PANEL PEMERIKSAAN

Panel Wellness Premium Wanita

Hematologi Lengkap

Deskripsi:

Hematologi lengkap meliputi pemeriksaan hematologi rutin (Complete Blood Count/CBC), laju endap darah (LED), dan hitung jenis leukosit.

Manfaat Pemeriksaan:

Penunjang diagnosa pada berbagai penyakit.

Persyaratan & Jenis Sampel : -
Stabilitas Sampel : -
Persiapan Pasien : -
Hari Kerja :
Metode : -
Nilai Rujukan : -
Tempat Rujukan :
Catatan :

Cholesterol Total

Deskripsi:

Pemeriksaan kolesterol total merupakan pemeriksaan darah yang mengukur konsentrasi kolesterol total yang dibawa dalam darah oleh lipoprotein. Konsentrasi kolesterol yang tinggi dalam darah akan menyebabkan kolesterol menempel di dinding bagian dalam pembuluh darah arteri dan membentuk ateroma atau plak, sehingga pembuluh darah menyempit dan akhirnya menimbulkan serangan jantung jika menghambat pembuluh darah menuju jantung atau strokte jika menghambat pembuluh darah arteri yang menuju otak.

Manfaat Pemeriksaan:

Mendeteksi gangguan metabolisme lemak; menentukan faktor risiko penyakit jantung koroner; memantau efektivitas terapi penurun lipid.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :
  • 7 hari pada 15 – 25°C
  • 7 hari pada 2 – 8°C
  • 3 bulan pada (-15) – (-25)°C
Persiapan Pasien :

Puasa (tidak diperbolehkan makan dan minum, kecuali minum air putih) selama 12 jam sebelum pengambilan darah.
 

Hari Kerja :
Metode :

Homogeneous

Nilai Rujukan :

-

Tempat Rujukan :
Catatan :

Cholesterol LDL Direk

Deskripsi:

Pemeriksaan kolesterol LDL direk merupakan pemeriksaan darah yang megukur konsentrasi kolesterol LDL dalam darah menggunakan metode langsung (direk). Low density lipoprotein (LDL) seringkali disebut "kolesterol jahat" karena dapat menempel di dinding pembuluh darah dan mempersempit rongga pembuluh darah. Mengonsumsi makanan kaya lemak jenuh berlebihan dapat meningkatkan konsentrasi LDL. Konsentrasi LDL yang tinggi meningkatkan risiko individu terhadap kejadian penyakit jantung.

Manfaat Pemeriksaan:

Menilai profil lemak dan menentukan risiko penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah); memantau efektivitas terapi penurun lipid.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :

 

7 hari pada 2 – 8°C
3 bulan pada (-20)°C

 

Persiapan Pasien :

Puasa (tidak diperbolehkan makan dan minum, kecuali minum air putih) selama 12 jam sebelum pengambilan darah.

Hari Kerja :
Metode :

Homogeneous

Nilai Rujukan :

< 100 mg/dL

Tempat Rujukan :
Catatan :

Cholesterol HDL

Deskripsi:

Pemeriksaan kolesterol HDL merupakan pemeriksaan darah yang mengukur konsentrasi kolesterol HDL dalam darah. High density lipoprotein (HDL) seringkali disebut sebagai "kolesterol baik" karena bertugas untuk membawa kelebihan kolesterol yang tertinggal di pembuluh darah lalu membawanya ke hati untuk diproses lebih lanjut. Konsentrasi HDL yang tinggi dipercaya dapat melindungi individu terhadap kejadian penyakit jantung.

Manfaat Pemeriksaan:

Menilai profil lemak dan menentukan risiko penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah).

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :

7 hari pada 2 - 8°C
3 bulan pada (-20)°C

Persiapan Pasien :

Puasa (tidak diperbolehkan makan dan minum, kecuali minum air putih) selama 12 jam sebelum pengambilan darah.

Hari Kerja :
Metode :

Homogeneous

Nilai Rujukan :

>=40 mg/dL

Tempat Rujukan :
Catatan :

Trigliserida

Deskripsi:

Pemeriksaan trigliserida merupakan pemeriksaan darah yang mengukur konsentrasi trigliserida di dalam darah. Trigliserida adalah salah satu jenis lemak yang ditemukan dalam darah. Saat kita makan, tubuh mengubah kalori  yang tidak digunakan dalam bentuk trigliserida yang kemudian disimpan dalam sel lemak. Trigliserida dilepaskan untuk menghasilkan energi saat tubuh membutuhkannya. Jika kalori yang dikonsumsi lebih banyak dibanding kalori yang digunakan (misalnya untuk beraktivitas), maka konsentrasi trigliserida akan meningkat. Peningkatan konsentrasi trigliserida dalam darah dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan menjadi tanda adanya sindrom metabolik.

Manfaat Pemeriksaan:

Menentukan faktor risiko penyakit jantung koroner; mendeteksi sindrom metabolik; memantau efektivitas terapi penurun lipid.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :
  • 7 hari pada 2 – 8°C
  • 3 bulan pada (-15) – (-25)°C
  • 1 tahun pada (-60) - (-80)°C
Persiapan Pasien :

Puasa (tidak diperbolehkan makan dan minum, kecuali minum air putih) selama 12 jam sebelum pengambilan darah.
 

Hari Kerja :
Metode :

GPO-PAP

Nilai Rujukan :

< 150 mg/dL

Tempat Rujukan :
Catatan :

Apo B

Deskripsi:

Apolipoprotein B (apo B) merupakan apoprotein yang terdapat dalam molekul-molekul lipoprotein yang potensial menyebabkan terjadinya penyakit jantung koroner (PJK), seperti very low density lipoprotein (VLDL), intermediate density lipoprotein (IDL), dan low density lipoprotein (LDL). Lebih dari 90% konsentrasi serum apo B berasal dari molekul LDL, dan satu molekul LDL hanya mengandung satu molekul apo B. Dengan demikian, penentuan konsentrasi apo B dalam darah dapat mencerminkan jumlah partikel LDL yang terdapat dalam darah.

Pemeriksaan apo B mengukur konsentrasi apo B dalam darah yang dianjurkan bagi seseorang yang memiliki riwayat kesehatan atau keluarga terkena PJK dan/atau kadar kolesterol dan trigliserida tinggi; secara berkala bagi seseorang yang sedang mendapatkan pengobatan kolesterol tinggi; bagi seseorang yang diduga mengalami defisiensi apo B yang diturunkan. Pemeriksaan apo B membutuhkan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Manfaat Pemeriksaan:

Menentukan risiko penyakit jantung koroner (PJK); memantau dan menilai keberhasilan terapi obat penurun kolesterol tinggi (untuk golongan obat statin); membantu diagnosis abetalipoproteinemia, hipobetalipoproteinemia dan hiperbetalipoproteinemia.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :

2 – 10°C disimpan selama 2 minggu

Pastikan pembentukan clot sudah sempurna sebelum dilakukan sentrifugasi.
Spesimen yang disimpan harus diperiksa ada/tidaknya partikulat. Jika terdapat partikulat, maka homogenkan dan sentrifugasi spesimen untuk memisahkan partikulat sebelum pemeriksaan dilakukan.

Persiapan Pasien :

Puasa (tidak diperbolehkan makan dan minum, kecuali air putih) selama 12 jam sebelum pengambilan darah.

Hari Kerja :
Metode :

Imunoturbidimetri

Nilai Rujukan :

66 - 101 mg/dL

Tempat Rujukan :
Catatan :

hs-CRP

Deskripsi:

C-Reactive Protein (CRP) adalah suatu protein yang dikeluarkan oleh hati serta dihasilkan dalam jumlah besar saat terjadi infeksi. Sebaliknya, pada peradangan yang terjadi dalam proses perkembangan aterosklerosis, peningkatan konsentrasi CRP jauh lebih kecil. Meskipun demikian, peningkatannya cukup bermakna bila dibandingkan dengan kondisi normal. Pemeriksaan high sensitivity CRP (hs-CRP) dapat digunakan untuk mendeteksi konsentrasi CRP yang sangat kecil tersebut.

Manfaat Pemeriksaan:

Menilai risiko terkena penyakit kardiovaskular.
 

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :
  • 4°C : <3 hari
  • -20°C : 6 bulan
Persiapan Pasien :

Tidak ada persiapan pemeriksaan yang dibutuhkan.

Hari Kerja :
Metode :

Semua Method

Nilai Rujukan :

-

Tempat Rujukan :
Catatan :

GOT

Deskripsi:

Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase (GOT) atau Aspartate Aminotransferase (AST) merupakan suatu enzim yang banyak ditemukan dalam oragn jantung dan hati, serta sel otot lainnya. Ketika organ hati atau sel otot mengalami luka, AST akan dikeluarkan ke dalam aliran darah.

Manfaat Pemeriksaan:

Konsentrasi serum GOT yang meningkat dapat digunakan untuk mendeteksi keabnormalan fungsi hati seperti pada kondisi hepatitis dan sirosis, serta alkoholik kronis; sementara konsentrasi serum GOT akan menurun pada kondisi uremia dan defisiensi vitamin B6. Pemeriksaan serum GPT dan GOT digunakan untuk skrining hepatitis A, B, dan C yang harus dikonfirmasi lagi dengan pemeriksaan serologis hepatitis A,B, dan C.

Persyaratan & Jenis Sampel : Serum atau plasma
Stabilitas Sampel :
  • 4 hari pada 15 - 25°C
  • 7 hari pada 2 – 8°C
  • 3 bulan pada (-15) - (-25)°C
Persiapan Pasien : -
Hari Kerja :
Metode : IFCC, Modified IFCC
Nilai Rujukan : < 122 U/L
Tempat Rujukan :
Catatan :

GPT

Deskripsi:

Serum Glutamic Pyruvic Transaminase (GPT) atau Alanine Aminotransferase (ALT) merupakan suatu enzim yang banyak ditemukan dalam organ hati. Selain itu, dalam jumlah yang kecil juga ditemukan pada organ ginjal, jantung, dan sel otot. Pada kondisi normal, konsentrasi serum ALT dalam darah rendah. Namun, ketika terjadi kerusakan pada organ hati, ALT akan dilepaskan ke dalam aliran darah sebelum gejala kerusakan hati nampak seperti jaundice (mata dan kulit berwarna kuning). ALT lebih spesifik dari AST dalam mendeteksi adanya kerusakan hati. Jumlah sel hati yang mati tidak berkaitan dengan peningkatan konsentrasi serum ALT sehingga pada kerusakan hati yang parah, konsentrasi serum ALT bisa saja normal atau menurun.

Manfaat Pemeriksaan:

Konsentrasi serum GPT meningkat pada kondisi hepatitis B dan C kronik, steatosis dan NASH, hepatik fibrosis, sirosis, autoimun hepatitis, hemochromatosis, Wilson disease, defisiensi alpha-trypsin 1, serta penyalahgunaan alkohol dan obat. Pemeriksaan serum GPT dan GOT digunakan untuk skrining hepatitis A, B, dan C yang harus dikonfirmasi lagi dengan pemeriksaan serologis hepatitis A,B, dan C.

