PANEL PEMERIKSAAN

Panel Usia Lanjut (Usila) Umum

Manfaat Pemeriksaan:

Mendeteksi berbagai gangguan yang sering ditemukan pada usila yaitu kelainan/penyakit darah, gangguan/infeksi saluran pencernaan, gangguan fungsi hati, gangguan fungsi ginjal, gangguan kelenjar tiroid, risiko penyakit kardiovaskular dan demensia. Panel ini sebaiknya diperiksa pada individu berusia > 55 tahun dan belum diketahui adanya gangguan/penyakit tertentu (terutama penyakit degeneratif) pada waktu sebelumnya.

Jenis Pemeriksaan

Hematologi Rutin (CBC)

Deskripsi:

Hematologi rutin atau complete blood count (CBC) merupakan penilaian dasar terhadap komponen sel darah, yaitu dengan menentukan jumlah, variasi, prosentase, konsentrasi, dan kualitas dari seluruh komponen sel darah. Pemeriksaan ini dapat memberikan informasi mengenai kondisi hematologik dan sistem tubuh yang lain sebagai diagnosis, prognosis, respon terapi, dan masa pemulihan. Hematologi rutin terdiri dari pemeriksaan hemoglobin, leukosit, trombosit, eritrosit, hematokrit, dan nilai-nilai MC.

Manfaat Pemeriksaan:

Evaluasi anemia, leukemia, reaksi inflamasi dan infeksi, penanda peripheral blood cellular, tingkat hidrasi dan dehidrasi, polisitemia, penyakit hemolitik pada bayi baru lahir; penentuan terapi kemoterapi.

Persyaratan & Jenis Sampel : Darah
Stabilitas Sampel :
  • <4 jam pada 18 – 25°C
  • 24 jam pada 2 – 8°C
Persiapan Pasien : -
Hari Kerja :
Metode : Semua Method
Nilai Rujukan : Hemoglobin: -
Leukosit: -
Trombosit: -
Eritrosit: -
Hematokrit: -
MCV: -
MCH: -
MCHC: -
Red Cell Distribution Width (RDW): -
Tempat Rujukan :
Catatan :

Urine Rutin

Deskripsi:

Pemeriksaan urin rutin meliputi pemeriksaan fisik, kimia, dan mikroskopis untuk mendeteksi dan/atau mengukur beberapa zat dalam urin seperti produk sampingan dari metabolisme yang normal dan abnormal, sel, fragmen sel, dan bakteri. Pemeriksaan urin rutin seringkali menjadi bagian dari pemeriksaan kesehatan berkala (medical check-up), dan direkomendasikan dokter ketika seseorang memiliki gejala seperti sakit perut, nyeri punggung, sering buang air kecil disertai rasa nyeri saat buang air kecil. Pemeriksaan urin rutin membutuhkan sampel berupa urin.

Manfaat Pemeriksaan:

Menyaring, membantu diagnosis, dan/atau memantau beberapa penyakit dan kondisi seperti kelainan ginjal/saluran kemih, gangguan infeksi saluran kemih (ISK), dan penyakit metabolik atau sistemik.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Urine

Stabilitas Sampel :

Sampel harus segera dikerjakan kurang dari 2 jam setelah penampungan dengan penyimpanan di tempat gelap untuk menghindari kerusakan bilirubin dan urobilinogen. Jika tidak segera dikerjakan simpan pada suhu 2-8°C stabil selama 8 jam dan biarkan kembali pada suhu kamar sebelum dilakukan pemeriksaan

Persiapan Pasien :

Tidak dalam kondisi menstruasi; informasikan kepada petugas laboratorium bila mengonsumsi obat atau suplemen tertentu; bila belum bisa berkemih, dianjurkan untuk menunggu dan tidak dianjurkan untuk minum.

