapan pemeriksaan yang dibutuhkan.

Hari Kerja :
Metode :

PEG enhanced immunoturbidimetric

Nilai Rujukan :

7 - 30 mg/dL

Tempat Rujukan :
Catatan :

HLA B27

Deskripsi:

HLA-B27 (Human Leukocyte Antigen B27) adalah suatu alel dari lokus HLA-B pada manusia yang ada pada sejumlah kecil dari populasi umumnya.

Manfaat Pemeriksaan:

Pemeriksaan ini berguna untuk mengevaluasi ankylosing spondylitis, sindrom Reiter, artritis psoriasis dan gangguan mata seperti uveitis dan iritis.

Persyaratan & Jenis Sampel : Darah
Stabilitas Sampel : Stabilitas lama bila dikirim lewat filter
Persiapan Pasien : -
Hari Kerja :
Metode : -
Nilai Rujukan : -
Tempat Rujukan :
Catatan :

Anti-CCP IgG

Deskripsi:

Cyclic citrullinated peptide antibodies (anti-CCP) merupakan autoantibodi yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh untuk melawan CCP. Citrulline secara alami diproduksi dalam tubuh sebagai bagian dari metabolisme asam amino arginin, namun dalam sendi dengan rheumatoid arthritis (RA), konversi ini dapat terjadi pada tingkat yang lebih tinggi. Citrulline dapat mengubah struktur protein dan menimbulkan respon imun, memproduksi autoantibodi yang melawan protein sendi.

Pemeriksaan Anti-CCP IgG mendeteksi dan mengukur antibodi IgG terhadap CCP dalam darah yang direkomendasikan oleh dokter bila seseorang diduga mengalami radang sendi dengan gejala yang mengarah RA namun belum memenuhi kriteria RA. Pemeriksaan Anti-CCP membutuhkan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Manfaat Pemeriksaan:

Membantu diagnosis rheumatoid arthritis (RA) dan membedakannya dari arthritis jenis lainnya; membantu evalusai prognosis pasien RA.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :
  • 2 – 8°C : 14 hari
  • -20°C : >48 jam
    (Maksimal penyimpanan selama 1 bulan)
Persiapan Pasien :

Tidak terdapat persiapan pemeriksaan yang dibutuhkan.

Hari Kerja :
Metode :

ELISA

Nilai Rujukan :

<=5 RU/mL

Tempat Rujukan :
Catatan :