Persyaratan & Jenis Sampel : Serum atau plasma
Stabilitas Sampel :
  • 3 hari pada 15 – 25°C
  • 7 hari pada 2 – 8°C
  • 7 hari pada -20°C
Persiapan Pasien : -
Hari Kerja :
Metode : IFCC, Modified IFCC
Nilai Rujukan : < 31 U/L
Tempat Rujukan :
Catatan :

Gamma GT

Deskripsi:

Gamma Glutamyl Transferase (GGT) dapat ditemukan dalam berbagai jaringan tubuh, tapi konsentrasinya tinggi dalam organ hati, saluran empedu, dan ginjal. Pemeriksaan konsentrasi GGT yang dikeluarkan dari sistem empedu ke dalam aliran darah merupakan pemeriksaan fungsi hati yang sensitif terutama pada deteksi kerusakan saluran empedu. Peningkatan konsentrasi serum GGT mengindikasikan adanya kerusakan hati.

Manfaat Pemeriksaan:

Mendiagnosis obstructive jaundice, intrahepatic cholestatis, dan radang pankrea; dan memantau cholestasis pada wanita hamil. Dikombinasikan dengan pemeriksaan: 1) CEA dan ALP sebagai penanda metastase hepatik dari payudara dan kolon; 2) GPT dan GOT untuk mendiagnosis penyakit hati yang lain dan membedakan alkoholik sembuh-berhenti minum dan sembuh-masih melanjutkan kebiasaan minum; dan 3) MCV eritrosit untuk skrining alkoholik.

Persyaratan & Jenis Sampel : Serum atau plasma
Stabilitas Sampel :
  • 7 hari pada 15 – 25°C
  • 7 hari pada 2 – 8°C
  • 1 tahun pada (-15) – (-25)°C
Persiapan Pasien : -
Hari Kerja :
Metode : IFCC
Nilai Rujukan : < 66 U/L
Tempat Rujukan :
Catatan :

Bilirubin Total

Deskripsi:

Pemeriksaan bilirubin total mengukur jumlah total bilirubin dalam darah untuk mengevaluasi fungsi hati atau membantu diagnosis anemia yang disebabkan oleh kerusakan sel darah merah (anemia hemolitik). Bilirubin merupakan komponen hasil pemecahan sel darah merah yang sudah tua. Secara normal, bilirubin akan dimetabolisme lalu dikeluarkan melalui feses dan urin. Bila terjadi kerusakan pada hati, bilirubin dapat masuk ke dalam aliran darah. Peningkatan bilirubin dalam darah dapat menyebabkan jaundice (warna mata dan kulit menjadi kuning), urin berwarna gelap, atau feses berwarna lebih terang. Pemeriksaan bilirubin total menggunakan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Manfaat Pemeriksaan:

Menyaring atau memantau gangguan hati atau anemia hemolitik; memantau neonatal jaundince.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :
  • 1 hari pada 15-25°C
  • 7 hari pada 2-8°C
  • 6 bulan pada (-15) – (-25)°C
Persiapan Pasien :

Tidak ada persiapan pemeriksaan yang dibutuhkan, namun mungkin diperlukan puasa selama beberapa jam sebelum pengambilan sampel darah. Mohon menghubungi petugas laboratorium.

Hari Kerja :
Metode :

Jendrassik Grof, Vanadate Oxidation

Nilai Rujukan :

< 11,7 mg/dL

Tempat Rujukan :
Catatan :

Bilirubin Direk

Deskripsi:

Pemeriksaan bilirubin direk mengukur jumlah bilirubin direk dalam darah. Melalui hasil pemeriksaan bilirubin direk dan bilirubin total dapat diperkirakan "lokasi" terjadinya gangguan atau masalah untuk menunjang diagnosis. Bilirubin direk merupakan hasil pengolahan bilirubin indirek (bilirubin hasil pemecahan sel darah merah) di dalam hati. Pada kondisi sehat, bilirubin direk hampir tidak ditemukan dalam darah karena proses pembuangan yang cepat. Pemeriksaan bilirubin direk menggunakan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Manfaat Pemeriksaan:

Menyaring atau memantau gangguan hati atau anemia hemolitik; memantau neonatal jaundince.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :
  • 2 hari pada 15-25°C
  • 7 hari pada 2-8°C
  • 6 bulan pada (-15) – (-25)°C
Persiapan Pasien :

Tidak ada persiapan pemeriksaan yang dibutuhkan, namun mungkin diperlukan puasa selama beberapa jam sebelum pengambilan sampel darah. Mohon menghubungi petugas laboratorium.

Hari Kerja :
Metode :

Jendrassik Grof, Vanadate Oxidation

Nilai Rujukan :

< 1,2 mg/dL

Tempat Rujukan :
Catatan :

Protein Total (CSF)

Deskripsi:

Penyebab protein total tinggi : dehidrasi, beberapa kasus penyakit liver kronik, termasuk hepatitis aktif kronik dan sirosis; neoplasma, terutama mieloma, macroglobulinemia of waldenstrom; tropical disease (seperti kalazar, leprosi dan lainnya) penyakit granulomatus seperti sarkoidosis; penyakit dimana protein total kadangkala tinggi termasuk penyakit seperti lupus erythematosus atau SLE, dan kasus infeksi atau inflamasi kronis yang lain.
Penyebab protein total yang rendah antara lain yaitu kehamilan, cairan intravena, sirosis atau penyakit hati yang lain termasuk alkoholisme kronik, prolonged imobilisation, gagal jantung, sindrom nefrotik, glomerulo nefritis, neoplasia, crohn disease dan chronic ulcerative colitis, kelaparan, malabsorbsi atau malnutrisi, hipertiroid, terbakar, penyakit kulit yang parah dan penyakit kronik lainnya.