Hari Kerja :
Metode :

Manual

Nilai Rujukan :

Urobilinogen : -
Bilirubin Urine: -
Berat Jenis: -
pH Urine: -
Leukosit Esterase: -
Nitrit: -
Albumin Urine: -
Glukosa Urine: -
Keton: -
Darah: -

Tempat Rujukan :
Catatan :

Faeces Rutin

Deskripsi:

-

Manfaat Pemeriksaan:

Untuk uji saring organisme bakteri patogenik pada feses, diagnosa demam tifoid, demam enterik, disentri basil dan infeksi salmonella

Persyaratan & Jenis Sampel : Faeces
Stabilitas Sampel : Sampel tidak perlu disimpan, jika pemeriksaan telah selesai dikerjakan dan hasil akhir telah divalidasi maka sampel dapat dibuang.
Persiapan Pasien : Selama 1-2 hari sebelum pemeriksaan feses , disarankan untuk tidak mengkonsumsi obat-obatan seperti antasida, antidiare, antiparasit, antibiotik, laksan, vitamin C, zat besi dan lain-lain
Hari Kerja :
Metode : Semua Method
Nilai Rujukan : Warna Faeces: -
Konsistensi Faeces: -
Lendir : -
Darah Faeces: -
Sisa Pencernaan: -
Leukosit Faeces: -
Eritrosit Faeces: -
Parasit: -
Telur Cacing: -
Jamur: -
Tempat Rujukan :
Catatan :

GOT

Deskripsi:

Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase (GOT) atau Aspartate Aminotransferase (AST) merupakan suatu enzim yang banyak ditemukan dalam oragn jantung dan hati, serta sel otot lainnya. Ketika organ hati atau sel otot mengalami luka, AST akan dikeluarkan ke dalam aliran darah.

Manfaat Pemeriksaan:

Konsentrasi serum GOT yang meningkat dapat digunakan untuk mendeteksi keabnormalan fungsi hati seperti pada kondisi hepatitis dan sirosis, serta alkoholik kronis; sementara konsentrasi serum GOT akan menurun pada kondisi uremia dan defisiensi vitamin B6. Pemeriksaan serum GPT dan GOT digunakan untuk skrining hepatitis A, B, dan C yang harus dikonfirmasi lagi dengan pemeriksaan serologis hepatitis A,B, dan C.

Persyaratan & Jenis Sampel : Serum atau plasma
Stabilitas Sampel :
  • 4 hari pada 15 - 25°C
  • 7 hari pada 2 – 8°C
  • 3 bulan pada (-15) - (-25)°C
Persiapan Pasien : -
Hari Kerja :
Metode : IFCC, Modified IFCC
Nilai Rujukan : < 122 U/L
Tempat Rujukan :
Catatan :

GPT

Deskripsi:

Serum Glutamic Pyruvic Transaminase (GPT) atau Alanine Aminotransferase (ALT) merupakan suatu enzim yang banyak ditemukan dalam organ hati. Selain itu, dalam jumlah yang kecil juga ditemukan pada organ ginjal, jantung, dan sel otot. Pada kondisi normal, konsentrasi serum ALT dalam darah rendah. Namun, ketika terjadi kerusakan pada organ hati, ALT akan dilepaskan ke dalam aliran darah sebelum gejala kerusakan hati nampak seperti jaundice (mata dan kulit berwarna kuning). ALT lebih spesifik dari AST dalam mendeteksi adanya kerusakan hati. Jumlah sel hati yang mati tidak berkaitan dengan peningkatan konsentrasi serum ALT sehingga pada kerusakan hati yang parah, konsentrasi serum ALT bisa saja normal atau menurun.

Manfaat Pemeriksaan:

Konsentrasi serum GPT meningkat pada kondisi hepatitis B dan C kronik, steatosis dan NASH, hepatik fibrosis, sirosis, autoimun hepatitis, hemochromatosis, Wilson disease, defisiensi alpha-trypsin 1, serta penyalahgunaan alkohol dan obat. Pemeriksaan serum GPT dan GOT digunakan untuk skrining hepatitis A, B, dan C yang harus dikonfirmasi lagi dengan pemeriksaan serologis hepatitis A,B, dan C.

Persyaratan & Jenis Sampel : Serum atau plasma
Stabilitas Sampel :
  • 3 hari pada 15 – 25°C
  • 7 hari pada 2 – 8°C
  • 7 hari pada -20°C
Persiapan Pasien : -
Hari Kerja :
Metode : IFCC, Modified IFCC
Nilai Rujukan : < 31 U/L
Tempat Rujukan :
Catatan :

Glukosa Puasa

Deskripsi:

Pemeriksaan glukosa darah berguna untuk mengukur jumlah glukosa dalam darah saat sampel diperiksa. Glukosa darah digunakan untuk mendeteksi hiperglikemik maupun hipoglikemik untuk membantu menegakkan diagnosis diabetes dan memantau kadar glukosa pada penyandang diabetes. Glukosa puasa diukur saat keadaan puasa (± 8-10 jam). Berdasarkan konsensus Pengelolaan dan Pencegahan DM 2006, berikut kriteria pengendalian DM berdasarkan level glukosa puasa : Baik (80-100 mg/dL), Sedang (100-125 mg/dL), Buruk (≥126 mg/dL). Glukosa puasa juga dapat menegakkan kriteria prediabetes bila memiliki kadar glukosa puasa 100-125 mg/dL (5,6-6,9 mmol/L).
Beberapa penyebab konsentrasi gula yang tinggi selain diabetes antara lain: spesimen tidak puasa, infus intravena glukosa yang baru dilakukan, kondisi stress, cushing disease, akromegali, pheochromocytoma, glukagonoma, penyakit hati yang parah, pankreatitis, dan obat-obat tertentu seperti diuretik, glukortikoid, β-blocker, asam nikotinat, obat yang mengandung estrogen, dll).

Manfaat Pemeriksaan:

Pemeriksaan glukosa puasa dapat digunakan untuk skrining, diagnosis DM. Penentuan konsentrasi glukosa puasa juga dapat digunakan dalam diagnosis dan penanganan beberapa gangguan metabolik tertentu seperti asidosis, ketosis, dehidrasi, dan koma.

Persyaratan & Jenis Sampel : -
Stabilitas Sampel : -
Persiapan Pasien : -
Hari Kerja :
Metode : -
Nilai Rujukan : -
Tempat Rujukan :
Catatan :

Asam Urat

Deskripsi:


Asan urat diproduksi pada saat terjadi pemecahan purin. Purin merupakan senyawa yang mengandung nitrogen yang ditemukan dalam sel-sel tubuh, termasuk DNA. Ketika sel-sel tubuh tersebut menjadi tua dan mati akan melakukan pemecahan dan melepaskan purin dalam darah. Pada kadar yang rendah, purin mungkin berasal dari pencernaan makanan tertentu, seperti hati, ikan asin, makarel, kacang olahan dan kacang polong, serta minuman beralkohol tertentu, terutama bir. Sebagian besat asam urat dikeluarkan dari tubuh oleh ginjal dan diekskresikan dalam urin, sisanya dieliminasi dalam feses.

Pemeriksaan asam urat mengukur kadar asam urat dalam darah atau urin. Bila terlalu banyak asam urat yang diproduksi atau tidak cukup diekskresikan dapat terakumulasi dalam tubuh, sehingga terjadi peningkatan kadar asam urat dalam darah (hiperurisemia) dan dapat menyebabkan gout. Selain itu asam urat berlebih juga dapat disimpan dalam jaringan seperti ginjal, dan dapat mengakibatkan terjadinya batu ginjal atau gagal ginjal. Peningkatan kadar asam urat juga dapat terjadi ketika ada peningkatan kematian sel seperti pada beberapa terapi kanker. Sementara penurunan eliminasi asam urat sering disebabkan karena fungsi ginjal yang terganggu atau penyakit ginjal.

Pemeriksaan asam urat membutuhkan sampel berupa darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan. Sampel berupa urin 24 jam dibutuhkan untuk pemeriksaan asam urat urin.
 

Manfaat Pemeriksaan:

Mendeteksi kadar asam urat yang tinggi dalam darah sebagai tanda terjadinya gout, atau memantau kadar asam urat saat menjalani kemoterapi atau pengobatan radiasi; mendeteksi kadar asam urat dalam urin untuk membantu diagnosis penyebab batu ginjal dan memantau pasien gout yang berisiko menjadi batu ginjal.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :
  • 5 hari pada 2 – 8°C
  • 6 bulan pada (-15) – (-25)°C
Persiapan Pasien :

Puasa (tidak diperbolehkan makan dan minum, kecuali air putih) selama 12 jam sebelum pengambilan darah.

