PANEL PEMERIKSAAN

Panel Usia >12-18 Tahun (Remaja)

Manfaat Pemeriksaan:

Sekumpulan pemeriksaan laboratorium yang dirancang dengan tujuan mendeteksi penyakit anemia, infeksi saluran kemih (ISK), infeksi bakteri pada saluran cerna, abnormalitas profil lemak, diabetes melitus, dan hipertensi; serta mengetahui status nutrisi pada anak usia > 12-18 tahun (remaja). Jika diperlukan, dapat ditambahkan pemeriksaan untuk mendeteksi infeksi virus hepatitis B dan C, serta mengetahui fungsi hati dan fungsi ginjal pada anak usia sekolah yang berisiko.

Jenis Pemeriksaan

Hematologi Rutin (CBC)

Deskripsi:

Hematologi rutin atau complete blood count (CBC) merupakan penilaian dasar terhadap komponen sel darah, yaitu dengan menentukan jumlah, variasi, prosentase, konsentrasi, dan kualitas dari seluruh komponen sel darah. Pemeriksaan ini dapat memberikan informasi mengenai kondisi hematologik dan sistem tubuh yang lain sebagai diagnosis, prognosis, respon terapi, dan masa pemulihan. Hematologi rutin terdiri dari pemeriksaan hemoglobin, leukosit, trombosit, eritrosit, hematokrit, dan nilai-nilai MC.

Manfaat Pemeriksaan:

Evaluasi anemia, leukemia, reaksi inflamasi dan infeksi, penanda peripheral blood cellular, tingkat hidrasi dan dehidrasi, polisitemia, penyakit hemolitik pada bayi baru lahir; penentuan terapi kemoterapi.

Persyaratan & Jenis Sampel : Darah
Stabilitas Sampel :
  • <4 jam pada 18 – 25°C
  • 24 jam pada 2 – 8°C
Persiapan Pasien : -
Hari Kerja :
Metode : Semua Method
Nilai Rujukan : Hemoglobin: -
Leukosit: -
Trombosit: -
Eritrosit: -
Hematokrit: -
MCV: -
MCH: -
MCHC: -
Red Cell Distribution Width (RDW): -
Tempat Rujukan :
Catatan :

Retikulosit

Deskripsi:

Hitung retikulosit adalah jumlah sel darah merah muda (retikulosit) dalam volume darah tertentu. Pada keadaan normal, jumlah retikulosit mencapai sekitar 1% dari jumlah total sel darah merah.

Manfaat Pemeriksaan:

Menentukan tindakan penanganan terhadap anemia; mendeteksi pendarahan dan anemia hemolitik; serta mengevaluasi aktivitas dan respon eritropoetik terhadap terapi pada berbagai anemia.

Persyaratan & Jenis Sampel : Darah
Stabilitas Sampel : SEGERA lakukan pemeriksaan (selambat-lambatnya 2 jam setelah pengambilan sampel)(4), karena metode pemeriksaan yang digunakan adalah supravital sehingga sel-sel yang diperiksa harus dalam keadaan hidup
Persiapan Pasien : Sampel darah yang diambil dapat berasal dari darah kapiler segar atau dari darah vena dengan antikoagulan EDTA
Hari Kerja :
Metode : Fluoresence Flowcytometry
Nilai Rujukan : -
Tempat Rujukan :
Catatan :

Gambaran Darah Tepi

Deskripsi:

-

Manfaat Pemeriksaan:

Menunjukkan adanya proses hemolitik berupa sferositosis, polikromasi maupun poikilositosis, sel eritrosit berinti, retikulositopeni pada awal anemia. Kadar hemoglobin 3g/dL-9g/dL, jumlah lekosit bervariasi disertai gambaran sel muda (metamielosit, mielosit, dan promielosit), kadang disertai trombositopeni

Persyaratan & Jenis Sampel : Darah
Stabilitas Sampel : Pembuatan preparat dilakukan sesegera mungkin
Persiapan Pasien : Sampel darah yang diambil dapat berasal dari darah perifer segar atau dari darah vena dengan antikoagulan EDTA
Hari Kerja :
Metode : Mikroskopis
Nilai Rujukan : -
Tempat Rujukan :
Catatan :

Urine Rutin

Deskripsi:

Pemeriksaan urin rutin meliputi pemeriksaan fisik, kimia, dan mikroskopis untuk mendeteksi dan/atau mengukur beberapa zat dalam urin seperti produk sampingan dari metabolisme yang normal dan abnormal, sel, fragmen sel, dan bakteri. Pemeriksaan urin rutin seringkali menjadi bagian dari pemeriksaan kesehatan berkala (medical check-up), dan direkomendasikan dokter ketika seseorang memiliki gejala seperti sakit perut, nyeri punggung, sering buang air kecil disertai rasa nyeri saat buang air kecil. Pemeriksaan urin rutin membutuhkan sampel berupa urin.