Manfaat Pemeriksaan:

-

Persyaratan & Jenis Sampel : -
Stabilitas Sampel : -
Persiapan Pasien : -
Hari Kerja :
Metode : -
Nilai Rujukan : -
Tempat Rujukan :
Catatan :

Albumin Urin Kuantitatif

Deskripsi:

Albumin adalah protein plasma yang terdapat di dalam darah dengan konsentrasi tinggi, dan ketika ginjal berfungsi dengan baik, hampir tidak ada albumin yang ada di dalam urin. Pemeriksaan albumin urin kuantitatif mengukur kadar albumin dalam sampel urin sewaktu ataupun urin yang dikumpulkan dalam waktu tertentu sebagai penanda kerusakan ginjal. Pemeriksaan albumin urin kuantitatif membutuhkan sampel urin sewaktu, urin yang ditampung dalam waktu tertentu atau 24 jam. Jika menggunakan urin sewaktu, diperlukan pemeriksaan kreatinin untuk koreksi.
 

Manfaat Pemeriksaan:

Mendeteksi dini penyakit ginjal pada penyandang diabetes atau seseorang dengan faktor risiko lain seperti hipertensi (tekanan darah tinggi).

Persyaratan & Jenis Sampel :

Urine

Stabilitas Sampel :
  • 15 – 25°C : 7 hari
  • 2 – 8°C    : 1 bulan
  • (-15) – (-20)°C :  6 bulan
Persiapan Pasien :

Tidak melakukan aktivitas fisik yang berlebihan atau olahraga sebelum penampungan urin.

Hari Kerja :
Metode :

PEG enhanced immunoturbidimetric

Nilai Rujukan :

-

Tempat Rujukan :
Catatan :

Glukosa Puasa

Deskripsi:

Pemeriksaan glukosa darah berguna untuk mengukur jumlah glukosa dalam darah saat sampel diperiksa. Glukosa darah digunakan untuk mendeteksi hiperglikemik maupun hipoglikemik untuk membantu menegakkan diagnosis diabetes dan memantau kadar glukosa pada penyandang diabetes. Glukosa puasa diukur saat keadaan puasa (± 8-10 jam). Berdasarkan konsensus Pengelolaan dan Pencegahan DM 2006, berikut kriteria pengendalian DM berdasarkan level glukosa puasa : Baik (80-100 mg/dL), Sedang (100-125 mg/dL), Buruk (≥126 mg/dL). Glukosa puasa juga dapat menegakkan kriteria prediabetes bila memiliki kadar glukosa puasa 100-125 mg/dL (5,6-6,9 mmol/L).
Beberapa penyebab konsentrasi gula yang tinggi selain diabetes antara lain: spesimen tidak puasa, infus intravena glukosa yang baru dilakukan, kondisi stress, cushing disease, akromegali, pheochromocytoma, glukagonoma, penyakit hati yang parah, pankreatitis, dan obat-obat tertentu seperti diuretik, glukortikoid, β-blocker, asam nikotinat, obat yang mengandung estrogen, dll).

Manfaat Pemeriksaan:

Pemeriksaan glukosa puasa dapat digunakan untuk skrining, diagnosis DM. Penentuan konsentrasi glukosa puasa juga dapat digunakan dalam diagnosis dan penanganan beberapa gangguan metabolik tertentu seperti asidosis, ketosis, dehidrasi, dan koma.

Persyaratan & Jenis Sampel : -
Stabilitas Sampel : -
Persiapan Pasien : -
Hari Kerja :
Metode : -
Nilai Rujukan : -
Tempat Rujukan :
Catatan :

HbA1C

Deskripsi:

Hemoglobin terglikasi (HbA1c) merupakan gugus heterogen yang terbentuk dari reaksi kimia antara glukosa dan hemoglobin. HbA1c dapat menggambarkan konsentrasi glukosa darah rata-rata selama periode 2-4 bulan. Kecepatan pembentukan HbA1c proporsional dengan konsentrasi glukosa darah. Pemeriksaan HbA1c perlu dilakukan pada awal terdiagnosa DM, kondisi DM tergantung insulin (minimal 3 kali setahun), dan kondisi DM tidak tergantung insulin (4 kali setahun atau sesuai kebutuhan). Pemeriksaan ini juga sangat diperlukan dalam upaya manajemen DM yang optimal untuk memperkecil risiko komplikasi diabetes.

Manfaat Pemeriksaan:

Menilai kualitas pengendalian kadar glukosa darah dalam waktu 2-4 bulan, menilai efektivitas terapi, direkomendasikan (American Diabetes Association) untuk diagnosis DM tipe-2 dan menilai resiko tinggi diabetes (prediabetes), serta digunakan untuk menghitung rata-rata kadar glukosa darah (eAG).