Hari Kerja :
Metode :

PAP, Enzimatik Kolorimetri

Nilai Rujukan :

< 5,2 mg/dL

Tempat Rujukan :
Catatan :

Cystatin C

Deskripsi:

Pemeriksaan Cystatin C digunakan untuk mendapatkan nilai estimated Laju Filtrasi Glomerulus (eLFG), yakni berapa banyak darah yang disaring oleh glomerulus. Nilai eLFG akan mencerminkan fungsi ginjal. Ketika konsentrasi Cystatin C meningkat, berarti eLFG turun dan fungsi penyaringan pada glomerulus menurun, begitu juga dengan fungsi ginjal. Pemeriksaan Cystatin C membutuhkan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Manfaat Pemeriksaan:

Menyaring dan memantau disfungsi ginjal pada individu yang didiagnosis atau diduga mengidap penyakit ginjal.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :
  • 1 minggu pada 2 – 8°C
  • 3 bulan pada -20°C, sampel segera dibekukan dalam waktu 24 jam setelah pengambilan darah
Persiapan Pasien :

Tidak terdapat persiapan pemeriksaan yang dibutuhkan.

Hari Kerja :
Metode :

Nephelometry

Nilai Rujukan :

0,50 - 0,96 mg/L

Tempat Rujukan :
Catatan :

CTx (C-Telopeptide)

Deskripsi:

CTx (C-Telopeptide) merupakan penanda biokimia proses pengeroposan tulang yang spesifik.

Manfaat Pemeriksaan:

Memperkirakan risiko osteoporosis secara dini (terutama pada individu berusia > 40 tahun), menentukan dan memantau terapi obat antiresorpsi oral (seperti difosfonat atau hormone replacement therapy/HRT) pada penderita osteoporosis dan penyakit tulang lainnya.

Persyaratan & Jenis Sampel : Serum atau plasma
Stabilitas Sampel :

Serum :

  • 6 jam pada suhu 20 – 25°C
  • 8 jam pada suhu 4 – 8°C
  • 3 bulan pada suhu -20°C
  • >3 bulan pada suhu -70°C

Plasma heparin :

  • 4 jam pada suhu 20 – 25°C
  • 8 jam pada suhu 4 – 8°C
  • 3 bulan pada suhu -20°C
  • >3 bulan pada suhu -70°C

 Plasma EDTA :

  • 24 jam pada suhu 20 – 25°C
  • 8 hari pada suhu 4 – 8°C
  • 3 bulan pada suhu -20°C
  • >3 bulan pada suhu -70°C
Persiapan Pasien :
  • Pasien harus puasa 12 jam
  • Pengambilan sampel dilakukan pagi hari
Untuk pemantauan, sebaiknya pengambilan sampel selalu diambil pada kondisi yang sama untuk menghindari pengaruh ritme circadian
Hari Kerja :
Metode : ECLIA
Nilai Rujukan : 0,016 - 0,584 ng/mL
Tempat Rujukan :
Catatan :

Cholesterol Total

Deskripsi:

Pemeriksaan kolesterol total merupakan pemeriksaan darah yang mengukur konsentrasi kolesterol total yang dibawa dalam darah oleh lipoprotein. Konsentrasi kolesterol yang tinggi dalam darah akan menyebabkan kolesterol menempel di dinding bagian dalam pembuluh darah arteri dan membentuk ateroma atau plak, sehingga pembuluh darah menyempit dan akhirnya menimbulkan serangan jantung jika menghambat pembuluh darah menuju jantung atau strokte jika menghambat pembuluh darah arteri yang menuju otak.

Manfaat Pemeriksaan:

Mendeteksi gangguan metabolisme lemak; menentukan faktor risiko penyakit jantung koroner; memantau efektivitas terapi penurun lipid.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :
  • 7 hari pada 15 – 25°C
  • 7 hari pada 2 – 8°C
  • 3 bulan pada (-15) – (-25)°C
Persiapan Pasien :

Puasa (tidak diperbolehkan makan dan minum, kecuali minum air putih) selama 12 jam sebelum pengambilan darah.
 

Hari Kerja :
Metode :

Homogeneous

Nilai Rujukan :

-

Tempat Rujukan :
Catatan :

Cholesterol LDL Direk

Deskripsi:

Pemeriksaan kolesterol LDL direk merupakan pemeriksaan darah yang megukur konsentrasi kolesterol LDL dalam darah menggunakan metode langsung (direk). Low density lipoprotein (LDL) seringkali disebut "kolesterol jahat" karena dapat menempel di dinding pembuluh darah dan mempersempit rongga pembuluh darah. Mengonsumsi makanan kaya lemak jenuh berlebihan dapat meningkatkan konsentrasi LDL. Konsentrasi LDL yang tinggi meningkatkan risiko individu terhadap kejadian penyakit jantung.

Manfaat Pemeriksaan:

Menilai profil lemak dan menentukan risiko penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah); memantau efektivitas terapi penurun lipid.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :

 

7 hari pada 2 – 8°C
3 bulan pada (-20)°C

 

Persiapan Pasien :

Puasa (tidak diperbolehkan makan dan minum, kecuali minum air putih) selama 12 jam sebelum pengambilan darah.

Hari Kerja :
Metode :

Homogeneous

Nilai Rujukan :

< 100 mg/dL

Tempat Rujukan :
Catatan :

Cholesterol HDL

Deskripsi:

Pemeriksaan kolesterol HDL merupakan pemeriksaan darah yang mengukur konsentrasi kolesterol HDL dalam darah. High density lipoprotein (HDL) seringkali disebut sebagai "kolesterol baik" karena bertugas untuk membawa kelebihan kolesterol yang tertinggal di pembuluh darah lalu membawanya ke hati untuk diproses lebih lanjut. Konsentrasi HDL yang tinggi dipercaya dapat melindungi individu terhadap kejadian penyakit jantung.

Manfaat Pemeriksaan:

Menilai profil lemak dan menentukan risiko penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah).

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :

7 hari pada 2 - 8°C
3 bulan pada (-20)°C

Persiapan Pasien :

Puasa (tidak diperbolehkan makan dan minum, kecuali minum air putih) selama 12 jam sebelum pengambilan darah.

Hari Kerja :
Metode :

Homogeneous

Nilai Rujukan :

>=40 mg/dL

Tempat Rujukan :
Catatan :

Trigliserida

Deskripsi:

Pemeriksaan trigliserida merupakan pemeriksaan darah yang mengukur konsentrasi trigliserida di dalam darah. Trigliserida adalah salah satu jenis lemak yang ditemukan dalam darah. Saat kita makan, tubuh mengubah kalori  yang tidak digunakan dalam bentuk trigliserida yang kemudian disimpan dalam sel lemak. Trigliserida dilepaskan untuk menghasilkan energi saat tubuh membutuhkannya. Jika kalori yang dikonsumsi lebih banyak dibanding kalori yang digunakan (misalnya untuk beraktivitas), maka konsentrasi trigliserida akan meningkat. Peningkatan konsentrasi trigliserida dalam darah dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan menjadi tanda adanya sindrom metabolik.

Manfaat Pemeriksaan:

Menentukan faktor risiko penyakit jantung koroner; mendeteksi sindrom metabolik; memantau efektivitas terapi penurun lipid.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :
  • 7 hari pada 2 – 8°C
  • 3 bulan pada (-15) – (-25)°C
  • 1 tahun pada (-60) - (-80)°C
Persiapan Pasien :

Puasa (tidak diperbolehkan makan dan minum, kecuali minum air putih) selama 12 jam sebelum pengambilan darah.
 

Hari Kerja :
Metode :

GPO-PAP

Nilai Rujukan :

< 150 mg/dL

Tempat Rujukan :
Catatan :

Apo B

Deskripsi:

Apolipoprotein B (apo B) merupakan apoprotein yang terdapat dalam molekul-molekul lipoprotein yang potensial menyebabkan terjadinya penyakit jantung koroner (PJK), seperti very low density lipoprotein (VLDL), intermediate density lipoprotein (IDL), dan low density lipoprotein (LDL). Lebih dari 90% konsentrasi serum apo B berasal dari molekul LDL, dan satu molekul LDL hanya mengandung satu molekul apo B. Dengan demikian, penentuan konsentrasi apo B dalam darah dapat mencerminkan jumlah partikel LDL yang terdapat dalam darah.

Pemeriksaan apo B mengukur konsentrasi apo B dalam darah yang dianjurkan bagi seseorang yang memiliki riwayat kesehatan atau keluarga terkena PJK dan/atau kadar kolesterol dan trigliserida tinggi; secara berkala bagi seseorang yang sedang mendapatkan pengobatan kolesterol tinggi; bagi seseorang yang diduga mengalami defisiensi apo B yang diturunkan. Pemeriksaan apo B membutuhkan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Manfaat Pemeriksaan:

Menentukan risiko penyakit jantung koroner (PJK); memantau dan menilai keberhasilan terapi obat penurun kolesterol tinggi (untuk golongan obat statin); membantu diagnosis abetalipoproteinemia, hipobetalipoproteinemia dan hiperbetalipoproteinemia.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :

2 – 10°C disimpan selama 2 minggu

Pastikan pembentukan clot sudah sempurna sebelum dilakukan sentrifugasi.
Spesimen yang disimpan harus diperiksa ada/tidaknya partikulat. Jika terdapat partikulat, maka homogenkan dan sentrifugasi spesimen untuk memisahkan partikulat sebelum pemeriksaan dilakukan.