Manfaat Pemeriksaan:

Menyaring, membantu diagnosis, dan/atau memantau beberapa penyakit dan kondisi seperti kelainan ginjal/saluran kemih, gangguan infeksi saluran kemih (ISK), dan penyakit metabolik atau sistemik.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Urine

Stabilitas Sampel :

Sampel harus segera dikerjakan kurang dari 2 jam setelah penampungan dengan penyimpanan di tempat gelap untuk menghindari kerusakan bilirubin dan urobilinogen. Jika tidak segera dikerjakan simpan pada suhu 2-8°C stabil selama 8 jam dan biarkan kembali pada suhu kamar sebelum dilakukan pemeriksaan

Persiapan Pasien :

Tidak dalam kondisi menstruasi; informasikan kepada petugas laboratorium bila mengonsumsi obat atau suplemen tertentu; bila belum bisa berkemih, dianjurkan untuk menunggu dan tidak dianjurkan untuk minum.

Hari Kerja :
Metode :

Manual

Nilai Rujukan :

Urobilinogen : -
Bilirubin Urine: -
Berat Jenis: -
pH Urine: -
Leukosit Esterase: -
Nitrit: -
Albumin Urine: -
Glukosa Urine: -
Keton: -
Darah: -

Tempat Rujukan :
Catatan :

Glukosa Puasa

Deskripsi:

Pemeriksaan glukosa darah berguna untuk mengukur jumlah glukosa dalam darah saat sampel diperiksa. Glukosa darah digunakan untuk mendeteksi hiperglikemik maupun hipoglikemik untuk membantu menegakkan diagnosis diabetes dan memantau kadar glukosa pada penyandang diabetes. Glukosa puasa diukur saat keadaan puasa (± 8-10 jam). Berdasarkan konsensus Pengelolaan dan Pencegahan DM 2006, berikut kriteria pengendalian DM berdasarkan level glukosa puasa : Baik (80-100 mg/dL), Sedang (100-125 mg/dL), Buruk (≥126 mg/dL). Glukosa puasa juga dapat menegakkan kriteria prediabetes bila memiliki kadar glukosa puasa 100-125 mg/dL (5,6-6,9 mmol/L).
Beberapa penyebab konsentrasi gula yang tinggi selain diabetes antara lain: spesimen tidak puasa, infus intravena glukosa yang baru dilakukan, kondisi stress, cushing disease, akromegali, pheochromocytoma, glukagonoma, penyakit hati yang parah, pankreatitis, dan obat-obat tertentu seperti diuretik, glukortikoid, β-blocker, asam nikotinat, obat yang mengandung estrogen, dll).

Manfaat Pemeriksaan:

Pemeriksaan glukosa puasa dapat digunakan untuk skrining, diagnosis DM. Penentuan konsentrasi glukosa puasa juga dapat digunakan dalam diagnosis dan penanganan beberapa gangguan metabolik tertentu seperti asidosis, ketosis, dehidrasi, dan koma.

Persyaratan & Jenis Sampel : -
Stabilitas Sampel : -
Persiapan Pasien : -
Hari Kerja :
Metode : -
Nilai Rujukan : -
Tempat Rujukan :
Catatan :

Cholesterol Total

Deskripsi:

Pemeriksaan kolesterol total merupakan pemeriksaan darah yang mengukur konsentrasi kolesterol total yang dibawa dalam darah oleh lipoprotein. Konsentrasi kolesterol yang tinggi dalam darah akan menyebabkan kolesterol menempel di dinding bagian dalam pembuluh darah arteri dan membentuk ateroma atau plak, sehingga pembuluh darah menyempit dan akhirnya menimbulkan serangan jantung jika menghambat pembuluh darah menuju jantung atau strokte jika menghambat pembuluh darah arteri yang menuju otak.

