PEMERIKSAAN LABORATORIUM

Pilih pemeriksaan berdasakan alfabet

Anti-HSV2 IgG

Deskripsi:

Herpes Simplex Virus tipe 2 (HSV2) atau genital herpes merupakan infeksi herpes yang terjadi pada alat kelamin, biasanya ditularkan melalui kontak seksual. Berbeda dengan infeksi lainnya, HSV2 lebih sering ditularkan dari ibu kepada bayinya saat proses kelahiran berlangsung. Bayi yang terinfeksi HSV2 berisiko mengalami gangguan kesehatan seperti infeksi pada organ mata dan trakea, meningitis, pneumonia, dan encephalitis (radang otak). Pemeriksaan Anti-HSV2 IgG mendeteksi antibodi IgG terhadap HSV2. Antibodi IgG merupakan antibodi yang muncul setelah IgM dan bisa menetap seumur hidup. Pemeriksaan ini sangat dianjurkan bagi wanita yang akan hamil atau merencanakan segera hamil; wanita yang baru/sedang hamil, bila hasil sebelumnya negatif atau belum pernah diperiksa, idealnya dipantau setiap 3 bulan sekali; dan bayi baru lahir yang ibunya terinfeksi pada saat hamil. Pemeriksaan ini membutuhkan sampel berupa darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan.

Manfaat Pemeriksaan:

Pemeriksaan ini bermanfaat untuk mengetahui adanya infeksi lampau, namun peningkatan anti HSV2 IgG yang signifikan dalam interval waktu tertentu mengindikasikan infeksi akut atau infeksi baru. Pada keadaan reinfeksi titernya akan meningkat, oleh sebab itu wanita hamil dengan IgG positif maka pada trimester 3 kehamilannya diperiksa anti HSV2 IgG lagi, untuk memastikan ada tidaknya reinfeksi, jika terdapat reinfeksi maka proses persalinan dianjurkan melalui bedah caesar. IgG negatif menunjukkan bahwa seseorang belum pernah terpapar HSV atau belum mampu memproduksi antibodi HSV.

Persyaratan & Jenis Sampel : Plasma, Serum
Stabilitas Sampel : * 2-8C : 14 hari
(-20)C : >3 hari, maksimal penyimpanan 1 bulan
* 2-8C : 14 hari
(-20)C : >3 hari, maksimal penyimpanan 1 bulan
Persiapan Pasien : Tidak ada persiapan
Hari Kerja :
Metode : ELISA
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :