Thursday, 16 January 2020

Wanita Lebih Berisiko Mengalami Gangguan Tiroid

Tiroid merupakan kelenjar kecil berbentuk kupu-kupu di bagian depan bawah leher, fungsinya menghasilkan hormon tiroid yang dapat mengendalikan banyak aktivitas di tubuh, termasuk seberapa cepat pembakaran kalori dan seberapa cepat jantung berdetak.

Tidak mengejutkan jika beberapa masalah dapat muncul ketika kelenjar ini mengalami gangguan sehingga tidak melepaskan cukup hormon tiroid (hipotiroid) atau ketika melepaskan terlalu banyak hormon tiroid (hipertiroid).

Gangguan tiroid lebih rentan terjadi pada wanita dibandingkan pria. Menurut American Thyroid Association, 1 dari 8 wanita akan mengalami gangguan tiroid selama masa hidupnya. Wanita 5-8 kali lebih mungkin mengalami gangguan tiroid dibandingkan pria, dan 10-20% wanita di usia 30-an mengalami gangguan tiroid.

Pada wanita, hormon tiroid banyak berkaitan dengan sistem reproduksi sehingga adanya ketidakseimbangan kadar hormon ini dapat menyebabkan beberapa masalah berikut:

1. Menstruasi

Kadar hormon tiroid yang tinggi atau rendah dapat menyebabkan siklus mentruasi menjadi sangat ringan, berat, atau tidak teratur. Gangguan tiroid bahkan dapat menyebabkan menstruasi berhenti selama beberapa bulan atau lebih.

2. Reproduksi

Ketidaseimbangan hormon tiroid juga dapat mempengaruhi ovulasi (pelepasan telur untuk pembuahan) sehingga menyebabkan sulit hamil. Selain itu, gangguan tiroid dapat meningkatkan risiko terjadinya kista pada ovarium.

3. Kehamilan

Gangguan tiroid yang terjadi selama kehamilan dapat menyebabkan masalah kesejatan pada ibu dan janinnya. Hipotiroid dapat menyebabkan pre-eklampsia, keguguran, persalinan prematur, dan pendarahan setelah melahirkan. Hipertiroid dapat menyebabkan morning sickness yang parah pada ibu hamil.

4. Menopause

Gangguan tiroid dapat menyebabkan menopause dini (sebelum usia 40 atau di awal 40-an). Beberapa gejala hipertiroid juga kerap disalahartikan sebagai menopause dini, seperti berhentinya siklus menstruasi, hot flashes, gangguan tidur (insomnia), dan perubahan suasana hati. Pengobatan hipertiroid terkadang dapat meredakan gejala menopause dini atau mencegah terjadinya menopause dini.

Mengetahui bahwa wanita sangat rentan mengalami gangguan tiroid yang dapat menimbulkan masalah reproduksi dan membuat ketidaknyamanan, tidak ada salahnya mulai rutin melakukan pemeriksaan kesehatan untuk deteksi dini gangguan tiroid.


Sumber:

1983 Views