Manfaat Pemeriksaan:

Mendeteksi gangguan metabolisme lemak; menentukan faktor risiko penyakit jantung koroner; memantau efektivitas terapi penurun lipid.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :
  • 7 hari pada 15 – 25°C
  • 7 hari pada 2 – 8°C
  • 3 bulan pada (-15) – (-25)°C
Persiapan Pasien :

Puasa (tidak diperbolehkan makan dan minum, kecuali minum air putih) selama 12 jam sebelum pengambilan darah.
 

Hari Kerja :
Metode :

Homogeneous

Nilai Rujukan :

-

Tempat Rujukan :
Catatan :

Cholesterol HDL

Deskripsi:

Pemeriksaan kolesterol HDL merupakan pemeriksaan darah yang mengukur konsentrasi kolesterol HDL dalam darah. High density lipoprotein (HDL) seringkali disebut sebagai "kolesterol baik" karena bertugas untuk membawa kelebihan kolesterol yang tertinggal di pembuluh darah lalu membawanya ke hati untuk diproses lebih lanjut. Konsentrasi HDL yang tinggi dipercaya dapat melindungi individu terhadap kejadian penyakit jantung.

Manfaat Pemeriksaan:

Menilai profil lemak dan menentukan risiko penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah).

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :

7 hari pada 2 - 8°C
3 bulan pada (-20)°C

Persiapan Pasien :

Puasa (tidak diperbolehkan makan dan minum, kecuali minum air putih) selama 12 jam sebelum pengambilan darah.

Hari Kerja :
Metode :

Homogeneous

Nilai Rujukan :

>=40 mg/dL

Tempat Rujukan :
Catatan :

Cholesterol LDL Direk

Deskripsi:

Pemeriksaan kolesterol LDL direk merupakan pemeriksaan darah yang megukur konsentrasi kolesterol LDL dalam darah menggunakan metode langsung (direk). Low density lipoprotein (LDL) seringkali disebut "kolesterol jahat" karena dapat menempel di dinding pembuluh darah dan mempersempit rongga pembuluh darah. Mengonsumsi makanan kaya lemak jenuh berlebihan dapat meningkatkan konsentrasi LDL. Konsentrasi LDL yang tinggi meningkatkan risiko individu terhadap kejadian penyakit jantung.

Manfaat Pemeriksaan:

Menilai profil lemak dan menentukan risiko penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah); memantau efektivitas terapi penurun lipid.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :

 

7 hari pada 2 – 8°C
3 bulan pada (-20)°C

 

Persiapan Pasien :

Puasa (tidak diperbolehkan makan dan minum, kecuali minum air putih) selama 12 jam sebelum pengambilan darah.

Hari Kerja :
Metode :

Homogeneous

Nilai Rujukan :

< 100 mg/dL

Tempat Rujukan :
Catatan :

Trigliserida

Deskripsi:

Pemeriksaan trigliserida merupakan pemeriksaan darah yang mengukur konsentrasi trigliserida di dalam darah. Trigliserida adalah salah satu jenis lemak yang ditemukan dalam darah. Saat kita makan, tubuh mengubah kalori  yang tidak digunakan dalam bentuk trigliserida yang kemudian disimpan dalam sel lemak. Trigliserida dilepaskan untuk menghasilkan energi saat tubuh membutuhkannya. Jika kalori yang dikonsumsi lebih banyak dibanding kalori yang digunakan (misalnya untuk beraktivitas), maka konsentrasi trigliserida akan meningkat. Peningkatan konsentrasi trigliserida dalam darah dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan menjadi tanda adanya sindrom metabolik.

Manfaat Pemeriksaan:

Menentukan faktor risiko penyakit jantung koroner; mendeteksi sindrom metabolik; memantau efektivitas terapi penurun lipid.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :
  • 7 hari pada 2 – 8°C
  • 3 bulan pada (-15) – (-25)°C
  • 1 tahun pada (-60) - (-80)°C
Persiapan Pasien :

Puasa (tidak diperbolehkan makan dan minum, kecuali minum air putih) selama 12 jam sebelum pengambilan darah.
 

Hari Kerja :
Metode :

GPO-PAP

Nilai Rujukan :

< 150 mg/dL

Tempat Rujukan :
Catatan :

Faeces Rutin

Deskripsi:

-

Manfaat Pemeriksaan:

Untuk uji saring organisme bakteri patogenik pada feses, diagnosa demam tifoid, demam enterik, disentri basil dan infeksi salmonella

Persyaratan & Jenis Sampel : Faeces
Stabilitas Sampel : Sampel tidak perlu disimpan, jika pemeriksaan telah selesai dikerjakan dan hasil akhir telah divalidasi maka sampel dapat dibuang.
Persiapan Pasien : Selama 1-2 hari sebelum pemeriksaan feses , disarankan untuk tidak mengkonsumsi obat-obatan seperti antasida, antidiare, antiparasit, antibiotik, laksan, vitamin C, zat besi dan lain-lain
Hari Kerja :
Metode : Semua Method
Nilai Rujukan : Warna Faeces: -
Konsistensi Faeces: -
Lendir : -
Darah Faeces: -
Sisa Pencernaan: -
Leukosit Faeces: -
Eritrosit Faeces: -
Parasit: -
Telur Cacing: -
Jamur: -
Tempat Rujukan :
Catatan :

Albumin

Deskripsi:

Albumin merupakan protein yang dibuat oleh hati. Albumin mengambil bagian sekitar 60% dari total protein dalam darah dan memainkan banyak peran seperti menahan agar cairan tidak keluar dari pembuluh darah; memelihara jaringan; dan mengangkut hormon, vitamin, obat-obatan, dan zat seperti kalsium ke seluruh tubuh. Pemeriksaan albumin mengukur kadar albumin dalam darah yang dianjurkan secara berkala sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatan; direkomendasikan oleh dokter ketika seseorang dicurigai mengalami gejala gangguan hati atau penyakit ginjal; terkadang ketika seseorang mengalami penurunan berat badan yang tidak diinginkan, kekurangan gizi, atau sebelum operasi direncanakan. Pemeriksaan albumin membutuhkan sampel berupa darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Manfaat Pemeriksaan:

Menyaring dan membantu diagnosis kelainan hati atau penyakit ginjal; terkadang mengevaluasi status gizi, terutama pada pasien rawat inap.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :
  • 2.5 bulan pada 15 – 25°C
  • 5 bulan pada 2 – 8°C
  • 4 bulan pada (-15) – (-20)°C
Persiapan Pasien :

Tidak terdapat persiapan pemeriksaan yang dibutuhkan.

Hari Kerja :
Metode :

Bromcresol Green

Nilai Rujukan :

2,8 - 4,4 g/dL

Tempat Rujukan :
Catatan :

Total Protein

Deskripsi:

-

Manfaat Pemeriksaan:

Pemeriksaan protein total digunakan untuk mengevaluasi status nutrisi, edema

Persyaratan & Jenis Sampel : Serum atau plasma
Stabilitas Sampel :
  • 1 bulan pada 2 - 8°C
  • 6 bulan pada (-15) - (-25)°C
Persiapan Pasien : -
Hari Kerja :
Metode : Biuret
Nilai Rujukan : Protein Total (Urine Sewaktu): -
Protein Total (Urine 24 jam) : -
Protein Total (cairan pleura): 3,4 - 5,0 g/dL
Protein Total (CSF): -
Tempat Rujukan :
Catatan :

HBsAg

Deskripsi:

HBsAg adalah penanda awal infeksi Hepatitis B. Bila HBsAg menetap dalam darah > 6 bulan, berarti telah terjadi infeksi kronis.

Manfaat Pemeriksaan:

Mendeteksi dan mendiagnosis infeksi HBV; uji skrining donor darah dan pra vaksinasi; dan memantau viral clearance.

Persyaratan & Jenis Sampel : Serum atau plasma
Stabilitas Sampel :
  • Suhu ruang  : 24 jam
  • 2 - 8°C        :  6 hari
  • ≤ (-20)°C    :  > 6 hari (maksimal penyimpanan 1 bulan)2
Persiapan Pasien : -
Hari Kerja :
Metode : CMIA
Nilai Rujukan : Non Reaktif -
Tempat Rujukan :
Catatan :

Anti-HBs

Deskripsi:

Terdapatnya Hepatitis B surface antibody (Anti-HBs) dalam tubuh menunjukkan pemulihan atau kekebalan terhadap virus Hepatitis B (HBV). Anti-HBs juga dapat berkembang pada seseorang yang telah berhasil divaksinasi terhadap HBV. Pemeriksaan Anti-HBs mendeteksi antibodi terhadap HBV dalam darah untuk mengetahui ada atau tidaknya kekebalan tubuh terhadap HBV. Pemeriksaan Anti-HBs membutuhkan sampel berupa darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Manfaat Pemeriksaan:

Memastikan adanya kekebalan tubuh terhadap infeksi virus Hepatitis B (HBV); pemeriksaan HBsAg dan anti-HBs secara periodik dapat untuk memastikan viral clearance.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :
  • 2 – 8ºC  : 14 hari
  • -20ºC : >14 hari
Persiapan Pasien :

Tidak terdapat persiapan pemeriksaan yang dibutuhkan.

Hari Kerja :
Metode :

CMIA

Nilai Rujukan :

Non Reaktif mIU/mL

Tempat Rujukan :
Catatan :

Anti-HCV

Deskripsi:

Hepatitis C merupakan peradangan hati yang disebabkan oleh infeksi virus Hepatitis C (HCV). Pemeriksaan Anti-HCV mendeteksi munculnya antibodi terhadap HCV dalam tubuh. Pemeriksaan Anti-HCV dianjurkan pada seseorang yang memiliki faktor risiko infeksi HCV; ketika seseorang mungkin telah terkena HCV seperti melalui kontak dengan darah yang terinfeksi, atau memiliki gejala dengan penyakit hati. Pemeriksaan Anti-HCV membutuhkan sampel berupa darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Manfaat Pemeriksaan:

Menyaring dan mendiagnosis infeksi virus Hepatitis C (HCV), serta memantau pengobatan infeksi HCV.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :
  • 18 – 25°C : 2 hari
  • 2 - 8°C : 7 Hari
  • ≤-20°C : >7 Hari
Persiapan Pasien :

Tidak terdapat persiapan pemeriksaan yang dibutuhkan.

Hari Kerja :
Metode :

Chemiluminescent

Nilai Rujukan :

Non Reaktif -

Tempat Rujukan :
Catatan :

Urea N

Deskripsi:

Urea nitrogen merupakan produk akhir dari metabolisme protein yang terbentuk di hati, kemudian oleh hati akan dilepaskan ke dalam darah dan di bawa ke ginjal, di mana ginjal akan menyaring urea nitrogen dalam darah untuk dilepaskan ke dalam urin. Secara normal, nitrogen urea akan tetap ada di dalam darah dengan jumlah yang kecil namun stabil. Pemeriksaan Urea N mengukur jumlah urea nitrogen dalam darah, dan merupakan indikator penting fungsi ginjal. Pemeriksaaan Urea N direkomendasikan dokter ketika seseorang memiliki tanda dan gejala yang mungkin disebabkan penyakit ginjal atau memiliki kondisi yang dapat menyebabkan atau diperburuk oleh disfungsi ginjal; secara berkala bagi pasien yang sedang menjalani perawatan penyakit atau kerusakan ginjal. Pemeriksaan Urea N membutuhkan sampel berupa darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Manfaat Pemeriksaan:

Mengevaluasi kesehatan ginjal seseorang; membantu diagnosis penyakit ginjal; memantau efektivitas dialisis dan perawatan lainnya yang terkait dengan penyakit atau kerusakan ginjal.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :
  • 2 – 8°C : 7 hari
  • 15 – 25°C : 7 hari   
  • (-15) - (-25)°C : 1 tahun
Persiapan Pasien :

Tidak terdapat persiapan pemeriksaan yang dibutuhkan.

Hari Kerja :
Metode :

Enzimatik UV test, Urease / GLDH

Nilai Rujukan :

Urea N Urine: 4-19 mg/dL
Urea N (Urine 24 jam): -
Ureum: 4-19 mg/dL
Ureum (Urine 24 jam): -
Ureum (Urine): 4-19 mg/dL

Tempat Rujukan :
Catatan :

Kreatinin

Deskripsi:

Kreatinin merupakan produk sampah dari pemecahan sel-sel otot selama beraktivitas. Ginjal yang sehat akan membuang kreatinin dari sirkulasi melalui urine. Kerusakan ginjal akan menyebabkan peningkatan kreatinin dalam darah. Namun peningkatan kreatinin dalam darah belum tentu menunjukkan adanya kerusakan ginjal karena kreatinin tinggi dapat dipengaruhi oleh massa otot, makanan, ras, jenis kelamin, usia dan obat-obatan yang mempengaruhi sekresi kreatinin. Penggunaan kreatinin serum untuk deteksi dini penurunan fungsi ginjal kurang tepat karena  serum kreatinin baru menunjukkan abnormalitas setelah fungsi ginjal turun lebih dari 50%. Pernefri (Perhimpunan Nefrologi Indonesia) menyarankan untuk setiap pemeriksaan kreatinin serrum agar disertai hasil perhitungan perkiraan laju filtrasi glomerulus (eLFG). Rumus eLFG ini menyertakan hasil pemeriksaan serum kreatinin dalam perhitungannya. Rumus yang digunakan oleh Prodia adalah rumus MDRD yang sudah disesuaikan dengan kreatinin yang tertelusur terhadap IDMS yaitu :
eLFG=175x(standardized Scr)-1.154x(age)-0.203x(0.742 if female)x(1.210 if African American).
Estimasi LFG berguna untuk mengetahui fungsi ginjal seseorang , apabila LFG ,60 mL/min/1.72 m2 menetap lebih dari 3 bulan maka seseorang dikataka mengalami penyakit ginjal kronik. (Informasi detil tentang eLFG dapat dibaca pada buku kumpulan FAQ bab FAQ e-LFG).

Manfaat Pemeriksaan:

Pemeriksaan ini untuk mengukur konsentrasi kreatinin dalam darah

Persyaratan & Jenis Sampel : Serum atau plasma
Stabilitas Sampel :
  • 7 hari pada 15 - 25°C
  • 7 hari pada 2 - 8°C
  • 3 bulan pada (-15) - (-25)°C
Persiapan Pasien : Tidak ada persiapan khusus, jika pasien mengkonsumsi antibiotik, maka catat jenis antibiotik yang digunakan pada patient note/internal note
Hari Kerja :
Metode : Jaffe rate - blanko dengan kompensasi, Enzimatik
Nilai Rujukan : Kreatinin Klirens: < 1,20 mg/dL
Rasio Albumin/Kreatinin Urine Sewaktu: < 1,20 mg/dL
Rasio Amylase Pancreatik / Kreatinin Urine Sewaktu: < 1,20 mg/dL
Kreatinin (Urine): < 1,20 mg/dL
Kreatinin (Urine 24 Jam): < 1,20 mg/dL
Tempat Rujukan :
Catatan :

Asam Urat

Deskripsi:


Asan urat diproduksi pada saat terjadi pemecahan purin. Purin merupakan senyawa yang mengandung nitrogen yang ditemukan dalam sel-sel tubuh, termasuk DNA. Ketika sel-sel tubuh tersebut menjadi tua dan mati akan melakukan pemecahan dan melepaskan purin dalam darah. Pada kadar yang rendah, purin mungkin berasal dari pencernaan makanan tertentu, seperti hati, ikan asin, makarel, kacang olahan dan kacang polong, serta minuman beralkohol tertentu, terutama bir. Sebagian besat asam urat dikeluarkan dari tubuh oleh ginjal dan diekskresikan dalam urin, sisanya dieliminasi dalam feses.

Pemeriksaan asam urat mengukur kadar asam urat dalam darah atau urin. Bila terlalu banyak asam urat yang diproduksi atau tidak cukup diekskresikan dapat terakumulasi dalam tubuh, sehingga terjadi peningkatan kadar asam urat dalam darah (hiperurisemia) dan dapat menyebabkan gout. Selain itu asam urat berlebih juga dapat disimpan dalam jaringan seperti ginjal, dan dapat mengakibatkan terjadinya batu ginjal atau gagal ginjal. Peningkatan kadar asam urat juga dapat terjadi ketika ada peningkatan kematian sel seperti pada beberapa terapi kanker. Sementara penurunan eliminasi asam urat sering disebabkan karena fungsi ginjal yang terganggu atau penyakit ginjal.

Pemeriksaan asam urat membutuhkan sampel berupa darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan. Sampel berupa urin 24 jam dibutuhkan untuk pemeriksaan asam urat urin.
 

