Thursday, 05 November 2020

Prodia Cetak Laba Bersih Rp 122,28 Miliar pada Kuartal III 2020

JAKARTA, 5 November 2020 – PT Prodia Widyahusada Tbk (Kode saham: PRDA) berhasil mencatatkan laba bersih menjadi sebesar Rp 122,28 miliar pada kuartal III 2020. Perseroan juga berhasil mencetak pendapatan bersih sebesar Rp 1,20 triliun dan laba bruto sebesar Rp 654,54 miliar. Di samping itu, beban usaha mengalami penurunan hingga 13,13% menjadi Rp 533,54 miliar dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 614,18 miliar. Penurunan beban usaha didukung oleh upaya efisiensi yang dilakukan Perseroan secara bijaksana tanpa mengurangi kualitas pelayanan dan produk tes laboratorium yang diberikan oleh Prodia, dan dengan tetap memperhatikan pengembangan nilai dan inovasi pasca pandemi oleh Perseroan.

Direktur Utama Prodia, Dewi Muliaty, mengatakan,”Di tengah kondisi pandemi COVID-19 yang berdampak pada sebagian besar sektor usaha, kami masih dapat mencatatkan kinerja keuangan yang cukup baik pada kuartal III 2020. Kami terus berupaya untuk meningkatkan pendapatan, menjaga arus kas, memaksimalkan produktifitas dan pengendalian biaya, serta terus fokus pada keunggulan operasional bisnis inti Perseroan dengan tetap memprioritaskan keamanan, kesehatan dan keselamatan karyawan dan pelanggan kami. Pemanfaatan teknologi dimanfaatkan guna meningkatkan layanan bagi pelanggan di tengah situasi pandemi ini terutama dalam merespon kebutuhan pelanggan untuk tes COVID-19 mulai dari rapid test, tes serologi antibodi EIA, sampai PCR COVID-19 ini. Kami berkomitmen untuk mempertahankan kinerja Perseroan mulai dari kualitas layanan khususnya di masa pandemi ini, kinerja operasional dengan standar kualitas Prodia, dan kinerja keuangan, sehingga dapat terus memberikan imbal hasil dan nilai tambah bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan Perseroan,” tutur Dewi di Jakarta (5/11). 

Pada kuartal III 2020, total aset Perseroan sebesar Rp 2.069,91 miliar, yang terdiri dari aset lancar Rp 1.189,48 miliar dan aset tidak lancar menjadi Rp 880,43 miliar. Sedangkan, total liabilitas menjadi Rp 401,62 miliar, yang terdiri dari liabilitas jangka pendek Rp 157,84 miliar dan liabilitas jangka panjang Rp 243,79 miliar. Total ekuitas Perseroan mengalami sedikit kenaikan menjadi Rp 1.668,28 miliar. Dari sisi arus kas, Perseroan berhasil mempertahankan arus kas bersih dari aktivitas operasi per 30 September 2020 dalam posisi surplus menjadi sebesar Rp 269,99 miliar. 

Dari segi segmen pelanggan, segmen pelanggan individu dan rujukan dokter menyumbang sekitar 62,7% kepada pendapatan Perseroan. Sedangkan, segmen referensi pihak ketiga dan klien korporasi menopang sekitar 37,3% terhadap pendapatan Perseroan. Hingga akhir September 2020, Perseroan telah melakukan lebih dari 533.000 pemeriksaan terkait COVID-19 yang terdiri atas tes serologi antibodi berbasis rapid test, tes serologi berbasis instrumen laboratorium (serologi EIA), dan tes PCR COVID-19.

“Permintaan tes terkait COVID-19 diprediksi akan terus dibutuhkan hingga tahun depan. Sejak dimulainya pemeriksaan COVID-19 sampai dengan tanggal 30 September 2020, kami telah menerima permintaan pemeriksaan terkait COVID-19 sekitar 464.000 tes serologi antibodi (rapid test dan tes serologi EIA), dan 69.000 tes PCR COVID-19,” tambah Dewi.

Perseroan mulai melakukan pemeriksaan SARS-CoV-2 RNA (PCR COVID-19) sejak awal Mei 2020 dan bergabung menjadi bagian dari jejaring Laboratorium Resmi Rujukan Nasional Pemeriksaan RT-PCR COVID-19 di Indonesia pada bulan yang sama. Pada bulan Juli 2020, Perseroan menggunakan alat otomatis PerkinElmer untuk pemeriksaan PCR COVID-19 di Laboratorium Pusat Rujukan Nasional dan Laboratorium Rujukan Regional Prodia di Surabaya, Makassar dan Medan.

Pada bulan September 2020, Perseroan terus memperbesar kapasitas pemeriksaan PCR COVID-19 hingga lebih dari 2.000 tes/hari dengan menambahkan alat otomatis Cobas 6800 di Laboratorium Pusat Rujukan Nasional (PRN) Prodia, Jakarta. Saat ini, Prodia adalah laboratorium kesehatan swasta pertama dan satu-satunya di Indonesia yang menggunakan alat otomatis penuh Cobas 6800 System, setelah sebelumnya digunakan oleh RS Pertamina Jaya dan Lembaga Eijkman.

******

Tentang PT Prodia Widyahusada Tbk

Laboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Bapak Andi Widjaja beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati.

Sebagai pemimpin pasar, sejak 2012 Prodia merupakan satu-satunya laboratorium dan klinik di Indonesia dengan akreditasi College of American Pathologists (CAP). Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional.

Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham “PRDA”. Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp1,22 triliun.

Hingga saat ini, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 263 outlet, di 34 provinsi dan 127 kota di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care (PHC) yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics  yang terdiri dari Prodia Children’s Health Centre, Prodia Women’s Health Centre, dan Prodia Senior Health Centre.

 

Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi www.prodia.co.id atau menghubungi:

Marina Eka Amalia
Legal Head & Corporate Secretary
PT Prodia Widyahusada Tbk
Ph.         +62-21-3144182 ext 3816
Email     corporate.secretary@prodia.co.id                         

Magdalena Vandry                                                        Investor Relation Head                                                        PT Prodia Widyahusada Tbk.
Ph. +62-21 3144182 ext 3775                                            E-mail    investor.relation@prodia.co.id

 

207 Views