Persyaratan & Jenis Sampel : Whole Blood
Stabilitas Sampel : 1 hari pada suhu 15 - 30°C
7 hari pada suhu 2 - 8°C
Persiapan Pasien : -
Hari Kerja :
Metode : Ion Exchange HPLC
Nilai Rujukan : mmol/mol
Tempat Rujukan :
Catatan :

Cystatin C

Deskripsi:

Pemeriksaan Cystatin C digunakan untuk mendapatkan nilai estimated Laju Filtrasi Glomerulus (eLFG), yakni berapa banyak darah yang disaring oleh glomerulus. Nilai eLFG akan mencerminkan fungsi ginjal. Ketika konsentrasi Cystatin C meningkat, berarti eLFG turun dan fungsi penyaringan pada glomerulus menurun, begitu juga dengan fungsi ginjal. Pemeriksaan Cystatin C membutuhkan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Manfaat Pemeriksaan:

Menyaring dan memantau disfungsi ginjal pada individu yang didiagnosis atau diduga mengidap penyakit ginjal.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :
  • 1 minggu pada 2 – 8°C
  • 3 bulan pada -20°C, sampel segera dibekukan dalam waktu 24 jam setelah pengambilan darah
Persiapan Pasien :

Tidak terdapat persiapan pemeriksaan yang dibutuhkan.

Hari Kerja :
Metode :

Nephelometry

Nilai Rujukan :

0,50 - 0,96 mg/L

Tempat Rujukan :
Catatan :

Asam Urat

Deskripsi:


Asan urat diproduksi pada saat terjadi pemecahan purin. Purin merupakan senyawa yang mengandung nitrogen yang ditemukan dalam sel-sel tubuh, termasuk DNA. Ketika sel-sel tubuh tersebut menjadi tua dan mati akan melakukan pemecahan dan melepaskan purin dalam darah. Pada kadar yang rendah, purin mungkin berasal dari pencernaan makanan tertentu, seperti hati, ikan asin, makarel, kacang olahan dan kacang polong, serta minuman beralkohol tertentu, terutama bir. Sebagian besat asam urat dikeluarkan dari tubuh oleh ginjal dan diekskresikan dalam urin, sisanya dieliminasi dalam feses.

Pemeriksaan asam urat mengukur kadar asam urat dalam darah atau urin. Bila terlalu banyak asam urat yang diproduksi atau tidak cukup diekskresikan dapat terakumulasi dalam tubuh, sehingga terjadi peningkatan kadar asam urat dalam darah (hiperurisemia) dan dapat menyebabkan gout. Selain itu asam urat berlebih juga dapat disimpan dalam jaringan seperti ginjal, dan dapat mengakibatkan terjadinya batu ginjal atau gagal ginjal. Peningkatan kadar asam urat juga dapat terjadi ketika ada peningkatan kematian sel seperti pada beberapa terapi kanker. Sementara penurunan eliminasi asam urat sering disebabkan karena fungsi ginjal yang terganggu atau penyakit ginjal.

Pemeriksaan asam urat membutuhkan sampel berupa darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan. Sampel berupa urin 24 jam dibutuhkan untuk pemeriksaan asam urat urin.
 

Manfaat Pemeriksaan:

Mendeteksi kadar asam urat yang tinggi dalam darah sebagai tanda terjadinya gout, atau memantau kadar asam urat saat menjalani kemoterapi atau pengobatan radiasi; mendeteksi kadar asam urat dalam urin untuk membantu diagnosis penyebab batu ginjal dan memantau pasien gout yang berisiko menjadi batu ginjal.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :
  • 5 hari pada 2 – 8°C
  • 6 bulan pada (-15) – (-25)°C
Persiapan Pasien :

Puasa (tidak diperbolehkan makan dan minum, kecuali air putih) selama 12 jam sebelum pengambilan darah.

Hari Kerja :
Metode :

PAP, Enzimatik Kolorimetri

Nilai Rujukan :

< 5,2 mg/dL

Tempat Rujukan :
Catatan :

Urine Rutin

Deskripsi:

Pemeriksaan urin rutin meliputi pemeriksaan fisik, kimia, dan mikroskopis untuk mendeteksi dan/atau mengukur beberapa zat dalam urin seperti produk sampingan dari metabolisme yang normal dan abnormal, sel, fragmen sel, dan bakteri. Pemeriksaan urin rutin seringkali menjadi bagian dari pemeriksaan kesehatan berkala (medical check-up), dan direkomendasikan dokter ketika seseorang memiliki gejala seperti sakit perut, nyeri punggung, sering buang air kecil disertai rasa nyeri saat buang air kecil. Pemeriksaan urin rutin membutuhkan sampel berupa urin.

Manfaat Pemeriksaan:

Menyaring, membantu diagnosis, dan/atau memantau beberapa penyakit dan kondisi seperti kelainan ginjal/saluran kemih, gangguan infeksi saluran kemih (ISK), dan penyakit metabolik atau sistemik.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Urine

Stabilitas Sampel :

Sampel harus segera dikerjakan kurang dari 2 jam setelah penampungan dengan penyimpanan di tempat gelap untuk menghindari kerusakan bilirubin dan urobilinogen. Jika tidak segera dikerjakan simpan pada suhu 2-8°C stabil selama 8 jam dan biarkan kembali pada suhu kamar sebelum dilakukan pemeriksaan

Persiapan Pasien :

Tidak dalam kondisi menstruasi; informasikan kepada petugas laboratorium bila mengonsumsi obat atau suplemen tertentu; bila belum bisa berkemih, dianjurkan untuk menunggu dan tidak dianjurkan untuk minum.