Manfaat Pemeriksaan:

Mendeteksi kadar asam urat yang tinggi dalam darah sebagai tanda terjadinya gout, atau memantau kadar asam urat saat menjalani kemoterapi atau pengobatan radiasi; mendeteksi kadar asam urat dalam urin untuk membantu diagnosis penyebab batu ginjal dan memantau pasien gout yang berisiko menjadi batu ginjal.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :
  • 5 hari pada 2 – 8°C
  • 6 bulan pada (-15) – (-25)°C
Persiapan Pasien :

Puasa (tidak diperbolehkan makan dan minum, kecuali air putih) selama 12 jam sebelum pengambilan darah.

Hari Kerja :
Metode :

PAP, Enzimatik Kolorimetri

Nilai Rujukan :

< 5,2 mg/dL

Tempat Rujukan :
Catatan :

GOT

Deskripsi:

Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase (GOT) atau Aspartate Aminotransferase (AST) merupakan suatu enzim yang banyak ditemukan dalam oragn jantung dan hati, serta sel otot lainnya. Ketika organ hati atau sel otot mengalami luka, AST akan dikeluarkan ke dalam aliran darah.

Manfaat Pemeriksaan:

Konsentrasi serum GOT yang meningkat dapat digunakan untuk mendeteksi keabnormalan fungsi hati seperti pada kondisi hepatitis dan sirosis, serta alkoholik kronis; sementara konsentrasi serum GOT akan menurun pada kondisi uremia dan defisiensi vitamin B6. Pemeriksaan serum GPT dan GOT digunakan untuk skrining hepatitis A, B, dan C yang harus dikonfirmasi lagi dengan pemeriksaan serologis hepatitis A,B, dan C.

Persyaratan & Jenis Sampel : Serum atau plasma
Stabilitas Sampel :
  • 4 hari pada 15 - 25°C
  • 7 hari pada 2 – 8°C
  • 3 bulan pada (-15) - (-25)°C
Persiapan Pasien : -
Hari Kerja :
Metode : IFCC, Modified IFCC
Nilai Rujukan : < 122 U/L
Tempat Rujukan :
Catatan :

GPT

Deskripsi:

Serum Glutamic Pyruvic Transaminase (GPT) atau Alanine Aminotransferase (ALT) merupakan suatu enzim yang banyak ditemukan dalam organ hati. Selain itu, dalam jumlah yang kecil juga ditemukan pada organ ginjal, jantung, dan sel otot. Pada kondisi normal, konsentrasi serum ALT dalam darah rendah. Namun, ketika terjadi kerusakan pada organ hati, ALT akan dilepaskan ke dalam aliran darah sebelum gejala kerusakan hati nampak seperti jaundice (mata dan kulit berwarna kuning). ALT lebih spesifik dari AST dalam mendeteksi adanya kerusakan hati. Jumlah sel hati yang mati tidak berkaitan dengan peningkatan konsentrasi serum ALT sehingga pada kerusakan hati yang parah, konsentrasi serum ALT bisa saja normal atau menurun.

Manfaat Pemeriksaan:

Konsentrasi serum GPT meningkat pada kondisi hepatitis B dan C kronik, steatosis dan NASH, hepatik fibrosis, sirosis, autoimun hepatitis, hemochromatosis, Wilson disease, defisiensi alpha-trypsin 1, serta penyalahgunaan alkohol dan obat. Pemeriksaan serum GPT dan GOT digunakan untuk skrining hepatitis A, B, dan C yang harus dikonfirmasi lagi dengan pemeriksaan serologis hepatitis A,B, dan C.

Persyaratan & Jenis Sampel : Serum atau plasma
Stabilitas Sampel :
  • 3 hari pada 15 – 25°C
  • 7 hari pada 2 – 8°C
  • 7 hari pada -20°C
Persiapan Pasien : -
Hari Kerja :
Metode : IFCC, Modified IFCC
Nilai Rujukan : < 31 U/L
Tempat Rujukan :
Catatan :

Hematologi Lengkap

Deskripsi:

Hematologi lengkap meliputi pemeriksaan hematologi rutin (Complete Blood Count/CBC), laju endap darah (LED), dan hitung jenis leukosit.

Manfaat Pemeriksaan:

Penunjang diagnosa pada berbagai penyakit.

Persyaratan & Jenis Sampel : -
Stabilitas Sampel : -
Persiapan Pasien : -
Hari Kerja :
Metode : -
Nilai Rujukan : -
Tempat Rujukan :
Catatan :