Tuesday, 01 October 2019

7 Mitos Seputar Osteoporosis

Osteoporosis, juga dikenal sebagai tulang keropos, merupakan penyakit yang tidak bergejala dan berlangsung lama yang disebabkan oleh hilangnya kepadatan tulang secara perlahan. Penyakit ini apabila tidak dideteksi dan dilakukan perawatan lebih awal dapat menyebabkan tulang menjadi semakin lemah dan rapuh, sehingga lebih rentan mengalami patah tulang. Patah tulang sebagai akibat osteoporosis dapat menimbulkan nyeri dan membutuhkan biaya pengobatan yang tinggi, bahkan dapat mengakibatkan kematian.

Berikut ini beberapa mitos paling umum tentang osteoporosis yang sebaiknya Anda ketahui untuk dapat melakukan tindakan pencegahan lebih awal:

1. Osteoporosis adalah bagian alami dari penuaan
Memang tidak dipungkiri bahwa sebagian besar orang akan kehilangan kepadatan tulang seiring bertambahnya usia, tetapi itu tidak berarti Anda menderita osteoporosis. Penuaan adalah faktor risiko osteoporosis yang tidak dapat dihindari, namun dapat diminimalkan antara lain dengan mendapatkan asupan kalsium dan vitamin D yang cukup, berolahraga secara teratur dan rutin memeriksakan kesehatan tulang.

2. Hanya wanita yang perlu khawatir tentang osteoporosis
Menurut International Osteoporosis Foundation (IOF), 1 dari 4 wanita Indonesia berusia 50-80 tahun berisiko terkena osteoporosis dengan risiko pada wanita 4 kali lebih tinggi dibandingkan pria, terutama pada wanita pasca-menopause. Meski demikian, diperkirakan 20-25% pria kan mengalami patah tulang karena osteoporosis atau berkurangnya kepadatan tulang selama hidup mereka.

3. Ketika Anda masih muda tidak perlu khawatir tentang osteoporosis
Osteoporosis bukan monopoli usia tua. Banyak faktor yang ternyata dapat meningkatkan risiko osteoporosis, sehingga siapa saja dapat mengalaminya. Mewaspadai segala risiko osteoporosis sedini mungkin dan juga menjaga kesehatan tulang serta menjalankan gaya hidup sehat seperti olahraga secara teratur dan mendapatkan asupan nutrisi yang baik secara cukup (terutama kalsium dan vitamin D) akan membantu mencegah masalah di kemudian hari.

4. Osteoporosis seringkali tidak menimbulkan gejala
Osteoporosis merupakan silent disease, biasanya tidak disertai dengan rasa sakit atau gejala lainnya hingga terjadi patah tulang yang dapat menimbulkan sedikit rasa tidak nyaman. Oleh karena itu, penilaian risiko osteoporosis dilengkapi dengan pemeriksaan kesehatan tulang menjadi penting sebagai tindakan pencegahan sedini mungkin.

5. Patah tulang adalah bahaya dari osteoporosis
Sekitar 1 dari 2 wanita dan 1 dari 4 pria berusia lebih dari 50 tahun akan mengalami patah tulang akibat osteoporosis, yang sering terjadi pada tulang belakang, tulang panggul dan pergelangan tangan. Meskipun semua patah tulang akibat osteoporosis dapat berbahaya, namun patah tulang pada tulang belakang dan tulang panggul yang lebih berbahaya karena seringkali menyebabkan nyeri jangka panjang dan kelumpuhan.

6. Patah tulang terjadi ketika seseorang jatuh atau karena tulang yang lemah
Kebanyakan orang mengalami patah tulang ketika terjatuh atau karena tulang yang lemah. Namun ada juga orang yang mengalami patah tulang secara spontan ketika melakukan aktivitas sehari-hari seperti mengangkat barang belanjaan.

7. Tulang keropos tidak bisa menjadi lebih kuat
Faktanya, jika Anda telah didiagnosis menderita osteoporosis mungkin Anda akan memiliki kepadatan tulang yang rendah sepanjang hidup Anda. Meski demikian, Anda dapat meningkatkan kepadatan tulang dengan mengikuti saran dokter, dan biasanya dokter akan menyarankan Anda mengonsumsi banyak makanan yang mengandung kalsium dan vitamin D.

Intinya, jangan abaikan osteoporosis. Semakin banyak Anda mengetahuinya, semakin Anda dapat melakukan tindakan pencegahan atau mengobatinya jika Anda telah didiagnosis.

 

Sumber:

1880 Views