Thursday, 13 February 2020

Prodia Hadirkan Pemeriksaan Imunohistokimia untuk Kanker Limfoma

Jakarta, 12 Februari 2020 – Angka kejadian kanker diperkirakan akan terus meningkat. Data dari Globocan 2018 memperkirakan angka kejadian kasus baru kanker akan meningkat dari 18,5 juta kasus di 2018 menjadi 29,5 juta kasus di 2040. Limfoma atau kanker kelenjar getah bening merupakan salah satu jenis kanker dengan kasus baru yang tinggi.  

Berdasarkan Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI, tercatat ada sekitar 1.000 orang setiap hari di dunia didiagnosis mengidap kanker limfoma. Menurut data Globocan 2018, ada 35.490 orang didiagnosis limfoma non-hodgkin dalam lima tahun terakhir dan 7.565 orang meninggal dunia. Pada tahun 2018, limfoma non-hodgkin juga merupakan jenis kanker dengan jumlah kasus baru sebanyak 14.164 orang atau menempati urutan nomor tujuh untuk jenis kanker penyumbang kasus baru di Indonesia.

Tingginya kasus limfoma di Indonesia mendorong PT Prodia Widyahusada Tbk (Kode Saham: PRDA) meluncurkan pemeriksaan imunohistokimia (IHK) untuk kanker limfoma. Pemeriksaan IHK ini merupakan salah satu cara yang tepat dalam mendukung diagnosis untuk menentukan pengobatan yang tepat bagi pasien sekaligus untuk membedakan tipe limfoma.

Limfoma sendiri secara garis besar mempunyai dua tipe, yaitu Limfoma Hodgkin dan Limfoma Non-Hodgkin. Pentingnya membedakan tipe limfoma ini baik hodgkin maupun non-Hodgkin agar dapat membantu klinisi menentukan prognosis dan tipe terapi untuk pasien. Masing-masing tipe limfoma memiliki perbedaan terhadap keparahan penyakit dan cara pengobatan. Oleh sebab itu, itu dibutuhkan pemeriksaan yang akurat untuk perawatan pasien.

Prodia menyediakan pemeriksaan IHK kanker limfoma mulai minggu kedua Februari 2020. Pemeriksaan ini terdiri dari beberapa marker antibodi, yaitu CD3, CD20, CD79a, CD15, CD30, CD45, Ki67. Pemeriksaan tersebut tersedia secara tunggal maupun secara panel, yaitu CD20,CD3; CD20,CD3,CD79a; CD20,CD79a; CD15,CD30; Panel Hodgkin (CD15,CD30,CD45); Panel Non-Hodgkin (CD20, CD3, CD79a, Ki67).

Product Manager Prodia Trilis Yulianti mengatakan, “Saat ini, sudah tersedia pengobatan yang tertarget untuk anti CD-20 dan anti CD-30. Pengobatan yang tepat dengan target tepat terwujud dengan sarana pemeriksaan laboratorium yang memandu pemilihan terapi atau tindakan yang sesuai, saling sinergi satu sama lain demi keselamatan pasien,” tambah Trilis. 

Saat ini, Laboratorium Patalogi Anatomik milik Prodia merupakan satu-satunya laboratorium swasta di Indonesia yang dapat mengerjakan pemeriksaan IHK untuk kanker limfoma ini. Pemeriksaan IHK dilakukan dengan menggunakan alat otomasi sehingga mengurangi faktor kesalahan manusia (human error), hasil akurat dengan waktu selesai hasil pemeriksaan (WSHP) adalah satu hari. Dengan menggunakan reagen IVD membuat hasil pemeriksaan IHK tersebut terstandar dan stabil. Pemeriksaan IHK ini dikerjakan dua kali dalam seminggu yaitu Selasa dan Kamis, dengan hasil dikeluarkan keesokan harinya yaitu pada hari Rabu dan Jumat pada pukul 18.00 WIB. 

Lebih lanjut, Laboratorium Patalogi Anatomik Prodia ini menggunakan sistem informasi spesifik patologi anatomik (soft path) yang tersertifikasi College of American Pathologist (CAP) yang dapat memberikan hasil yang akurat, valid dan konsisten.

Pada awal tahun 2020 ini, Prodia telah meluncurkan salah satu pemeriksaan berbasis gen dari rangkaian Prodia Genomics, yakni IMMUNErisk. Pemeriksaan IMMUNErisk mampu mendeteksi risiko seseorang terhadap tujuh jenis penyakit terkait sistem imun yang sering terjadi di masyarakat, yakni kelompok penyakit autoimun (Rheumatoid arthritis, Psoriasis, Lupus, Alopecia areata, dan Vitiligo) serta kelompok penyakit alergi (Allergic rhinitis dan Atopic dermatitis).

Pada tahun 2019, Prodia telah memperkenalkan pemeriksaan bernama DIArisk untuk memprediksi risiko diabetes pada individu, pemeriksaan Cancer Risk (CArisk) yang merupakan pemeriksaan genomik yang digunakan untuk mengidentifikasi risiko 13 jenis kanker yaitu kanker payudara, usus besar atau kolorektal, serviks, hati, pankreas, paru, lambung, tiroid, uterus, kandung kemih, prostat, nasofaring dan kelenjar getah bening, serta pemeriksaan Nutrigenomik yang mempelajari faktor genetika terhadap kesehatan serta bagaimana tubuh merespons nutrisi dan kebiasaan olahraga.

Sejalan dengan aspirasi Prodia untuk membangun kapabilitas di bidang solusi kesehatan personal melalui teknologi generasi terbaru, Prodia senantiasa berinovasi untuk menyediakan layanan kesehatan yang lebih baik (Innovate for Better Health) dengan terus berinovasi mengembangkan pemeriksaan-pemeriksaan genomik yang merupakan pemeriksaan khusus untuk menganalisis penyakit tertentu dengan menggunakan peralatan yang canggih, metode modern, dan membutuhkan personel khusus untuk menjalankan tes dan analisisnya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat.

*****

Tentang PT Prodia Widyahusada Tbk.

Laboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Bapak Andi Widjaja beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati.

Sebagai pemimpin pasar, sejak 2012 Prodia merupakan satu-satunya laboratorium dan klinik di Indonesia dengan akreditasi College of American Pathologists (CAP). Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional.

Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham “PRDA”. Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp1,22 triliun.

Hingga per 31 Desember 2019, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 287 outlet di 34 provinsi dan 126 kota di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care (PHC) yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dari Prodia Children’s Health Centre (PCHC), Prodia Women’s Health Centre (PWHC) dan Prodia Senior Health Centre (PSHC).   

Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi www.prodia.co.id atau menghubungi:

Marina Eka Amalia              

Legal Head & Corporate Secretary

PT Prodia Widyahusada Tbk.

Ph.  +62-21-3144182 ext 3816

Email: corporate.secretary@prodia.co.id                                                           

Magdalena Vandry

Investor Relation Head

PT Prodia Widyahusada Tbk.

Ph.  +62-21 3144182 ext 3775

E-mail:  investor.relation@prodia.co.id

 

574 Views