Persiapan Pasien :

Puasa (tidak diperbolehkan makan dan minum, kecuali air putih) selama 12 jam sebelum pengambilan darah.

Hari Kerja :
Metode :

Imunoturbidimetri

Nilai Rujukan :

66 - 101 mg/dL

Tempat Rujukan :
Catatan :

hs-CRP

Deskripsi:

C-Reactive Protein (CRP) adalah suatu protein yang dikeluarkan oleh hati serta dihasilkan dalam jumlah besar saat terjadi infeksi. Sebaliknya, pada peradangan yang terjadi dalam proses perkembangan aterosklerosis, peningkatan konsentrasi CRP jauh lebih kecil. Meskipun demikian, peningkatannya cukup bermakna bila dibandingkan dengan kondisi normal. Pemeriksaan high sensitivity CRP (hs-CRP) dapat digunakan untuk mendeteksi konsentrasi CRP yang sangat kecil tersebut.

Manfaat Pemeriksaan:

Menilai risiko terkena penyakit kardiovaskular.
 

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :
  • 4°C : <3 hari
  • -20°C : 6 bulan
Persiapan Pasien :

Tidak ada persiapan pemeriksaan yang dibutuhkan.

Hari Kerja :
Metode :

Semua Method

Nilai Rujukan :

-

Tempat Rujukan :
Catatan :

TSHs

Deskripsi:

Pemeriksaan TSHs merupakan pemeriksaan menggunakan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan untuk mengukur konsentrasi thyroid-stimulating hormone (TSH) dalam darah.

Thyroid-stimulating hormone (TSH) adalah hormon yang berfungsi merangsang kelenjar tiroid untuk memproduksi hormon thyroxine (T4) dan triiodothyronine (T3). Fungsi TSH dipengaruhi oleh thyrotropin releasing hormone (TRH) yang dihasilkan oleh hipotalamus untuk mempertahankan konsentrasi yang stabil dari hormon tiroid dalam darah.

Manfaat Pemeriksaan:

Sebagai uji saring dan membantu diagnosis gangguan tiroid; memantau pengobatan hipotiroidisme dan hipertiroidisme.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :

- Serum dan plasma EDTA :     

  • 18 - 24°C : 24 jam
  •  2 - 8°C : 48 jam
  • ≤ -20°C : 30 hari

- Plasma heparin :

  • 18 - 24°C : 24 jam
  • 2 - 8°C : 48 jam
  • ≤ -20°C : 14 hari
Persiapan Pasien :

Tidak ada persiapan pemeriksaan yang dibutuhkan.

Hari Kerja :
Metode :

Chemiluminescent

Nilai Rujukan :

0,640 - 6,270 µIU/mL

Tempat Rujukan :
Catatan :

Pre Albumin (Transthyretin)

Deskripsi:

  • Pemeriksaan untuk mendiagnosis pasien dengan malnutrisi dan pemantauan pasien dengan resiko kurang nutrisi atau pasien dengan risiko defisiensi protein
  • Penurunan konsentrasi prealbumin dapat terjadi pada kondisi penyakit kronis contohnya kanker, hipertiroid, penyakit hati, infeksi, inflamasi dan gangguan pencernaan
  • Peningkatan konsentrasi prealbumin dapat terjadi pada saat penggunaan terapi kortikosteroid dan NSAID dosis tinggi, kondisi kelenjar adrenal yang hiperaktif, penyakit Hodgkin, serta penyakit ginjal.

