Wednesday, 19 February 2020

Peduli Bencana Asap Karhutla: Prodia Berikan Bantuan Pemeriksaan Kesehatan Bagi Petugas BPBD Provinsi Riau

PEKANBARU, 18 Februari 2020 – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) masih sering terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia diantaranya di Provinsi Riau. Untuk mengantisipasi karhutla pada tahun ini, Gubernur Riau Syamsuar telah menetapkan status siaga darurat karhutla sejak 11 Februari hingga 31 Oktober 2020. 

Sebagai wujud kepedulian Prodia terhadap bencana asap karhutla, Prodia berinisiatif untuk memberikan bantuan pemeriksaan kesehatan bagi petugas BPBD Provinsi Riau yang terlibat dalam satuan tugas karhutla. Acara penyerahan pemberian bantuan kesehatan ini diselenggarakan di Kantor BPBD Provinsi Riau dan dihadiri oleh Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Riau Edwar Sanger, Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Provinsi Riau Jim Gafur, Direktur Utama Prodia Dewi Muliaty, Regional Head Prodia Wilayah Sumatera Hermin Tikumaqdika, Branch Manager Prodia cabang Pekanbaru Indra Mulya, serta jajaran manajemen Prodia dan BPBD Riau.  

Direktur Utama Prodia Dewi Muliaty mengatakan, “Kami berinisiatif untuk memberikan bantuan pemeriksaan kesehatan kepada para petugas BPBD Riau ini terutama yang terlibat dalam satgas karhutla sebab para petugas ini rentan terkena gangguan kesehatan akibat polusi asap. Kesehatan merupakan faktor utama yang diperlukan seseorang untuk melakukan tugasnya dengan baik,” jelas Dewi pada acara penyerahan bantuan pemeriksaan kesehatan di Kantor BPBD Provinsi Riau di Pekanbaru (18/02).

Jenis pemeriksaan kesehatan (medical check up) yang diberikan kepada 116 orang petugas BPBD diantaranya hematologi lengkap, glukosa, kolesterol total, spirometry, dan pemeriksaan fisik dokter. Pemeriksaan kesehatan ini dilakukan dalam dua tahap pada tanggal 23 Agustus 2019 di Pekanbaru dan tanggal 18-19 November 2019 di Dumai-Rupat Bengkalis.  

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Riau Edwar Sanger mengatakan, “Kami berterima kasih dan mengapresiasi kepedulian Prodia terhadap tim BPBD Riau. Bantuan pemeriksaan kesehatan ini dilakukan secara bertahap kepada petugas kami di kantor dan lapangan. Dengan adanya medical check up dari Prodia, kami dapat mengetahui kondisi kesehatan para personil kami sehingga mereka dapat melakukan upaya tertentu untuk menjaga kesehatannya,” tutur Edwar di Kantor BPBD Provinsi Riau.  

Pada tahun 2019, Prodia cabang Pekanbaru juga telah mendistribusikan bantuan bencana asap karhutla berupa masker, tabung oksigen dan obat tetes mata kepada Dinas Kesehatan Provinsi Riau. Pemberian bantuan terkait bencana asap karhutla juga dilaksanakan oleh Prodia cabang Palangkaraya, Pontianak, Palembang, Jambi, dan Banjarmasin. Bantuan yang diberikan diantaranya masker N95, air mineral, obat tetes mata, susu, tabung oksigen dan perlengkapan P3K. Bantuan tersebut didistribusikan kepada dinas kesehatan provinsi, posko karhutla, dan aksi cepat tanggap karhutla.

Sebagai perusahaan yang bergerak di industri kesehatan, Prodia berkomitmen untuk berkontribusi dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui program tanggung jawab sosial yang konsisten dan berkesinambungan sehingga Prodia dapat memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan sehingga bisnis Perseroan dapat tumbuh secara berkelanjutan.

*****

Tentang PT Prodia Widyahusada Tbk

Laboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Bapak Andi Widjaja beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati.

Sebagai pemimpin pasar, sejak 2012 Prodia merupakan satu-satunya laboratorium dan klinik di Indonesia dengan akreditasi College of American Pathologists (CAP). Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional.

Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham “PRDA”. Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp1,22 triliun.

Hingga per 31 Desember 2019, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 287 outlet di 34 provinsi dan 126 kota di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care (PHC) yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children’s Health Centre (PCHC), Prodia Women’s Health Centre (PWHC) dan Prodia Senior Health Centre (PSHC).

Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi www.prodia.co.id atau menghubungi:

Marina Eka Amalia
Legal Head & Corporate Secretary
PT Prodia Widyahusada Tbk
Ph.  +62-21-3144182 ext 3816
Email: corporate.secretary@prodia.co.id

443 Views