Hari Kerja :
Metode :

Manual

Nilai Rujukan :

Urobilinogen : -
Bilirubin Urine: -
Berat Jenis: -
pH Urine: -
Leukosit Esterase: -
Nitrit: -
Albumin Urine: -
Glukosa Urine: -
Keton: -
Darah: -

Tempat Rujukan :
Catatan :

HBsAg

Deskripsi:

HBsAg adalah penanda awal infeksi Hepatitis B. Bila HBsAg menetap dalam darah > 6 bulan, berarti telah terjadi infeksi kronis.

Manfaat Pemeriksaan:

Mendeteksi dan mendiagnosis infeksi HBV; uji skrining donor darah dan pra vaksinasi; dan memantau viral clearance.

Persyaratan & Jenis Sampel : Serum atau plasma
Stabilitas Sampel :
  • Suhu ruang  : 24 jam
  • 2 - 8°C        :  6 hari
  • ≤ (-20)°C    :  > 6 hari (maksimal penyimpanan 1 bulan)2
Persiapan Pasien : -
Hari Kerja :
Metode : CMIA
Nilai Rujukan : Non Reaktif -
Tempat Rujukan :
Catatan :

Anti-HBs

Deskripsi:

Terdapatnya Hepatitis B surface antibody (Anti-HBs) dalam tubuh menunjukkan pemulihan atau kekebalan terhadap virus Hepatitis B (HBV). Anti-HBs juga dapat berkembang pada seseorang yang telah berhasil divaksinasi terhadap HBV. Pemeriksaan Anti-HBs mendeteksi antibodi terhadap HBV dalam darah untuk mengetahui ada atau tidaknya kekebalan tubuh terhadap HBV. Pemeriksaan Anti-HBs membutuhkan sampel berupa darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Manfaat Pemeriksaan:

Memastikan adanya kekebalan tubuh terhadap infeksi virus Hepatitis B (HBV); pemeriksaan HBsAg dan anti-HBs secara periodik dapat untuk memastikan viral clearance.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :
  • 2 – 8ºC  : 14 hari
  • -20ºC : >14 hari
Persiapan Pasien :

Tidak terdapat persiapan pemeriksaan yang dibutuhkan.

Hari Kerja :
Metode :

CMIA

Nilai Rujukan :

Non Reaktif mIU/mL

Tempat Rujukan :
Catatan :

Anti-HCV

Deskripsi:

Hepatitis C merupakan peradangan hati yang disebabkan oleh infeksi virus Hepatitis C (HCV). Pemeriksaan Anti-HCV mendeteksi munculnya antibodi terhadap HCV dalam tubuh. Pemeriksaan Anti-HCV dianjurkan pada seseorang yang memiliki faktor risiko infeksi HCV; ketika seseorang mungkin telah terkena HCV seperti melalui kontak dengan darah yang terinfeksi, atau memiliki gejala dengan penyakit hati. Pemeriksaan Anti-HCV membutuhkan sampel berupa darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Manfaat Pemeriksaan:

Menyaring dan mendiagnosis infeksi virus Hepatitis C (HCV), serta memantau pengobatan infeksi HCV.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :
  • 18 – 25°C : 2 hari
  • 2 - 8°C : 7 Hari
  • ≤-20°C : >7 Hari
Persiapan Pasien :

Tidak terdapat persiapan pemeriksaan yang dibutuhkan.

Hari Kerja :
Metode :

Chemiluminescent

Nilai Rujukan :

Non Reaktif -

Tempat Rujukan :
Catatan :

TSHs

Deskripsi:

Pemeriksaan TSHs merupakan pemeriksaan menggunakan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan untuk mengukur konsentrasi thyroid-stimulating hormone (TSH) dalam darah.

Thyroid-stimulating hormone (TSH) adalah hormon yang berfungsi merangsang kelenjar tiroid untuk memproduksi hormon thyroxine (T4) dan triiodothyronine (T3). Fungsi TSH dipengaruhi oleh thyrotropin releasing hormone (TRH) yang dihasilkan oleh hipotalamus untuk mempertahankan konsentrasi yang stabil dari hormon tiroid dalam darah.

Manfaat Pemeriksaan:

Sebagai uji saring dan membantu diagnosis gangguan tiroid; memantau pengobatan hipotiroidisme dan hipertiroidisme.

Persyaratan & Jenis Sampel :

Serum atau plasma

Stabilitas Sampel :

- Serum dan plasma EDTA :     

  • 18 - 24°C : 24 jam
  •  2 - 8°C : 48 jam
  • ≤ -20°C : 30 hari

- Plasma heparin :

  • 18 - 24°C : 24 jam
  • 2 - 8°C : 48 jam
  • ≤ -20°C : 14 hari
Persiapan Pasien :

Tidak ada persiapan pemeriksaan yang dibutuhkan.

Hari Kerja :
Metode :

Chemiluminescent

Nilai Rujukan :

0,640 - 6,270 µIU/mL

Tempat Rujukan :
Catatan :

Darah Samar (Occult Blood)

Deskripsi:

-

Manfaat Pemeriksaan:

Untuk mendeteksi perdarahan didalam saluran pencernaan yang dapat disebabkan oleh iritasi ringan maupun kanker yang serius

