PEMERIKSAAN LABORATORIUM

Pilih pemeriksaan berdasakan alfabet

Clostridium Difficile (Toksin A/B)

Deskripsi:

Pemeriksaan Clostridium difficile (Toksin A/B) adalah pemeriksaan untuk deteksi toksin A dan toksin B, C. Berdasarkan guideline SHEA (Society for Healthcare Epidemiology of America) tahun 2010, diagnosis infeksi C.difficile (CDI) harus didasarkan pada temuan klinis dan laboratorik. Definisi kasus CDI meliputi : (1) adanya diare, didefinisikan sebagai keluarnya 3 kali atau lebih feses tak berbentuk dalam 24 jam atau kurang, (2) hasil tes positif untuk adanya C.difficile toksigenik atau toksinnya, atau temuan kolonoskopi / histopatologi menunjukkan adanya colitis pseudomembran. Adanya riwayat pemakaian antibiotika bisa menunjang diagnosis CDI, namun tidak dimasukkan dalam kriteria karena kadangkala CDI terjadi tanpa riwayat pemakaian antibiotika seperti pada kasus-kasus yang terjadi di komunitas.

Manfaat Pemeriksaan:

Pemeriksaan dibutuhkan untuk mengetahui penyebab infeksi pada pasien dengan gejala mengarah pada infeksi C.difficile seperti diare, sehingga dapat ditentukan terapi tepat yang akan diberikan.

Persyaratan & Jenis Sampel : Faeces
Stabilitas Sampel : * - Hasil terbaik jika pemeriksaan segera dikerjakan setelah
spesimen ditampung.
- Jika tidak dapat segera dikerjakan, maka simpan pada:
• 2 – 8 °C : 48 jam
• (-20) °C : 1 bulan
• (-80) °C : > 1 bulan
Persiapan Pasien : -
Hari Kerja :
Metode : Immunokromatografi, Unknown
Nilai Rujukan :
Tempat Rujukan :
Catatan :