Thursday, 30 July 2020

Semester I 2020, Prodia Cetak Pendapatan Bersih Rp 657,29 Miliar

JAKARTA, 30 Juli 2020 – PT Prodia Widyahusada Tbk (Kode saham: PRDA) mencetak pendapatan bersih sebesar Rp 657,29 miliar pada semester I 2020. Dari segi segmen pelanggan, segmen pelanggan individu dan rujukan dokter menyumbang sekitar 65,7% kepada pendapatan Perseroan. Sedangkan, segmen referensi pihak ketiga dan klien korporasi menopang sekitar 34,3% terhadap pendapatan Perseroan.

Direktur Utama Prodia, Dewi Muliaty, mengatakan, “Sama halnya dengan bisnis lainnya yang terdampak COVID-19, kami juga turut mengalami dampak pandemi ini terhadap kinerja keuangan Semester I 2020. Kami telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk meningkatkan pendapatan, produktivitas, dan pengendalian biaya dengan tetap memprioritaskan keamanan, kesehatan dan keselamatan karyawan kami. Selain itu keamanan pelanggan saat dilayani menjadi perhatian kami, termasuk kebersihan fasilitas dan keselamatan kerja saat proses pelayanan. Prodia terus melakukan peningkatan kapasitas respon terhadap pandemi COVID-19 yang masih berlangsung, salah satunya adalah dengan menyediakan alat otomatis untuk mempercepat hasil tes PCR COVID-19 dan meningkatkan jumlah tes per harinya hingga lebih dari 1.000 tes per hari. Kami berharap hal ini dapat mendukung pemerintah dalam penanggulangan COVID-19, dan mendukung peningkatan kinerja kami di kuartal III dan IV 2020, ” ujar Dewi di Jakarta (30/7).

Total aset Perseroan semester I 2020 sebesar Rp 1.919,74 miliar, yang terdiri dari aset lancar       Rp 1.014,10 miliar dan aset tidak lancar menjadi Rp 905,73 miliar. Sedangkan, total liabilitas menjadi Rp 385,83 miliar, yang terdiri dari liabilitas jangka pendek turun menjadi Rp 121,32 miliar dan total liabilitas jangka panjang Rp 264,51 miliar. Total ekuitas Perseroan adalah sebesar Rp 1.533,91 miliar. Dari sisi arus kas, Perseroan berhasil mempertahankan arus kas bersih dari aktivitas operasi per 30 Juni 2020 dalam posisi surplus menjadi sebesar Rp 130,88 miliar.

“Pada bulan April-Mei 2020, fokus kami adalah menyediakan Alat Pelindung Diri bagi tenaga kesehatan di Prodia, melakukan persiapan pemeriksaan terkait COVID-19 di seluruh cabang Prodia di Indonesia termasuk memenuhi perizinan dari otoritas terkait, evaluasi pemilihan reagen, menyiapkan ruangan untuk pemasangan alat otomatis pemeriksaan COVID-19, serta melakukan edukasi dan sosialisasi kepada tenaga kesehatan kami untuk pemeriksaan COVID-19. Bagi kami yang terpenting adalah memastikan kesehatan, keamanan dan keselamatan tenaga kesehatan kami sehingga kami dapat memberikan layanan kesehatan yang berkualitas dan terpercaya bagi pelanggan kami. Prodia juga aktif dalam berkomunikasi dengan seluruh segmen Pelanggan melalui social media maupun pertemuan virtual dalam bentuk diskusi one on one, dan berbagai webinar edukasi yang dilakukan secara intens. Selama bulan April – Juni telah dilaksanakan lebih dari 100 webinar bagi pelanggan Prodia dan masyarakat umum,” terang Dewi.  

Perseroan mulai melakukan pemeriksaan SARS-CoV-2 RNA (PCR COVID-19) sejak tanggal 11 Mei 2020 dan bergabung menjadi bagian dari jejaring Laboratorium Resmi Rujukan Nasional Pemeriksaan RT-PCR COVID-19 di Indonesia pada bulan yang sama. Pada bulan Juli 2020, Perseroan menggunakan alat otomatis PerkinElmer untuk pemeriksaan PCR COVID-19 di Laboratorium Pusat Rujukan Nasional dan Laboratorium Rujukan Regional Prodia di Surabaya, Makassar dan segera menyusul di Medan.

Hingga akhir Juni 2020, Perseroan telah melakukan lebih dari 54.000 pemeriksaan terkait COVID-19 yang terdiri atas tes serologi antibodi berbasis rapid test, tes serologi berbasis instrumen laboratorium, dan tes PCR COVID-19. Pada bulan Juni 2020, Perseroan mencatatkan kenaikan pendapatan sekitar 26,4% menjadi Rp 139,72 miliar dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

“Kami memprediksi jumlah pemeriksaan COVID-19 akan terus meningkat hingga akhir tahun 2020. Sejak dimulainya pemeriksaan COVID-19 sampai dengan tanggal 27 Juli 2020, kami telah menerima permintaan pemeriksaan terkait COVID-19 sekitar 120.000 tes serologi antibodi (rapid test dan tes dengan instrumen Lab), dan 20.000 tes PCR COVID-19,” tambah Dewi.

Per 30 Juni 2020, Perseroan telah menggunakan dana hasil penawaran umum sebesar Rp 644,62 miliar dari total dana hasil bersih penawaran umum senilai kurang lebih Rp 1.148 miliar. Penggunaan dana tersebut sebesar Rp 450,43 miliar diantaranya digunakan untuk pengembangan jejaring outlet, Rp 106,85 miliar untuk peningkatan kemampuan dan kualitas layanan, dan Rp 87,33 miliar untuk modal kerja. Hingga 30 Juni 2020, Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 285 outlet di 34 provinsi dan 127 kota di seluruh Indonesia.

******

Tentang PT Prodia Widyahusada Tbk

Laboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Bapak Andi Widjaja beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan layanan sepenuh hati.

Sebagai pemimpin pasar, sejak 2012 Prodia merupakan satu-satunya laboratorium dan klinik di Indonesia dengan akreditasi College of American Pathologists (CAP). Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional.

Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham “PRDA”. Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp1,22 triliun.

Hingga per 30 Juni 2020 Prodia telah mengoperasikan jejaring layanan sebanyak 285 outlet, di 34 provinsi dan 127 kota di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care (PHC) yakni layanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics  yang terdiri dari Prodia Children’s Health Centre (PCHC), Prodia Women’s Health Centre (PWHC) dan Prodia Senior Health Centre (PSHC).   

 

Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi www.prodia.co.id atau menghubungi:

Marina Eka Amalia    

Legal Head & Corporate Secretary

PT Prodia Widyahusada Tbk.

Ph.       +62-21-3144182 ext 3816

Email     corporate.secretary@prodia.co.id                                     



 

130 Views