Persyaratan & Jenis Sampel : Faeces
Stabilitas Sampel :
  • Sampel tidak perlu disimpan, jika pemeriksaan telah selesai dikerjakan dan hasil akhir telah divalidasi maka sampel dapat dibuang.
  • Sampel dapat disimpan pada suhu ruang (< 30°C) selama 5 hari, atau dalam refrigerator pada suhu 4 - 8°C selama 7 hari
Persiapan Pasien : Wadah yang digunakan bersih, tidak bocor, berlabel identitas pada badan wadah penampung, bertutup rapat, tidak mudah pecah, tidak meresap, kering, mudah dibawa
  • Pengumpulan spesimen dihindarkan selama menstruasi atau dalam waktu 3 hari periode menstrual, atau jika pasien mengalami perdarahan hemorrhoids atau hematuria
  • Pembatasan makanan tidak diperlukan
  • Hindari pemakaian alkohol, aspirin dan obat lain yang dapat menyebabkan iritasi saluran pencernaan yang mengakibatkan pendarahan sekurang-kurangnya 48 jam sebelum pemeriksaan
  • Spesimen tidak diperbolehkan terkontaminasi air toilet
Hari Kerja :
Metode : Immunochromatography
Nilai Rujukan : -
Tempat Rujukan :
Catatan :

Sitologi Serviks Berbasis Cairan (SSBC)

Deskripsi:

Sitologi serviks berbasis cairan (SSBC) merupakan metode baru untuk meningkatkan keakuratan deteksi kelainan sel-sel leher rahim (serviks). Pada metode ini, sampel swab vagina dimasukkan ke dalam cairan khusus untuk memisahkan sel atau faktor penganggu lainnya sebelum dilihat di bawah mikroskop. Selain itu, preparat (objek yang diperiksa) yang diperoleh akan lebih jelas dan hasil pengamatan di bawah mikroskop lebih akurat, sehingga kelainan kecil pada sel leher rahim (serviks) akan lebih mudah terdeteksi.

Manfaat Pemeriksaan:

Skrining kanker leher rahim (serviks).

Persyaratan & Jenis Sampel :

Sekret Serviks

Stabilitas Sampel :

15-30°C : 6minggu

Persiapan Pasien :

- Tidak dalam keadaan menstruasi. Paling baik adalah 2 minggu setelah hari pertama haid terakhir atau 5 hari setelah menstruasi berhenti.
- Tidak melakukan hubungan seksual selama 24 jam sebelum pemeriksaan.
- Pembilasan vagina dengan berbagai cairan kimia tidak boleh dilakukan dalam waktu 24 jam sebelum pemeriksaan.
- Tidak menggunakan obat-obatan yang dimasukkan ke dalam vagina selama 48 jam sebelum pemeriksaan.

Hari Kerja :
Metode :

ThinPrep

Nilai Rujukan :

-

Tempat Rujukan :
Catatan :

HPV-DNA (High Risk Type)

Deskripsi:

-

Manfaat Pemeriksaan:

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi tipe HPV resiko tinggi 16, 18, 31, 33, 35, 39, 45, 51, 52, 56, 58, 59 dan 68 yang merupakan penyebab utama kanker serviks dan skrining populasi dengan atau tanpa disertai pap smear (untuk mengidentifikasi wanita terhadap meningkatnya resiko terjadinya kanker serviks atau adanya high grade disease. Namun demikian, pemeriksaan HPV DNA juga tetap harus dikaitkan dengan kondisi klinis pemeriksaan lainnya, pemeriksaan fisik dan riwayat penyakit untuk memberikan manajemen yang baik bagi pasien.

Persyaratan & Jenis Sampel : Cervical brushes atau cervical biopsi
Stabilitas Sampel :

- Cervical brushes (HC cervical sampler) pada suhu 2 - 30 oC stabil selama 2 minggu atau pada suhu -20 oC stabil selama 3 bulan 1
- Cervical biopsy pada suhu - 20 oC
- Cervical sampel dalam media LC Prep atau Thin Prep pada suhu 2 - 30 oC stabil selama 3 minggu 1

Persiapan Pasien :

- Pasien dipastikan dalam keadaan tidak menstruasi, waktu yang terbaik adalah lima hari setelah haid berakhir. Catat pada internal note, tanggal terakhir haid.  
- Minimal sebelum pemeriksaan, pasien tidak diperbolehkan menggunakan obat-obatan yang diberikan melalui vagina
- Pasien disarankan tidak menggunakan tampon, jeli atau krim vaginal selama 3 hari sebelum pemeriksaan
- Pasien disarankan tidak melakukan pencucian (douche) vagina selama 2 - 3 hari sebelum pemeriksaan
- Pasien tidak diperkenankan melakukan hubungan seksual dalam waktu 24 – 48 jam sebelum melakukan
- Pasien sedang tidak hamil

Hari Kerja :
Metode : Hybrid Capture
Nilai Rujukan : -
Tempat Rujukan :
Catatan :

EKG

Deskripsi:

Merekam aktivitas kelistrikan jantung

Manfaat Pemeriksaan:

mengetahui kelainan jantung

Persyaratan & Jenis Sampel : -
Stabilitas Sampel : -
Persiapan Pasien : -
Hari Kerja :
Metode : -
Nilai Rujukan : -
Tempat Rujukan :
Catatan :

Treadmill

Deskripsi:

Treadmill atau exercise stress test merupakan pemeriksaan yang digunakan untuk mengumpulkan informasi mengenai seberapa baik jantung bekerja selama aktivitas fisik. Karena latihan beban membuat jantung bekerja lebih keras dan lebih cepat dibandingkan ketika melakukan aktivitas sehari-hari, pemeriksaan ini dapat mengungkapkan masalah pada jantung yang tidak tampak dari hasil rekam EKG istirahat. Pemeriksaan treadmill biasanya melibatkan proses berjalan di atas treadmill, sementara ritme jantung, tekanan darah, serta pernapasan dipantau monitor.