Manfaat Pemeriksaan:

-

Persyaratan & Jenis Sampel : Serum
Stabilitas Sampel :
  • 2 – 8°C : 2 hari
  • -20°C atau lebih dingin : 6 bulan
Persiapan Pasien : -
Hari Kerja :
Metode : Nephelometry
Nilai Rujukan : 24,8 - 37,2 mg/dL
Tempat Rujukan :
Catatan :

Homocysteine

Deskripsi:

Homosistein adalah asam amino (bagian terkecil dari protein) yang merupakan produk antara dalam siklus metionin menjadi sistein. Proses perubahan bentuk homosistein menjadi sistein melibatkan vitamin B6, sementara homosistein dapat diubah kembali menjadi metionin dengan melibatkan vitamin B12 dan asam folat. Peningkatan konsentrasi homosistein dapat mengakibatkan peradangan kronis pada pembuluh darah yang memicu terbentuknya plak aterosklerosis hingga menyebabkan penyumbatan aliran darah vena.

Manfaat Pemeriksaan:

Mendeteksi adanya gangguan/kelainan genetik pada gen MTHFR (Methylenetetrahydrofolate Reductase), defisiensi asam folat atau vitamin B6 dan vitamin B12, penyakit ginjal, dan hipotiroidisme; menentukan risiko kardiovaskular (penyakit jantung koroner dan stroke) dan pre-eklampsia pada kehamilan, serta perkembangan kondisi pikun/demensia dan penyakit Alzheimer.

Persyaratan & Jenis Sampel : Serum atau plasma
Stabilitas Sampel :
  • 2 - 8° C : 48 jam
  • < -20° C : >13 minggu
Persiapan Pasien : Pasien puasa 10 – 12 jam
Hari Kerja :
Metode : Chemiluminescent
Nilai Rujukan : 5 - 15 µmol/L
Tempat Rujukan :
Catatan :

PSA

Deskripsi:

Pemeriksaan prostate spesific antigen (PSA) merupakan pemeriksaan menggunakan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan untuk mengukur konsentrasi PSA total (PSA yang terikat dengan protein dan tidak terikat dengan protein) dalam darah.

Prostate spesific antigen (PSA) adalah suatu protein yang dihasilkan oleh prostat, dan berfungsi sebagai pengencer cairan semen agar sperma mudah bergerak. Pada kondisi normal, hanya sedikit PSA yang masuk ke dalam aliran darah. Bila terjadi peradangan atau kerusakan di jaringan prostat, maka konsentrasi PSA dalam darah akan meningkat.

Manfaat Pemeriksaan:

Sebagai uji saring kanker prostat pada pria; membantu menentukan kebutuhan untuk biopsi prostat; memantau efektivitas pengobatan dan mendeteksi kekambuhan kanker prostat.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum

Stabilitas Sampel :
  • 2 - 8° C                      :    24 jam
  • - 20° C atau lebih dingin  : > 24 jam, maksimal penyimpanan satu bulan.3
Persiapan Pasien :

Tidak ada persiapan pemeriksaan yang dibutuhkan.

Hari Kerja :
Metode :

CMIA

Nilai Rujukan :

-

Tempat Rujukan :
Catatan :

Sitologi Serviks Berbasis Cairan (SSBC)

Deskripsi:

Sitologi serviks berbasis cairan (SSBC) merupakan metode baru untuk meningkatkan keakuratan deteksi kelainan sel-sel leher rahim (serviks). Pada metode ini, sampel swab vagina dimasukkan ke dalam cairan khusus untuk memisahkan sel atau faktor penganggu lainnya sebelum dilihat di bawah mikroskop. Selain itu, preparat (objek yang diperiksa) yang diperoleh akan lebih jelas dan hasil pengamatan di bawah mikroskop lebih akurat, sehingga kelainan kecil pada sel leher rahim (serviks) akan lebih mudah terdeteksi.

Manfaat Pemeriksaan:

Skrining kanker leher rahim (serviks).

Persyaratan & Jenis Sampel :

Sekret Serviks

Stabilitas Sampel :

15-30°C : 6minggu

Persiapan Pasien :

- Tidak dalam keadaan menstruasi. Paling baik adalah 2 minggu setelah hari pertama haid terakhir atau 5 hari setelah menstruasi berhenti.
- Tidak melakukan hubungan seksual selama 24 jam sebelum pemeriksaan.
- Pembilasan vagina dengan berbagai cairan kimia tidak boleh dilakukan dalam waktu 24 jam sebelum pemeriksaan.
- Tidak menggunakan obat-obatan yang dimasukkan ke dalam vagina selama 48 jam sebelum pemeriksaan.

Hari Kerja :
Metode :

ThinPrep

Nilai Rujukan :

-

Tempat Rujukan :
Catatan :