Manfaat Pemeriksaan:

Membantu diagnosis penyakit jantung koroner dan masalah ritme jantung (aritmia); memantau dan mengarahkan pengobatan untuk kelainan jantung.

Persyaratan & Jenis Sampel :

-

Stabilitas Sampel :

-

Persiapan Pasien :

- Dianjurkan tidak makan atau minum sekurang-kurangnya 4 jam sebelum pemeriksaan untuk mengurangi kemungkinan mual atau muntah yang dapat menyertai latihan berat setelah makan berat. Makan makanan ringan dan minum air putih yang tidak terlalu banyak masih diperbolehkan.
- Mengenakan pakaian longgar dan nyaman, serta sepatu olahraga selama melakukan pemeriksaan untuk menghindari licin dan terjadinya luka.
- Dianjurkan menghentikan minum obat terutama obat jantung selama 1-2 hari sebelum pemeriksaan atau konsultasikan pada dokter.
- Disarankan untuk mengisi inform consent sebelum pemeriksaan dilakukan.

Hari Kerja :
Metode :

-

Nilai Rujukan :

-

Tempat Rujukan :
Catatan :

Rontgen Thorax

Deskripsi:

Rontgen thorax (rontgen dada) merupakan salah satu pemeriksaan pencitraan menggunakan sinar-X yang sering dilakukan untuk menunjang diagnosis. Rontgen thorax digunakan untuk mendiagnosis banyak kondisi yang melibatkan dinding thorax/dada, tulang dada, dan struktur yang berada di dalam rongga dada termasuk paru-paru, jantung, dan lainnya.

Manfaat Pemeriksaan:

Membantu diagnosis kelainan jantung bawaan, gagal jantung, dan masalah jantung lainnya, infeksi (umumnya tuberkulosis atau TB paru), pneumonia, penyakit paru obstruktif kronik (emfisema, bronkhitis), embolisme pada paru (adanya sumbatan pada pembuluh darah di paru-paru), tumor atau kanker paru; skrining penyakit paru terkait dengan pekerjaan di industri-industri seperti pertambangan di mana para pekerja terpapar oleh debu atau zat kimia yang dapat berpengaruh pada kondisi dada.

Persyaratan & Jenis Sampel :

-

Stabilitas Sampel :

-

Persiapan Pasien :

- Mengenakan pakaian khusus yang disediakan dan menanggalkan perhiasan di seputar dada.
- Menginformasikan ke petugas radiologi bila dalam 3 bulan terakhir pernah melakukan rontgen atau bagi wanita, informasikan kepada petugas radiologi bila ada kemungkinan atau sedang hamil.
 

Hari Kerja :
Metode :

-

Nilai Rujukan :

-

Tempat Rujukan :
Catatan :

USG

Deskripsi:

Adalah teknik diagnostik pencitraan yang menggunakan gelombang ultrasonik yaitu gelombang suara dengan frekuensi yang lebih tinggi dari kemampuan pendengaran manusia, untuk mencitrakan organ internal dan otot, ukuran serta strukturnya.

Manfaat Pemeriksaan:

Membantu menegakkan diagnosis dalam berbagai kelainan organ tubuh

Persyaratan & Jenis Sampel : -
Stabilitas Sampel : -
Persiapan Pasien : -
Hari Kerja :
Metode : -
Nilai Rujukan : -
Tempat Rujukan :
Catatan :

Mammografi

Deskripsi:

-

Manfaat Pemeriksaan:

-

Persyaratan & Jenis Sampel : -
Stabilitas Sampel : -
Persiapan Pasien : -
Hari Kerja :
Metode : -
Nilai Rujukan : -
Tempat Rujukan :
Catatan :

Mammografi

Deskripsi:

-

Manfaat Pemeriksaan:

-

Persyaratan & Jenis Sampel : -
Stabilitas Sampel : -
Persiapan Pasien : -
Hari Kerja :
Metode : -
Nilai Rujukan : -
Tempat Rujukan :
Catatan :

Kalium

Deskripsi:

Pemeriksaan yang berguna untuk mengetahui konsentrasi kalium (K) di dalam serum atau plasma darah. Kalium merupakan suatu elektrolit dan mineral yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan air (sejumlah cairan di dalam maupun di luar sel tubuh) dan elektrolit di dalam tubuh, serta berperan penting dalam fungsi kerja saraf dan otot. Keabnormalan K dalam serum atau plasma darah dapat mengindikasikan adanya gangguan kesehatan tubuh. Biasanya pemeriksaan ini dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan elektrolit darah yang lain seperti natrium (Na), klorida (Cl), kalsium (Ca), dan magnesium (Mg).

Manfaat Pemeriksaan:

Menilai keseimbangan elekrolit tubuh dan beberapa kondisi seperti hipertensi, penyakit ginjal, aritmia jantung, kelemahan muskular & iritabilitasm, penyakit saluran cerna, penyakit mental, dan leukimia; mendiagnosis dan memantau kelebihan mineral kortikoid.

Persyaratan & Jenis Sampel : Serum atau plasma
Stabilitas Sampel :
  • 1 minggu pada 15-25°C                                             
  • 1 minggu pada 2-8°C
Persiapan Pasien : Hitung volume urin 24 jam dan catat pada internal note di (SISPRO), jika pemeriksaan dirujuk maka cantumkan volume urin di patient note SISPRO.
Hari Kerja :
Metode : ISE
Nilai Rujukan : 3,5 - 5,1 mmol/L
Tempat Rujukan :
Catatan :